
"Dia sudah pulang Bos". lapor seseorang pada Bos-nya
Dalam arena balap Ricky sudah bersiap untuk mengikuti balapan tersebut dan mereka bisa memastikan kalau yang akan menjadi pemenang malam ini adalah raja jalanan itu.
Ricky terkenal tidak hanya bela dirinya saja namun dia juga Raja jalanan. Siapapun akan mundur jika tahu yang akan menjadi lawan balapan nya adalah Ricky
"Lama tidak bertemu max". kata Ricky menyapa salah satu dari peserta balapan.
"Senang bertemu dengan Lo, leader s****n". jawab Max
"Apa uang Lo Sudah habis hingga memutuskan untuk turun ke jalanan lagi". sindirnya pad Ricky
Ricky hanya tertawa dengan suara yang sangat menggema hingga membuat mereka yang berbeda disana ingin segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Apa Lo sekarang sedang membicarakan diri Lo sendiri Max? Ayolah gue tahu Lo itu bodoh, tapi jangan tunjukkan kebodohan mu itu didepan banyak orang". kata Ricky mengejek
Max belum sempat membalas perkataan Ricky namun balapan akan segera dimulai.
Aksi kejar-kejaran antara mobil satu dengan yang terjadi dengan sengitnya, Jika kalian pikir Ricky sekarang ada di posisi pertama itu salah, malahan dia berada di barisan terakhir dan masih mengemudikan dengan tenang dan dan santai nya.
Dia akan menambah kecepatan jika berada di jarak tidak jauh dari garis finishing. Dan dia juga tidak akan perduli jika menabrak mobil lainnya, maka dari itu mereka semua akan memilih minggir dan mengalah jika Ricky Sudah menancap gasnya dengan kecepatan tinggi. Lebih baik mengalah dari pada terluka menurut mereka.
"Gila Ricky santai banget". kata Ken yang mengamati balapan tersebut mulai awal.
"Lo kayak gak tahu dia saja." jawab Rere
"Ricky memang selalu begitu kan kalau balapan. Dia akan menambah kecepatan nya jika jarak dengan garis finishing sudah dekat". kata Ipank
"Dan juga dia akan menabrak mobil lainnya jika menghalangi jalannya menuju garis finishing tersebut". tambah Arok
Dan mereka menganggukkan kepalanya karena hal itu memang faktanya.
"Lihat dia mulai menambah kecepatan nya." kata Ipank sambil menunjuk ke arah mobil Ricky
"Gila si Ricky, mobil sudah minggir di tabrak juga". kata Rere yang melihat adegan Ricky menabrak mobil yang Sudah menepi agar tidak menghalangi jalannya itu pun kaget
"Mungkin Ricky Dendam dengan pengemudi mobil tersebut". kata Arok dengan datarnya
Dan dari sepuluh mobil yang ikut balapan hanya tersisa tiga mobil yang masih aman dan tak rusak sedikitpun termasuk mobil Sang Leader. Mobil lainnya sudah menabrak bahkan ada yang jatuh dari jembatan beserta pengemudinya. Siapa lagi yang melakukan hal tersebut kalau bukan Sang Leader.
Ricky mencapai garis finis duluan dan dia mendapatkan hadiah dari balapan liar itu. Polisi yang tadinya ingin menghentikan balapan tersebut mundur ketika melihat keempat sahabat dari Ricky. Jika ada mereka berempat ada kemungkinan sang bos juga ikut berada di sana.
"Gila,Lo Sadis banget Rick tadi". kata Rere
__ADS_1
"Tumben Lo Rick, dan mobil siapa tadi yang jatuh?". tanya Ipank
"Lo punya mulut kan Pank? jadi cari tahu saja sendiri". kata Ricky dengan datarnya
"Benar-benar si Ricky ini. memang raja sadis dia". kata Ken
Ricky yang sibuk dengan aktivitas dirinya sendiri setelah menang balapan. Dia menelepon Sam untuk melakukan suatu hal
"Sam, Lo beli mobil yang di inginkan Galang besok. Dan pastikan Galang menyukainya ". perintah Ricky
"Gila segitu nya Ricky sama Galang hingga candaannya di anggap benar". kata Ken tidak percaya
"Ricky akan selalu seperti itu jika dengan Galang. Dia menganggap semua candaan Galang adalah permintaan terpendamnya". kata Arok
"Dan juga jika Galang tahu Ricky membeli kan dia mobil itu, kalian pasti kaget dengan apa yang akan dia lakukan". tambahnya lagi
"Memang apa yang akan Galang lakukan Rok, jadi penasaran gue". kata Ipank
"Lo tunggu saja kepulangan dia kemari, pasti akan sangat seru nantinya". kata Arok
Hari sudah semakin larut dan mereka semua pergi menuju kediamannya masing-masing untuk beristirahat.
********
"Sudah bangun Lo. Kerja apaan Lo pulang semalam itu?". tanya kakak Yuli dengan sinisnya
"Luna, jaga ucapan kamu". kata sang ayah
Luna pun hanya menatap sinis kearah Yuli. "emang benar faktanya ayah, kemarin dia pulang malam banget dan di antar mobil pula, dan juga Mobil yang mengantar dia kemarin bukan punya Bryan yang bisanya di bawah kesini". Kata Luna yang kemarin dia memang melihat Yuli diantar oleh seseorang menggunakan mobil mewah. Dia tidak tahu apa itu Bryan atau bukan.
"Kamu jangan asal tuduh, mungkin itu Bryan. Dia kan mobil nya banyak". kata sang ayah masih membela Yuli. Kemarin ayahnya juga melihat Yuli pulang diantar mobil mewah tapi dia mengira itu adalah Bryan
"Gak mungkin ayah kalau itu Bryan, mobilnya saja berbeda". kata Luna lagi masih tetap tidak mau kalah
"Sudah lebih baik kita makan dulu dan ngobrolnya di lanjutkan nanti saja". kata bundanya
Dan mereka pun makan semua dengan tenang,namun ketenangan itu hanya sesaat karena Luna kembali memulai pembicaraan
"Pasti Lo kerja di tempat yang gak bener ya, dan yang kemarin mengantar loh itu....
belum selesai Luna berbicara ketukan pintu menghentikan nya
tok tok tok
__ADS_1
Bunda pun berdiri dan berjalan membukakan pintu. Ketika pintu di buka muncullah sosok yang biasanya sering datang ke sini untuk menjemput anaknya
"Bryan cepat sekali kamu datangnya nak, ayo masuk kita sarapan bersama". ajak sang bunda dan Bryan pun tanpa sungkan langsung nyelonong masuk ke rumah kediaman orang tua Yuli serta dia langsung mengambil tempat duduk di samping Yuli berada.
"Wah songong Lo Bray, main nyelonong tanpa permisi langsung duduk makan lagi". kata Yuli
"Gue gak nyelonong kali, bunda yang nawarin gue, jadi gak enak dong kalau nolak". jawab Bryan
"Pagi ayah". sapa Bryan pada ayah Yuli
"Pagi nak Bryan. Pagi sekali jemput Yuli nya, apa kamu tidak ada kesibukan?*. tanya sang ayah
"Kalau kesibukan mah banyak ayah, tapi yang paling utama adalah mengantar dan menjemput si tuan putri yang kurang ajar ini. Bryan sengaja datang lebih awal karena takut Yuli belum bangun saja karena habis kerja kemarin". kata Bryan
Mendengar perkataan Bryan tadi ayah dan bunda Yuli merasa lega karena mereka berfikir bahwa semalam pasti dia yang telah mengantarkan anaknya pulang kerumah.
"Sok sibuk Lo Bray. Sudah ah ayah bunda Yuli Sudah selesai makannya. Yuli berangkat duluan ya". kata Yuli sambil mencium tangan kedua orang tuanya
"Gila Lo ya, gue baru mau makan sudah ngajak cabut saja Lo". kata Bryan sedikit kesal karena dia baru saja mengambil nasi dan lauk eh Yuli sudah mengajarkannya untuk berangkat
"Tunggu nak Bryan makan dulu Yuli, kasihan dia sudah datang sepagi ini dan juga pasti belum sempat untuk sarapan". kata sang bunda
"sudahlah Bun, duit dia kan banyak jadi bisa makan di luar tanpa harus numpang di rumah Kita". jawab Yuli sambil tertawa
"Benar-benar Lo ya, sahabat macam apa Lo yang tega banget membiarkan sahabatnya kelaparan". kata Bryan dengan kesalnya
"Ya elah Bray, kelaparan sekali tidak akan membuat Lo mati kali, santai saja lah Bray". kata Yuli bercanda
"Yuli tidak baik berkata seperti itu, biarkan nak Bryan makan dulu". kata sang ayah
"Gak usah yah, mending kita berangkat saja, nanti Bryan bisa makan di luar". kata Bryan lalu berpamitan kepada keduanya
mereka mengantar Yuli dan Bryan kedepan, sementara Luna di buat heran, kenapa mobil Bryan tidak ada , malah yang ada hanya mobil sport berwarna kuning yang tidak di ketahui siapa pemilik nya.
"Lo jemput Yuli pakai apa Bryan, apa naik taxi online?". tanya Luna penasaran
"Lo gak lihat mobil yang ada di depan pekarangan rumah Lo itu". kata Bryan sambil menunjuk mobil kuning yang dia pakai tadi
"Lo ganti mobil? ". tanya Luna lagi
"Mobil Bryan memang banyak, jadi gak usah heran jika dia gonta ganti mobil. ya sudah kita berangkat saja Bray. dada ayah dan bunda". kata Yuli sambil berjalan memasuki mobil Bryan dan mereka pergi menuju sekolahnya
"Yul, Lo pindah kerja di tempat Ricky?". tanya Bryan sontak membuat orang yang di tanya kaget. bagaimana dia bisa tahu tentang hal itu, kata Yuli dalam hati nya
__ADS_1