Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Kebaikan Sang Leader


__ADS_3

Ricky yang baru pulang langsung menuju dapur untuk mencari pembantu kesayangan itu karena dia pasti dan kuwatir dengannya yang semalam tidak pulang kerumahnya dia pun tersenyum melihat bik na yang sedang sibuk mempersiapkan makanan untuk nya


"lagi masak apa bibiku?" tanya Ricky sambil memeluk bik na dari belakang


"mau bikin bibik jantung ya. ngagetin saja kamu den Ricky". goda bik na


"kenapa mesti jantungan oh aku tau karena terpesona akan ketampanan ku kan". jawabnya dengan bercanda


para pekerja disana tidak merasa heran dan bahkan iri sekali pun kepada bik na karena mereka merasa beruntung jika tidak ada bik na bisa-bisa mereka akan mendapat tekanan setiap hari dari sang majikan yang terkenal sadis itu.


"bibik masak kesukaan kamu. tunggu di meja makan setelah ini bibik siapkan makanan nya". kata bik na


"aku akan menunggu di sini karena mau lihat sayang ku ini masak apa nanti makanan nya diberi racun atau tidak". kata Ricky sambil mengedipkan matanya


"dasar majikan edan". kata bik na membuat Ricky tertawa terbahak-bahak.


bik na senang jika Ricky tertawa lepas seperti itu. dia tahu bagaimana Ricky yang dulu bahkan tidak mau percaya dengan siapapun hingga pertemuan nya dengan para sahabatnya itu membuat dia sedikit melupakan kejadian yang buruk itu dan mulai menjalin persahabatan bahkan tawa seperti itu bisa dia hitung dengan jari


"ayo kita ke meja makan dan bawakan sup itu bibik gak kuat panas". perintah bik na pada Ricky


"ada ya majikan disuruh-suruh". kata Ricky dengan membawa semangkuk sup buatan bik na khusus untuk nya dan berjalan menuju meja makan


"ayo bik na juga duduk kita makan bersama". kita Ricky


"Gak usah nak biar bibik nanti makan bersama yang lainnya dibelakang". tolak bik na


seketika suasana di meja makan menjadi sangat seram karena keluarnya sedikit Aura sadis Sang Leader


"apa ada yang tidak suka jika bik na duduk di meja makan bersama ku?" teriaknya membuat semua orang disana menjadi takut.


"tidak ada tuan". jawab mereka berbarengan dengan menundukkan kepalanya takut melihat sorot mata sang majikan jika sedang marah


"bukan itu maksud bik na. kamu jangan marah seperti itu bibik jadi takut". katanya jujur dengan nada bicara yang mulai gemetaran


"aku gak marah kan tadi bibik dengar juga kalau aku sedang bertanya". kata Ricky


"ayo kita makan saja sekarang karena aku masih banyak urusan di kantor". jelas Ricky berbohong


setelah makan Ricky menuju rumah Rere untuk membahas sesuatu disana bersama dengan anggota lainnya


*******


Yuli yang selesai jogging di taman bersama temannya sekarang sedang duduk santai di bangku taman tersebut.


" baru juga tujuh belas kali putaran udah capek". ejek Bryan temannya


"siapa bilang gue capek Bray cuman kan sebelum elo datang gue sudah lari kali dari rumah kesini. Lo mah enak kesini naik mobil". kata Kikan sambil memukul Bryan

__ADS_1


"apa ada yang mengganggu elo dalam pekerjaan atau sekolah Yul. jika ada katakan saja pada gue?". tanya Bryan mengelus rambut sahabatnya itu


"santai saja kali Bray gue bisa atasi semua itu sendiri kok nanti kalau gue sudah nyerah baru minta bantuan Lo ok". kata Yuli sambil menaik turun kan alisnya


"kita pergi latihan saja sekarang". kata Bryan dan mereka langsung menuju parkiran tempat mobilnya berada serta pergi menuju tempat biasanya mereka berdua melakukan latihan beladiri.


sebenarnya Yuli bukan cuma latihan beladiri saja dia juga latihan menggunakan tembak dan senjata tajam namun yang melatih dan tempat nya berbeda. jika beladiri dia akan latihan bersama Bryan namun ketika dia berlatih menembak dan menggunakan benda tajam dengan baik dia akan diajari oleh Galang


Sesampainya dia ditempat latihan Yuli langsung bersiap-siap. "sampai kapan Lo terus begini Yul. setiap latihan harus bohong sama bunda". tanya Bryan


"Lo tahukan Bray gimana bunda gue? dia gak akan setuju kalau gue berlatih seperti ini" jelasnya


"malah bahaya jika elo gak kasih tahu bunda kemudian dia tahu dari orang lain". kata Bryan


"kalau bunda tahu berarti itu dari elo tau Galang karena hanya kalian berdua yang tahu dan yang dekat dengan keluarga gue". ucap Yuli


"mana mungkin juga gue dan Galang tega sama Lo bisa-bisa lo gak dibolehin keluar rumah dan ketemu kita lagi". kata Bryan


"ya siapa tahu kalian hilaf terus bilang ke bunda". goda Yuli


"Lo su'uzon saja sama orang gak baik itu Yul". kata Bryan


"kalau su'uzon nya sama Lo dan Galang ya gak apa-apa secara kalian kan memang patut dicurigai". Kata Yuli bercanda


"sudah sekarang kita mulai latihan nya". kata Bryan


Yuli yang menang suka ikut campur apalagi ketika melihat kekerasan didepan matanya membuat tidak berfikir dua kali untuk membantu orang yang mendapatkan kekerasan tersebut. ketika itu Bryan sedang berkelahi dengan beberapa orang Bryan yang terluka dikepung beberapa orang membuat Yuli yang melihat langsung buru-buru menyelamatkan dia tanpa perduli dengan nyawa nya sendiri dari kejadian tersebut Yuli sering bertemu dengan Bryan dan banyak mengobrol dengan. setelah dirinya dan Bryan semakin akrab Bryan mulai memperkenalkan Yuli pada sahabatnya yang berada di Amerika yaitu Galang alhasil mereka bertiga menjadi sahabat dan selalu melindungi Yuli dan juga menjadi tempat curhat untuk cewek tomboy itu


******


Ricky yang baru saja sampai dirumah Rere langsung masuk kedalam. dia melihat keempat sahabatnya sudah duduk tenang diruang tamu


"Lama sekali Lo Rick? tumben banget gak on Time". tanya Ipank


"gue tadi pulang dulu ganti baju dan makan pagi". jawabnya


"jadi Lo semalaman tidak ditempat latihan?". tanya Arok memastikan


Ricky hanya menganggukkan kepalanya saja menjawab pertanyaan dari Arok


"sebenarnya gue penasaran siapa yang Lo hajar kemarin sehingga membuat Lo jadi kesal karena dia bisa lolos?". tanya Arok lagi


"gue menghajar Rafi dia adalah bos preman yang menghancurkan tokoh gue kemarin dan Lo tahu siapa yang menyuruh dia melakukan hal itu?". tanya Ricky pada anggota nya


mereka semua saling menatap satu sama lain dan menggelengkan kepalanya bergantian.


"Lo pank benar-benar bodoh sampai kecolongan sama anggota Lo sendiri" kata Ricky yang membuat mereka semakin bingung dan mulai bertanya-tanya

__ADS_1


"gue gak ngerti apa maksud Lo Rick?". jawab Ipank


"Lo pasti tahu anak buah Lo yang bernama Dimitri. dia dengan berani melakukan penghianatan dengan membocorkan beberapa usaha yang gue sembunyikan di musuh kita". kata Ricky dengan nada dingin nya


mereka semua kaget dan menatap Ipank dengan rasa tidak percaya bagaimana bisa dia kecolongan dengan anak buahnya sendiri dan mereka berani sekali mengganggu sang ketua geng mereka sendiri


"sorry Rick untuk hal itu gue benar-benar gak tahu karena Mark bilang keadaan dan anggota di markas gue Aman terkendali". jawab Ipank dengan raut wajah yang takut melihat tatapan Ricky padanya


"berkali-kali gue sudah bilang ke kalian semua jika kita tidak boleh lengah apalagi sekarang Lo lebih memilih mengejar pujaan hati Lo dari pada memeriksa sendiri keadaan para anggota Lo dimarkas. gue gak pernah melarang kalian menjalin hubungan dengan siapapun tapi tetaplah waspada seperti yang dilakukan Arok meskipun dia memiliki kekasih tapi dia tetap bisa membuat anak buahnya tetap bungkam dan takut padanya". kata Ricky yang mulai emosi


"Rick gue akan bereskan masalah ini sekarang juga". kata Ipank


"ingat jangan sampai ada penghianat masuk dalam anggota kita kalian harus bisa meneliti semua anggota dengan jeli". kata Ricky


Kikan yang baru keluar dari kamarnya melihat mereka semua berkumpul dan dia memutuskan untuk turun dan ingin ikut bergabung bersama.


"tumben banget kumpul disini?". tanya Kikan sambil duduk di samping Rere.


"sudah bangun. makan dulu sana". titah Rere padanya


"sembarangan aku sudah bangun dari tadi kali kak dan sudah makan juga. makanannya jangan sibuk terus lah hingga lupa kalau aku ada disini". kata Kikan sambil cemberut


"apa kabar Kan. lama kita tidak bertemu?". sapa Ricky


"kabar aku baik kak. dilihat-lihat kak Ricky makin ganteng saja". kata Kikan sambil tersenyum


"semua orang juga tahu akan hal itu ". jawab Ricky santai


"hahaha iya juga sih semua juga tahu kalau anggota anak punk ganteng semua". kata Kikan membuat mereka tersenyum dan sejenak melupakan pembahasan tadi.


"sudah lama tinggal disini?". tanya Ricky


"baru satu Minggu an kali ya kak re. oh ya tumben banget weekend kayak gini ngumpul di rumah semua?". tanya Kikan


"kita ada hal yang perlu di bahas jadi ngumpul di sini". kata Rere


"kak Arok gak kencan nih sama Rachel?". tanya Kikan


mereka melihat Arok yang tetap diam tidak ingin memberikan jawaban nya. "apa Lo budek rok?". goda Ken


Kikan yang melihat Arok tidak merespon pertanyaan memilih untuk diam karena dari dulu dia takut sekali sama Arok dari pada dengan Ricky karena dia pernah melihat sendiri dengan matanya bagaimana Arok dengan Sadis menyiksa dan membunuh beberapa orang yang mencari masalah dengan nya.


"sudah lah mungkin Arok lagi sariawan Kan. Lo juga weekend gini kenapa masih ada di rumah apa gak ada acara jalan bareng pacar atau teman mungkin?". tanya Ricky


"kak Rere tidak mengizinkan kalau aku pergi sendiri daan juga teman aku sudah punya rencana sendiri. oh ya kak Ipank katanya naksir sama Yuli nih aku kasih nomer telepon nya". goda Kikan


kata Kikan barusan membuat suasana kembali menegang karena tadi Ricky sudah memperingatkan Ipank untuk tidak terlalu mengejar pujaan hatinya dulu serta dia harus lebih fokus pada anak buahnya di markas.

__ADS_1


tatapan yang dilayangkan Ricky pada Ipank sekarang sangat terasa sekali Aura intimidasi nya semua bisa merasakan termasuk Kikan dan dia Merasa takut berada ditengah-tengah mereka sekarang.


__ADS_2