
Memang tidak di ragukan lagi bagaimana Ricky bisa melindungi para anggota kelompoknya. Dia yang selalu berada di garda terdepan agar mereka semua aman dan juga dia membentuk jadwal latihan dengan kelompok mereka dan di bagi berdasarkan kemampuan dan juga tugas nya.
Dan juga untuk anggota inti memang kelompok Ricky lah yang paling kuat diantara yang lainnya karena mereka memang sering mendapatkan latihan khusus dari bosnya. Ricky selalu memberikan amunisi baru buat mereka setiap bulan nya Tanpa ada yang mengetahui sama sekali
"Kalian berdua bisa istirahat sekarang dan jangan ada yang boleh masuk ke ruangan ini meskipun dia membawa berita penting". perintah Ricky
Mereka segera pergi dan memberi tahu anak buah lainnya jika sang leader tidak ingin di ganggu dengan alasan apapun
Disaat Ricky berada di dalam ruangan dia teringat Galang dan mencoba menghubungi nya namun tidak bisa, akhirnya dia mengirimkan pesan kepada Galang bahwa dia ingin berbicara sesuatu padanya.
Galang yang masih sibuk video call bersama kedua sahabatnya terlihat tersenyum senang melihat chat yang di kirim oleh Ricky padanya
"Gue mau ngundang satu orang lagi gak apa-apa kali ya" tanya Galang
dan sama seperti yang sebelumnya, belum juga dia mendapatkan jawaban dia langsung ngajak Ricky untuk bergabung
"Wah Lo gila ya Lang, ngajak bos gue bergabung". kata Yuli
belum sempat Galang berbicara video call tersebut telah tersambung pada Ricky
"Woy Rick awas Lo tutup sambungan nya, gue gak akan mau ketemu Lo lagi dan pastinya gue akan bilang ke seluruh dunia bahwa gue adalah musuh Lo". ancam Galang padanya
Dan perkataan itu membuat Ricky terpaksa tidak memutuskan sambungan teleponnya karena jika Galang tidak bersama dia, itu akan membuat nya menjadi khawatir akan keselamatan sahabatnya itu.
"Malam bos ku, apa kabar?". tanya Yuli sok akrab
"Sakit gigi Lo ya, di tanya gak mau jawab?". ucap Galang
Galang tahu sebenarnya Ricky pasti enggan untuk melakukan hal ini karena ada Bryan yang juga bergabung bersamanya, namun Galang ingin Ricky bisa kembali bersahabat bersama dengan Bryan lagi walaupun itu terlihat mustahil.
"Lo gak lihat kalau gue baik-baik saja". jawab Ricky ketus
"Sensi banget Lang bos gue ini, maklumi saja kali ya soalnya dia lagi datang bulan". kata Yuli
Dan membuat Galang tertawa namun Bryan terlihat menahan tawanya agar tidak terdengar dan terlihat oleh mereka
"Yen Lo kalau mau ketawa silahkan gak usah di tahan-tahan". ucap Galang
"Iya betul itu, dari pada nanti Lo jadi setan karena muka Lo memerah menahan tawa". kata Yuli sambil tertawa
__ADS_1
"Apa yang lucu hingga kalian ingin gue tertawa?". tanya Bryan sengaja berlagak sok cool
"Yang lucu itu badut yang ada di kamar tetangga Lo ". jawab Yuli asal
Mereka bertiga pun langsung tertawa bersama, tidak dengan Ricky. Dia tetap mengamati mereka tanpa ingin ikut berbicara.
"Oh ya Rick Lo mau bicara soal apa sama gue?". tanya Galang yang ingat jika Ricky ingin membicarakan sesuatu padanya.
"Gue hanya mau tanya kapan Lo balik? Gue sudah beli kan Lo mobil sesuai yang Lo ucapkan kemarin waktu gue mau balapan". jelas Ricky
"Lo ngapain beliin gue Rick, gue hanya bercanda waktu itu. Lagian gue juga mampu kalau beli sendiri". ucap Galang sedikit jengkel dengan sahabatnya yang satu ini.
"Gue sudah beli. Jadi terserah Lo mau Lo pakai atau Lo buang juga gak masalah bagi gue. Yang penting gue sudah berikan pada Lo dan itu sesuai dengan keinginan Lo juga". kata Ricky dengan santainya
Bryan dan Yuli hanya menyimak obrolan mereka berdua. Yuli merasa semakin kepo dengan sosok Ricky ini apalagi Sifatnya sangat berbeda sekali jika bersama Galang.
"Lo itu harus nya beliin uncle saja Rick. Atau gak saudara Lo yang lainnya pasti mereka sangat senang". kata Galang menggoda
"Gue hajar Lo Lang kalau ngomong tentang mereka lagi". ucap Ricky sinis
"Coba Lo hajar gue sekarang kalau bisa". ejek Galang
"Gak deh gue nyerah sama Lo Rick. Oh ya gue palingan balik tiga bulan lagi. Lo jemput gue ya di bandara?". kata Galang
"Apa sih yang gak buat Lo Lang". jawab Ricky
"Gila si bos gue kalau sama Lo sifatnya beda banget Lang". ucap Yuli spontan
"Ya pasti dong Yul dia memperlakukan gue dengan istimewa. Dia kan cinta Sama gue, ya kan Rick?". goda Galang sambil menaik turun kan alisnya
"Terserah Lo saja Lang. Yang penting Lo bahagia". jawab Ricky
"Oh ya Yul, Lo mau gue bantu gak untuk deketin Arok?" tanya Galang bercanda
"Gak ah males gue, Lo kalau menawarkan bantuan pasti ada maunya. Iya gak Bray?". tanya Yuli pada Bryan
"Iya, dan maunya dia pasti minta Lo untuk comblangin dia ke Kirana". jawab Bryan
"Lo jangan asal tebak deh Yen. Sudah tebakannya salah lagi, gue kan mau pendekatan sama Luna kakaknya Yuli". kata Galang
__ADS_1
Dan mereka bertiga kembali tertawa bersama, entah apa yang membuat mereka senang. Mereka selalu saja bisa tertawa terbahak-bahak meskipun hanya mengobrol melalui video call saja.
"Yul kalau saran gue mendingan Lo cerita dulu tuh Sam Kinara terus minta bantuan dia." Kat Bryan terus memancing Yuli
"Kalian dari tadi kelihatan banget pengen gue cerita ke Kinara kalau gue suka sama Arok. Lagian kalian pasti tahu lah sebatas apa rasa suka gue sama dia". kata Yuli
"Ya kita kan penasaran dengan ekspresi dia. Apa sama seperti Galang tadi". Kata Bryan
"Masak iya se kaget itu Kinara. Gue tahu kali kalau Arok itu orang penting, tapi kan gue Hanya kagum saja pada dia jadi gak ada masalah dong seharusnya". kata Yuli
"Rick apa gak ada masalah seharusnya jika Yuli memberitahu kepada Kinara tentang arok?". Galang melemparkan pertanyaan pada Ricky
"Kalau ingin tahu jawabannya ya bilang saja, jadi tidak ada yang menerka-nerka jawaban". kata Ricky
Mereka masih melanjutkan perdebatan nya dengan bersaut-sautan ejekan satu sama lainnya.
*****
Sementara itu setelah pergi mengantar Rachel Arok menuju kediaman Rere untuk berbicara kepada para sahabatnya
"tuh Arok sudah datang". kata Ken yang melihat Arok Sudah berjalan mendekati mereka di ruangan khusus rumah Rere.
"Lama banget Lo Rok. Nemenin Rachel tidur dulu Lo ya?". goda Ken yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari nya.
"apa Kikan sedang tidur Re?". tanya Arok
"Kelihatan nya sih belum, dia ada di kamarnya". jawab Rere sambil menunjukkan rekaman cctv dirumah nya.
"Apa kalian tahu tentang pergerakan Edward?". tanya Arok langsung
"Iya gue kita semua tahu bahkan Ricky juga tahu terlebih dulu dari pada kita". jawab Ipank
Kini pembicaraan di antara mereka terlihat serius karena akan bahas hal yang sangat penting. Maka dari itu Arok ingin mastikan kalau Kikan tidak bisa mendengar nya
"Dan kalian tahu apa rencana dia ?". tanya Arok
"Gue tahu kalau dia ingin mengincar gue. Dan kalian tentang saja, gue memang terlihat diam tapi sebenarnya gue sudah melakukan pergerakan terlebih dahulu sebelum mereka dan gue yakin pasti Ricky tahu rencana gue". Jawab Ken dengan yakinnya.
Ken sudah mengantisipasi semua dengan baik Tanpa di ketahui oleh siapapun kecuali Ricky. Dia tahu gerakan apa yang di lakukan sahabatnya itu. Dan itulah yang menjadikannya hebat dan tak tertandingi
__ADS_1