Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Mantan Kekasih


__ADS_3

Yuli ingin bergegas pergi dari tempat tersebut namun lagi dan lagi mereka menghentikan Yuli dan kali ini Mei yang menghentikan dia.


"Apa Lo masih belum bisa memaafkan gue hingga kita tidak bisa mengobrol meskipun hanya sebentar saja?". Tanya Mei


"Apa ada hal penting yang harus kita bicarakan, tentu nya tidak ada kan". Kata Yuli


"Mungkin saja dia masih marah sama Lo karena di tinggal Kenzo apalagi Kenzo adalah anak dari pengusaha yang sangat sukses dan ternama juga bahkan di beberapa negara dia juga sangat terkenal". Kata Haruka dengan sombong nya


"Kenapa hanya harta saja yang dari dulu kalian bangga kan sementara harta dan kekayaan itu pun juga bukan milik kalian sendiri melainkan milik orang tua kalian". Kata Yuli yang masih bisa bersikap tenang menghadapi mereka semua


"Jangan sok Lo jadi orang Yuli. Gue heran kenapa juga kita bertemu di sini atau jangan-jangan Lo mencari kekasih kaya ya di sekitar sini". Kata Haruka kembali mengejek nya.


Yuli masih tenang dan tidak terpancing emosi karena ucapan Haruka tadi justru dia malah tersenyum mendengar nya.


"Apa Lo gak salah bicara, bukan nya Lo yang mencari sahabat hanya melihat status nya saja". Kata Yuli


Haruka sangat kesal sekali mendengar apa yang di katakan Yuli dan dia ingin sekali menampar Yuli namun Mei melarang nya


"Jika Lo sudah memaafkan kita berdua setidak nya ayo makan dan mengobrol sebentar di sini". Kata Mei


"Sudah gue bilang tidak ada hal yang penting yang harus kita bicarakan". Kata Yuli


Kenzo sedari tadi hanya melihat Yuli saja sebab dia merasa mantan kekasih nya itu terlihat lebih cantik dari yang dulu dan Kenzo pun seakan terpukau di buat nya.


"Apa Lo datang sendiri kemari atau Lo dengan kekasih Lo?". Tanya Kenzo. Sebenar nya dia hanya memancing Yuli saja dengan berkata seperti karena dia juga ingin tahu apa Yuli sudah memiliki kekasih atau belum setelah mereka putus dulu


"Tidak ada hubungan nya dengan Lo dan jika gue datang kemari dengan kekasih gue pun itu juga tidak ada masalah kan". Kata Yuli


"Paling juga dia datang sendiri, mana mungkin juga ada yang suka dengan nya apalagi dengan mulut nya yang bar-bar itu pasti membuat laki-laki berpikir seribu kali untuk mendekati nya apalagi dia hanya dari kalangan bawah". Kata Haruka


"Yuli ayo kita bicara sebentar saja". Kata Mei yang masih berusaha untuk mengajak Yuli mengobrol


Kenzo memegang tangan Yuli tiba-tiba membuat Yuli reflek dan juga mengibaskan tangan nya agar terlepas sementara Mei dan Haruka terkejut di buat nya.


"Kenapa kamu memegang dia?". Tanya Mei kepada kekasih nya


Kenzo tidak memperdulikan kekasih nya dan dia pun berusaha untuk meraih tangan Yuli lagi untuk ikut dengan nya sebentar karena Kenzo ingin mengajak nya mengobrol


"Lepas kan tangan Lo itu jika Lo masih ingin punya tangan". Kata Ricky dengan nada tinggi nya membuat para pengunjung di sana kaget dan takut. Ricky dan yang lain nya berjalan menghampiri Yuli lalu Ricky pun memeluk kekasih nya itu dari samping dan menyingkirkan mantan kekasih nya itu agar tidak mendekati Yuli lagi. raut wajah marah dan siap ingin memangsa pun Tampak jelas di mata Ricky.


"Leader". Kata Kenzo


Kenzo juga sebenar nya memiliki Geng yang sama seperti Ricky namun kelompok Kenzo masih terbilang tidak cukup bisa di bandingkan dengan Ricky.


"Kalian kenapa kemari dan kita juga tidak ada urusan apapun dengan kalian". Kata Mei


Ken tertawa mendengar nya lalu dia menatap Mei dengan kilatan mata nya


"Hey nona jelas kalian ada urusan dengan kami sebab kalian bertiga mengganggu Bu bos kami". Kata Ken sambil tersenyum


"Mengganggu Bu bos kalian, apa maksud nya?". Tanya Mei yang masih belum bisa mencerna apa yang di katakan oleh Ken


"Kalian mengganggu kekasih Ricky dan itu akan menjadi urusan kita". kata Ipank


mereka bertiga terkejut mendengar nya apalagi Kenzo dia tidak habis pikir kenapa bisa Yuli menjadi kekasih Ricky yang sangat kuat dan hebat itu namun dia tidak akan mundur untuk merebut Yuli kembali sebab Kenzo masih mencintai dia dan menghianati nya dulu adalah penyesalan terbesar nya.


"Sebaik nya kalian semua pergi dari sini atau kalian ingin keluar dari sini hanya tinggal nama saja". Kata Arok


"Dan Lo jangan menatap kekasih gue seperti itu". Kata Ricky


Mei pun mengajak Kenzo untuk segera pergi dari tempat tersebut dan sebelum pergi pun dia menatap Yuli.


"Kamu tidak apa-apa?". Tanya Ricky


"Aku tidak apa-apa". Jawab Yuli sambil tersenyum


"Dia pasti tidak apa-apa Rick, Lo dengar kan tadi mulut nya yang bar-bar itu bisa membuat mereka kesal". Kata Arok


"Kita pergi dari sini dan makan saja di restoran". Ajak Ricky


mereka pun meninggalkan restoran sederhana itu dan tak lupa juga Rere membayar makanan yang sudah di pesan tadi meskipun mereka belum memakan nya sama sekali.


Ricky masih terlihat sangat kesal sekali dengan kejadian tadi dan dia pun menyuruh Sam agar datang ke restoran yang akan mereka datangi sekarang ini. Mobil mereka semua melaju meninggalkan tempat tersebut dan kini menuju restoran milik Ricky sendiri. Mereka langsung memarkir kan mobil begitu sampai di sana dengan elegan nya mereka semua pun turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran di lantai atas yang biasa di gunakan Ricky dan para sahabat nya dan hanya orang tertentu saja yang dapat menggunakan lantai atas itu.

__ADS_1


"Pesan saja sesuai selera masing-masing dan di sini semua menu juga tersedia". Kata Ricky.


Ya, Ricky memang menyediakan makanan yang di sukai oleh kekasih nya untuk berjaga jika kekasih nya itu mau di ajak datang ke restoran milik nya yang mewah itu.


Para wanita terlihat memilih menu makan apa yang akan mereka pesan sedang kan Ricky dan yang lain nya sibuk sendiri.


"Yul siapa mereka tadi?". Tanya Kikan membuat Ricky menatap mereka begitu juga dengan yang lain nya


Belum juga Yuli menjawab Sam dan juga Leon masuk ke dalam ruangan tersebut


"Selamat malam Bos". Sapa Sam


Ricky hanya mengangguk kan kepala nya saja dan dia juga mengisyaratkan mereka berdua agar segera duduk sebab Ricky ingin mendengar cerita dari kekasih nya itu


"Siapa dia Sam?". Tanya Yuli


"Dia tuan Leon Sahabat dari tuan Hiro dan sepupu dari tuan Galang nona". Kata Sam menjelaskan


Yuli melihat Leon dan mengamati nya dengan seksama "Kenapa dia kemari?". Tanya Yuli


"Dia ingin bertemu dengan Hiro tapi Hiro masih sibuk dengan urusan nya jadi tadi Sam mengajak nya untuk menunggu Hiro". Kata Ricky


Yuli hanya mengangguk angguk kan kepala nya saja menderita penjelasan dari Ricky dan juga Sam tadi


"Yul jawab dong pertanyaan ku tadi". Kata Kikan


"Oh tadi itu Kenzo dan juga Mei. Mereka dulu berteman dengan ku". Kata Yuli


"Hanya berteman saja?". Tanya Rere


"Dulu gue dan Kenzo sempat menjalin hubungan sebelum dia berpacaran dengan Mei sekarang". Kata Yuli


Mereka dapat mengerti apa yang terjadi sebelum nya apalagi Ricky. Mendengar cerita Yuli tadi amarah dan kekesalan nya muncul kembali sekarang.


"Jadi dia sumber trauma Lo dalam kisah percintaan". Kata Ken


"Bukan sumber trauma kali Ken justru itu adalah pelajaran buat gue agar tidak mudah jatuh cinta". Kata Yuli


Ricky tidak menanggapi apapun yang mereka katakan sebab dia tahu siapa Kenzo, dia bukan orang yang sembarangan yang bisa di remehkan meskipun kelompok nya tidak sebanding dengan Ricky menurut Semua orang yang baru mengenal nya.


"Kenzo". Kata Leon


"Iya Kenzo, apa Lo kenal dengan dia?". Tanya Yuli


"Ah gue tidak mengenal nya". Kata Leon


"Sudah lah jangan membahas Kenzo lagi kan dia masa lalu ku dan masa depan ku kan ada do depan mata". Kata Yuli sambil mengedipkan sebelah mata nya


"Jadi ini kekasih kak Ricky, menarik juga". Batin Leon


"Jaga matamu itu Leon jika tidak ingin gue mencongkel nya". Kata Ricky


"Kenapa sih selalu saja berkata seperti itu, lagian dia hanya melihat saja dan kamu pun juga sering kan di tatap banyak wanita. Apa kamu akan mencongkel nya juga jika aku tidak menyukai nya". Kata Yuli


"Tentu aku akan melakukan nya jika kamu menginginkan hal itu". Kata Ricky


"Mulai bucin nya keluar". Kata Ken


"Lo juga akan mengalami nya nanti Ken jika Lo bertemu dengan orang yang Lo cintai". Kata Ricky


Di sela obrolan mereka makan pun kini sudah datang dan segera di hidangan kan oleh pelayan restoran itu.


"Oh ya Sam dan Leon belum pesan makanan". Kata Rachel


"Ini saja pasti cukup untuk mereka juga Hel. Makan saja dulu jika kurang kan bisa pesan lagi nanti". Kata Yuli


Mereka menyudahi obrolan nya hari ini dan segera makan terlebih dahulu sebab mereka semua juga belum makan malam tadi hingga jam delapan malam ini.


terlihat sekali mereka makan dengan tenang dan tidak ada kegaduhan seperti biasanya yang di lakukan oleh Arok dan juga Yuli.


Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai makan dan handphone dari Yuli kini berdering tertera nama Galang di layar nya


"Benar-benar dia ini selalu menelfon di saat kita semua berkumpul". Kata Yuli lalu mengangkat panggilan telepon nya

__ADS_1


"Ada apa?". Tanya Yuli langsung


"Sombong sekali Lo ya". Kata Galang


"Memang nya Lo doang yang bisa sombong". Kata Yuli


"Bagaimana, apa persiapan untuk pergi ke Italia sudah siap dengan baik?". Tanya Galang


"Sudah". Jawab Yuli


"Lagi di mana sih Lo Yul?". Tanya Galang


"Lagi makan di restoran". Jawab Yuli


Galang pun mengganti panggilan telepon nya menjadi video call sekarang untuk melihat apa Yuli sedang bermesraan dengan Ricky atau tidak di restoran


"Kenapa, Pasti Lo mau lihat kan gue sama Ricky mesra-mesraan atau enggak". Kata Yuli


"Lo tahu juga apa yang ada di pikiran gue". Kata Galang


Galang sekilas melihat seseorang yang tidak asing bagi nya tadi lewat di belakang Yuli


"Woy bro Lo kenapa?". Tanya Yuli yang melihat Galang diam saja


"Lo ke sana dengan siapa?". Tanya Galang


"semua nya oh ya dan ada sepupu Lo Leon juga di sini". Kata Yuli


"Leon ada di sana? untuk apa dia ke sana?". Tanya Galang


"Lah Lo tanya gue, mending tanya saja kepada Leon nya sendiri". Kata Yuli


Dia pun mengarahkan handphone nya kepada Leon agar Leon memegang nya sendiri dan berbicara dengan Galang


"Ngapain Lo di Jepang?". Tanya Galang langsung


"Gue datang untuk bertemu dengan Hiro". Jawab Leon


"Awas saja jika Lo macam-macam dengan Yuli di sana". Kata Galang


"Lo negatif thinking sekali sih kak, mana mungkin juga gue melakukan hal buruk kepada dia". Kata Leon


"Iya juga ya, Lo kan tidak seperti dia tapi Lo juga bermuka dua Leon". Kata Galang


"Galang ya kalau bicara kebangetan sekali. Muka satu saja sudah ribet apalagi kalau muka dua". Kata Yuli


mereka semua pun tertawa termasuk juga Galang yang melakukan panggilan telepon dan juga Leon


"Mulut Lo ya Yul tetap sama saja meski pun kita tidak pernah bertemu lagi". Kata Galang


"Lo juga sama Lang tukang kepo". kata Yuli


benar-benar Yuli memang selalu suka jika menggoda Galang apalagi Arok, reaksi mereka yang membuat Yuli terus menerus ingin menggoda mereka tanpa henti nya


"Sudah lah Yul males gue ngobrol sama Lo ". Kata Galang


"Lo aja males apalagi gue, gue juga ogah sekali bicara dengan Lo ". Kata Yuli


"Gitu ya Lo, kalau dengan Bryan saja selalu chattingan. Rick Lo pasti gak tahu kan kalau setiap hari dia chat Bryan untuk meminta bantuan, entah bantuan yang bagaimana yang dia inginkan". Kata Galang


Membuat Yuli mendapat kan tatapan dari mereka semua apalagi Ricky


"Lo ya, memang gak bisa banget di ajak kerja sama ". kata Yuli


"Memang kenyataan nya begitu kan. jangan-jangan Lo menyembunyikan sesuatu dari Ricky". Kata Galang


"Mana bisa gue melakukan nya sementara semua yang gue lakukan pun dapat dia ketahui dengan mudah nya". Kata Yuli


Merasa omongan Yuli ada benar nya kini Galang pun langsung memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak membuat Yuli kesal di buat nya meskipun dia melihat Galang dari jauh karena handphone dia masih di pegang Leon


"Bantuan apa yang kamu inginkan dari Bryan?". Tanya Ricky


"Hanya ingin Bryan menjaga mama dengan baik saja di sana sebelum aku datang". Kata Yuli

__ADS_1


Tentu saja dia berbohong dengan hal itu, Yuli memang meminta bantuan Bryan tentang satu hal dan tidak ada yang tahu apa itu karena mereka berdua dapat menutup nya dengan rapat sekali


__ADS_2