
"Apa kalian yakin kalau Ricky benar-benar tidur?". tanya Rere yang langsung membuat mereka berempat dalam mode seriusnya. Masih teringat dengan jelas bagi mana kejadian didalam ruang eksekusi tadi dan mereka tidak ingin kecolongan lagi mengingat sang sahabat masih dalam suasana hati yang tidak baik.
"Coba kita cek saja dikamar nya apa dia benar-benar tidur atau pergi diam-diam dari sini". kata Ken yang langsung mendapat tatapan menghina dari para sahabatnya itu.
"Apa memang elo se bodoh itu Ken hingga tidak tahu bagaimana Bagus dan canggihnya teknologi yang digunakan dalam desain rumah ini". jawab Arok. dia tahu betul bagaimana Ricky mendesain rumahnya dengan teknologi yang canggih dan hanya orang tertentu yang juga bisa menggunakan rancangannya itu.
"hehehe gue lupa siapa sahabat kita itu. otaknya kan lebih waw dari kita berempat". jawab Ken sambil cengengesan
"elo bukannya lupa Ken tapi memang dasarnya elo itu bodoh. tempat ruangan dilantai dua sampai atas kan hanya orang yang sudah terdaftar namanya saja yang bisa masuk dengan leluasa". jawab Ipank dengan santainya. Mereka juga tahu tidak sembarang orang diizinkan untuk masuk kerumahnya walaupun itu sahabat maupun keluarganya. tetap tergantung apa kata sang pemilik rumah.
"memang benar-benar ya tuh anak. bahkan keluarganya juga sangat sulit bertemu dengannya. dan kita yang sudah menjadi sahabatnya yang selalu ada disaat dia senang juga gak di perbolehkan". jawab Ken sambil melakukan candaan agar suasana tidak tegang.
"apa elo bilang Ken. kita hanya ada disaat Ricky senang doang. itu bukan kita berempat tapi cuma elo doang." kata Rere yang menjawab candaan sahabatnya itu.
canda tawa mereka dilantai bawah ternyata diawasi oleh sang pemilik rumah dari dalam kamarnya melalui kamera pengintai. Ricky senang jika para sahabatnya terlihat bahagia walaupun kebahagiaan mereka adalah bergosip tentang dirinya.
"Kita jangan pernah ikut campur masalah pribadi nya kalian pasti tahukan maksud perkataan gue". tanya Arok yang direspon dengan anggukan dan senyuman penuh dari dari para sahabatnya itu dan nereka mengurungkan untuk pergi kekamar Ricky.
kriiiiing kriiiiing kriiiiing
tiba-tiba handphone Arok berbunyi dan dia segera mengangkatnya. "Beraninya kalian membicarakan gue didalam rumah gue sendiri. apa kalian sudah bosan hidup?". tanya Ricky dari sambungan telepon yang dia lakukan dengan Arok. Arok hanya menggeleng kan kepalanya dia tahu bahwa sepupunya itu tahu kalau sedang dibicarakan melalui kamera pengintai yang ada dirumah ini.
"Kalian bisa pergi beristirahat dikamar lantai tiga karena nama kalian sudah gue taruh didalam tehnologi yang gue gunakan dirumah ini". kata Ricky lagi lalu mematikan panggilan telepon nya secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari orang yang dihubungi nya.
__ADS_1
"Siapa yang telfon elo rok. kok tiba-tiba muka Lo berubah jadi kayak maling yang ketangkep oleh kamtip". tanya Ken sambil tertawa melihat perubahan ekspresi sahabat nya itu.
"Kata Ricky dia mau bunuh kita semua". jawab Arok singkat dan membuat mereka menjadi terkejut.
"ke ke kenapa Ricky ingin menghabisi kita. padahal kita tidak melakukan apapun yang bisa membuat nya marah. iya kan re". kata Ken yang agak mulai panik mendengar kata Arok tadi
"hahahaha Ken elo takut. kenapa muka Lo jadi gitu. kayak kanebo kusut yang gak pernah diseterika". jawab Rere yang membuat dua sahabatnya ikut tersenyum
"elo bohong ya rok". tanya Ken dengan tatapan sinisnya.
"itu memang benar. jika kita terus bergosip tentang dia maka dia akan membunuh kita sekarang juga. dia menyuruh kita untuk naik atas. kita memiliki akses untuk masuk kedalam beberapa tempat dirumah ini".jawab Arok sambil berjalan kelantai atas meninggalnya sahabatnya.
tak dapat mereka pungkiri bahwa sang ketua geng mereka memang memiliki bakat yang begitu luar biasa dan kecerdasannya diatas rata-rata jadi tidak heran jika memang rumah ini sangat canggih sekali.
"kita tidak bisa melihat apa yang sedang Ricky lakukan tapi yang ada malah kita yang diawasi olehnya melalui cctv dirumah ini". kata Rere yang juga mulai melangkahkan kakinya menuju ke atas.
mereka sampai dilantai empat rumah ini. disana memang di desain sang pemilik rumah untuk tempat bersantai. desain yang indah yang ada dilantai empat tersebut membuat mereka makin kagum pada sahabatnya itu.
"Gue dari dulu sampai sekarang salut banget sama tuh anak. ngidam apa ya dulu mamanya kok punya nak secerdas Ricky".celoteh Ken
mereka setuju dengan pendapat Ken. setiap lantai dari rumah ini memiliki desain tersendiri sesuai dengan kegunaan dari tempat tersebut.
mereka duduk sambil menikmati pemandangan dari aats dan angin yang berhembus begitu menyejukkan mereka.
__ADS_1
"gue berharap suatu saat ada yang bisa merubah sifat dingin dan tak terkendali kan Ricky. dulu Stella pun tidak bisa mengendalikan dan menghentikan kemarahnnya walaupun kita tahu Ricky cinta sama dia". kata Arok dengan nada seriusnya. Dia mengingat kejadian masa lalu bagaimana sadisnya sang sepupu dalam menghadapi orang yang tidak disukai nya.
"Gue keluar dulu mau cari makanan buat kita". kata Ipank yang mulai beranjak dari tempat duduknya dan muali berjalan pergi.
******
Yuli yang tadi pulang menggunakan angkutan umum sudah bersiap untuk bekerja. dia mengambil kendaraan yang ada dirumahnya yang biasa dia gunakan untuk bekerja.
"Ayah dan ibu aku berangkat kerja dulu ya dan do'akan agar anakmu ini sehat dan kuat dalam menjalankan tugas ini". kata Yuli yang bercanda dengan kedua orang tua nya.
"seharusnya kamu fokus sekolah aja. kalau urusan kerja biar ayah yang mencari nafkah buat kalian". kata sang ayah dengan tatapan sendunya melihat sang putri bungsu ingin berangkat bekerja.
"ayolah ayahku yang paling tampan se keluarga Yuli hanya ingin mandiri dan mencari banyak pengalaman. tenang saja itu tidak akan mengganggu proses belajar kok. udah Yuli pamit dulu". kata Yuli sambil berjalan pergi dan tak lupa mengedipkan sebelah matanya dan melambaikan tangan nya pada orang tuanya.
jarak dari rumah dan tempat lumayanlah sekitar tiga puluh menit. dia mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang.
tiiin tiiin tiiin braak
motor yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil yang berbeda arah dengannya. Dia terjatuh dan langsung berdiri ingin mengomeli pengendara mobil tersebut.
"eh elo kalau nyetir yang bener dong masak gue Segede kambing masih juga gak ngelihat elo". kata Yuli yang agak emosi dibuat karena melihat sang pengemudi hanya berekspresi tanpa bersalah.
"elo yang b***k main nabrak mobil orang. elo gak akan bisa ganti kerusakan dimobil gue. dan kalau hanya untuk mengganti rugi punya elo gampang banget". jawab sang pengemudi mobil dengan santainya.
__ADS_1
"wah wah waah elo manusia kardus songong bin belagu ya. jangan mentang-mentang elo kaya bisa bicara kayak gitu dasar cowok b***n". kata Yuli sambil berlalu pergi meninggalkan cowok tersebut