Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Jalan Bersama


__ADS_3

Rachel menggandeng Yuli agar ikut pergi bersama dia namun sebelum mereka pergi tangan Rachel di hentikan oleh seseorang.


"Hel, gue ingin bicara sama Lo ?". kata Ipank sambil memegang tangan Rachel


Mereka yang melihat hal itu hanya menatap biasa saja, namun berbeda dengan Yuli, dia terkejut karena di sana ada Arok dan dengan santainya si Ipank memegang tangan pacar sahabat nya sendiri.


"Gila kali dia, ada pacar nya si Rachel tapi berani banget pegang-pegang tangannya". celoteh Yuli yang langsung mendapat tatapan dari keempat laki-laki yang masih ada di hadapannya itu.


"Kenapa kak Ipank harus takut Yul, kan cuma pegang doang". tanya Kikan asal


"Ya setidaknya hargailah pacar nya Kikan, meskipun mereka hanya pegangan tangan doang dan juga menurut gue sih panggil saja gak usah pegang bisa kali". kata Yuli


Dia memang tipe orang yang selalu ingin menjada perasaan orang lain agar tidak terluka dengan tingkah dan perilaku yang dia buat.


"Tuh lihat muka kak Arok saja biasa, kenapa Lo jadi yang ribet sih". kata Kikan sambil menunjuk Arok


"Ya sudah kalau begitu kita berdua masuk duluan saja kali ya". kata Yuli pada Kikan


"tunggu Rachel saja, gak setia kawan banget Lo ninggalin dia". kata Kikan menggoda


"Bukannya gak setia kawan sis, tapi gue berangkat pagi juga karena jadwal gue piket hari ini. Dan Lo tahukan kalau sampai gue telat bisa ngamuk tuh si ketua kelas sekaligus ketua OSIS kita yang galak melebihi macan Kemayoran itu". Kata Yuli


"hahahaha ternyata Lo punya rasa takut juga ya Yul, kirain Lo gak takut sama kak Nathan". Kat Kikan yang masih tertawa


"bukannya gue takut juga kali, gue hanya gak mau kalau harus di hukum saja sama dia. Lo tahu kan dia kalau menghukum gue suka yang aneh-aneh". kata Yuli


Kikan Masih ingat ketika Yuli terlambat untuk piket, dia dijadikan pembantu oleh Nathan seharian penuh, dan juga jika Yuli menolak, Nathan mengancam hal bisa membuat nya melemah


"Dia ngelakuin itu karena suka sama Lo Yul. Di sekolah sini siapa sih yang gak suka dan tergila-gila sama dia, tapi cuma Lo yang nolak dan menganggap dia gak ada". jelas Kikan


"Dia suka sama gue, wah jadi geer nih gue. memang banyak yang suka sama dia termasuk Lo. Sudah deh gue duluan. bye". kata Yuli sambil berlari menuju ruang kelasnya.


Kikan masih menunggu Rachel yang sedang mengobrol dengan Ipank.


"Kan, apa Yuli Sudah punya kekasih?". tanya Ricky


mereka yang mendengar merasa Herera dengan pertanyaan sang leader itu.


"Setahu aku sih gak ada kak. Memang nya kenapa? apa kak Ricky suka juga sama Yuli". tanya Kikan spontan


mereka yang ada di sana menunggu jawaban dari Ricky, karena mereka memang tidak bisa menebak apapun dari diri Ricky.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu, apa kalian mau gue keluar kan bola mata kalian dari tempatnya". kata Ricky yang membuat Kikan merinding


Setelah Rachel selesai berbicara dengan Ipank di pergi ke dalam kelasnya dan mereka berlima juga pergi meninggalkan sekolah tersebut.


*******


"Yul, Lo harus jelasin ke kita bagaimana Lo bisa kenal Galang dan Bryan". kata Rachel penasaran


Yuli yang sedang duduk di kursinya sambil asik membaca komik itupun tak menghiraukan sahabatnya itu.


"Lo itu ya , di ajak ngomong malah diam saja". kata Kikan


"Nanti saja kalau pulang gue ceritain". kata Yuli

__ADS_1


Dan kelas mereka pun di mulai. mereka semua duduk tenang menyimak penjelasan gurunya


*******


Dalam ruangan di salah satu bisnis yang didirikan oleh Ipank yaitu sebuah klub malam yang sangat klasik tapi sederhana itu mereka berkumpul.


"Pank, apa yang tadi Lo bicarakan sama Rachel?" tanya Ken


"Lo gak perlu tahu". jawab Ipank singkat


sebelum Ken kembali berkata Ricky Sudah menatap nya tanda dia harus diam


"Pank, gimana kabarnya perusahaan dari salah satu anak keluarga Hartama yang Lo kelola sekarang?". tanya Ricky


"Semakin maju Rick. Dan gue rasa para saudara Lo sedang merencanakan sesuatu untuk mengambil alih bisnis Edward kembali". kata Ipank


"Re, Lo jangan sampai lengah. jangan biarkan perusahaan Edward kembali ke tangannya lagi, karena gue belum puas bermain dengan mereka". kata Ricky tegas


"Lalu, apa Ryuji memiliki rencana lagi Rick?". tanya Arok


"Dia memiliki rencana dengan Max untuk menghancurkan Lo Ken". kata Ricky sambil menatap tajam kedepannya


"Wah ternyata dia memilih Max sebagai partner nya. tidak menarik sekali". jawab Ken dengan santainya


Mereka tahu meskipun Ryuji bekerja sama dengan max untuk menghancurkan bisnis salah satu anggota geng punk,itu tidak akan berhasil karena dari mereka memiliki keahlian masing-masing untuk melindungi usahanya agar tetap berjalan sesuai keinginannya.


"Sebodoh itu kah Ryuji, kenapa dia mengajak Max yang sudah terlihat dia pernah di hancurkan oleh Rere dalam hitungan detik saja". kata Ipank


Ricky masih diam tidak ingin menjawab perkataan para sahabatnya yang dia anggap tidak penting itu.


"Apa hanya Max yang di ajak untuk berkerja sama. Gue gak yakin kalau cuma dia saja". kata Arok


"Apa mungkin Hans ikut campur juga". kata Ipank spontan


mereka berfikir sejenak kecuali Ricky, dia masih tetap tenang dan bersikap biasa-biasa saja.


"Atau Bryan." kata Ken


"Kenapa harus Bryan? gue gak yakin dia melakukan hal itu". kata Rere


Dia tahu bahwa meskipun bisnis Bryan dulu sering di hancurkan oleh Ricky, dia tidak ada pikiran untuk menyerang mantan sahabat nya itu.


"Gue rasa bukan Bryan, tapi Hans dan Dimitri. Mereka yang akan bekerjasama dengan Ryuji dan memanfaatkan kebodohannya itu". kata Arok dengan begitu yakinnya


Ricky menyeringai tipis mendengar tebakan Arok tadi.


"Bukan hanya mereka saja, tapi ada juga Jeremy dan juga beberapa kelompok geng mafia yang ikut dalam aliansi tersebut untuk menyerang kita dan target pertama mereka adalah Lo Ken". kata Ricky dengan tenang


"Oh jadi ada beberapa kelompok mafia juga yang akan membantu nya. baguslah sudah lama juga gue gak bermain-main, dan rasanya tangan ini gatal sekali". kata Ken dengan santainya


Mereka tidak khawatir tentang hal itu, karena mereka yakin bahwa Ken bisa mengatasi itu semua.


"Jika Lo butuh bantuan kita, jangan sungkan Ken". kata Rere menggodanya


"Tenang Saja, gue pasti butuh kalian untuk bermain sebentar bersama. apa kalian tidak rindu dengan aksi yang sudah lama tidak kita lakukan. yaitu menghabisi nyawa tikus-tikus bodoh". kata Ken sambil tersenyum penuh arti

__ADS_1


"Gue ingin sekali bermain Ken, jadi Lo harus kasih gue bagian". kata Ipank


"Susun rencana se indah mungkin dan jangan terlalu mencolok Ken, agar mereka bisa dengan mudah kita habisi". kata Rere


"Jangan habisi mereka, cukup ambil alih saja semu kekayaannya". perintah Ricky dengan tegas nya


Setelah perbincangan mereka selesai, mereka pergi untuk menjemput Kikan di sekolah dengan formasi lengkap seperti waktu mengantar nya tadi. Dan hal itu sangat langka sekali karena tidak biasanya Ricky ikut menjemput sepupu Rere


*******


Yuli dan kedua sahabatnya yang sudah selesai sekolah menunggu jemputan masing-masing di depan gerbang sekolah


"Yul, Lo Belum cerita ke kita gimana pertemuan Lo Sama Galang dan Bryan". Kata Rachel kembali bertanya


"Sudahlah,itu gak penting dan gak harus gue ceritain juga. Gak usah kepo kalian berdua". jawab Yuli yang enggan menceritakan awal perkenalan my dengan dua sahabat laki-lakinya itu


"Curang banget Lo ya, main rahasia-rahasiaan sama kita". kata Kikan sambil memukul lengan Yuli


terlihat dua mobil berjalan menghampiri mereka dan ketika mobil itu berhenti, terlihat lima cowok ganteng yang banyak digilai wanita keluar dari mobil tersebut.


"Widih pengawal Lo banyak banget Kikan, iri gue lihatnya". Kata Yuli tanpa rasa takut karena di tatap oleh mereka berlima


"Cewek oon, Lo Belum di jemput juga?". tanya Ken


"Lo sembarang ya kalau bicara." kata Yuli sambil menarik rambut Ken dan dia merasa kesakitan karena ulah Yuli tersebut


"Wah Lo bar-bar banget jadi cewek" kata Ken sambil mengusap kepalanya.


"Lo tuh yang gila, seenak nya saja bilang gue oon, gini-gini gue dapat peringkat ke empat puluh dari empat puluh siswa di kelas gue. pinter kan gue". Kat Yuli sambil tersenyum


mereka bertiga langsung tertawa mendengar ucapan Yuli barusan


"Lo benar-benar oon ternyata. Peringkat segitu mana Bagus, gak membanggakan sama sekali, Kalau gue jadi orang tua Lo Sudah gue buang Lo karena memalukan nama baik keluarga". kata Ipank


"untungnya Lo bukan ayah gue, jadi gue bisa selamat". kata Yuli sambil tertawa


di sela perdebatan dengan ketiga sahabatnya Ricky itu tiba-tiba Yuli mendapatkan pesan masuk dari Bryan yang mengatakan bahwa dia tidak bisa menjemput nya karena ada hal penting yang harus dia tangani


"Kenapa Yul? apa ada sesuatu yang buruk terjadi?". tanya Kikan khawatir


"Gak ada, cuma pesan dari Bryan doang". jawab Yuli


"Lo gak di jemput sama dia?". tanya Rachel


"Dia ada urusan". jawabnya singkat


"hahaha, dasar cowok gak bertanggung jawab, katanya mau menjemput ternyata cuma harapan palsu". kata Ken mengejek


"Lo jangan sembarang ya kalau bicara, Bryan memang sibuk, jadi gue maklum akan hal itu. Lagian gue juga senang kalau dia gak antar-jemput gue lagi. Malu-maluin banget". kata Yuli


"Kalau gitu kita jalan Bareng saja sekarang Yul, Lo bisa kan? ". tanya Rachel


"Pasti dia gak mau, secara diakan harus istirahat untuk kerja nanti malam". kata Kikan dengan wajah sedihnya


"Bolos kerja sekali juga Lo pasti gak di pecat, ya gak Rick". kata Arok membuka suaranya

__ADS_1


Yuli langsung menatap Ricky ketika mendengar perkataan Arok tadi.


"Kita jalan sekarang, dan Lo cewek oon masuk di mobil gue sama Arok dan juga Rachel". kata Ricky lalu berjalan pergi menuju mobilnya


__ADS_2