Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Cerita Bersambung


__ADS_3

Perjalanan Cinta Ricky tidak seperti para sahabat nya. Dia sebenar nya anggota yang paling setia dengan pasangan nya jika di kilas balik dengan kejadian nya dulu sebelum dia di hianati. Setelah dia mengalami kegagalan cinta pertama kali nya itulah yang menjadi awal dari perubahan sikap sang leader bahkan kepada keluarga nya pun dia juga berubah. Dan kini dia bertemu dengan sosok yang dia rasa sangat periang dan juga kuat serta pekerja keras itu membuat Ricky tertarik dengan Yuli dan ingin mengenal nya lebih dekat lagi.


"Raya adalah cinta pertama ku dan dulu aku sangat percaya sekali kepada nya bisa di bilang aku sangat bucin sekali kepada Raya". Kata Ricky


Yuli masih menyimak apa yang kekasih nya cerita kan kepada nya


"Lalu bagaimana bisa Raya mencintai kembaran kamu?" Tanya Yuli


"Siapa yang tidak suka dengan Raka. Dia adalah cowok yang baik dan juga humble sama siapa saja". Kata Ricky sambil melihat dan mengelus pipi serta rambut Yuli gemas


"Tidak semua cewek suka cowok seperti itu sayangku". Kata Yuli lalu tersenyum melihat Ricky yang kini menatap nya penuh cinta


Yuli bisa merasakan tatapan penuh cinta yang di berikan oleh Ricky dan dia memang tidak memungkiri kalau merasa sangat beruntung juga memiliki nya dalam hidup nya sekarang meskipun benih cinta belum tubuh di dalam hati Yuli


"Kamu panggil aku apa coba ulangi sekali lagi". Kata Ricky


"Tidak ada siaran ulang karena aku bukan televisi". Kata Yuli tersenyum menggoda dan juga dia Langsung menjambak rambut Ricky membuat yang punya kaget


"Mulai berani ya kamu sama aku dari tadi main Jambak saja". Kata Ricky


"Aku suka dengan rambut kamu ini jadi aku Jambak saja". Kata Yuli


"Suka itu pada orang nya saja jangan rambut nya". Kata Ricky


"Sudah kenapa jadi bahas rambut cepat lanjut kan cerita nya jangan menggantung seperti itu bikin penasaran saja". Kata Yuli


"Panggil aku sayang dulu baru akan aku lanjut kan lagi". Kata Ricky


"Males banget Kalau kamu gak mau ya sudah aku tidur saja". Kata Yuli kini ingin beranjak pergi namun di tarik kembali oleh Ricky hingga dia jatuh di pangkuan kekasih nya itu


"Benar-benar mesum ya Lo Rick". Kata Yuli yang kaget ketika dia jatuh di pangkuan Ricky


"Apa Lo?". Kata Ricky membuat Yuli langsung menutup mulut nya


"Ya sorry aku kan kaget jadi keceplosan". Kata Yuli yang kini tersenyum untuk menenangkan Ricky agar dia tidak marah padahal Ricky juga gak mungkin bisa marah kepada nya dia saja yang tidak menyadari hal itu


"Kenapa harus kaget? kamu harus terbiasa dengan semua ini karena kita kan sudah pacaran dan aku sangat yakin juga jika nanti kita akan menikah". Kata Ricky


"Jangan terlalu yakin bagaimana jika aku melakukan hal yang sama seperti Raya?". Tanya Yuli


"Itu tidak mungkin karena kamu bukan seperti dia". Kata Ricky


"Ya mungkin saja kan tidak ada yang tahu juga kan bagaimana nanti ke depan nya kisah kita". Kata Yuli


"Kamu mau tahu bagaimana akhir nya nanti?". Tanya Ricky


"Yang pasti gak ada yang tahu akhir nya Ricky". Kata Yuli


"Akhir kisah kita nanti adalah kebahagiaan karena kita berdua akan bersatu meskipun ke depan nya mungkin akan ada cobaan tapi hasil akhir nya pasti akan tetapi happy ending ". Kata Ricky dengan serius nya membuat Yuli gelisah di buat nya namun Ricky hanya bersikap santai saja setelah mengatakan hal tersebut


Kemana pun Yuli pergi dia masih akan ada dalam jangkauan Ricky karena Ricky Sudah mempersiapkan segala nya dan juga sudah mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi nanti karena dia memang sudah mengetahui apa rencana Yuli kekasih nya itu


"Jangan berkata seperti itu Kamu itu mendahului kehendak Tuhan tau". Kata Yuli


Dia masih belum sadar kalau masih duduk di pangkuan Ricky dan Ricky menikmati semua itu


"Aku tidak mendahului tali aku hanya merencanakan nya saja". Kata Ricky


"Sama saja lagi pula kita tidak tahu kan rencana yang kita buat itu meleset apa tidak". Kata Yuli


Tanpa mereka tahu Ayu melihat mereka berdua dan dia pun ikut senang dengan apa yang dia lihat itu. Awal nya ayu hanya ingin mengecek saja apa Yuli Sudah pulang atau belum dan ketika dia mendengar suara di balkon dia pun langsung melihat ke sumber suara tersebut dan ternyata anak nya sedang bermesraan dengan sang kekasih dia awal nya terkejut namun Ayu bisa mengatasi nya dan tidak membuat keributan yang akan mengganggu mereka berdua yang sedang asik mengobrol itu


"Bunda ngapain di sini". Tanya Luna membuat Yuli dan Ricky menoleh ke mereka


"Wah Lo ya Rick gue tunggu dari tadi juga Ternyata lagi mesra-mesraan di rumah orang". Kata Galang yang baru saja datang


"Bunda ngapain?". Tanya Yuli


"Ya memergoki Lo Yul ngapain lagi". Kata Galang


"Kita gak ngapa-ngapain Lang untuk apa bunda memergoki gue". Kata Yuli

__ADS_1


Dia masih belum sadar juga dengan posisi duduk nya itu


"Gak ngapa-ngapain tapi Lo duduk di pangkuan Ricky". Kata Galang membuat Yuli akhir nya tersadar dan langsung menjambak Ricky sangking kesal nya karena dia tidak mengingat kan nya tentang posisi duduk nya hingga sang bunda melihat adegan tersebut


"Gak apa-apa kali sayang wajar jika kamu begitu asal jangan ke bablasan saja". Kata Ayu


Yuli terlihat kesal dan juga malu dengan apa yang di lakukan nya itu. Dia merutuki kebodohan nya kenapa bisa tidak sadar jika sedang berada di pangkuan Ricky


"Senang ya dari tadi kamu pantas senyum Mulu". Kata Yuli


"Kapan lagi aku bisa merasakan hal itu jadi aku nikmati saja sekarang". Kata Ricky yang kembali mendapat kan tarikan rambut nya oleh Yuli namun kali ini Yuli tidak mau melepaskan tangan nya dari rambut Ricky


"Yul gak baik seperti itu kasihan Ricky dia pasti kesakitan". Kata Luna mencoba menarik perhatian Ricky membuat Galang merasa ilfil di buat nya


"Iya sayang gak baik seperti itu kasihan Ricky kesakitan". Kata Ayu


"Tidak apa-apa bunda dia melakukan ini Ricky rela asal dia bahagia saja jika melakukan nya". Kata Ricky


Galang hanya menggeleng kan kepala dengan semua apa yang di lihat nya ini karena menarik rambut Ricky juga tidak pernah dia lakukan sebab Ricky tidak suka jika rambut nya di tarik oleh siapapun dan dia pasti akan memotong tangan orang yang berani menyentuh rambut nya


"Untung saja yang menarik rambut nya Lo Yul coba kalau gue bisa hilang ini tangan". Kata Galang


mereka bertiga kaget dengan penuturan Galang barusan menurut mereka hal sepele seperti itu kenapa konsekuensi nya besar sekali


"Gak usah kaget dan heran ya memang itulah Ricky". Kata Galang kembali berbicara


"Kenapa kamu kejam sekali Hem". Kata Yuli yang sudah turun dari pangkuan Ricky


"Ya agar mereka tunduk saja pada ku jadi aku harus kejam dan kuat". Kata Ricky


"Hem kok bisa juga aku berhubungan dengan orang yang kejam seperti kamu". Kata Yuli mendesah dengan berat nya


"Apa sebegitu terpaksa nya kamu dengan hubungan kita ini?". Tanya Ricky dengan tatapan serius nya membuat Yuli mengerjai. Dia mungkin saja salah bicara tadi itu membuat suasana di tempat tersebut menjadi sunyi sekarang.


"Kok bisa kamu menyimpulkan seperti itu apa jangan-jangan kamu lagi yang terpaksa mempertahankan hubungan Kita". Kata Yuli membalik omongan Ricky


"Pintar ngeles ya sekarang dan juga kelihatan nya kamu sudah mulai berani dengan aku dari tadi Jambak aku". Kata Ricky


"Kan sudah aku bilang kalau aku senang melakukan nya tadi kata kamu kalau aku bahagia kamu rela melakukan apapun untuk itu". Kata Yuli membuat Ricky semakin gemas sekali dengan kekasih nya yang kini semakin berani dengan nya


"Gak bisa banget ya di ajak bercanda". Kata Yuli


"Terus saja mesra-mesraan nya apa kalian pikir kita semua di sini patung". Kata Galang emosi sendiri melihat kemesraan mereka berdua


"Lagi pula siapa yang menyuruh Lo untuk datang Lang dan lagi Ricky kan sudah mengirim pesan Lo jadi ngapain lagi Lo mencari dia". Kata Yuli membuat Galang kaget dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan bahwa sahabat nya itu kini sudah mulai membela Ricky


"Yul Lo sakit ya ke dokter yuk". Kata Galang


Hal itu membuat Yuli bingung apa luka nya terlihat oleh Galang dan bisa jadi bunda juga lihat dan pasti nya akan khawatir dengan dia


"Kenapa Lo menyarankan dia ke dokter?". Tanya Ricky


"Ya karena dia membela Lo Ricky kan biasa nya dia diam saja jika gue menghina atau berdebat dengan Lo". Kata Galang


Sebenar nya Galang juga sudah melihat bibir Yuli yang sudah bengkak itu namun karena tatapan mata Ricky yang mengisyaratkan agar dia tetap diam membuat Galang tidak membahas nya sekarang karena di sana juga ada bunda Ayu dan Luna


"Bunda kenapa jam segini belum juga tidur?". Tanya Ricky


"Bunda hanya ingin memastikan saja apa kamu sudah pulang atau belum". Kata Yuli


"Yuli sudah pulang dan bunda mending istirahat saja". Kata Yuli


"Dan Lo mau berdua dengan Ricky malam-malam begini gak baik kali Yul". Kata Luna


Yuli merasa kini Luna memang berusaha untuk mendekati Ricky tapi Yuli berusaha untuk tidak memusingkan soal tersebut karena dia yakin sekali Ricky tidak akan tertarik kepada Luna meskipun dia memang cantik


"Ada gue juga jadi mereka tidak hanya berdua". Kata Galang


"Ya tetap saja ini kan sudah malam dan waktu nya untuk beristirahat Ricky juga pasti capek". Kata Luna tersenyum kepada Ricky


"Gue capek atau tidak itu yang tahu hanya diri gue sendiri jadi Lo diam saja dan sebaik nya kembali tidur." Kata Ricky dengan dingin nya membuat Luna kesal di buat nya tapi dia tidak akan mundur untuk mendekati Yuli

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu bunda tidur dulu dan Yuli jangan terlalu larut tidur nya apalagi mengobrol di balkon dengan suasana seperti ini bunda takut kamu kedinginan". Kata Ayu


Yang penuh perhatian dan sayang kepada nya


Ayu pun akhir nya mengajak Luna untuk pergi istirahat meninggal kan mereka bertiga di sana


"Kenapa Lo Lang menatap gue seperti itu?". Tanya Yuli


"Apa Ricky mencium Lo terlalu bersemangat Yul hingga bibir Lo itu bengkak". Kata Galang


"Enak saja gak gitu Lang. bibir Gue bengkak juga karena pukulan orang". Kata Yuli


Galang pun langsung menatap Ricky bagaimana bisa dia membiarkan Yuli di pukul orang dan juga Yuli bisa berkelahi kenapa juga bisa kalah


"Lo gak tahu cerita nya jangan ngomel dulu". Kata Ricky yang menghentikan Galang yang ingin berbicara setelah mendengar perkataan Yuli


"Dia bisa berkelahi dan ada Lo juga kan Rick bersama dia jadi wajar saja gue kaget kenapa dia terluka dan gak mungkin juga kan Lo membiarkan nya". Kata Galang


"Dia sudah menghajar mereka langsung Lang di sana dan itupun membuat gue takut juga karena untuk pertama kali nya gue melihat keganasan dia". Kata Yuli


"Jadi Ricky Sudah menghajar nya". Kata Galang


Yuli mengangguk kan kepala nya untuk mengiyakan kata Galang. Galang tahu pasti tidak sampai menghajar saja karena Yuli terluka pasti Ricky akan berbuat lebih namun Yuli tidak mengetahui nya mungkin


"Sebaik nya kamu tidur saja sudah malam". Kata Ricky


"Kan belum selesai kamu cerit tentang Raya". Kata Yuli membuat Galang melotot kaget


"Biasa saja kali Lang lagi pula gue kan pacar nya sekarang jadi wajar dong kalau gue ingin tahu tentang mantan nya Ricky". Kata Yuli


"Cerita nya di lanjut besok saja sekarang kamu istirahat". Kata Ricky


"Yah gak seru sekali kalau cerita nya harus bersambung dan ini semua gara-gara Lo Lang datang kemari tanpa undangan" . Kata Yuli kesal dia pun memukul Galang lalu beranjak pergi menuju kamar nya untuk beristirahat


Kini tinggal Ricky dan Galang yang berada di balkon rumah Sam. Meskipun rumah Sam Tidak di tempati oleh pemilik nya Ricky bebas untuk mengakses rumah itu dari dulu hingga sekarang tapi dia juga mengetahui batasan nya karena Sam juga punya privasi dan dia tidak akan mengganggu privasi Sam sedikit pun


"Lo cerita soal Raya kepada nya?". Tanya Galang yang sudah duduk berdua bersama Ricky


"Iya gue ingin dia tahu bagaimana setia nya gue". Kata Ricky membuat Galang tertawa


"Sang play boy ini rupanya sudah menemukan cinta ya". Goda Galang


"Dia spesial Lang dan gue akan mengejar nya hingga dia menjadi milik gue bahkan menjadi istri gue juga". Kata Ricky dengan serius nya


"Rick gue dukung Lo sama dia dan tentang kencan Lo hari ini bagaimana?". Tanya Galang


"Semua berjalan dengan baik sebelum ada pengganggu b******k itu". Kata Ricky sambil mengepal kan tangan nya emosi


"Apa Lo membiarkan mereka Rick?". Tanya Galang


"Tentu saja tidak tadi Betran Sudah mengurus nya dan mereka sekarang sudah ada di markas". Kata Ricky dengan seringai devil nya


"Ya Lo memang selalu menjadi panutan jika menyangkut melindungi orang kesayangan Lo". Kata Galang


"Lo pun juga bisa melakukan nya Lang". Kata Ricky


"Ya gue bisa lah kan gue juga hebat Rick. Oh ya kapan Om kembali sudah lama Lo mengasingkan mereka Rick dan gue rasa kondisi sekarang pun juga sangat aman". Kata Galang


"Secepat nya gue akan membawa mereka kembali namun mereka tidak akan tinggal di Jepang lagi Lang". Kata Ricky


"Lo mau bawah mereka ke mana?". Tanya Galang


"Ke rumah gue yang ada di Belanda dan mereka juga akan mengurus bisnis di sana". Kata Ricky


Galang takjub dengan Ricky karena dia sudah mempersiapkan itu semua sendirian untuk kebaikan keluarga nya dan dia merasa memang Ricky masih menyayangi keluarga nya meskipun di depan semua orang dia berlagak tidak menyukai mereka semua


"Lalu Rani kapan Lo akan mempertemukan nya dengan Yuli". Tanya Galang


"Nanti setelah gue menjemput mereka dan mengantar mereka ke Belanda gue akan membawa Rani ke Jepang bertemu Yuli". Kata Ricky


"Jadi Rani akan tinggal bersama Lo di Jepang nanti?". Tanya Galang

__ADS_1


"Iya dia akan bersama gue beberapa Minggu saja setelah itu gue akan mengantar nya ke Belanda". Kata Galang


Rencana Ricky memang hanya dia yang tahu dan juga dia selalu tak terduga dalam melakukan segala nya itu membuat dia sangat takjub dengan leader mereka ini.


__ADS_2