
"Enak sekali ya bergosip sambil makan dan yang kalian bicara kan juga menarik sekali. membicarakan kehidupan orang". Kata seseorang yang terlihat menghampiri mereka di ruang makan membuat Richard dan Luna terkejut dan memucat melihat siapa yang datang ke rumah nya.
"Galang". Kata Yuli
"Kalian berani sekali membicarakan Ricky apa kalian berdua sudah bosan makan sushi". Kata Galang menatap mereka dengan tajam.
Mereka berdua merutuki kebodohan nya karena tidak bisa mengendalikan diri untuk membicarakan Ricky yang kini sedang dekat dengan Yuli. Richard tidak menyangka kalau pembicaraan akan terdengar oleh orang lain dia juga heran Kenapa Galang bisa masuk di rumah nya, apa dia mempunyai kunci rumah nya. Itulah yang sedang di fikirkan oleh Richard
"maaf kan atas kelancangan kami yang sudah membicarakan tuan Ricky". Kata Richard dengan nada bicara gemetaran
"Lang Lo kok bisa masuk ke sini? apa Lo mendobrak pintu rumah gue?". Tanya Yuli
"Lo pikir gue apa mendobrak pintu orang lain. Lihat saja ke depan sana rumah Lo ini gak di kunci jadi ya gue langsung masuk saja dan ternyata gue mendengar obrolan yang sangat menarik sekali rupa nya". Kata Galang sambil menyeringai tipis
Yuli tahu pasti kakak dan ayah nya merasa sangat takut ketika mengetahui bahwa Galang telah mendengar semua nya dan pasti Galang juga akan membuat mereka semakin takut dengan mengandalkan apa yang dia dengar tadi.
"Lang Lo ke sini mau jemput gue kan ya sudah ayo kita berangkat". Kata Yuli ingin mengajak Galang Pergi agar suasana nya tidak tegang lagi
"Gue lapar mau makan dulu di sini". Kata Galang lalu duduk di samping Yuli
"Kita makan di luar saja kalau Lo gak mau ya sudah gue berangkat sendiri saja". Kata Yuli
Ayu juga merasa was-was dan takut jika sampai Galang mengatakan kepada Ricky pasti suami dan anak nya akan dalam masalah besar nanti nya tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena itu juga kesalahan mereka sendiri dan menurut ayu mungkin dengan mendapatkan sekali tegurun mereka berdua bisa berhenti mengusik Yuli
"Lo berangkat saja sendiri kalau gitu dan gue juga mau menelfon Ricky". Kata Galang yang kini beralih memainkan handphone nya dan tampa pikir panjang Yuli pun langsung merebut nya agar Galang tidak menghubungi Ricky.
"Lang Lo jangan aneh-aneh ya lagian obrolan tadi hanya pendapat ayah dan kakak gue saja itu juga sesuai dengan fakta kan". Kata Yuli berusaha untuk membuat Galang mengerti di dan melepaskan mereka meskipun itu juga tidak akan mudah karena mengingat Galang memang tidak suka dengan kedua nya.
"Lo pikir gue gak bisa mencerna mana omongan yang baik dan mana sindiran atau hinaan". Kata Galang yang kini nampak emosi
Yuli terlihat sangat khawatir jika dia emosi maka bisa di pastikan Galang akan memberi tahu Ricky dan dia tidak akan bisa mencegah hal itu terjadi. Pasti akan sangat mengerikan jika melihat kemarahan bos gangster itu apalagi bagi yang menerima nya itu adalah sebuah hadiah yang mungkin tak akan bisa mereka hindari.
"Lang bukan itu maksud gue. Ayolah Lo tahu sendiri kan bagaimana mereka dan juga posisi gue jadi gue berharap Lo gak melakukan sesuatu yang bisa membuat keluarga gue dalam bahaya Lang". Kata Yuli
Galang sangat kesal sekali kepada Yuli yang selalu membela Luna dan juga Richard meskipun mereka selalu menyakiti Yuli dengan berbagai macam perkataan yang mereka lontarkan. Jika saja Galang bisa egois dan mengabaikan Yuli maka dia sejak dulu sudah m lengkap kan mereka berdua tapi sayang nya Galang tidak ingin melihat Yuli merasa bersalah dan semakin terluka karena ulah nya jadi dia dan Bryan memutuskan untuk menahan semua dan menunggu hingga waktu nya tiba.
"Ya sudah kalau gitu ayo kita berangkat. Oh ya apa Ricky tidak menjemput Lo ?". Tanya Galang
"Gue tidak janjian sama dia jadi gue rasa gak mungkin dia menjemput gue". Kata Yuli
Kini mereka berdua pergi menuju mobil dan segera pergi ke sekolah untuk mengantar Yuli. Galang sesekali melirik Yuli yang terlihat sedang sibuk membaca materi pelajaran yang mungkin akan di ujikan nanti. Dia berpikir bagaimana cara agar Yuli bisa membuka sedikit saja hati nya untuk Ricky karena misi Galang datang ke negara ini juga untuk mendekatkan mereka berdua
mobil Galang sudah sampai di depan sekolah Yuli dan dari tadi tidak ada obrolan yang mereka lakukan di dalam mobil.
"gue masuk dulu Lang dan makasih sudah mengantar sekolah". Kata Yuli sambil melambaikan tangan nya dan Galang pun langsung pergi meninggalkan sekolah itu untuk mencari di mana sahabat nya yang gila itu.
Dia kini menuju markas Ricky dan benar saja mobil nya ada di sana dan Galang sudah bisa menduga kalau Ricky pasti ada di dalam dan mungkin juga kemarin dia sudah merencanakan sesuatu oleh karena itu tidak pulang ke rumah nya.
Galang masuk ke dalam dan bertanya kepada anak buah yang ada di sana
"Apa Bos kalian yang gila ada di sini?". Tanya Galang
"Tuan Galang selamat pagi. Bos ada di sini dan kemarin dia menginap di sini". Kata anak buah nya
Markas itu memang bisa di gunakan untuk beristirahat karena dia mendesain nya agar multifungsi selain untuk pertemuan dan eksekusi para musuh. Ruangan di tempat itu di bagi sesuai dengan fungsi nya.
"Apa kemarin dia bertemu dengan seseorang di sini?". Tanya Galang
mereka yang di tanya hanya saling menatap satu dengan yang lain nya karena bingung harus menjawab apa
"Jujur saja kalian sama gue dan gue akan jamin kalau si gila itu gak akan marah sama kalian". Kata Galang
"Benar tuan kemarin malam Nicholas datang kemari dan berbicara dengan bos cukup lama". Jawab salah satu dari mereka.
"Apa kalian tahu kenapa Nicholas kemari?". Tanya Galang dan tidak ada yang menjawab pertanyaan tersebut
"Oh ya pasti kalian tidak akan tahu ya rencana apa yang dia buat. Ok kalau begitu gue masuk dulu untuk bertemu Ricky". Kata Galang
kini dia berjalan menuju ruangan tempat Ricky beristirahat agar dia bisa berbicara dengan nya. Tiap ruangan di sana memiliki desain tersebut sesuai dengan kegunaan nya karena itu bisa membuat kesan tersendiri untuk orang yang melihat dan berada di sana.
"Woy Rick ngapain Lo ". Teriak Galang
__ADS_1
seperti biasa Galang pasti selalu bisa membuat Ricky kesal dan juga tidak akan marah pada nya meskipun dia tersinggung sekali pun
"Lo ngapain ke sini?". Tanya Ricky
"Lo memang s****n ya gue sudah datang malah Lo jarang pulang". Kata Galang
"Lagian siapa juga yang menyuruh Lo datang kembali ke negara ini". Kata Ricky santai dan dengan sengaja Galang langsung melempar dia dengan bantal yang ada di sana.
"Gue ke sini juga untuk membantu Lo mendekati Yuli. Baik kan gue". Kata Galang sambil cengengesan
"Baik apa nya Lo membantu gue juga ada mau nya kan pasti Lo minta imbalan juga". Kata Ricky
"Di dunia ini gak ada yang gratis bro apalagi ini untuk kelangsungan hidup Lo ". Goda Galang membuat Ricky Balik melempari nya bantal
"Lo dari mana tumben rapi sekali?". Tanya Ricky
"Gue habis mengantar Yuli ke sekolah". Kata Galang
Ricky hanya mengangguk kan kepala nya dan dia kini mulai terlihat fokus pada handphone nya
"Baguslah Lo antar dia hari ini karena gue juga ada urusan jadi gak bisa datang menjemput nya". Kata Ricky
"pede banget Lo kalau Yuli mau Lo jemput dan untung nya Lo tadi gak jemput dia". Kata Galang keceplosan hampir mengatakan kejadian yang ada di rumah Yuli tadi. Jika sampai dia berbicara pasti Ricky bisa mengamuk detik ini juga
"memang nya ada apa ?". Tanya Ricky dengan serius nya
"Ya pasti Lo gak akan bertemu dia karena dia sudah berangkat duluan untuk menghindari Lo jemput". Kata Galang berbohong.
Dia tidak ingin jika Ricky bertindak malah membuat dia menjadi renggang hubungan nya dengan Yuli jadi Galang memutuskan untuk menutupi nya
"Oh ya Lo kapan kembali ke Inggris? apa papa tidak kangen sama Lo ?". Tanya Ricky
"Papa tidak kangen sama gue justru gue gak boleh pulang sebelum Lo jadikan sama Yuli". Kata Galang
Ricky menatap Galang dengan seringai yang mematikan nya dia tidak habis pikir dengan orang tua Galang yang selalu lebih mementingkan dia di bandingkan anak nya tapi ada rasa senang juga karena Ricky mendapatkan kasih sayang yang utuh dan tulus dari mereka
"Tanpa Lo bantu pun gue yakin bisa membuat dia menyukai gue Lang". kata Ricky
"Mereka memang tidak pantas buat dia dan takdir seorang Yuli Ramadhani adalah bersama gue Ricky Airlangga Hartama". Kata Ricky sambil tersenyum
Galang senang melihat senyum Ricky yang tulus dan bahagia ini mungkin juga dia lupa kapan melihat Ricky tersenyum sebahagia itu
"Gue amin kan keinginan Lo Rick. Oh ya gue mau tanya kenapa Nicholas datang kemari? apa ada yang merencanakan penyerangan?". Tanya Galang yang mengingat percakapan nya tadi dengan anak buah Ricky
"Tidak ada yang akan menyerang kita". Kata Ricky
Tidak mungkin jika tidak ada yang merencanakan sesuatu dan Nicholas datang kemari. Galang tahu betul siapa sahabat nya ini pasti dia sudah menyuruh Nicholas melakukan sesuatu.
"Ayolah Rick gue tahu siapa Lo dan jangan Lo berbohong sama gue. Lo kan tidak suka dengan pembohong jadi Lo juga gak boleh berbohong". Kata Galang merengek seperti anak kecil membuat Ricky ilfil melihat nya
"Gue hanya menyuruh nya untuk memberi pelajaran kepada seseorang". Kata Ricky sambil tetap fokus pada handphone nya
Benar dugaan Galang pasti Ricky merencanakan sesuatu tapi kini dia semakin kepo siapa yang masih berani mengusik si leader gila ini.
"Memang siapa lagi yang berani berurusan dengan Lo ?". Tanya Galang
Kini Ricky menaruh handphone nya dan beralih menatap Galang
"Mereka bukan ingin mencari masalah dengan gue tapi target mereka adalah Yuli". Kata Ricky membuat Galang kaget mendengar hal itu.
"Siapa yang ingin merencanakan hal buruk kepada Yuli karena setahu gue dia tidak punya musuh". Kata Galang sedikit bingung ketika mendengar hal itu dia dan Bryan juga tidak pernah menemukan hal aneh yang berada di sekitar Yuli. Kini dia jadi berpikir apa mungkin dia dan Bryan kecolongan dengan hal itu.
"Gue juga baru tahu setelah gue mendekati nya serta gue beberapa kali melihat orang mengintai dia dan menurut orang yang gue suruh mengintai mereka ternyata hal itu sudah sejak lama mereka lakukan". Kata Ricky
Galang sangat khawatir dengan Yuli karena dia tidak akan mau menyusahkan sahabat nya jika memang mendapat kesusahan.
"Apa Lo tahu Rick siapa yang melakukan hal tersebut?". Tanya Galang dengan raut wajah yang terlihat jelas khawatir nya dan Ricky bisa memahami hal tersebut karena memang Galang sudah menganggap Yuli seperti adik nya sendiri yang harus di jaga oleh nya.
"Lo tenang saja gue sudah menyiapkan hadiah permulaan untuk mereka yang berani mengusik orang yang gue sayang dan gue berjanji sama Lo akan melindungi nya apapun yang terjadi". Kata Ricky
Mendengar Ricky menyebutkan hadiah membuat Galang lega karena bisa di pastikan orang yang akan mendapatkan nya tidak akan berani menganggu Yuli lagi dan jika dia masih mengganggu berarti dia siap menghilang berserta seluruh keturunan nya. Dan juga Galang merasa bahagia mendengar Ricky mengatakan bahwa Yuli adalah orang yang dia sayang. Ada alasan tersendiri mengapa Galang ingin Yuli bersama Ricky selain mereka terlihat cocok Galang berpikir bahwa Ricky akan bisa melindungi dan membahagiakan dia dari para orang yang tidak bertanggung jawab seperti orang tua kandung nya.
__ADS_1
*****
Yuli dan para murid di sana terlihat sudah keluar dari kelas dan mereka berkumpul untuk bergosip dan juga berdiskusi tentang soal tadi
"Senang sekali ya tinggal besok saja kita ujian nya". Kata Kikan
"Iya dan mudah-mudahan hasil nya bisa memuaskan dan sesuai apa yang kita inginkan". Kata salah satu teman nya
Yuli dari tadi hanya diam saja karena dia masih memikirkan apa Galang akan memberi tahu Ricky tentang apa yang dia dengar di rumah nya tadi
"semoga saja kita bisa menjalin hubungan dengan baik meskipun kita sudah tidak satu sekolah lagi dan bahkan jarang bertemu juga". Kata Kikan
Mereka masih belum menyadari bahwa Yuli tidak fokus dengan topik yang di bahas kali ini.
"Oh ya Yul apa Lo mau bareng gue lagi?". Tanya Kikan
"Gak usah gue nanti naik angkutan umum saja gak enak banget kalau gue terus merepotkan Lo dan juga Rere". Kata Yuli
"Kita ini sahabat Yul jadi tidak ada yang merasa merepotkan dan direpotkan". Kata Rachel
Mereka berdua tahu bagaimana sifat Yuli yang memang lebih memilih melakukan apapun sendiri agar tidak merepotkan orang lain karena dia memang terlatih untuk mandiri juga
Mereka keluar dari sekolah dan seperti menunggu jemputan masing-masing dan terlihat tiga mobil datang bersamaan. Mobil tersebut adalah milik Ricky dan para sahabat nya. ada Arok dan juga Rere menjemput Kikan dan juga Rachel. Ricky tidak sendirian karena ada Galang yang juga ikut bersama nya
"Apa Lo lama menunggu Yul?". Tanya Galang
"Gue baru saja keluar bareng mereka berdua". Kata Yuli menunjuk Kikan dan juga Rachel
"Lo jemput Yuli Rick?". Tanya Arok
"Seperti yang Lo lihat sekarang gue datang kemari berarti memang menjemput dia kalau bukan dia juga Apa mungkin gue menjemput Rachael". Jawab Ricky dengan dingin nya
Ya itulah Ricky jika di tanya kalau menjawab pasti dingin ataupun hanya mengangguk kan kepalanya saja bahkan terkadang dia menjawab melalui sorot matanya yang mungkin saja orang lain tidak akan pernah tahu jika mereka tidak terbiasa dengan hal tersebut
"Mobil Lo mana Lang kok bareng sama Ricky?". Tanya Yuli
"Lo kenapa terlihat khawatir seperti itu?". Tanya Ricky yang sedari tadi melihat gelagat ke khawatiran Yuli. mungkin tidak ada yang menyadari hal tersebut tapi Ricky bisa menyadari nya dengan sangat baik
Galang hendak menjawab tapi Ricky sudah mendahului dirinya untuk berbicara pada Yuli dan dia tahu jika Yuli terlihat khawatir seperti kata Ricky karena hal tadi pagi di rumah nya
"Ayo kita ke taman hiburan sekarang". Ajak Galang
"Gue harus kerja Lang ". Kata Yuli
sementara mereka yang ada di sana juga belum Pergi karena memang mereka menunggu Ricky pergi terlebih dahulu karena dia adalah Leader nya meskipun Ricky tidak perduli akan hal tersebut
"Bos boleh kan dia izin tidak bekerja sehari saja karena dia terlihat sedih jadi ayo kita hibur dia dengan mengajak nya jalan-jalan". Kata Galang kepada Ricky
Ricky setuju dengan rencana Galang karena dia tidak ingin melihat orang yang dia sayang terlihat sedih karena sesuatu hal yang belum di ketahui dan pasti Ricky akan mencari tahu hal tersebut. Tidak membuang waktu dia mengirim pesan singkat kepada Betran untuk mencari tahu tentang apa yang membuat Yuli sedih dan tanpa menunggu lama juga dia langsung mendapat jawaban nya dan ekspresi dia sangat lah sulit ditebak kali ini membuat para sahabat nya menjadi Heran menyadari perubahan Ricky yang secepat itu
"Lo kenapa Rick kok ekspresi Lo seperti itu?". Tanya Rere membuat Yuli dan yang lain nya menatap Ricky juga dan ingin melihat ekspresi nya seperti apa sekarang
"Ayo kita ke taman hiburan sekarang dan kalian ikut saja biar suasana menjadi ramai". Kata Ricky
mereka pun kini pergi ke tempat yang bisa membuat Yuli terhibur dan nyaman berada di sana. Kini mereka menuju taman Shinjuku Gyoen tempat yang di rasa Ricky bisa mengembalikan mood wanita yang kini menjadi kesayangan nya itu
"Wah keren juga ya Lo kalau mencari tempat". Kata Yuli yang sudah turun dari mobil dengan sangat antusias dan tak ada lagi raut wajah sedih dan khawatir di wajah nya dan Ricky lega dan senang melihat hal tersebut tanpa dai sadari dia tersenyum melihat Yuli yang kini tampak mengambil foto dan para sahabat nya menyadari hal tersebut
"Lo benar-benar jatuh cinta pada nya Ricky?". Tanya Arok
"Ya seperti yang Lo lihat sekarang". Kata Ricky
"Gue berharap Lo bisa menjaga dia dengan baik Rick". Kata Galang
Ricky menyeringai mendengar ucapan Galang " Lo gak usah memikirkan hak tersebut Lang karena sesuai janji gue gue sudah mulai melindungi nya dan tidak akan gue biarkan siapapun menyakiti hati dia termasuk kalian juga". Kata Ricky dengan serius membuat mereka tersenyum lega melihat Ricky sudah menemukan kembali cinta yang akan membuat dia berubah dan bahagia.
"Gue akan mendukung apapun yang Lo lakukan Rick selama Lo bahagia". Kata Rere
"Tapi Lo Jangan menyakiti dia kalau itu sampai terjadi mungkin Ipank akan merebut dia dari Lo ". Kata Arok
Ricky tidak perduli hal tersebut dan dia hanya menyeringai mendengar hal itu karena tidak mungkin dia melepaskan Yuli meskipun untuk sahabat nya sendiri karena kali ini Ricky benar-benar dibuat jatuh cinta oleh nya.
__ADS_1