
Yuli semakin risih dengan sikap Ricky yang terlihat aneh itu.
"Iya kak. Jangan lupa Kinara akan selalu mendukung*. Kata Kinara
"Lo pikir kampanye Mar pakai dukungan segala". Kata Yuli
"Anggap saja begitu Yul. Oh ya kalian sering-sering ya berduaan seperti ini biar cepat tumbuh rasa cinta diantara kalian". Kata Kinara lalu Tertawa setelah mengatakan nya.
"Lo bukan sahabat gue Nar. jahat banget Lo sama gue". Kata Yuli
"aku gak pernah Lo jahat sama kamu". Kata Kinara sambil tersenyum
"Dengan Lo membantu dia berarti Lo jahat sama gue. gue kan sukanya sama Arok bukan Ricky". Kata Yuli bercanda
"Yakin kamu suka sama kakak aku". Kata Kinara
"Yakin ". Jawab Yuli
"Tapi aku nya yang gak yakin". Kata Kinara
membuat Ricky yang mendengar langsung tertawa
"Kenapa Lo ketawa hah. emang ada yang lucu apa". Kata Yuli
"Ya karena Lo itu bego. Mana ada yang percaya kalau Lo suka sama Arok sementara Lo o sendiri bersahabat dengan kekasih nya". Kata Ricky dan Kinara pun tersenyum mendengar hal tersebut
"Kalian apa gak tahu istilah teman makan teman". Kata Yuli
"Kita tahu tapi kan gak ada istilah sahabat makan sahabat. Kami kan sahabatan bukan berteman sama kak Rachel". Kata Kinara
"Lo lama-lama menyebalkan sekali ya Nar. sama seperti dia". Kata Yuli
"Yul percaya deh sama aku kalau kak Ricky itu orang yang tepat buat kamu". Kata Kinara
"Lo kenapa dukung dia banget. Kenapa gak dukung Ipank saja*. Tanya Yuli
"Mana mungkin aku dukung kak Ipank". Kat Kinara
"Iya juga sih. secara Lo kan sepupu nya Ricky". Kata Yuli
"Aku gak mendung dia bukan Karena itu tapi ada sesuatu hal yang gak mungkin aku ceritakan pada kamu". Kata Kinara membuat Yuli menjadi penasaran
"Suatu hal. apa Nar? Jangan bikin gue kepo dong". Pinta Yuli
Bukan hanya Yuli yang penasaran tapi Ricky juga penasaran dengan hal apa yang di sembunyikan oleh Kinara sambil
"Ada deh. nanti juga kami akan mengetahui nya jika sudah jadian sama kak Ricky". Kata Kinara
"Gak seru Lo main rahasia-rahasiaan segala sama gue.". Kata Yuli
"Kalau ingin tahu kamu jadian saja sama kak Ricky sekarang". Kata Kinara dengan enteng nya
"Sudah gue gak mau ngomong lagi sama Lo bisa-bisa gak selesai ini pekerjaan gue". Kata Yuli
"Ya sudah kalau begitu Kakak tutup ya telfon nya". Kata Ricky
"Iya kak. semangat ya untuk mendekati yuli nya. jangan lupa Pepet terus si Yuli". Kata Kinara lalu mematikan telfonnya
Sekarang terlihat Yuli sedang sangat fokus dengan dokumen nya tanpa mempedulikan Ricky yang masih duduk di sampingnya
"Lo kok masih duduk di sini sih. Mending Pindah sana". Kata Yuli
"Gue bos di sini jadi terserah gue mau duduk dimana saja". Jawab Ricky dengan santai nya
"Oh ya apa gak ada tempat buat gue selain ruangan ini?". Tanya Yuli
"Meskipun ada Lo akan tetap berada di sini karena gue harus langsung mengawasi Lo agar tidak melakukan kesalahan dalam bekerja". Kata Ricky
"Kurang kerjaan banget ngawasin gue". Kata Yuli
"Tugas bos ya m ngawasin pegawai nya". Kata Ricky
"Dan tugas bos juga harus memberikan pegawai nya ruangan yang nyaman agar dia bisa bekerja dengan tenang". Kata Yuli
"Apa ruangan ini kurang nyaman buat Lo ? gue bisa merubahnya sesuai dengan keinginan Lo ". Kata Ricky
Yuli pun menghela napas kasar mendengar ucapan Ricky tadi
"Kalau berdebat sama Lo terus gak akan kelar kerjaan gue". Kata Yuli
Dia pun memilih untuk mengabaikan Ricky saja
********
Di tempat lain Ipank sedang bersama dengan para sahabat nya
"apa kita jauhkan Ricky dengan Yuli". Kata Ken
"Apa Lo bisa melakukan hal itu?". Tanya Rere
"Ya kita coba dulu siapa tahu bisa". kata Ken
"Kalian kenapa sibuk mencari cara untuk menjauhkan mereka berdua sementara kita tahu bagaimana respon Yuli pada Ricky". Kata Arok
Dia bisa menebak bahwa untuk kali ini Ricky mungkin tidak akan bisa mendapatkan nya
"Lo benar Rok. Dia sangat tidak suka jika Ricky mendekati nya". Kata Ipank
__ADS_1
"dan gue rasa kalian berdua akan sulit untuk mendapatkan nya". Kata Arok
Ipank hanya menatap Arok tanpa ingin menjawab perkataan nya karena apa yang dia ucapkan memang lah benar adanya
"Bagaimana dengan kabar keluarga Ricky, apa sudah ada yang berhasil menemukan dimana keberadaan nya?". Tanya Ken
Ya. Mereka masih mencari di mana keberadaan keluarga Ricky. Mereka semua hanya ingin tahu saja apa mereka baik-baik saja.
"Hasil nya masih nihil". Kata Rere
"Benar-benar hebat sekali si Ricky hingga siapapun tidak dapat menemukan keberadaan nya". Kata Ken
"Apa kita coba meminta bantuan Hiro saja". Kata Rere
"apa Lo pikir Hiro akan mau membantu kita tentang hal ini?". Tanya Arok
"Gak mungkin juga sih". Kata Ken
Hiro tidak akan mau ikut campur jika berhubungan dengan Ricky karena dia bisa seperti sekarang juga atas kerja kerasnya dan bantuan Ricky
"kita coba saja dulu Rok siapa tahu berhasil". Kata Ken
"Lo kira semua ini bisa buat coba-coba. apa Lo mau Ricky marah kepada kita ". Kata Rere
"Kan gue cuma kasih saran saja Re". Kata Ken
"Tapi gue juga curiga sama Ricky, kok bisa dia sama dengan Yuli. Akan Tinggal di Singapura". Kata Rere
"apa mungkin dia sudah menyelidiki hal tentang Yuli". Kata Ken menerka-nerka
"Mungkin saja. Dan dia terlihat sangat serius dan gencar untuk mendekati nya". Kata Arok
Ipank pun semakin memikirkan hal ini. Dia masih tidak bisa habis pikir kenapa lagi-lagi dia harus bersaing dengan Ricky. Dan untuk kali ini dia bisa yakin bahwa belum tentu Ricky bisa mendapatkan dia
"Lo harus semangat Pank karena gue lihat Lo bisa dekat dengan dia tanpa ada penolakan sama sekali". Kata Rere memberi semangat
"Lalu untuk kepergian Ricky ke New York apa ada informasi tentang itu?". Tanya Ken
"Sama hal nya dengan informasi tentang keluarga nya. Sangat sulit sekali untuk di dapat kan". Kata Ipank
Bahkan dia sudah menyuruh Jack untuk mencari tahu bahkan berangkat ke New York namun hasilnya masih sama.
Sam ataupun Dira sangat ahli sekali dalam menyembunyikan segala hal yang di anggap Ricky penting dan tidak boleh di ketahui oleh siapapun
"Lebih baik kita latihan saja sekarang agar kita bisa bertambah kuat". Kata Arok
*******
Di luar negeri Hans memikirkan bagaimana cara untuk menghantarkan Ricky. apa dia harus menyuruh adik nya kembali kepada leader devil itu lagi
"Gue juga masih bingung. kalaupun kita merencanakan sesuatu gue takut dia sudah dapat menembak nya, jadi gue gak mau gegabah dalam mengambil langkah". Kata Hans
"Apa kita suruh adik Lo untuk mendekati nya lagi". Kata Henden
"Apa itu bisa . Lo tahu sendiri jika dia paling tidak suka di hianati dan gue takut jika Stella akan mendapatkan masalah". Kata Hans
Dia menyesali rencana nya yang awal. kenapa dia harus menyuruh Stella buru-buru meninggalkan dia dan dia juga tampak baik-baik saja. Itu semua tidak sesuai dengan apa yang di rencanakan oleh nya.
"Sebaiknya kita tunda dulu semua dan mencari rencana yang bagus untuk menghancurkan dia". Kata Henden
"Benar. Menghancurkan lewat keluarga nya pun juga tidak bisa karena mereka semua menghilang tanpa jejak dan juga perusahaan mereka di kendalikan oleh Ricky melalui para anak buahnya. Jadi sangat sulit sekali buat kita semua". Kata Hans
Dulu banyak sekali para musuh Ricky yang menghancurkan usaha anggota keluarga nya dari dalam dengan cara menjadi anak buah mereka di perusahaan dan itu cukup berhasil sebelum Ricky mengendalikan semua nya.
******
Di kantor Yuli masih sibuk dengan berkas nya yang belum selesai juga dan dia merasa sangat lelah sekali
"Kalau Lo lelah istirahat saja dulu nanti bisa Lo lanjutan lagi". Kata Ricky
Yuli tidak ingin merespon hal tersebut sama sekali
"Dan kalau Lo ngantuk bisa buat kopi atau suruh OB saja". Kata Ricky lagi
meskipun dia tidak mendapatkan jawaban dari Yuli tapi dia tidak mau diam dan menyerah bahkan meski dia kesal dia tetap tidak akan menyerah karena menurut dia Yuli adalah cewek yang patut untuk dia Kejar
"Gue buat Kopi dulu". Kata Yuli
"Lo buatkan gue juga". Kata Ricky
"Minta saja sama OB di sini karena itu bukan tugas gue". Kata Ricky
Dan dia hanya bisa menyeringai tipis mendengar hal tersebut
Yuli sekarang berjalan ke pentri untuk membuat kopi buat dirinya agar menghilangkan rasa kantuk yang dia rasakan sekarang
Hal yang sama yang akan dia dapatkan jika keluar dari ruangan yaitu bisik-bisik tentang dia yang sangat tidak enak sekali. Namun dia tidak mau ambil pusing akan hal itu
"Gara-gara mereka nih gue jadi bahan gosip para netizen". Gerutu Yuli sambil berjalan menuju pentri
"Tapi kalau bukan karena Ricky juga gue gak akan bisa merasakan enak nya kerja kantoran". Kata nya lagi
Sampai di sana dia melihat beberapa orang yang ada di sana dan Yuli menyapa mereka dengan senyuman
"apa anda butuh teh atau kopi nona? ". Kata salah satu dari OB di sana
"Saya mau buat Kopi". Jawab Yuli
__ADS_1
"Biar saya buatkan. anda bisa memesan lewat telfon jika ingin membuat kopi". Kata nya lagi
"Saya gak mau merepotkan kalian. jika bisa kenapa saya harus meminta bantuan". Kata Yuli
mereka merasa Yuli tidak begitu buruk seperti gosip yang ada. Dia di gosip kan sombong dan sangat galak di kantor dan sekarang mereka sudah tahu sendiri bagaimana Yuli
Diapun membuat kopinya sambil tetap mengajak mereka mengobrol bahkan mereka bisa tertawa bebas bersama.
Mereka semua terlihat sangat asik tertawa namun hal itu tidak berlangsung lama
"Kenapa kalian menunduk seperti itu". Tanya Yuli
Dia tidak tahu jika Ricky sekarang sedang berada di belakang nya dengan tatapan tajam nya
"Apa sih yang kalian ini. kok jadi diam gak asik banget". Kata Yuli
"Jadi Lo lama karena sibuk mengobrol dengan mereka". Kata Ricky membuat Yuli langsung menoleh kan kepalanya
Tanpa aba-aba dia langsung menjaga jarak dari Ricky
"Lo kenapa pindah posisi?". Tanya Ricky
"Gue mau Jaga jarak dari Lo biar aman". Kata Yuli
Ricky tidak mengerti apa maksud dari ucapan Yuli tadi
"apa maksudnya, apa Lo pikir gue virus yang mengharuskan orang untuk menjaga jarak". Kata Ricky
"Lo itu begitu berbahaya dari pada virus. lihat bukti dari berbahaya nya Lo. Pasti nanti Lo marah-marah sama mereka ". Kata Yuli sambil menunjuk mereka yang masih menunduk
"omongan yang gak masuk akal. Kalau sudah selesai kembali ke ruangan. dan kalian kembali bekerja lagi". Kata Ricky
mereka merasa lega karena tidak di pecat oleh Ricky akibat mereka mengobrol pada jam kerja.
Ricky berjalan di samping Yuli dan lagi-lagi dia menjaga jarak dari Ricky
"Lo kenapa lagi?". Tanya Ricky
"Sudah gue bilang sama Lo jaga jarak dari gue. apa Lo budeg". Kata Yuli
"Kenapa gue harus jaga jarak sama Lo sedang kan Ipank saja bisa dekat dengan Lo". Kata Ricky
"Beda bro. Ipank itu sahabat gue jadi kita bisa dekat tapi sebagai teman". Kata Yuli
Ricky langsung memicingkan matanya mendengar kata Yuli tadi
"Sejak kapan dia menjadi sahabat Lo ?". Tanya Ricky
"Sejak tadi dia mengantar gue kemari". Kata Yuli
"Lo biarkan dia mengantar Lo kemari tapi kalau sama gue Lo kenapa selalu menolak". Kata Ricky sambil menatap Yuli dengan tajam nya
"Lo jangan natal gue seperti itu, bikin gue takut saja". Kata Yuli"Sorry. Gue gak bermaksud menakuti Lo . apa bisa gue jadi sahabat Lo juga?". Tanya Ricky
"Gak boleh". Kata Yuli
"Kenapa?". Tanya Ricky
"Karena Lo jelek dan gue gak mau punya sahabat jelek kayak Lo ". Kata Yuli sambil berjalan cepat untuk masuk ke ruangan
Ricky tidak berhenti sampai di situ saja. Dia mengejar Yuli dan masih tetap berusaha untuk meluluhkan hati nya
"Alasan Lo gak masuk akal sekali. Dan baru kali ini ada yang bilang kalau gue jelek". Kata Ricky menghampiri Yuli di sofa
"Ya memang faktanya. menurut gue Lo itu jelek". Kata Yuli
"Dan Ipank tampan menurut Lo ". Kata Ricky
"Ipank gak tampan juga tapi enak di ajak untuk bersahabat". Kata Yuli
"Kalau begitu yang tampan di geng gue siapa?". Tanya Ricky
"Kenapa sih Lo tanya-tanya Mulu. gue gak selesai nanti kerjaannya". Kata Yuli
"Karena gue ingan tahu".Kata Ricky
"Kenapa Lo ingin tahu sekali". Kata Yuli
"Kalau Lo gak mau jawab gue bakal....
"Yang tampan itu Ken". Kata Yuli memotong ucapan Ricky
Ricky terkejut dengan jawab Yuli karena tadi dia menebak bahwa pasti dia akan menjawab Arok namun perkiraan dia salah besar.
"Ken?". Tanya Ricky
"Iya. Dia lucu dan baik serta ganteng juga". Kata Yuli
"Setahu gue Lo suka Sama Arok tapi kenapa Lo jawab Ken". Kata Ricky
"Lo itu benar-benar ya. dari tadi tanya dan gue sudah menjawab tapi Lo malah gak percaya". Kata Yuli kesal membuat Ricky menyinggung kan senyum nya melihat kekesalan di wajah Yuli
"Sudah kerjakan pekerjaan Lo dan kalau sampai gak selesai maka Lo harus lembur dan dengan senang hati gue akan menemani". Kata Ricky
"Jadi gue harus lembur dan bersama Lo gitu?". Tanya Yuli
Ricky hanya mengedipkan sebelah matanya sebagai jawaban. Dan sekarang Yuli nampak fokus mengerjakan nya lagi agar dia tidak lembur bersama Ricky
__ADS_1