Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Apa Harus Terluka Kembali?


__ADS_3

Setelah mengambil beberapa foto kini mereka semua pun mencari tempat untuk duduk dan mengobrol


"Pesan apa kita?". Tanya Kinara


"Kalau gue samakan saja Nar sama kalian". Kata Yuli yang kini sedang menatap ke arah pantai


"Kalau yang lain nya?". Tanya Kinara


Mereka pun menyebut kan apa yang ingin di pesan satu persatu dan Kinara pun mencatat nya Setelah itu dia berikan kepada penjual yang ada di sana


"Kamu kenapa Yul ?". Tanya Kinara


"Kenapa semua orang tanya gue kenapa padahal kan gue tidak lagi kenapa-kenapa". Kata Yuli


"Kalau tidak kenapa-kenapa kamu pasti akan banyak bicara dan juga mungkin berdebat dengan kak Arok". Kata Kinara


"Bosen gue debat sama dia". Kata Yuli


"Siapa juga yang mau berdebat dengan Lo tiap hari". Kata Arok


"Oh ya apa kamu bisa menghubungi Dira sekarang aku ingin bicara dengan nya?". Tanya Yuli


Ricky langsung mengeluarkan ponsel nya dan segera menghubungi Dira


"Halo bos ada yang bisa saya bantu?". Tanya Dira


Ricky memberikan handphone nya kepada Yuli ketika mendengar ucapan Dira


"Dir bagaimana keadaan bunda di sana apa dia baik-baik saja?". Tanya Yuli langsung


"Dia baik-baik saja dan Sekarang terlihat dia sedang merawat tanaman yang ada di halaman rumah". Kata Dira


"Lo yakin dan gak bohong kan ?". Tanya Yuli yang masih terlihat tidak percaya


"Yakin karena saya juga sedang mengawasi nya sekarang". Kata Dira


"Kalau begitu ubah panggilan nya menjadi video call sekarang agar gue bisa melihat bunda gue di sana ". Kata Yuli


Dira pun menuruti apa yang di perintahkan oleh Bu bos nya


"Apa bisa melihat kalau nyonya ayu baik-baik saja". Kata Dira


"Syukur lah kalau bunda baik di sana dan Lo harus menjaga nya dengan benar awas saja kalau sampai bunda gue kenapa-kenapa gue bakal hajar Lo nanti". Kata Yuli


"Saya akan menjamin keselamatan nyonya Ayu". Kata Dira


"Ya sudah kalau begitu terima kasih ya". Kata Yuli


"Sama-sama Bu bos". Jawab Dira


Dan Yuli pun mematikan panggilan telepon nya dan segera memberikan handphone Ricky kepada pemilik nya. Ekspresi Yuli berubah menjadi riang setelah berbicara dengan Dira tadi


"Sudah aku bilang jangan menghawatirkan bunda di sana". Kata Ricky


"Namanya juga anak nya pasti khawatir lah apa kamu tidak pernah khawatir dengan orang tua kamu yang berada jauh di sana?". Tanya Yuli


"Tidak sama sekali". Kata Ricky


"Jujur sekali ya kekasih ku ini". Sindir Yuli


"Lagi pula mana ada orang yang mau mengusik mereka selama mereka mempunyai seorang anggota keluarga seperti aku". Kata Ricky membuat Yuli tertawa


"Wah percaya diri nya semakin tinggi ya sekarang mengalah kan Galang". Kata Yuli


"Lo juga kenal dengan Galang?". Tanya Grace


"Iya dia sahabat gue sebelum gue menjadi kekasih Ricky". Kata Yuli


"Apa Galang yang mempertemukan kalian berdua?". Tanya Grace


"Kepo banget Lo ya jadi orang". Kata Kikan


"Lo kenapa sih lagi pula dia yang gue tanya saja tidak keberatan kenapa Lo yang sewot". Kata Grace


"Terlalu ingin tahu itu tidak baik buat kesehatan". Kata Kikan


"Terlalu ikut campur urusan orang itu juga tidak baik". Kata Grace


"Perkataan itu cocok untuk Lo ". Kata Kikan

__ADS_1


"Kalian ini kenapa sih berdebat terus pusing aku mendengar nya". Kata Kinara


"Gak apa-apa kali Nar hiburan dan juga mengganti kan perdebatan gue dengan si manusia es". Kata Yuli


ponsel Yuli berdering dan tertera nama Bryan di ponsel tersebut dia pun segera mengangkat nya dan menjauh dari mereka semua


"Tumben sekali Yuli mengangkat telfon saja menjauh dari kita apa memang dia ada masalah ya". Kata Kinara


"Apa jangan-jangan memang benar dia ada masalah karena setiap ada masalah kan dia akan bercerita kepada Bryan bukan Galang ataupun kita jika masalah nya serius". Kata Kikan


"Rick Lo mau kemana?". Tanya Ken tetapi yang di tanya tidak menjawab sama sekali dan dia terus berjalan untuk menghampiri kekasih nya


Ricky tiba-tiba mengambil ponsel Yuli dan segera mematikan sambungan telepon nya


"Kami kalau ada masalah cerita sama aku jangan ke orang lain". Kata Ricky yang kini terlihat emosi ketika tahu jika Yuli lebih memilih meminta bantuan Bryan dari pada dia


Yuli hanya melihat Ricky saja tanpa ingin menjawab perkataan nya sedikit pun


"Apa kamu tidak percaya jika aku bisa menyelesaikan masalah yang kamu hadapi padahal aku sudah pernah membuktikan nya dengan membawa Bryan kembali dengan selamat". Kata Ricky


Para sahabat Ricky melihat jika Ricky sedang emosi segera menghampiri nya terutama Caesar dia langsung berlari menghampiri kakak nya


"Rick Lo tenang dulu gak usah emosi". Kata Ken


"Kenapa harus selalu Bryan yang kami andalkan padahal aku sudah bilang Jika kami bisa mengandalkan aku dan aku akan selalu mengutamakan kamu dari apapun". Kata Ricky


Mereka tidak bisa melerai jika Ricky seperti itu bisa saja nanti mereka akan kena dampak nya mendapat kan pukulan dari sahabat nya itu


"Sudah selesai bicara dan marah nya sekarang kembali kan ponsel ku". Kata Yuli dengan santai nya


"Apa sebenar nya masalah yang kamu hadapi?". Tanya Ricky


"Aku bertanya kepada Bryan kenapa dia memutuskan kekasih nya dan dia belum menjawab pertanyaan ku itu apa kamu mau membantu mencari tahu tentang hal itu?". Tanya Yuli lalu mengambil ponsel nya di tangan Ricky


Ricky pun terdiam sejenak karena dia juga tahu apa alasan Bryan melakukan hal tersebut


"Kenapa diam kata nya mau membantu aku tunggu jawaban dari bantuan kamu itu segera". Kata Yuli lalu pergi menuju meja mereka tadi


"Kak Ricky jangan terlalu negatif thinking kepada dia". Kata Kinara


"Kakak hanya tidak ingin jika dia selalu meminta bantuan Bryan kan ada kakak kenapa harus Bryan yang di minta tolong". Kata Ricky


Ricky tidak perduli dan dia kembali juga ke meja mereka tadi lalu dia menatap Yuli


"Aku minta maaf karena terlalu emosi tadi". Kata Ricky


"bukan emosi tapi terlalu cemburu yang berlebihan". Kata Yuli


"Ya kamu benar aku memang sangat cemburu apalagi dengan Bryan". Kata Ricky mengakui nya dengan jujur


"Dulu dengan Stella dia tidak seperti ini tapi kenapa dengan kekasih nya yang baru terlihat sangat pencemburu sekali". Kata Grace tanpa sadar membuat Stella melihat nya


"Jangan membahas masa lalu karena itu tidak ada guna nya". Kata Ricky


Makanan mereka sudah datang dan siap di atas meja "Sudah mengobrol nya di lanjut lagi nanti saja sekarang kita makan dulu". Kata Yuli


Seperti biasa nya jika bersama dengan Yuli Ricky akan makan sepiring berdua saja dengan nya dan kini Stella pun melihat mereka berdua yang terlihat sangat romantis sekali itu


"Jangan cemburu Mungkin saja Ricky hanya memanasi kamu saja". Bisik Grace


Stella pun melanjutkan makan nya dan dia juga sesekali melirik Ricky dan juga Yuli


"Habiskan saja aku sudah sangat kenyang sekali". Kata Yuli dan Ricky menuruti nya


"Kamu banyak berubah ya dulu tidak pernah suka makan bersama apalagi makan bekas punya orang". Kata Stella


"Waktu terus berjalan dan tidak mungkin juga gue akan tetap seperti dulu". Kata Ricky


"Benar kata kamu waktu memang terus berjalan dan kita juga tidak akan bisa kembali lagi ke masa lalu". Kata Stella membuat Ricky menatap dia


"Jika kita tidak bisa kembali ke masa lalu maka pergunakan waktu dengan sebaik mungkin dan Jangan melakukan kesalahan yang tidak perlu". Kata Ricky yang terdengar jelas sekali kalau menyindir Stella


"Kamu benar sekali dan aku minta maaf dengan apa yang aku lakukan dulu terhadap kamu ada alasan tersendiri kenapa aku melakukan hal itu". Kata Stella


"Apapun alasan nya Stella juga sebenar nya berat untuk melakukan hal tersebut tapi dulu dia juga sangat terpaksa". Kata Grace mencoba untuk membela sepupu nya agar tidak terlihat buruk di mata mereka


"Jika berat bisa di bicarakan baik-baik kan sebelum dia pergi meninggalkan Ricky dan membuat dia menjadi emosional waktu itu". Kata Rere


"Iya aku tahu aku salah dan mungkin juga tidak akan bisa mendapat kan maaf dari kalian". Kata Stella sambil menunduk kan kepala nya karena dia juga tidak sanggup untuk berbicara lagi

__ADS_1


Dulu dia memang di suruh kakak nya untuk meninggalkan Ricky dengan alasan yang sangat membuat nya kecewa terhadap Ricky dan beberapa hari ini dia mengetahui jika Sang kakak Hans telah membohongi nya maka dari itu dia merasa bersalah sekali kepada Ricky sekarang


"Maaf tidak akan bisa mengembalikan segala nya seperti dulu lagi". Kata Ricky


"Ya aku tahu hal itu". Kata Stella


"Apa Hans yang menyuruh kamu untuk meninggalkan Ricky dulu?". Tanya Ipank


"Benar kakak yang menyuruh aku dulu dengan alasan yang sangat masuk akal sekali dan ternyata aku begitu bodoh karena itu hanya alasan yang di buat-buat oleh nya". Kata


"Kakak Lo itu memang b******k sekali dan tega sekali dia mengorbankan kebahagiaan adik nya hanya untuk melihat kehancuran Ricky saja". Kata Ken


"Hans terlalu berambisi untuk menjatuhkan Ricky hingga dia melakukan segala cara termasuk memperalat adik nya sendiri dan juga mengorbankan perasaan adik nya". Kata Rere


Caesar yang terlihat sudah muak dengan semua itu ingin menghentikan obrolan mereka tapi kode dari Yuli pun menghentikan niat nya


"Seharus nya kita bunuh saja dia dulu tapi kita tidak melakukan nya karena menghargai dan menjaga perasaan Stella". Kata Ken


"Biar bagaimanapun Stella juga pernah menjadi bagian dari kita". Kata Ipank


Dari mereka semua memang Ipank yang masih bersikap lembut kepada Stella hingga sekarang


"Gue pergi dulu sebentar kalian bisa melanjutkan obrolan nya". Kata Yuli yang langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka semua


Memang sakit jika mendengar mereka berbicara apalagi Yuli sekarang tahu jika dulu Stella pergi bukan karena keinginan nya


Ricky pun langsung mengejar dia dan di susul dengan yang lain nya juga


"Apa mungkin aku akan mengalami luka yang sama seperti dulu apa luka itu akan terulang kembali tuhan". Batin Yuli yang masih tetap berjalan dengan cepat nya


Dia berjalan menuju pohon kelapa tempat dia menenangkan diri tadi dan kini dia kembali ke sana dan mencoba untuk menenangkan diri nya kembali. Cemburu itu mungkin saja yang dia rasakan sekarang ketika melihat tatapan Ricky kepada Stella dan juga mendengar Pembicaraan mereka semua tadi


Dia kembali memejamkan mata nya dan menghirup udara di pantai yang sangat menenangkan diri nya itu


Ricky dan yang lain nya yang mengejar dia pun Kini melihat Yuli yang terdiam di bawah pohon kelapa


"Dia kenapa sih cemburu ada-ada saja". Kata Grace lalu mendapat tatapan tajam dari Ricky


"Sayang maaf bukan maksud aku untuk membuat kamu terluka tadi aku hanya ingin mengobrol saja dengan Stella". Kata Ricky yang kini sudah berada di depan Yuli sambil memegang tangan kekasih nya itu


"Tidak masalah dan bisa gak tinggal kan aku sendiri dulu di sini". Kata Yuli yang masih memejamkan mata nya


"Kita harus bicara dulu dan aku juga mana mungkin bisa meninggal kan kamu sendiri di sini". Kata Ricky dengan lembut nya


Tidak ada kata yang terucap dari bibir Yuli dia hanya diam dan tetap memejamkan mata nya


"Kak sebaik nya kita pergi saja dan biarkan dia sendiri dulu". Kata Kinara


Ricky beranjak dari tempat nya namun dia memilih tetap di situ dan berada sedikit jauh dari kekasih nya


"Kalian jika ingin kembali pergi saja". Kata Ricky


Yuli menghela nafas nya dengan kasar lalu dia bangkit dari duduk nya


"Kita kembali ke villa sekarang". Kata Yuli sambil menggandeng tangan Ricky


Yuli baru ingat jika dia marah atau sedih pasti Ricky akan melakukan hal yang akan merugikan orang lain dan dia tahu hal tersebut juga dari Bryan dan juga Galang oleh sebab itu kini dia menekan perasaan nya agar tidak cemburu dan juga bersikap biasa saja dengan semua hal yang dia lihat dan dengar tadi


"Kalau begitu aku pamit dulu ya dan maaf kalau aku membuat kamu salah paham. Aku dan Ricky juga sudah tidak memiliki hubungan lagi jadi kamu tidak usah khawatir". Kata Stella


Yuli tersenyum kepada Stella dengan tulus nya " Kenapa harus buru-buru kita pergi bareng saja kembali ke villa nya". Kata Yuli


"Dan aku tidak menerima penolakan ya". Kata Yuli lagi


Mereka sekarang pergi berjalan bersama. Tidak ada obrolan sama sekali yang tercipta di antara mereka dan Yuli masih menggenggam tangan kekasih nya itu. Meskipun hati nya terluka Yuli akan berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan nya dari siapapun


"Kita duluan Sampai bertemu lagi". Kata Yuli


Mereka sudah Sampai di villa dan Yuli memilih untuk duduk bersantai di ruang tamu sambil memakan cemilan yang ada di sana


"Kamu masih marah?". Tidak Ricky


"Marah soal apa? aku tidak marah sayang kamu suka sekali kayak nya kalau aku marah Hem". Kata Yuli


Ricky tersenyum mendengar hal tersebut dan dia sedikit lega di buat nya


"Kenapa kalian melihat gue seperti itu mau hilang mata kalian". Kata Yuli bercanda


"Memang bisa Lo melakukan nya?". Tanya Arok

__ADS_1


"Ya bisa lah kan ada kekasih ku yang akan melakukan nya untuk mengeluarkan mata kalian dari tempat nya". Kata Yuli lalu tertawa ketika melihat ekspresi kesal dari wajah para sahabat Ricky


__ADS_2