
Di rumah Ricky kini sibuk mengotak ngatik mobil nya yang akan dia gunakan untuk balapan nanti malam
"Apa harus kita bawa ke bengkel saja mobil Lo Rick untuk di benahi?". Tanya Ipank
"Tidak perlu karena gue juga bisa memperbaiki nya ini juga sangat mudah sekali". Kata Ricky
"Ya sudah Lo urus saja mobil nya sendiri kan Lo juga yang tahu bagaimana keadaan mobil Lo". Kata Ipank
Dua kini bersantai bersama dengan yang lain nya sambil menunggu Ricky selesai memperbaiki mobil nya
"Dia tidak mau di bantu?". Tanya Ken
"Seperti yang Lo lihat mana mau dia di bantu selama dia masih bisa". jawab Ipank
"Memang dia selalu saja bekerja keras dan akan melakukan segala nya sendiri jika dia merasa dirinya mampu". Kata Rere
"Apa dia tidak izin dulu kepada kekasih nya?". Tanya Ken
"Tidak perlu juga kenapa lagi pula tidak harus segala apa yang Ricky lakukan izin dulu dengan kekasih nya seperti tidak ada privasi saja untuk dia". Kata Rere
"Lo salah Re gue rasa Mungkin nanti Ricky akan meminta izin kepada Yuli". Kata Ipank
"Dan Yuli tidak akan mengizinkan dia". kata Ken
"Kalau dia tidak mengizinkan gue gak setuju sama saja dia membatasi kegiatan Ricky". kata Rere
"Jangan berpikir seperti itu mana mungkin juga dia membatasi ruang gerak Ricky kan Lo tahu juga bagaimana Yuli". Kata Arok
"Oh ya bagaimana soal Justin apa kalian ada yang mendapat kan informasi nya?". Tanya Rere
"Dia terlalu bodoh jika ingin menyerang Ricky meski dia mendapat kan bantuan nya dia juga tidak akan bisa mengalahkan Ricky". Kata Ipank
"Kalian salah Ricky bisa saja kalah jika Yuli yang menjadi sasaran mereka. Yuli adalah sumber dari segala nya sumber kekuatan dan kelemahan Ricky jadi kita lihat saja bagaimana nanti jika Yuli bisa melindungi diri nya maka Ricky dan kita semua yang akan menang dan jika tidak ya Ricky akan berakhir". Kata Arok
"Benar juga dan semoga saja bela diri Yuli bisa sangat berguna sekali nanti nya". Kata Ipank
Mereka kembali melihat Ricky yang sedang sibuk itu dan kini mereka hanya bisa melihat nya saja sebab Ricky memang tidak mau di bantu.
"Sudah selesai Rick wah keren sekali mobil Lo ini". Kata Rere yang sangat kagum sekali dengan mobil Ricky yang baru saja dia modifikasi sendiri
"Apa Lo mau tes Drive Rick sekarang?". Tanya Ipank
"Nanti saja sebaik nya kita sekarang masuk ke dalam". kata Ricky
Dia pun masuk ke dalam untuk mengobrol di dalam rumah saja sementara mobil nya dia biarkan di garasi rumah nya . Ricky terlihat sangat serius sekali berbincang dengan para sahabat nya membahas perusahaan nya dan juga beberapa hal penting lain nya sebelum Ricky besok pergi mengantar Rani. Banyak juga rencana yang di buat Ricky dan yang lain nya apalagi itu juga berhubungan dengan bisnis mereka juga.
"Bagaimana tentang bisnis kita yang ada di Texas Rick?". Tidak Arok
."Seperti yang Lo dapat kan laporan nya bisnis kita di sana sangat bagus sekali perkembangan nya". kata Ricky
"Lo benar juga tapi gue heran kenapa tidak ada satupun yang mau menggoyahkan bisnis kita yang ada di sana". kata Ken
"Mungkin saja mereka takut dengan kita". Kata Rere
"Meskipun tidak ada pergerakan dari pesaing kita taoi tetap waspada saja agar kita bisa mengantisipasi apapun nanti". Kata Ricky.
Obrolan mereka pun terus berlanjut hingga malam tiba dan waktu nya mereka makan malam bersama sekarang
"Siapa yang masak ini semua tadi?". Tanya Rere
."Yang pasti bukan kekasih Ricky". kata Arok
"Ya memang bukan gue Rok kan kalian juga tahu kalau gue hanya bisa masak ramen saja". kata Yuli dengan santai nya sambil makan makanan yang telah di sajikan
"Sudah lah kak jangan mulai perdebatan lagi". kata Kinara
"Nah dengarkan tuh apa kata adik Lo". Kata Yuli
Mereka kini makan kembali dan juga sangat menikmati makanan yang di makan
"Setelah ini istirahat saja semua dan juga jangan pergi kemana-mana karena aku juga ada urusan malam ini". kata Ricky
Dia tidak memberi tahu kepada kekasih nya jika dia akan balapan karena menurut nya juga tidak penting jadi dia tidak berpamitan kepada Yuli untuk balapan kembali nanti malam
"Kalau pergi hati-hati di jalan". Kata Yuli
__ADS_1
Mereka kemudian makan kembali dan segera menghabiskan makanan nya
"Jika sudah tinggal kan saja biar nanti Bik Ma yang membereskan nya". Kata Ricky
"Ada asisten rumah tangga nya di sini?". Tanya Yuli
"Ada beberapa hari yang lalu dia izin tidak masuk karena sakit jadi aku membiarkan dia untuk istirahat di rumah yang ada di halaman dekat taman". Kata Ricky
"Jadi rumah di sana itu untuk asisten rumah tangga kamu memang berapa asisten yang kamu punya?". Tanya Yuli
"banyak tapi hanya bik na yang bisa keluar masuk rumah ini dengan bebas nya". Kata Ricky
"Oh gitu ya sudah kalian berangkat saja dan ingat hati-hati di jalan". Kata Yuli
Tidak lupa juga Ricky mencium pipi kekasih nya lalu pergi meninggalkan mereka semua membuat yang lain nya tersenyum melihat tingkah Ricky yang seperti itu bahkan dia sudah mau melakukan nya di depan banyak orang sekarang.
"Cie Yang semakin dekat dengan kak Ricky". Kata Kinara
"Sudah lah gak usah menggoda Nar. Kalian kembali saja ke kamar biar aku membereskan ini semua". Kata Yuli
"Kita bereskan sama-sama saja biar cepat selesai". Kata Kikan
Mereka setuju dan kini mereka membereskan semua nya yang ada di meja makan dan tidak lupa juga Yuli mencuci piring yang sudah kotor itu sendiri
"Non Kinar kenapa melakukan pekerjaan ini biar bibik saja non". kata Bik Na yang baru saja datang melihat Kinara bersih-bersih dia pun mempercepat jalan nya dan menghampiri mereka
"Tidak apa-apa bik kan Kinar mau bantu bibi apa tidak boleh". Kata Kinara dengan lembut nya
"Bibi Tidak keberatan non tapi jika tuan Arok tahu nanti bisa marah". Kata Bik Na
"Tenang saja kak Arok tidak akan marah jadi bib biarkan saja Kinara ikut beres-beres dan lagi pula kekasih nya kak Ricky juga beres-beres dan malahan dia yang mengusulkan untuk kita sendiri yang membersihkan nya karena dia juga tidak enak sekali setelah tahu bibi habis sakit dan sekarang mau di suruh membereskan semua nya". Kata Kinara membuat bik nya kaget. bik Na tahu tentang kekasih Ricky tapi dia belum tahu bagaimana dia. kini bik nya juga di buat terkejut karena kekasih Ricky yang sekarang mau membereskan rumah bahkan mencuci piring juga dia mau
"bibi sangat penasaran sekali dengan nona Yuli". Kata Bik Na yang sudah melihat Yuli yang kini sedang mencuci piring
"Ke sana saja bik dia juga orang nya baik sekali kok tidak seperti kekasih kak Ricky yang lain nya". Kata Kikan
Bik Na masih ragu apa dia harus mendatangi Yuli atau tidak dan dia pun memutuskan untuk ikut membereskan yang ada di ruang makan saja karena dia juga melihat seperti nya pekerjaan Yuli sudah selesai
"Kalian sudah selesai?". Tanya Yuli dari jauh sambil berjalan menghampiri mereka
Yuli menghampiri mereka dan dia melihat perempuan paruh baya yang kini berada bersama mereka semua dia pun tersenyum memandang nya
"Non perkenalan saya bik Na asisten rumah tangga di sini". Kata Bik Na
"Saya Yuli. apa bibi sudah sehat Kenapa kemari sebaik nya istirahat di saja dulu". Kata Yuli sambil tersenyum. dia kini mengajak semua untuk duduk di sofa ruang tamu karena mereka ingin mengobrol bersama
"Tidak apa-apa non saya sudah cukup lama beristirahat jadi saya ingin bekerja kembali". kata Bik Na
"Kalau boleh tahu bik na asli mana ya kok muka dan nama nya seperti orang Indonesia?". Tanya Yuli
"Dia memang berasal dari Indonesia Yul dan bekerja bersama keluarga Hartama sudah lama dan bik nya juga yang mengurus kak Ricky waktu kecil maka dari itu bik na sekarang ada di sini". Kata Kinara menjelaskan
"Oh asal Indonesia sama seperti aku ya bik. bagaimana apa bibi betah ada di sini?". Tanya Yuli
"Saya sangat betah sekali bekerja bersama tuan Ricky karena dia orang yang sangat baik dan hangat". kata Bik Na
"Apa keluarga bibi juga ada di sini?". Tanya Yuli
"Keluarga bibi di Indonesia dan bibi di sini hanya bersama suami bibi dulu dan sekarang dia sudah tiada". kata Bik Na
Yuli dapat melihat raut wajah yang sangat merindukan keluarga nya mungkin bik Na rindu untuk bisa bertemu dengan keluarga nya yang ada di Indonesia dan dia tidak mengatakan nya kepada Ricky
"Bagaimana kalau bibi pulang dulu ke Indonesia mungkin saja keluarga bibi merindukan bibi di sana". Usul Yuli
"Ah tidak usah non saya tidak apa-apa lagi pula saya juga sering berkirim kabar kepada keluarga saya". Kata Bik Na
"Tidak apa-apa Bu nanti akan saya tanyakan kepada Ricky agar bibi bisa pulang sebentar ke rumah". Kata Yuli
"Ya sudah Yul kita masuk saja dulu untuk istirahat sekarang". Ajak Kinara
Mereka pun kini beranjak untuk pergi dari ruangan itu dan segera pergi ke lantai atas untuk beristirahat dan ternyata bik na menghentikan langkah Yuli dan dia ingin mengobrol berdua dengan Yuli
"Apa saya bisa mengobrol sebentar dengan anda nona?". Tanya bik na
Yuli pun mau dan dia kini kembali untuk duduk di ruang tamu agar bisa berbicara dengan bik ma dengan Santai nya
__ADS_1
"Bibi jangan memanggil saya nona panggil Yuli saja tidak masalah". Kata Yuli membuat bik Na tersenyum mendengar nya menurut dia Yuli terlihat sangat baik sekali dan mungkin juga cocok dengan majikan nya
"Memang benar anda cocok sekali dengan tuan Ricky". kata Bik Na
"Ah bibi bisa saja. Oh ya kalau boleh tahu berapa anak bibi di Indonesia?". Tanya Yuli
"Bibi punya anak tiga di sana dan semua juga sudah berkeluarga". Jawab bik na
"Jadi bibi sudah punya cucu di sana". Tebak Yuli
"Iya bibi sudah punya cucu di sana dan mereka juga sudah besar". Kata Bik Na
Terlihat sekali rindu yang sangat mendalam di mata Bik Na dan Yuli bisa merasakan hal itu dan dia nanti akan mencoba untuk bicara kepada Ricky agar bik na bisa pulang untuk menjenguk keluarga nya
"Apa bibi sudah lama bekerja bersama Ricky?". Tanya Yuli
"Sudah lama non bahkan sebelum tuan Ricky lahir bibi sudah bekerja untuk tuan Satria Hartama". Kata bik na
Banyak sekali hal yang di ceritakan oleh bik ma kepada Yuli dan hal itu juga mengenai bagaimana Ricky yang dulu nya sangat hangat sekali kepada semua orang hingga menjadi Ricky yang seperti ini sangat hebat dan juga berkuasa tapi di balik itu semua bik nya yakin bahwa Ricky masih lah tetap sama seperti dulu hanya saja tidak ada yang tahu kapan dia akan bersikap lembut kembali padahal kenyataannya sekarang dia sudah melakukan nya kepada Yuli
"Saya yakin sekali nona kalau tuan Ricky itu sangat baik dan anda juga baik jadi saya minta bersama lah dengan tuan Ricky dan kembali kan dia seperti dulu". Kata Bik Na yang terlihat tulus
"Saya juga tahu bik Kalau Ricky memang baik". Kata Yuli sambil tersenyum
Di tempat lain tepat nya di arena balapan Ricky sudah ada di sana setelah dia melakukan pemanasan untuk mengetes bagaimana kecepatan mobil nya kini dia sudah sampai di arena balapan
"Bukan nya itu Ayden sepupu Lo Re?". Tanya Ken
mereka pun langsung melihat kearah Ayden dan benar saja kini dia sudah ada di sana bersama pembalap yang akan balapan melawan Ricky
"Ternyata sepupu bodoh mu itu ada di sini tapi apa dia yang akan mempertaruhkan perusahaan nya untuk gue". Kata Ricky
Rere juga bingung kenapa Ayden berada di sini kakak Kikan itu tidak biasanya berada di area balapan seperti sekarang bahkan tidak mungkin juga dia kenal dengan pembalap itu kecuali ada yang mengenalkan nya
"Seperti nya memang dia di kenalkan seseorang dengan Jordan lihat saja di arah sana". Kata Ipank sambil mengalihkan pandangan nya kepada sosok Dimitri
"Kenapa dia bisa bersama dengan Dimitri di sini bodoh sekali dia bisa di manfaatkan oleh Dimitri". Kata Rere
"Sudah biarkan saja dia sekarang gue mau balapan dulu". Kata Ricky lalu melajukan mobilnya memasuki arena balapan
"Lama kita tidak bertemu Rick". Sapa Jordan
"Seperti nya Lo sangat merindukan gue Jordan". Kata Ricky
"Gue memang sangat merindukan Lo maka dari itu gue datang kemari". Kata Jordan
"Pintar juga Lo cari partner jadi jika Lo kalah Lo juga tidak akan kehilangan apapun". Kata Ricky
"Dan Lo pasti suka sekali dengan perusahaan dia hingga Lo mau ikut balapan malam ini". Kata Jordan
Jordan dan juga Ricky hanyalah rival dalam balapan jika di luar arena mereka berdua juga biasa saja saling kenal tapi tidak akrab.
Balapan pun segera di mulai dan mereka pun kini bersiap Ketika Bendera sudah i kibarkan Ricky dan Jordan pun melaju kan mobil nya dengan kemampuan nya masingmasing. Meskipun sering bertemu dan balapan dengan Ricky dia tetap tidak bisa mengungguli Ricky. Kejar mengejar terjadi di antara kedua nya dan kini terlihat juga Jordan tertinggal jauh oleh Ricky. tidak berapa lama Ricky sudah sampai di garis finish membuat Ayden merasa kesal sekali sebab dia kehilangan perusahaan nya karena Jordan kalah dengan Ricky
"Lo tenang saja nanti juga perusahaan Lo akan kembali lagi tunggu saja waktu nya kan ini juga memang rencana kita". Kata Dimitri lalu mereka berdua pun pergi dari Arena tersebut
Ricky sudah berada bersama dengan para sahabat nya dan Jordan pun menghampiri mereka
"Selamat bro Lo ternyata masih saja sama tidak tertandingi". kata Jordan
"Kenapa bisa Lo kenal dengan mereka berdua?". Tanya Ricky
"Mereka datang kepada ku dan menarwa kan perusahaan nya untuk ku jadikan bahan taruhan dan kata mereka gue harus balapan dengan Lo". Jawab Jordan
Ricky menyeringai mendengar nya dan dia bisa menebak apa yang mereka inginkan
"Ya sudah kalau begitu gue pergi dulu Rick". Kata Jordan lalu pergi meninggalkan Ricky dan sahabat nya di sana
"Apa perusahaan yang di berikan Ayden hanya pancingan saja Rick?". Tanya Ken
"Benar memang mereka melakukan nya dan untuk Lo Re suruh Dave untuk mengurus perusahaan itu dan berikan atas nama Kikan tapi jangan sampai ada yang tahu termasuk mereka semua". Kata Ricky
"Gue akan menyuruh Dave untuk melakukan nya besok Rick dan terima kasih Lo sudah mengembalikan hak milik Kikan". Kata Rere
Ricky mengangguk merespon ucapan sahabat nya itu dan kini mereka semua pergi dari tempat balapan menuju rumah Ricky untuk beristirahat
__ADS_1