
Arok akan menjadi orang yang berbahaya dan tak terkendali sama seperti Ricky jika itu mengenai adik kesayangan nya fan semua orang tahu akan hal itu, namun keganasan nya jika sedang marah masih belum bisa menandingi Ricky.
"Memang sungguh luar biasa para anggota Geng Punk itu memang ". Kata Dominic
"Kita tidak hanya Harus punya rencana yang matang jika ingin menyerang mereka tetapi kecerdikan serta kecerdasan juga di perlukan ". Kata DK
"Lo benar sekali. Gue juga heran bagaimana cara mereka menjadi sekuat itu". Kata Dominic
"Yang Pasti semua itu tidak lepas dari ikut campur Ricky juga". Kata DK dengan yakin bahwa ke kuatan mereka pasti di pelajari dari sang Leader nya.
******
Di dalam kamar di rumah Rere terlihat dua cewek sedang mengobrol dengan serius nya.
"Apa Yuli baik - baik saja ya? ". Tanya Kikan
"Gue yakin sekali Dia baik-baik saja karena dia adalah sahabat Kinara dan Ricky pasti tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat Kinara bersedih". Kata Rachel
"Semoga saja itu benar, Gue hanya takut saja Hel, Lo tahu sendiri kan gimana Yuli, Dia selalu menentang orang yang di anggap nya salah, jadi gue hanya takut kalau dia berbuat sesuatu pada Kak Ricky jika dia melakukan hal di luar batas". Kata Kikan
Omongan Kikan memang ada benarnya, Yuli adalah tipe cewek pemberani namun terkadang keberanian dia selalu muncul di tempat yang salah dan akan membuat nya malah susah
"Apa kita telfon saja Kak Rere untuk menanyakan bagaimana Yuli sekarang. " Kata Kikan Memberikan ide
"Apa lo berani tanya hal tersebut pada Rere di saat situasi seperti ini? ". Tanya Rachel
"Gue sih berani saja, tapi apa kak Rere akan menjawab jika gue tanya. " Kata Kikan
"Gue juga gak tahu. Sudah lah Tadi kan Yuli bilang akan menghubungi kita jika situasi nya aman". Kata Rachel
"Ya sudah kita tunggu kabar dari dia saja kalau begitu ". Kata Kikan
Dan mereka berdua sepakat untuk menunggu Kabar dari sahabat nya itu.
******
Di kantor SH para pegawai masih berkutat dengan kerjaan mereka dan juga terlihat sangat jelas kali ini mereka bekerja dengan sungguh-sungguh agar tidak di pecat atau bahkan di siksa oleh bos barunya yang sekarang tekenal sadis itu.
Sedang kan di ruangan Ricky masih ada para anak buah khususnya dan juga Yuli yang berada di sana yang masih berbicara dengan Galang di handpone Ricky
"Lo pikir lo itu burung bisa terbang ". Kata Ricky mengejek
"Sialan lo ya, dari tadi ngejek gue mulu. oh ya Rick apa lo sudah punya cewrk sekarang? ". Tanya Galang
"Itu bukan urusan lo". Jawab Ricky dengan nada datarnya
"Ayolah Rick gue tahu lo itu cowok yang tampan dan juga pasti banyak yang antri buat jadi pacar lo. Lo harus nya bisa memilih satu yang di ajak serius". Kata Galang
"Lo kenapa jadi cerewet sekali sih Lang". Kata Ricky dengan kesalnya
"Gue begini juga karena gak mau lo terlalu larut dalam patah hati yang mendalam".Kata Galang Ganti mengejek Ricky
Selama ini tidak ada sahabat Ricky yang berani menyinggung tentang percintaan Ricky karena mereka tahu dia paling tidak bisa di usik privasinya namun kembali lagi terkecuali Kinara Dan Galang. Hanya mereka berdua yang bisa melakukan hal tersebut
"Lo memang ngelunjak ya lama-lama Lang, awas lo kalau sudah sampai di sini habis lo sama gue". Kata Ricky
Dan Galang pun tidak pernah peduli dengan perkataan Ricky yang terdengar seperti ancaman bagi orang lain tapi bagi Galang itu hanya candaan karena Galang Juga tahu batasan ucapannya pada Ricky agar tidak membuat nya marah.
"Gue tunggu hal tersebut karena gue ingin melihat dan tahu bagaimana cara lo melakukan hal tersebut". Tantang Galang
Ricky hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Galang tersebut namun berbeda dengan Yuli yang terlihat kagum melihat persahabatan mereka
"Sudah gue banyak pekerjaan dan nanti kalau lo sudah sampai bandara kabari gue biar Dira jemput elo". Kata Ricky dan tanpa menunggu jawaban langsung memutuskan sambungan Telfon nya.
__ADS_1
"Apa lo sudah faham tentang pekerjaan lo? ". Tanya Ricky pada Yuli
"Masih banyak yang gak gue fahami, susah banget ya jadi sekretaris itu? ". Kata Yuli
"Apa lo mau menyerah? ". Tanya Ricky
"Mana mungkin gue menyerah dengan hal sepele seperti ini, tapi apa gak ada cara yang lebih mudah untuk mempelajarinya? ". Tanya Yuli
"Kalian sebaiknya keluar dan lakukan tugas kalian sesuai perintah gue". Kata Ricky
mereka pun membungkuk kan badan dan berpamitan pada Sang Bos.
Kini Tinggal lah Ricky dan Yuli saja Di ruangan tersebut, Tidak terlihat ke canggungan di antara mereka berdua.
"Lo kemari, Gue ajari cara agar cepat bisa beradaptasi dengan cepat pada tugas lo nanti nya". Perintah Ricky
Dan Yuli pun dengan antusia berjalan mendekati Ricky di tempat duduknya
"Serius lo mau ajari gue? ". Tanya Yuli yang sekarang sudah berada di samping Ricky
Ricky pun menatap Yuli dengan wajah serius nya
"Apa gue terlihat bercand?". Tanya Ricky
Yuli pun menggelengkan kepalanya "Sini gue ajari apa yang lo tidak bisa. " Kata Ricky
Dan akhirnya Ricky pun mengajari Yuli dam terlihat sangat sabar sekali dengan ketidak pahaman Yuli yang berkali-kali dia sudah menjelaskan namun hasilnya tetap sama
"Kenapa susah banget ya, apa memang otak gue yang overlimit jadi gak bisa menampun apa yang sudah lo jelaskan tadi ". Kata Yuli yang terlihat sangat lesu sekali
"Mending kita makan dulu di kantin kantor, mungkin lo lelah belum makan siang karena dari pulang sekolah langsung ke sini". Kata Ricky mengajak Yuli
"Ok, tapi gue boleh kas bon dulu gak karena gue gak punya uang buat beli makanan". Tanya Yuli
Sepanjang perjalanan mereka berdua menuju Kantin banyak pasang mata yang melihat dan bertanya-tanya siapa cewek yang berjalan di belakang bos mereka itu. Mereka pernah melihat Ricky membawa Perempuan ke perusahaan ini namun bukan yang sekarang berjalan bersamanya, malah cewek sebelum nya terlihat lebih modis dan glamor dandanan nya, terlihat sangat berkelas sekali
"Lihat cewek di belakang bos itu, apa dia kekasihnya ya? ". Kata salah satu pegawai dengan suara pelan
"Gue juga gak tahu, tapi tampilan nya terlihat biasa saja, apa mungkin dia jafi kekasih bos? ". Katanya
"Iya juga sih, lagian yang dulu datang kemari jauh lebih cantik dari pada yang sekarang ". Kata yang lain nya
mereka pun berbisik-bisik sertabuat dugaan apa benar yang berjalan di belakang bos nya itu adalah kekasihnya?
"Kenapa mereka melihat seperti itu sih". Kata Yuli yang merasa risih
Ricky pun menghentikan langkah nya mendengar perkataan Yuli dan membuat Yuli yang tidak fokus menabraknya
"Kenapa berhenti gak bilang-bilang sih". Kata Yuli dengan kesalnya
"Lo jangan berjalan di belakang gue biar gak nabrak-nabrak gue mulu kalau gue berhenti memdadak, lagian kalau jalan jangan meleng lo". Kata Ricky sambil menatap Yuli membuat para pegawai semakin penasaran melihat interaksi
mereka berdua
"Gue risih banget deh dengan para pegawai di sini, coba lo lihat tatapan nya mereka membuat gue gak nyaman banget ". Kata Yuli
Ricky pun langsung memgalihkan pandangan nya kepada para pegawai kantor dan mereka langsung tertunduk ketika tahu sang bos menatap mereka dengan tajam nya
"Apa kalian lupa apa yang ku katakan tadi? ". Kata Ricky dengan nada suara tinggi nya
mereka satu pun tidak ada yang berani menjawab dan masih menundukkan kepalanya
"Jika kalian ingin kehilangan bagian tubuh kalian silahkan terus bergosip ". Kata Ricky lalu berjalan menggandeng tangan Yuli dan membuat dia kaget
__ADS_1
Sedang kan Ketiga anak buah Ricky menatap tak percaya dengan apa yang di lihatnya baru saja
"Apa Dia kekasih Bos yang baru? ". Tanya Betran
"Gue juga gak tahu karena gue juga baru lihat dia hari ini". Jawab Diego
"Apa mungkin Bos menjalin hubungan dengan Dia yang terlihat sekali bukan tipe orang seperti nona Stella ". Kata Betran
"Mungkin saja selera bos berubah sekarang, tapi kita juga tidak bisa menerka karena bos juga tidak berkata apapun tenang cewek itu". Kata Greg
"Apa Kita tanya Dira saja, siapa tahu dia punya jawabannya ". Usul Betran
"Apa yang sedang kalian bicarakan di sini? ". Tanya Dira yang sedang berjalan menghampiri mereka bertiga
"Apa kaliam di bayar hanya untuk bergosip saja, apalagi itu tentang bos kita sendiri? ". Tanya nya lagi
"Sory Dir, Gue hanya heran dengan kedekatan bos dengan cewek itu karena setahu kita juga bos tidak pernah dekat dengan siapapun setelah putus dengan nona Stella kecuali Nona Kinara". Kata Betran
"Jangan pernah lo mengurusi urusan bos kita jika masih ingin berada di bumi ini lagi, Lo tahukan bagaimana ganas nya dia". Kata Dira Mengingatkan
"Iya Dir kita tahu dan tadi kita semua hanya hilaf saja". Kata Diego
"Lankutkan saja pekerjaan kalian dan satu jam lagi kalian boleh pulang kecuali Diego, dia harus tetap bekerja seperti biasa nya". Kata Dira
Ketiga nya tidak membantah dan mengangguk kan kepala nya mengerti.
Sementara itu Yuli masih heran dengan tingkah Ricky yang masih memegang tangan nya hingga menuju kantin yang ada di kantor tersebut
"apa gak bisa di lepas bos tangan nya, kan kita gak nyebrang". Kata Yuli membuat Ricky menghentukan langkah nya dan melihat ke arah yang tadi di ucapkan oleh Yuli
"Sory gue gak sadar melakukan hal itu ". Kata Ricky
"Kalau gak sadar mana bisa sampai di kantin bos". Ucap Yuli sambil tersenyum membuat Ricky menjitak kepala nya
Yuli meringis kesakitan akibat ulah bis nya ini " Kenapa senang banget main fisik sih". Kata Yuli sambil mengelus kepala nya
"Apa lo mau gue elus kepala lo hem". Goda Ricky membuat Yuli merasa aura menyeramkan muncul
"Sudah gak usah bercanda mulu mending kita makan sekarang, sudah lapar banget nih gue". Kata Yuli
Mereka langsung menuju meja makan yang masih kosong. Orang-orang di kantin pun heran melihat ke datangan Ricky karena sejak dulu jika dia datang ke sini dia tidak pernah mau makan bahkan menginjak kan kakinya di kantin dan sekarang dia bahkan membawa seorang cewek ke sana itu hal yang luar biasa buat mereka yang melihat nya.
"Lo mau makan apa? ". Tanya Ricky
"ada bakso gak di sini? ". Kata Yuli balik bertanya
Ricky pun memanggil seseorang yang bekerja di kantin dan menanyakan apa saja menu di kantin ini
"apa ada bakso di sini"?. Tanya Ricky
"Ma'af tuan di sini tidak menyediakan menu seperti itu karena tidak ada yang menyukainya". Kata nya dengan gugup
"Kalau gitu gue pesan ramen saja deh". Kata Yuli
"Ma'af sekali lagi nona, makanan seperti ramen dan bakso tidak tersedia di sini". Jawab nya lagi semakin gugup
"Kalai semua nya tidak ada tututp saja kantin ini". Kata Ricky dengan emosinya
Para pegawai dan pekerja kantin kaget mendengar hal tersebut, mereka juga takut dengan Bos nya jika dia benar-benar marah maka habis mereka semua.
"Sudah lah gak usah emosi begitu lagian eajar saja jika menu seperti itu tidak ada di sini karena Perusahaan ini sangat berkelas sekali, jadi harus menjaga pola makan para pegawai nya agar tetap sehat. Iya kan Bu? ". Tanya Yuli sabil tersenyum kepada orang yang di bentak Ricky barusan
"Benar Non, kami hanya menyediakan makanan sesuai selera para pegawai di sini dan juga makanan yang tersedia atas perintah Tuan Edward juga". Jawab nya sambil gemetaran dan Yuli bisa melihat hal tersebut
__ADS_1