
Yuli tahu jika Galang saat ini ingin menertawakan hadiah yang akan dia berikan kepada Ricky namun Yuli hanya diam saja dan membiarkan hal tersebut terjadi toh Galang juga mana mungkin melakukan nya
"Lo yakin ingin memberikan hadiah itu untuk Ricky?". Tanya Galang
"Sangat yakin sekali dan juga gelang ini bagus dan unik jadi pantas untuk Ricky gunakan dan gue sangat yakin jika dia akan menyukai nya nanti". Kata Yuli
"Benar juga, apapun yang Lo berikan kepada dia pasti akan dia terima dengan senang hati". Kata Galang
"Apa Lo tidak ingin menyusul kita ke sini Lang?". Tanya Yuli
Galang mau saja melakukan hal tersebut tapi dia tentu saja harus bilang dulu kepada Ricky karena jika dia datang ke sana tiba-tiba mungkin saja akan merusak rencana Ricky nanti nya
"Tidak. gue sibuk sekali di sini". Kata Galang
"Ya sudah kalau begitu semangat saja menyelesaikan urusan Lo di sana dan jika ada waktu kunjungi gue lagi". Kata Yuli lalu memutus panggilan video call nya.
Kini dia pun beranjak pergi untuk segera beristirahat karena dia juga merasa sangat lelah sekali
"Gue tidur dulu dan Bryan bagaimana kalau besok kita berolahraga keliling komplek ini". Kata Yuli
Bryan menyetujui apa yang di katakan Yuli sebab mereka juga sudah lama tidak berolahraga bersama juga
"Apa tadi Lo melihat Demian hingga Lo memutuskan untuk segera pulang?". Tanya Leon
"Jadi Lo sudah tahu jika dia ada di sana tadi". Kata Caesar
"Gue tahu sejak kita ada di restoran Lo bahkan dia sudah mengintai sejak awal". Kata Leon
Caesar merasa jika Leon tidak ada di pihak nya tapi biar bagaimanapun dia tidak akan melakukan apapun karena dia yakin Ricky pasti tahu bagaimana Leon hingga dia menyuruh nya mengikuti Yuli
"Lalu kenapa Lo tidak memberi tahu hal tersebut kepada kita Leon?". Tanya Hiro
"Gue mengira kalian juga mengetahui nya maka dari itu gue hanya diam saja". Kata Leon
"Sudah mulai sekarang kita harus lebih waspada lagi jika berada di luar apalagi Demian sudah ada di sini dan dia juga sudah memantau kita". Kata Bryan
Bryan merasa tidak tenang sama seperti Caesar dia mengira jika Leon tidak berada di pihak mereka dan kini dia pun merasa waspada sekali terhadap Leon bahkan Leon pun bisa merasakan jika mereka memang kini terlihat waspada kepada nya tapi dia hanya diam dan tenang saja.
"Sebaik nya kita istirahat saja sekarang". Kata Caesar". Mereka pun pergi untuk beristirahat di kamar masing-masing
Jam menunjuk kan pukul dua belas malam dan kini terlihat Leon keluar dari rumah Caesar dan dia pun mengendarai salah satu mobil memilik Caesar.
dia pergi ke sebuah bar yang ada di sana dan terlihat juga dia menemui seseorang
"lama kita tidak bertemu Leon". Sapa Demian
Leon lun segera duduk bersama dengan Demian dan dia pun segera minum minuman yang sudah ada di meja tersebut
"kenapa Lo ada di sini juga, apa Lo mau melakukan penyerangan itu di sini?". tanya Leon
"Menurut mu bagaimana". Kata Demian sambil tersenyum tenang
"Apa Lo tidak punya otak hingga ingin melakukan hal tersebut apalagi di tempat umum tadi". Kata Leon
"Apa Sekarang kau khawatir dengan ku Leon". Kata Demian
Leon menatap Demian dengan datar nya bahkan dia tidak habis pikir kenapa juga Demian ingin sekali menarget kan Yuli. Jika dia yang berurusan dengan Ricky maka dia memilih tidak akan melibatkan kekasih Ricky karena menyakiti nya sama saja membangunkan sifat Devil Ricky yang sulit di kendalikan bahkan jika dia sudah seperti itu
"Mana mungkin gue khawatir Kepada Lo. Jangan mimpi". Kata Leon
Demian menyeringai sekarang dan dia juga tahu mana mungkin Leon khawatir terhadap nya bahkan jika dia mati pun mungkin Leon juga tidak akan menangisi nya
"Apa kau berpihak kepada Ricky?". Tanya Demian serius sekarang.
Dia tidak bisa menebak bagaimana jalan pikiran adik tirinya itu bahkan dia juga masih saja tidak tahu apa Leon masih membenci nya atau tidak
"Pikiran saja sendiri". kata Leon
"Kau memang tetap sama saja Leon seperti dulu tidak pernah berubah bahkan sudah alam kita tidak bertemu pun kamu tetap sama". Kata Demian
"Jika Lo sudah tahu kenapa masih saja bertanya". Kata Leon
Demian tidak menanggapi nya dan dia hanya tersenyum saja mendengar hal tersebut bahkan kini dia terlihat meminum minuman nya sekarang.
Mereka berdua masih berada di sana bahkan mungkin sangking serius nya mer dan tidak menyadari keberadaan Ricky di sana bahkan Ricky hanya memakai baju biasa saja yang mudah untuk di kenali orang dan dia pun duduk tak jauh dari Demian dan juga Leon
Ricky kesana sendiri saja karena dia memang sudah menduga jika Leon akan bertemu dengan Demian nanti nya. Ricky tahu jika Leon betul bagaimana Leon jadi dia pun menyuruh Leon menjaga Yuli bukan tanpa sebab karena jika Leon menjadi musuh maka akan sangat berbahaya jadi dia menyuruh nya menjaga saya agar bisa di awasi dari dekat.
__ADS_1
"Apa kau mau makan sesuatu Leon?". Tanya Demian
"Tidak. gue tidak lapar sama sekali". Kata Leon
"Apa di sana kau di beri makan yang enak sehingga tidak mau makan di sini Leon". Kata Demian
"Itu bukan urusan Lo dan apa lagi yang ingin kau katakan cepat katakan sekarang". Kata Leon
"Kenapa buru-buru sekali Leon apa kau memang sangat menikmati menjadi anak buah Ricky". Kata Demian
"Lo memang terlalu banyak omong dan satu hal lagi yang harus Lo tahu tentang kekasih kak Ricky bahwa dia adalah mantan kekasih yang masih di cintai oleh Kenzo Harrison Kendrick". Kata Leon lalu menyunggingkan senyuman nya karena dia tahu persis bahwa Demian pun juga mengenal Kenzo sangat baik apalagi dulu mereka pernah melakukan kerja sama Beberapa kali.
Dan jelas saja perkataan dia tadi juga membuat Demian sangat terkejut sekali bahkan dia kini terlihat sangat berpikir keras bagaimana wanita seperti itu bisa kekasih Ricky dan juga mantan kekasih patner nya dulu. Sulit di percaya sekali oleh nya.
"Apa kau bercanda Leon atau kau sengaja menakuti ku". Kata Demian
"Apa Lo pernah lihat kalau gue bercanda". Kata Leon
Dia sangat tahu pasti kini Demian berpikir kerasa jika dia menarget kan Yuli bahkan bukan hanya Ricky saja yang akan turun tangan karena Demian juga tahu bagaimana Kenzo mencintai mantan kekasih nya itu namun dia tidak tahu siapa orang nya
"Jadi wanita itu orang yang di cintai Kenzo, Kenapa dia beruntung sekali". Kata Demian
"Ya dan Lo harus hati-hati apalagi Lo pasti tahu sendiri bagaimana Sahabat Lo itu". Kata Leon lalu pergi meninggalkan Demian
Leon pergi meninggal kan Demian dan kini dia melajukan mobil yang dia gunakan menuju rumah Caesar kembali dan Sampai nya dia di gerbang dia di hadang oleh sebuah mobil
"Dari mana Lo ?". Tanya Caesar
"Cari angin sebentar". Jawab Leon
Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam bersama. Tadi Caesar memang ada urusan sebentar dan dia melihat ada satu mobil di rumah nya yang tidak ada dan ternyata yang memakai nya adalah Leon . entah kemana Leon membawa mobil itu tadi yang pasti kini Caesar sangat curiga sekali kepada Leon . Ricky pun yang juga baru sampai di rumah nya itu langsung masuk ke dalam.
"Apa dia bertemu dengan Demian tadi Rick?" Tanya Arok
"Seperti yang gue duga, dia bertemu dengan nya tadi". Kata Ricky
"Jadi dia tidak berada di pihak kita". Kata Ipank
"Kalau untuk hal itu gue tidak mau berkomentar dan jika dia menyakiti Yuli pasti dia akan berpikir ribuan kali untuk melakukan nya". Kata Ricky
"Apa dia pergi sendiri Erick?". Tanya Kenzo
"Tidak tuan, nona Yuli bersama dengan tuan Caesar dan yang lain nya". Kata Erick
"Apa Ricky juga ada bersama dia di sana?". Tanya Kenzo
"Kalau itu saya rasa tidak tuan karena saya juga tidak menemukan dimana keberadaan tuan Ricky dan menurut mereka yang saya suruh mencari tahu bahwa tuan Ricky masih ada di Jepang". Kata Erick
"Jadi dia tidak ikut Yuli ke Italia". kata Kenzo
"Tapi ada hal penting yang ingin saya sampaikan tuan tentang nona Yuli". Kata Erick
"Apa itu Erick. Katakan lah". Kata Kenzo
"Nona Yuli di jadikan target oleh tuan Demian untuk balas dendam kepada tuan Ricky". Kata Erick
membuat Kenzo langsung berdiri dari tempat duduk nya dan dia juga mengepal kan kedua tangan nya. Mendengar jika Yuli ingin di sakiti orang lain membuat dia merasa sangat marah sekali walaupun dia tahu jika Yuli memang bukan lah kekasih nya sekarang tapi dia masih mencintai nya
"Apa kau yakin jika Demian ingin melakukan itu?". Tanya Kenzo dengan emosi nya
"Saya yakin sekali tuan bahkan mereka juga ada di Italia tepat nya di Milan. mereka ingin melakukan rencana nya di sini". Kata Erick
Seketika emosi Kenzo pun sangat memuncak sekali bahkan dia pun sampai memukul tembok yang ada di ruangan itu. Dia paling tidak mau jika Yuli dalam bahaya
"Kita pergi ke Milan sekarang dan batal kan semua pekerjaan ku yang ada di sini". Kata Kenzo
Erick pun melaksanakan perintah bos nya itu dan dia kini membatal kan segala pekerjaan yang akan di lakukan bos nya besok. Kini mereka sudah ingin berangkat menuju Milan untuk bertemu dengan Demian. Kenzo tidak akan membiarkan Demian menyentuh wanita yang dia cintai
"Siap kan semua dan kita berangkat sekarang Erick". Kata Kenzo
Kenzo sangat marah sekali dan dia pun bersumpah akan menghancurkan Demian jika dia Bernai menyentuh Yuli sedikit saja
*****
Pagi hari kini Yuli dan Bryan pun sudah bersiap untuk berolahraga raga dan mereka hanya akan berada di sekitar rumah Caesar saja
"Sudah lama kita tidak begini". Kata Yuli
__ADS_1
"iya dan Lo juga sudah lama tidak latihan dengan gue". Kata Bryan
"Bagaimana kalau kita latihan setelah ini. Lo gak tahukan kalau gue sudah bisa menebak". Kata Yuli
Bryan menatap nya sekarang "Apa Ricky mengajari Lo beladiri yang lain nya?". Tanya Bryan
"Tentu saja dia mengajari Gue bahkan dia juga mengajari gue menggunakan senjata tajam". Kata Yuli
Bryan bersyukur sekali jika memang Yuli bisa menggunakan beberapa senjata setidak nya dia bisa nanti melawan para musuh Ricky juga jika mereka menyerang
"Kalau begitu bagaimana kalau kita menembak saja sekarang". Kata Bryan
"Boleh juga. apa di sini ada tempat nya?". Tanya Yuli
"Rumah ini sangat luas sekali Yul dan lapangan tembak pun juga ada di sini bahkan area memanah pun juga ada". Kata Bryan
"Baik lah kalau begitu kita latihan setelah olahraga". Kata Yuli
Mereka pun kembali berlari mengelilingi kompleks itu dan Terlihat juga Ricky mengajak Yuli bercanda bahkan tidak jarang juga mereka tertawa bersama dan seperti biasa Ricky pun tetap memantau mereka dari dalam rumah nya itu dan masih belum ada yang tahu tentang keberadaan nya di sana
Setelah mengelilingi rumah Caesar mereka pun menuju ruang tembak untuk Yuli berlatih di sana. Banyak sekali jenis pistol yang ada di sana dan Yuli pun juga melihat ada tempat memanah juga di sana
"Kita berlatih apa dulu ini?". Tanya Yuli
"Bagaimana kalau menembak saja dulu". Kata Bryan
Yuli pun menyetujui nya dan kini mereka latihan menembak bersama. Beberapa sasaran sudah ada di depan Yuli dan kini dia di suruh Bryan untuk membidik nya bahkan sasaran nya terlihat berada di jarak yang cukup jauh
Dor
Satu kali tembakan saja Yuli bisa mengenai sasaran yang dia tujuh bahkan jika di nilai poin nya pun sempurna dan hal tersebut membuat Bryan menyunggingkan senyum nya. Ternyata Ricky mampu melatih Yuli dengan sangat baik dan itu sudah terbukti sekarang dengan sekali tembak saja dia bisa mengenai sasaran nya.
Beberapa sasaran juga kini di siapkan kembali oleh Bryan bahkan jarak nya pun dia tambah lagi dan ada juga sasaran yang tersembunyi dan dia menyuruh Yuli untuk menembak nya juga.
seperti tadi hanya satu kali tembak saja Yuli bisa melakukan nya dengan baik bahkan beberapa sasaran bergerak pun dapat dia tembak dengan bagus juga
Caesar dan yang lain nya yang melihat hal tersebut pun bertepuk tangan dan memberikan selamat kepada Yuli bahkan dia bisa melakukan nya dengan sangat baik sekali
"Hebat juga Lo menembak nya". Kata Caesar
"Apa Lo lupa siapa kekasih gue". Kata Yuli
"Jadi dia mengajari Lo menembak ". Kata Caesar
"Bukan hanya menembak saja. Bahkan dia mengajari gue banyak hal termasuk melatih insting gue juga." Kata Yuli
Ya, Ricky memang melatih dia bagaimana cara menggunakan naluri dan kepekaan nya terhadap orang sekitar Agar dia bisa peka terhadap semua nya dan yang paling penting adalah agar dia bisa tahu bahaya di sekitar nya.
"Jadi Lo mendapatkan kan banyak ilmu dari Ricky. Pintar juga Lo memanfaatkan keadaan". Kata Bryan
"Bukan memanfaatkan Bray tapi itu memang harus gue lakukan karena gue kan nyonya bos jadi pasti ada juga yang mengincar gue untuk umpan melumpuhkan Ricky. Mungkin saja Leon juga melakukan nya kepada gue tapi gak tahu kapan hal tersebut terjadi". Kata Yuli membuat mereka semua kaget di buat nya. Bagaimana bisa Yuli berkata seperti itu dan apa mungkin juga hal tersebut benar. itulah yang ada di pikiran mereka semua nya
"Tuduhan Lo sangat kejam sekali Kakak ipar". kata Hiro
"Gue tidak menuduh hanya bercanda saja kali kenap kalian menganggap nya serius sih". Kata Yuli sambil cengengesan
"Tapi bercanda Lo itu ya hampir saja membuat kita semua tertipu Yul". Kata Bryan
"Kalian saja yang terlalu gampang di tipu orang". Kata Yuli
Kini dia pun melanjut kan latihan nya dan Terlihat juga dia latihan memanah dan di latih oleh Caesar sendiri. Sementara itu Leon di sana hanya melihat saja bagaimana kehebatan kekasih Ricky itu. Dia bahkan kekasih Ricky satu-satunya yang bisa bela diri dan juga di ajari langsung oleh nya.
Segala macam latihan pun Yuli lakukan bahkan dia juga kini terlihat sedang bersiap untuk melakukan latihan boxing dan dia kini akan melawan Hiro terlebih dahulu
"Apa boleh gue melakukan nya dengan sungguhan kakak ipar?". Tanya Hiro karena dia takut jika Ricky nanti akan marah kepada nya bahkan kemarahan Ricky sangat menakutkan bagi nya jadi dia ingin berjaga-jaga saja.
"Serius saja kalau Lo gak serius lebih baik gak usah latihan kita". Kata Yuli
"Gue hanya takut jika kak Ricky nanti akan marah". Kata Hiro jujur
"Dia tidak akan marah karena jika dia marah seperti biasa gue akan bertanggung jawab nanti". Kata Yuli
Kini mereka pun sudah bersiap dan mereka Berdua juga hanya menggunakan tangan kosong saja.
Yuli bersiap untuk melakukan serangan nya kepada Hiro dan terlihat juga dengan sigap nya Hiro menghindari Beberapa serangan yang di lakukan oleh Yuli
Beberapa kali pukulan juga yang Hiro lakukan namun tidak berhasil juga mengenai Yuli bahkan dia pun terlihat sangat baik sekali menghindari nya
__ADS_1