
Yuli yang melihat ekspresi wajah Bryan tersenyum tipis agar sang sahabat tidak merasa cemas lagi.
"ayolah Bray dunia ini luas meskipun dia bisa mencari gue dengan gampangnya tapi gue yakin gak akan terjadi apa-apa sama gue dan gue merasa dia gak sejahat itu Bray". kata Yuli sambil menaik turun kan alisnya
"Lo gak tahu seberapa kejamnya dia Yul. dia bahkan tega melukai keluarga nya sendiri dan pernah juga membuat sang kakak tak sadarkan diri beberapa bulan". jelas Bryan
"mungkin memang keluarga nya melakukan kesalahan yang fatal kali Bray. waktu gue ketemu dia juga pas dia katanya menghukum penghianat jadi gue rasa dia gak akan berbuat jahat jika gak di senggol duluan". kata Yuli
"gue gak bisa diam seperti ini pasti Ricky akan mencari dimana keberadaan Lo dan gue harus bicarakan ini pada Galang". kata Bryan
"ya elah Bray kenapa jadi panjang gini urusannya sih kan gue niatnya pengen kasih tau Lo aja biar gak ada dusta diantara kita". kata Yuli yang masih bercanda
"Yul ini bukan waktu nya untuk Bercanda. gue tahu siapa Ricky dan bagaimana dia jadi gue akan tetap bahas masalah ini sama Galang". Kata Bryan tetap pada pendiriannya
"ya sudah terserah Lo saja. yuk makan udah lapar banget gue". ajar Yuli dan mereka pergi bersama menuju warung makan langganan nya.
Bryan tidak akan menolak makan di tempat seperti apapun jika yang mengajaknya adalah Yuli karena dia sudah di anggap adik oleh Bryan dan Galang dan mereka berdua akan berusaha untuk menuruti perkataan Yuli dan akan selalu melindungi nya juga semampu mereka.
warung mbok Yem itu dalam tempat favorit Yuli karena menurutnya meskipun warung tersebut tidak mewah dulunya bahkan terlihat tidak layak dari luar namun makannya sangat enak. dan sejak Yuli dan kedua sahabatnya itu sering makan disitu warung itu tampak semakin ramai dan makin Bagus.
"mbok Yem sayang ku apa kabar. anakmu ini pulang". teriak Yuli
mbok Yem yang mendengar suara Yuli pun langsung keluar menghampiri nya. dia tersenyum melihat Yuli dan Bryan datang ke secara bersamaan.
"akhirnya mampir kesini juga kalian. sudah lama gak datang". kata mbok Yem sambil memeluk Yuli
"kangen banget ya pada anak si mbok yang manis ini? ". goda Yuli
"iya kangen sekali sama kalian bertiga. ayo duduk biar si mbok siapkan makanan favorit kalian". kata mbok Yem mengajak mereka duduk di dekat ayunan tempat Yuli tidur jika berada disini dan dalam suasana hati yang tidak baik.
"makin banyak berubah ya tempat ini". kata Bryan
"iya betul berubah banget. makin sejuk pemandangan juga bagus dan paling penting makin ramai pengunjung Bray". kata Yuli
Yuli melihat Bryan yang sibuk memainkan handphonenya dia terlihat melakukan panggilan video ke seseorang.
__ADS_1
"halo Lang". kata Bryan
"wah Hay kakakku yang songong apa kabar pastinya baik-baik saja kan yah". kata Yuli yang melihat Galang yang terlihat makin keren
"kabar baik sayang gimana latihan nya tadi?". tanya Galang dia tahu kalau Yuli baru selesai latihan karena melihat Bryan yang memakai baju seperti itu.
"cukup bagus kakakku. gimana sudah dapat calon kakak ipar buat gue gak". goda Yuli
"sudah gak usah ngomong aneh-aneh. Lang gue telfon Lo karena ada sesuatu yang harus kita bahas. berhubung Lo gak ada di negara ini jadi kita bahas lewat gini saja". kata Bryan dengan serius sementara Yuli hanya cengengesan saja
"hal penting apa yang membuat Lo melakukan panggilan video call ke gue Yan?". tanya Galang penasaran
" nih sih anak geblek buat masalah sama Ricky". kata Bryan membuat sang pendengar tersedak dan kaget.
"kok bisa Lo berurusan sama Ricky Yul. apa yang Lo lakukan?". tanya Galang namun dia tidak merasa khawatir seperti Bryan tadi karena Galang memang akrab dengan Ricky jadi di bisa mengatasi ini namun dia bingung kenapa sampai Yuli bisa berurusan dengan sang devil.
"gak ada kok. Hanya gue gak sengaja aja memukul kepalanya waktu dia menghajar seseorang yang sudah berulang kali mohon maaf dan ampunannya dan saat gue mukul dia dan dia lengah disitulah orang tadi kabur di bantu temannya dan si biang kerok ngamuk ke gue". jelas Yuli dengan tenang nya.
"masalah Yuli biar gue urus kalau Ricky gak mencari dia ya kita biarkan saja tapi kalau dia ingin balas dendam atas kebodohan si Yuli yang suka ikut campur urusan orang lain ini baru gue akan bertindak". kata Galang dan Yuli menyetujui nya.
"gue bukannya suka ikut campur kakak hanya saja gue kasih sama orang yang di pukul itu. jadi refleks gue tolongin lah si doi". Kata Yuli bercanda lagi
"iya iya gue paham dan gak akan ngelakuin lagi tapi kalau gue khilaf gak apa-apa kali ya". kata Yuli sambil tertawa
"Yuli" teriak mereka berdua membuat par pengunjung memperhatikan Yuli dan Bryan.
"Bray Lo jangan teriak-teriak dong malu kali dilihat sama orang banyak". kata Yuli dengan sinisnya
Galang tersenyum melihat Yuli yang seperti itu karena menurutnya itu sangat lucu sekali
"kalian sedang ada Dimana sekarang?". tanya Galang
"di tempat mbok Yem. kapan pulang dan kita makan di sini bareng bertiga". tanya Yuli
"sebentar lagi gue ke Jepang ada urusan juga disana. Lo sementara stay di sana dulu saja Yan biar Yuli ad yang mantau". kata Galang
__ADS_1
"iya gue setuju ide Lo Lang". kata Bryan
"gue yang gak setuju. kenapa harus gitu sih. tenang saja gue bisa menyelesaikan masalah gue sama Ricky sendiri kali". kata Yuli yang merasa tidak enak dengan kedua sahabatnya jika mereka benar-benar terlibat urusan dengan Ricky
"gak bisa. kita berdua sudah berkomitmen untuk melindungi Lo apapun yang terjadi". Kat Bryan
"tapi gak gitu juga kali Bray. lagian juga si Ricky belum cari gue kan?". kata Yuli
"apa Lo tahu dia gak cari Lo Yul? dia bukan orang sembarangan dan dengan mudah dan bersih dia bisa melakukan sesuatu yang di luar nalar kita". ucap Galang
Yuli baru ingat waktu dia berbicara dengan Kikan bahwa Ricky ingin bertemu dengan nya. Yuli ingin bercerita ke mereka namun takut masalah makin rumit jadi dia berusaha menyelesaikan nya sendiri walaupun dia ragu bisa melakukan nya tapi setidaknya dia pernah mencoba.
"kenapa diam. apa jangan-jangan Ricky sudah pernah menghubungi Lo". tanya Bryan
"kejadian nya baru kemarin Bray jadi gak mungkin lah dia nemuin kontak gue dengan cepat apalagi bertemu gue. dunia ini luas sekali bro". kata Yuli
"Lo gak tahu seberapa kuat dia Yul jadi jangan mencoba menyepelekan dia. kalau memang dia sudah menghubungi Lo atau mencari Lo bilang ke kita. biar kita urus semua". kata Bryan serius
"iya gue akan lapor kalau dia memang sudah telfon atau bertemu gue lagi". kata Yuli
"ya sudah Bryan gue tutup dulu telfonnya. Masih banyak urusan". kata Galang
setelah perbincangan itu selesai mbok Yem datang membawa makanan untuk mereka berdua. "silahkan dinikmati makannya". kata mbok Yem
"terimakasih mbok Yem". kata mereka berdua
mereka langsung memakan dengan lahapnya karena setelah latihan yang menguras banyak tenaga membuat mereka sangat lapar
"sudah dong Bray gue janji bakal menghubungi elo jika Ricky benar-benar buat perhitungan ke gue"
kata Yuli berusaha menenangkan Bryan yang terlihat masih kesal padanya.
"Lo harus benar-benar berjanji Yul. gue gak mau Lo kenapa-kenapa karena gue sangat khawatir sama Lo. gue tahu Ricky bukan tipikal orang yang dengan mudah memaafkan dan melupakan kejadian mengganggu kesenangan nya". jelas Bryan
"iya gue faham Bryan sayang. sudah kita lanjut makan saja dan jangan bahas ini lagi". kata Yuli
__ADS_1
mereka melanjutkan memakan makanannya lagi dan sudah sepakat untuk tidak membahas nya dulu.
Bryan Kenal Ricky memang sejak lama. dulu dia juga termasuk anggota inti dari geng anak punk namun dia harus keluar karena kesalahpahaman nya dengan Ricky dan membuat Ricky benci serta berkali-kali menghancurkan bisnisnya dan orang terdekat nya. kalau Galang memang dia berteman dengan Ricky dan Arok sejak kecil karena memang mereka bertetangga dulu dan juga sering bermain bersama waktu itu hingga sekarang hubungan mereka masih tetap berjalan dengan baik