
Yuli masih belum menjawab keinginan Kikan agar Rere yang mengajarinya latihan beladiri, Karena menurutnya itu tidak mungkin terjadi mengingat siapa Rere. Dia orang yang sibuk.
"Lo tuh kalau bercanda gak usah aneh-aneh kali. Sudah ada Bryan yang ajarin gue, jadi Lo gak usah khawatir". jawabnya tersenyum manis
"Atau Arok saja yang mengajaknya Yul". Kat Rachel menawarkan agar pacarnya yang mengajarinya latihan.
Arok tidak berekspresi karena dia tidak merasa keberatan jika harus mengajari Yuli beladiri.
"Wah Lo tambah ngaco banget Hel. Bukannya nolak ya, tapi kenapa gue lebih milih Bryan karena gue bisa cari alasan yang pas untuk izin ke bunda. kalian tahu kan gimana bunda? Dia gak akan mengizinkan gue latihan beladiri karena khawatir gue bisa saja melakukan hal yang membahayakan". jelas Yuli
"Jadi Lo gak bilang ke bunda". tanya mereka berdua kompak
"Ya, dan Kalian berdua juga harus janji gak boleh bilang ke ayah dan bunda gue. Kalau sampai kalian keceplosan atau sengaja, bisa-bisa gue gak boleh bertemu lagi sama kalian dan juga dua cowok bodyguard gue itu". kata Yuli
"Yul, kalau Lo butuh bantuan bilang saja langsung ke kita berdua. Lo gak perlu bekerja keras seperti ini". kata Rachel sedih mengetahui bahwa sampai segitunya Yuli melangkah
"Lo katanya nanti kerja dan mau cepat-cepat pulang biar bisa istirahat agar nanti gak kecapean kalau bekerja, tapi kenapa sekarang mau latihan?". tanya Kikan
Yuli pun tersenyum mendengar perkataan kedua sahabatnya itu."Hel, gue tahu kalau kalian pasti bisa dan bersedia membantu gue, tapi gue juga harus bisa mandiri dong, gak mungkin kan kalau kalian membantu gue seumur hidup. Dan juga gue melakukan ini semua ada alasan tersendiri. Gue percaya kalau kalian pasti mengerti akan hal itu. Dan Lo Kikan, gue jarang sekali latihan sama Bryan karena gak mungkin juga gue setiap hari izin jalan sama dia karena bunda tahunya kalau dia sibuk banget, jadi bunda pasti akan curiga kalau gue sering jalan sama dia. Mumpung sekarang gue keluar jadi gue putusin untuk latihan sebentar. Kalau capek mah itu sudah biasa. jadi gak usah khawatir Ok. Gue duluan ya, gak enak sama Bryan yang sudah lama nunggu di parkiran". pamit Yuli dan berlalu pergi meninggalkan mereka semua.
mereka berempat merasa kagum dengan sifat yang dimiliki oleh Yuli dan mereka semakin penasaran dengan sosok Yuli ini.
"Kak Rere apa gak bisa gitu bantu Yuli?". tanya Kikan
"Lo kan dengar sendiri dia bilang apa tadi, gue juga gak bisa maksa Kikan". kata Rere
"Jadi kalau Yuli mau kak Rere akan mengajari nya?". ucap Kikan memastikan
Ricky sedari tadi menyimak sambil memainkan handphonenya, entah apa yang sedang dia rencanakan tidak ada yang dapat memprediksi nya.
__ADS_1
"Apa si Yuli itu anak tunggal?". tanya Ken
"Sebenarnya dia itu bukan anak dari ayahnya yang sekarang, dan juga di rumah itu ada kakak nya yang galaknya minta ampun deh. Itu juga yang memotivasi Yuli untuk bekerja dengan keras agar sang kakak tiri terus menghina bundanya." kata Kikan
"Tapi gue ingin sekali membantu dia Kan. Oh ya Ken Lo bisa gak ringankan sedikit pekerjaan dia di restoran Lo ?". tanya Rachel
dia tidak tahu jika Yuli sekarang sudah pindah kerja di tempat Ricky.
"Dia sudah gak kerja di tempat gue lagi, tapi dia pindah di bengkel punya Ricky". jawab Ken jujur
mereka berdua kaget mendengar Yuli bekerja di bengkel, apalagi itu punya Ricky, orang yang terlihat tidak suka padanya.
******
Bryan yang sedari tadi menunggu Yuli merasa kesal karena dia sudah menunggu hingga satu jam lamanya. Dan akhirnya yang dia tunggu-tunggu menampakkan batang hidungnya.
"Lo ya lama sekali, nyuruh gue cepat datang malah Lo gak keluar-keluar. Sampai berjamur rambut gue Yul nungguin Lo ". Kat Bryan
"Iya, sorry-sorry Bray, tadi gue sudah mau cepat cabut, cuma di tahan sama Kikan dan Rachel". kata Yuli sambil tersenyum dan mengedipkan kedua matanya menggoda Bryan agar tidak kesal lagi.
"Lo makan cuma sama mereka berdua atau ada juga orang lainnya?". tanya Bryan
"Gue makan juga sama mantan anggota Lo , dan gue baru tahu kalau restoran tempat gue makan tadi punya Rere. Gue jadi heran sama mereka semua, padahal Ken juga punya restoran, kenapa Rere juga membuat usaha yang sama dengan sahabatnya. Apa tidak akan terjadi persaingan antara mereka". kata Yuli kembali menerka-nerka
"Jadi Rere punya usaha yang sama dengan Ken. mungkin saja mereka bersaing, kita juga gak akan tahu. Kalau Lo pengen tahu mending tanya Galang saja. Dia pasti bisa menjawab ke kepo an Lo ini". kata Bryan yang sudah menjalankan mobilnya meninggalkan mall tersebut.
Yuli dan Bryan sudah sampai di tempat dimana mereka biasanya latihan bersama. Mereka langsung mempersiapkan diri untuk memulai latihan nya.
beberapa trik dan gaya pukulan serta pertahanan coba di contoh kan Bryan agar Yuli bisa menurunkan nya. Dia memang bersungguh-sungguh dalam latihan, maka dari itu dia bisa dengan cepat menerima segala bentuk pertahanan dan penyerangan yang telah di ajarkan oleh Bryan.
__ADS_1
setelah satu jam mereka berlatih dan akhirnya memutuskan untuk menyudahi latihan hari ini.
"Yul, Lo tahu gak kalau Galang akan pulang?". tanya Bryan
"Gue gak tahu, si Curut gak bilang apa-apa waktu komunikasi sama gue".kata Yuli Jujur
"Mungkin dia lupa memberi tahu Lo, oh ya Lo mau makan apa langsung pulang?." tanya Bryan
"Gue langsung pulang saja Bray, sudah capek banget pengen istirahat. Nanti malam gue kan harus kerja juga". ucap Yuli
"Ya sudah ayo gue antar Lo pulang". kata Bryan dan mereka langsung pergi bersama.
********
Sementara mereka masih ada di restoran mall tersebut masih membahas tentang Yuli.
"Rick kenapa Yuli harus kerja di tempat Lo ?". tanya Rachel
"Tanya saja pada Ken, kenapa dia harus bekerja di tempat gue". kata Ricky dingin
Rachel pun menatap Ken dan berharap mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang diajukan nya tadi.
"Yuli butuh banyak uang kan untuk membuat impian dia menjadi nyata, dan kebetulan Ricky menawarkan pekerjaan yang gajinya beberapa kali lipat dibandingkan di tempat Ken. jadi dia memutuskan pindah di sana". jelas Rere berbohong
"Memang betul dia butuh uang, kita juga tahu karena dia sering bilang ingin membuat sesuatu yang bisa membuat bundanya bangga dan tidak di hina oleh keluarga sang ayah tiri nya itu". ucap Kikan
"Ya tapi kenapa harus di bengkel? Yuli kan cewek, dan setahu gue yang kerja di bengkel Lo Rick, cowok semua. Apa Lo sengaja melakukan hal itu untuk balas dendam karena Yuli yang dulu tidak sengaja memukul kepala Lo ?". tanya Rachel
entah keberanian dari mana yang membuat Rachel bicara seperti itu. Dia mungkin sahabat Ricky sejak kecil, namun di juga sadar hubungan nya dengan Ricky tidak terlalu istimewa dan pasti Ricky tidak akan segan juga untuk membuat perhitungan padanya jika dia menungging nya.
__ADS_1