Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Sama Seperti Kekasihnya


__ADS_3

Stella dan Raya hanya menatap Yuli saja sekarang dan mereka pun masih merasa sakit sekali karena beberapa kali juga sudah mendapat kan siksaan dari Ricky


"Apa tidak masalah jika aku menyiksa mereka berdua Ipank?". Tanya Yuli


"Tidak masalah dan lakukan saja sesuka Lo nanti". Kata Ipank


Yuli pun menyeringai sekarang bahkan dia kini terlihat menakutkan sama seperti Ricky


"Baik lah kalau begitu ayo kita main dokter-dokteran ". kata Yuli


Sam sudah menyiapkan semua nya yang di perlukan Yuli untuk melakukan dokter-dokteran bersama dengan mereka berdua bahkan dari kejauhan Demian dan juga Justin pun melihat hal tersebut


"Bagaimana kalau kita menggunakan alat ini yang biasa nya di gunakan pak tukang untuk melubangi kayu ". Kata Yuli


Ricky pun hanya melihat aksi sang kekasih bahkan dia tidak masalah jika Yuli melakukan kesadisan di hadapan nya dan terlihat sekali dia juga sangat menikmati nya


Yuli mulai mengarahkan alat tersebut ke kaki Stella membuat dia sangat kesakitan bahkan dia berteriak dengan sangat kencang nya dan darah pun terlihat bercucuran sekarang. Setelah puas Yuli pun mengganti alat nya dengan pisau kecil milik Ricky dulu


"Nah sekarang aku mau mengoperasi lo Raya agar lebih cantik lagi". Kata Yuli


Dia pun kini menyayat kulit pipi Raya membuat dia berteriak agar Yuli mengehentikan nya bahkan Yuli tak perduli dengan teriakan itu dan dia masih saja melakukan nya sekarang ini dan dia juga terlihat sangat menikmati nya sekali


"Ternyata dia sadis juga". Kata Ken


"Itu adalah pelampiasan nya atas kematian bunda Ayu". Kata Arok


"Ya Lo benar sekali dan jika seperti ini dia terlihat sama seperti Ricky, menakutkan sekali". Kata Rere


Ipank hanya menyaksikan apa yang di lakukan oleh Yuli dan dia tidak ingin berkomentar sama sekali dengan aksi Yuli itu bahkan di hadapan nya terlihat sekali Stella merintih kesakitan sambil menatap ke arah nya sekarang


"Apa Lo marah Pank kepada gue jika gue melakukan hal ini juga kepada Stella?". Tanya Yuli


"Mana mungkin gue marah dan sudah gue bilang tadi lakukan apa yang Lo suka dan gue juga tidak akan melarang sama sekali". Kata Ipank


"Ya. Jika Lo melarang gue maka kekasih gue akan sangat marah nanti dan Lo pasti tahu betul kan bagaimana kalau dia marah". Kata Yuli Sambil menyeringai


"Kau Ternyata sama seperti Ricky, sadis dan tak kenal ampun dan kalian berdua memang sangat cocok sekali". Kata Stella sambil menahan sakit nya


"Terima kasih atas ucapan selamat nya itu dan untuk ucapan itu gue punya hadiah untuk Lo ". Kata Yuli


Dia kini Menuju ke arah Demian lalu dengan cepat memotong telinga kiri Demian namun tidak semua hanya sedikit saja. terlihat darah segar mengalir di sana bahkan Demian pun kini juga terlihat merintih kesakitan dan Yuli pun menuju tempat Stella dan memaksa Stella untuk menelan apa yang dia bawah tadi. Terlihat Stella menolak hal tersebut dan dia juga menggeleng kan kepala nya berulang kali namun Yuli pun tetap saja memaksa dia bahkan terlihat juga dia berhasil membuat dia menelan apa yang dia bawah tadi membuat Stella pun ingin muntah namun mulut nya Langsung di lakban oleh Yuli


"Itu adalah hadiah spesial dari gue untuk Lo dan itu juga makanan enak untuk Lo ". Kata Yuli


"Kamu sadis juga ternyata sayang". Kata Ricky


Yuli pun menghampiri sang kekasih lalu tersenyum manis sekali kepada Ricky


"Aku seperti ini juga karena kamu yang mengajari nya". Kata Yuli


"Ah ternyata kalian memang pasangan yang cocok sekali". Kata Ken

__ADS_1


Setelah puas Yuli pun kini mengajak mereka untuk pergi dari sana dan dia ingin pergi jalan-jalan dulu di sebentar


Mereka jalan beriringan dan mobil Ricky berada di depan serta yang lain nya hanya mengikuti saja dari belakang. Dan kini mereka sampai di tempat tujuan yaitu sebuah mall besar yang ada di kota tersebut dan Yuli memang ingin sekali datang untuk sekedar mencari hiburan saja. Jika dulu dia suka datang ke mall untuk membelikan ayu perhiasan kini dia datang untuk sekedar menghibur diri nya saja sekarang


"Apa kamu mau beli sesuatu?". Tanya Ricky


"Tidak. Hanya ingin jalan-jalan tidak masalah kan". Kata Yuli


"Tidak masalah asalkan kamu senang". Kata Ricky


Kini mereka berjalan masuk ke dalam mall dan seperti biasa mereka akan menjadi pusat perhatian semua pengunjung di sana bahkan Yuli sudah terbiasa dengan hal tersebut Sekarang karena itulah resiko menjadi kekasih sang pangeran tampan menurut nya. Kini dia pun mengajak yang lain nya untuk berkeliling saja sedari tadi bahkan tidak terasa mereka sudah tiga puluh menit berkeliling mall tanpa henti


"Yul bagaimana kalau kita makan dulu". Kata Ken


"Gue masih ingin berkeliling dan jika Lo mau makan makan saja". Kata Yuli


Dia memang sengaja ingin mengerjai mereka semua dengan hanya berkeliling saja di mall itu


"Yuli Ramadhani". Teriak orang di seberang sana membuat senyuman Yuli mengembang lalu dia pun berlari menuju orang tersebut


"Tega ya sama gue ". Kata Yuli sambil memeluk Intan dan Intan pun membalas pelukan nya lalu dia juga mengelus punggung Sahabat nya itu


"Karena gue tahu Lo orang yang kuat jadi maaf tidak ada di saat liburan butuh gue". Kata Intan


"Iya Bu dokter gue faham jika pekerjaan adalah nomer satu buat Lo ". Ejek Yuli


"Dan Ricky juga orang yang penting kan buat Lo ". Kata intan


"apa kabar Intan lama tidak bertemu". Sapa Ken dan intan hanya tersenyum saja


"Gak usah di perdulikan intan toh Lo juga sudah punya kekasih kan dan Lo harus mengatakan siapa kekasih Lo kepada gue sekarang". Kata Yuli


Mereka kini berjalan menuju restoran dan setelah sampai di sana pun mereka segera memesan makanan lalu kembali melanjutkan pembicaraan


"Apa Lo pacaran dengan Caesar atau Bryan?". Tanya Yuli langsung


"Bercanda kali Lo ya kalau gue pacaran dengan Bryan. Tikus dan kucing Kalau gue dengan dia". Kata Intan


"Lalu siapa kekasih kamu intan, apa dia hebat?". Tanya Ken


"Lo kepo sekali ya Ken bahkan melebihi Galang". Kata Yuli


"Tidak. kekasih gue sama sekali tidak hebat bahkan dia terlihat biasa saja di mata gue". Kata intan


"Oh ya, kalau begitu siapa dia ?". Tanya Rere


Mereka semua pun menunggu Jawaban dari Intan tapi Ricky hanya biasa saja menanggapi nya bahkan dia terlihat tidak perduli sama sekali


"Apa jangan-jangan Ricky kekasih Lo Tan". Kata Yuli membuat Ricky pun langsung menatap kekasih nya itu dan bagaimana bisa dia berpikir seperti itu


"Bercanda Lo gak lucu sekali Yul ". Kata intan

__ADS_1


"Lo sih gak mau memberi tahu jadi gue menebak saja kan gak salah juga kalau gue menebak". Kata Yuli


"Ya tapi tebakan Lo salah besar dan gak masuk akal". Kata Intan


"Jadi siapa pria kurang beruntung itu?". Tanya Yuli yang masih penasaran sekali


"Mungkin Sam ". Kata Ricky asal membuat Yuli menatap Sang kekasih


"Serius intan dengan Sam , wah gak nyangka sekali aku". Kata Yuli


Intan bahkan tidak tahu siapa Sam dan dia pun kini bingung di buat nya


"Lo kalau ngomong jangan asal Rick". Kata Ipank membuat Ricky pun menyeringai dan mereka semua ganti menatap Ipank


"Wah pancingan Ricky tepat sasaran dan akhir nya Lo ngaku juga kalau dia kekasih Lo Re". Kata Arok sambil tersenyum


"Lo memang sialan Rick". Kata Ipank


Yuli pun tidak percaya jika Ipank adalah kekasih intan bahkan dia tidak menyangka dan bingung juga bagaimana mereka bisa saling mengenal


"Bukan nya Lo tidak suka dengan wanita Pank tapi kok sekarang jadi sama Lo sih intan dan awas saja Pank jika Lo hanya mempermainkan intan saja". Kata Yuli


"Mana mungkin gue melakukan nya karena mendapat kan sangat susah sekali jadi gue tidak akan melepas kan dia dengan mudah nya". Kata Ipank


"Jadi lelaki beruntung itu Lo Pank. Sial nya gue kalah sama Lo ". Kata Ken


"Gue pun baru tahu jika Lo juga menaruh hati dengan kekasih gue". Kata Ipank dengan santai nya


"Kalian kapan jadian nya?". Tanya Yuli


Dan kini Ipank menceritakan bagaimana awal dia menyukai intan dan dia memang pernah bertemu dengan intan sebelum nya dan pertemuan dia yang ke dua kali nya membuat Rere jatuh cinta kepada intan karena dia memang orang yang ramah dan asik sekali sama seperti Yuli dan bukan berarti ipank sengaja menjadikan Intan kekasih nya karena dia hampir mirip dengan Yuli bukan itu alasan nya bahkan dia pun memang sangat suka dengan intan sebab dia orang yang sangat baik dan pantang menyerah juga


Makanan mereka kini sudah datang dan saat nya mereka makan bersama sekarang


"Apa kita perlu tukar posisi Rere?". Tanya Ipank


"Tidak perlu dan gue juga sudah posisi wenak sekarang jadi gak bisa pindah lagi". Kata intan


"Kalau gak mau pindah biar aku gendong sekarang". Kata Ipank


"Jika berani maka lakukan lah". Kata Intan


"Wah Lo sama Yuli ternyata hampir sama ya". Kata Ken


"Kita beda kali kalau sama itu nama nya kembar". Kata intan membuat Yuli pun tertawa di buat nya dan Ricky sangat senang jika Yuli bisa tertawa lepas seperti itu


"Gue jadi saudari kembar Lo males banget Tan". Kata Yuli


"Apalagi gue punya saudari kembar seperti Lo adalah suatu hal yang tidak beruntung sekali". Kata intan


Ya mereka memang suka sekali jika saling mengejek dan walaupun Demikian tapi mereka berdua selalu saja bisa memiliki cara tersendiri untuk Menunjukkan rasa sayang mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2