
Ayu merasa sangat sedih sekali ketika melihat hal itu padahal dia sudah sangat bahagia sebelum nya ketika mendapat kan rumah tersebut
"Kenapa bisa rumah kita terbakar". Kata Ayu
"Mungkin saja ada yang sengaja membakar rumah ini". Kata Richard
"Mana mungkin ayah lagi pula siapa juga yang mau melakukan hal tersebut". Kata Ayu
Seseorang datang menghampiri mereka semua
"Maaf rumah itu kemarin mengalami gangguan pada arus listrik nya sehingga mengakibat kan kebakaran". Kata nya
"Terima kasih pak atas informasinya". Kata Yuli
"Kemarin kita memang tidak mengecek arus listrik nya sama sekali". Kata Ayu
Yuli pun Sebenar nya juga sangat kecewa sekali tapi mau bagaimana lagi rumah nya sudah hangus tak tersisa
"Lalu kita harus tinggal di mana lagi ayah bunda". Kata Luna
"Kalian bisa kembali tinggal di tempat saya". Kata Sam
"Gak enak banget kita Lo sudah kembali kita masih saja numpang di sana". Kata Yuli
"Apa mau tinggal di rumah Galang saja?". Tanya Galang
"Memang nya Lo punya rumah di sini?". Tanya Yuli
"Sempat-sempat nya ya ngajak bercanda gue punya lah rumah masak gue gak punya rumah di sini". Kata Galang
"Ya siapa tahu Lo gak punya kan selama ini Lo numpang sama Ricky". Kata Yuli mencoba untuk mencairkan suasana saja agar sang Bunda tidak terlalu bersedih
"Kamu ya suka sekali menggoda Galang". Kata Ayu
"Bunda gak sedih lagi kan Sekarang?". Tanya Yuli
"Bunda gak sedih kok sayang mungkin saja ini bukan rezeki kita juga". Kata Ayu
"Tenang saja Bun nanti Yuli belikan kalian rumah yang bisa kita tinggali". Kata Yuli
"Ngeselin Lo Yul kirain saja beli rumah yang besar eh malah yang bisa kita tinggali kata nya". Kata Galang
"Sudah diam saja Lo Lang gak ngomong sama Lo kan gue". Kata Yuli
"Kalau begitu kita pergi saja dari sini sekarang". Kata Ricky
"Pergi ke mana? Masak kembali ke rumah Sam lagi malu banget gue". Canda Yuli
"Ikuti saja mobil gue semua nya. Kita pergi sekarang". Kata Ricky
Mereka pun semua mengikuti instruksi sang bos. Entah kemana mereka akan pergi sekarang tidak ada yang tahu kecuali Ricky saja dan juga Sam
"Aku mau tanya sama kamu sebenar nya kamu beli dari siapa rumah itu kenapa belum apa-apa sudah terbakar". Kata Ricky basa basi karena dia ingin tahu saja siapa yang memberi Rumah itu
"Kata bunda sih ayah di kasih sama bos nya yang dulu". Kata Yuli
"Bos nya yang dulu? Apa gak di cek dulu sebelum di kasih kan". Kata Ricky
"Ya aku pun tidak tahu karena yang berkomunikasi dengan bos ayah hanya ayah dan Luna saja". Kata Yuli
"Jadi kamu tidak tahu siapa bos nya?". Tanya Ricky
"Tidak tahu tapi kata bunda mantan bos ayah berasal dari Singapura". Kata Yuli
Ricky bisa menebak nya bahwa itu pasti Rio yang memberikan nya
"Kita mau ke mana sebenar nya?". Tanya Yuli
"Mau ke rumah baru". jawab Ricky singkat
Mereka sudah sampai di sebuah rumah yang terlihat sederhana sekali dari luar
"Rumah siapa ini Rick?". Tanya Galang
"Ini rumah yang akan kalian tempati nanti nya dan rumah ini tidak terlalu jauh dari rumah kita semua". Kata Ricky
"Jadi Lo memberikan rumah ini untuk keluarga Yuli". Kata Galang
"Bukan memberikan dia juga akan membayar nya dengan gaji nya yang akan di potong tiap bulan nya". Kata Ricky
Dia tahu jika hanya di beri saja Yuli pasti akan menolak nya
__ADS_1
"Ok pak bos aku menerima rumah ini". Kata Yuli
mereka kini masuk ke dalam rumah itu dan sangat takjub sekali melihat isi dan desain rumah tersebut
"Dari luar terlihat sederhana sekali dan dari dalam ternyata mewah banget". Kata Luna
"Desainer nya memang hebat sih kalau seperti ini". Kata Yuli
"Ricky selalu hebat kali Yul Lo lupa ya". Kata Rere
"Sangking takjub nya gue Sampek lupa ". Kata Yuli
"Kenapa lagi tuh muka cemberut". Tanya Ken
"Foto-foto yang sudah di bawah di rumah itu pasti juga sudah hangus terbakar ya". Kata Yuli
"Kan tinggal foto lagi saja beres kan". Kata Galang
"Tapi itu juga ada foto masa kecil Lang mana bisa foto lagi memang nya Lo bisa membuat kita kecil kembali". Kata Yuli
"Lagian tidak ada foto masa kecil Lo kan di sana jadi gak usah terlalu di fikirkan dan mulai sekarang hiasi saja rumah ini dengan banyak foto Lo bukan begitu bos". Kata Rere
"Benar kamu bebas memajang foto kamu di rumah ini dan tidak akan ada yang melarang nya". Kata Ricky sambil menatap Richard
Mereka pun berkeliling melihat bangunan rumah dua lantai itu dan pemandangan dari rumah itu juga sangat bagus sekali.
Rumah yang Ricky berikan ini jarak nya dekat dengan rumah Mark anak buah Arok dan juga Jack anak buah Ipank serta Dira anak buah Ricky. Jadi rumah itu di kelilingi oleh mereka semua untuk keamanan Yuli dan keluarga nya
"Banyak juga kamar nya di rumah ini". Kata Luna
"Kalian semua bisa tidur di lantai atas semua dan di sana juga bisa di jadikan untuk ruang kerja". Kata Rere memberikan saran
"Kamar nya juga sudah luas bisa juga kan di kasih meja untuk kerja". Kata Yuli
"Terserah kamu saja dan kalau butuh sesuatu bisa langsung hubungi Sam saja. Mungkin kamu ingin mengubah sedikit isi rumah nya".Kata Ricky
"Terima kasih banyak Ricky bunda tidak tahu lagi jika tidak ada kamu kemana lagi kita harus tinggal". Kata Ayu
"Sudah Bun mungkin memang takdir bunda mendapatkan rumah dari Ricky walaupun bayar nya di cicil". Kata Galang
"Lang Lo kok masih ada di sini gak jadi pulang?". Tanya Yuli
"Papa tadi telfon katanya gue gak usah pulang dulu". Kata Galang bohong
"Lo sekarang gak bisa aneh-aneh Lang karena kekasih Yuli jauh lebih kuat dari pada Lo". Kata Ipank
Setelah merapikan semua barang nya kini Yuli berganti keliling di halaman rumah nya yang memang tertanam bunga yang indah di sana dia pun tak sengaja melihat Mark dan Jack yang baru datang dan masuk ke dalam rumah mereka masing-masing
"Itu bukan nya anak buah Arok ya". Kata Yuli yang masih ingat dulu mereka pernah di latih Ricky Bareng
"Benar yang Lo lihat tadi anak buah Arok sama anak buah gue mereka tinggal di sini". Kata Ipank
"Apa ada masalah dengan mereka?". Tanya Ricky
"Tidak sama sekali hanya saja gue heran kenapa mereka bisa ada di sini ternyata mereka tinggal di sini juga". Kata Yuli
*****
Di Prancis mereka semua terlihat sangat kesal sekali begitu mengetahui bahwa rumah yang sudah di siapkan untuk nanti menjebak keluarga Yuli sudah hangus terbakar
"Kita memang salah jika meremehkan dia". Kata Rio
"Kita tidak pernah meremehkan nya hanya saja kita kurang cantik dalam bermain sehingga dia mengetahui nya". Kata Jo
"Lalu apa rencana kita selanjut nya?". Tanya Hans
"Jangan dulu pergi ke mana-mana karena aku sangat yakin sekarang Ricky sedang mencari orang dibalik semua itu". Kata Jo
"Apa dia belum tahu Kalau kita yang melakukan nya?". Tanya Rio
"Dia pasti tahu tidak mungkin dia tidak tahu tapi bisa menggagalkan rencana kita". Kata Hans
"Kita akan tetap menargetkan keluarga Kekasih nya karena aku yakin sekali kalau Ricky sangat mencintai dia dan kita bisa memanfaatkan hal itu nanti". Kata Jo
"Tapi kekasih dia juga memiliki sahabat yang cukup kuat juga apa tidak apa-apa jika kita melawan mereka juga?". Tanya Rio
"Galang dan juga Bryan dia pasti tidak setiap hari ada di samping dia jadi itu tidak jadi masalah sama sekali". Kata Jo
"Sekarang kekasih Ricky tinggal di dekat rumah Mark dan juga Jack di sana juga ada Dira anak buah Ricky". Kata Hans
"Tidak masalah kita pasti bisa mengelabuhi mereka karena mereka tidak sepintar Sam". Kata Jo
__ADS_1
"Aku ikut kalian saja bagaimana pun kalian pasti tahu apa rencana yang baik yang bisa kita lakukan". Kata Rio
********
Kembali lagi di kediaman rumah baru Yuli dan keluarga nya di sana mereka masih asik duduk manis sambil menata semua yang perlu di tata
Sementara itu Ricky dan yang lain nya masih berada di halaman depan rumah
"Kenapa Rick Lo dari tadi main handphone Mulu a ada yang penting?". Tanya Arok
"Gue sedang menyuruh anak buah gue yang di Prancis untuk melakukan penyerangan kepada mereka bertiga". Kata Ricky
"Jadi mereka ada di Prancis sekarang?". Tanya Ken
"Ya mereka bertiga ada di sana dan merencanakan semuanya dari sana". Kata Ricky
"Apa mereka masih ada di sana setelah rencana nya sudah ketahuan? Bodoh sekali kalau mereka masih tetap di sana dan tidak pergi". Kata Rere
"Kalian sebaik nya segera lakukan pembalasan atas kepergian orang tua Bryan". Kata Ricky yang kini sudah tidak bisa lagi mentolerir semua nya
"Dan untuk Jo apa Lo yang akan mengambil alih atau Hiro?". Tanya Ricky dengan serius nya
"Gue belum mengobrol dengan Hiro soal ini Rick". jawab Arok
"Kalian berdua berkolaborasi saja untuk menghabisi nya dan gua akan menyuruh Hiro untuk datang ke Prancis segera dan Lo juga pergi ke sana segera". Perintah Ricky
"Ok Rick kita akan segera bergerak dan akan terbang malam ini juga". Kata Ipank
"Gue butuh anak buah kepercayaan kalian untuk menjaga di sini karena Sam juga akan ada tugas penting yang harus dia lakukan". Kata Ricky
"Maaf bos apa kita tidak meminta bantuan tuan Caesar saja pasti dia juga akan setuju membantu kita". Kata Sam memberikan usulan
"Lo benar juga gue akan meminta bantuan Caesar dan menyuruh dia kembali ke Jepang. Siapkan tempat tinggal di dekat sini agar nanti Caesar bisa mengawasi kekasih ku dengan benar". Kata Ricky
"Lalu tugas gue apa Rick?". Tanya Galang
"Lo awasi si Richard gue yakin sekali dia masih berkomunikasi dengan Rio". Kata Ricky
"Ingat lakukan pergerakan dengan rapi agar mereka tidak menyadari jika kita semua akan menyerang mereka semua". Kata Ricky kembali memberikan instruksi
"Kalian serius sekali sih dari tadi di sini. Seger ya Kalau ada di sini. Kenapa tadi Arok gak ajak Kinara sekalian ya". Kata Yuli
"Mungkin besok Kinara akan menginap di sini apa boleh?". Tanya Arok
"Boleh banget kalau dia gak keberatan dan Lo mengizinkan". Kata Yuli
"Gue mengizinkan nya karena besok gue ada urusan jadi harus pergi ke luar negeri sementara supaya Kinara tidak bosan gak apa-apa dia menginap di sini saja". Kata Arok
"Wah seru banget kalau Kinara menginap di sini nanti gue akan mengajak dia untuk berkebun". Kata Yuli
"Selama Kinara di sini kamu gak usah pergi ke kantor kalian di rumah saja dan melakukan kegiatan di rumah dan jangan keluar rumah". Kata Ricky
"Kenapa gak boleh keluar rumah memang ada apa?". Tanya Yuli
"Kinara memang tidak boleh keluar rumah jika tanpa gue ". Kata Arok
"Oh ya Kinara kan princess maka nya dia dilarang untuk bepergian jika tidak ada sang pengawal pribadi nya". Kata Yuli
"Terserah saja Lo mau bilang apa gue Hanya menjaga agar dia aman saja". Kata Arok
"Ya gue faham. Oh ya pacar aku ingin ngomong serius dengan mu". Kata Yuli
membuat mereka semua tertawa sambil menatap Ricky mendengar sebutan itu
"Ehm pacar di ajak bicara cepat deh gak usah lama". Goda Galang
"Diam ya kalian semua. Ayo pacar cepat aku ingin ngomong hal penting". Kata Yuli
"Gak bisa kalau ngomong nya di sini saja". Kata Ricky
"Jadi gak mau Kalau aku ajak bicara sekarang". Kata Yuli
"Bukan gak mau cuman hal penting apa yang harus di bicarakan jauh dari mereka semua". Kata Ricky
"Kalau mau bicara soal pernikahan kan gak harus ada mereka semua". Kata Yuli yang kesal
"Wah wah wah sudah melangkah jauh ini". Kata Ken
"Selamat ya atas kemajuan hubungan kalian dan kita semua turut bahagia mendengar nya". Kata Rere
"Iya terima kasih atas doa kalian semua dan pacarku ayo cepat apa mau aku marah". Kata Yuli
__ADS_1
"Kalian pergi saja sebentar dari sini". Kata Ricky
Tanpa perduli lagi Yuli pun langsung menarik Ricky menjauh dari mereka semua dan mereka segera mengobrol di tempat yang agak jauh dari mereka namun mereka masih bisa melihat nya