Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Pembicaraan Dalam Mobil


__ADS_3

Hari sudah semakin siang dan waktu nya untuk mereka bertiga pulang.


"Yul apa mau bareng gue pulang nya?". tanya Rachel


"Gak usah lagian gue juga ada perlu jadi gak langsung pulang". jawabnya bohong karena Yuli pasti akan di jemput oleh Bryan dan dia tidak ingin kedua temannya itu tahu


"Serius nih gak mau bareng? atau bareng Kikan saja lumayan kan bisa dekat sama Rere". goda Rachel


"Gue gak pengen dekat sama Rere tapi pengennya sama Arok saja". kata Yuli


mereka bertiga pun tertawa bersama "kayaknya gue gak di jemput kak Rere deh. Tadi dia bilang ada urusan penting". kata Kikan


"Lah terus Lo pulang mau naik ojek?". tanya Yuli asal


"Sembarangan saja Lo Yul. Lo gak tahu ya kalau gak akan ada yang bisa masuk daerah rumah Rere jika dia tidak mengizinkan". jelas Rachel


"Sampai segitunya dia menjaga daerah lingkungan sekitar nya". kata Yuli


"Betul banget itu. Gue diantar jemput kak Rere juga karena dia tidak mau orang asing keluar masuk rumah nya". kata Kikan


"Gitu ya kalau orang banyak yang membenci takut sendiri". celetuk Yuli


"Bukannya takut Yuli tapi memang begitulah Rere dan anggota Geng itu". kata Rachel


"Aneh banget gitu Hel. Apa rumah Arok juga gitu ?". tanya Yuli


"Ya sama. Gak ada yang boleh masuk rumah tanpa seizinnya kecuali anggota keluarga dan orang terdekat dia. Kalau Lo tahu rumah Ricky pasti tambah kaget Yul". kata Rachel


"Ada apa dengan rumah leader gila itu. Apa sangat ketat dari yang lainnya". tebak Yuli


"Betul. Dirumah Ricky didesain dengan teknologi yang canggih dan hanya orang yang terdaftar yang bisa masuk ke rumah nya dan disetiap ruangan di rumah itu juga gak sembarangan orang bisa masuk walaupun itu keluarga nya sendiri. teknologi itu di ciptakan oleh Ricky sendiri Lo Yul". kata Rachel


"Keren banget ya. Gak kebayang gue segenius apa leader sombong itu". kata Yuli


"Oh ya Kikan lama banget Lo gak dijemput-jemput ya. Apa yang disuruh salah jalan*. kata Yuli lagi


"Gak mungkin kalau salah jalan. Macet kali dan mungkin sebentar lagi juga datang". kata Kikan


Dan benar saja mobil yang telah menjemput Kikan sudah datang dan terlihat yang keluar dari pintu pengemudi bukanlah Rere melainkan tangan kanan nya.


"Siapa itu Kan? Lumayan bening juga". kata Yuli


"Kalau bicara ya suka gak jelas Lo Yul. bening-bening Lo pikir air apa". kata Kikan dengan kesalnya dan membuat Yuli tersenyum


"Awas Lo kalau tiap hari kesel Sama gue bisa cinta nanti". godannya


"Sudah jangan berdebat Mulu.Oh ya kok Mark yang Jemput. Apa gak ada anak buahnya yang bisa Rere suruh?." tanya Rachel


"Gue juga gak tahu. Ayo kesana saja". kata Kikan

__ADS_1


mereka berjalan menuju mobil yang dikendarai oleh Mark.


"Apa sudah bisa pulang nona Kikan?". tanya Mark dengan sopan nya


"Iya kita langsung pulang saja. Lagian kak Rere gak akan mengizinkan kalau gue mau jalan-jalan dulu". kata Kikan


"Apa nona Rachel mau saya antara pulang sekalian?". tanya Mark


"Gak usah. Supir gue juga sudah datang tuh". jawab Rachel sambil menunjuk mobil yang baru datang


"Yul gimana? mau bareng gak?" tanya Kikan lagi memastikan


"Gak usahlah gue bisa pulang sendiri kali". jawabnya santai


"Ya sudah kita duluan ya. Lo hati-hati di jalan". kata Rachel


mereka berdua pun sudah pergi dari sekolah dan tinggal Yuli yang masih berada di sana.


"Gini nih kalau pakai antar jemput. Nunggu lama pula". Gerutu Yuli


dia menengok ke kanan dan kiri melihat apa mobil Bryan Sudah ada tapi dia tidak menemukan hanya saja ada satu mobil yang dilihatnya dari tadi berada disitu


"Apa Bryan ganti mobil ya?". Yuli bertanya-tanya sendiri


"Cepat sini Yul gue masih banyak urusan". teriak Bryan dari jendela mobilnya


"Lo ya Bray ganti mobil gak izin gue dulu". kata Yuli yang sudah masuk dan duduk di samping Bryan


"Emang Lo majikan gue harus izin segala?". tanya Bryan


"Ya enggak sih tapi gue kan jadi gak tahu kalau Lo sudah datang". kata Yuli


"Ya Lo gak cari tahu. Punya handphone itu dimanfaatin kali Bu". kata Bryan ingin membuat Yuli kesal


"Songong Lo ya Bray. Gue tendangan mental ke langit Lo". kata Yuli


"Coba lakukan kalau Lo bisa gue kasih rumah dan mobil gue". tantang Bryan sambil tersenyum


"Sudah males gue ngomong sama badut kayak elo. Sudah jalan pak supir". kata Yuli menggoda


mobil mereka sudah berjalan dengan kecepatan sedang.


"Siapa cowok tadi yang bicara sama kalian bertiga?". tanya Bryan basa basi


"Kata Kikan dia orang kepercayaan Rere". jawab Yuli


"Oh gitu ya terus kenapa Rere gak jemput dia sendiri?". tanya Bryan menyelidik


"Katanya si Rere ad urusan penting jadi dia gak bisa jemput. Lo kok kepo banget si Bray, Kangen ya Lo sama mereka?". tanya Yuli

__ADS_1


"Hahaha ngapain gue harus kangen sama mereka. Apa Lo pikir gue homo Yul". kata Bryan


"Bukan begitu Bray hanya saja dulukan kalian berteman baik dan juga apa salahnya kalau bertemu". kata Yuli


"Lo kan sudah gue ceritain Yul gimana hubungan gue dengan mereka dan gue juga gak akan mau jia bertemu mereka lagi". kata Bryan dengan nada serius


Yuli mengerti akan perasaan sahabatnya itu namun dia ingin membantu sang sahabat agar bisa berdamai dengan masa lalunya.


"Gak ada orang yang gak punya masa lalu buruk Bray tapi seenggaknya kita bisa membuat itu sebagai pelajaran berharga untuk menuju masa depan". nasehat Yuli


Bryan pun tersenyum mendengarnya "Tumben banget omongan Lo benar biasanya nyerocos gak penting dan gak berfaedah". kata Bryan yang masih mengemudikan mobilnya


"Ya sekali-kali Gue ngomong gitu gak apa-apa kali Bray. Biar Lo bahagia". kata Yuli


"Terserah Lo Yul. Oh ya bukannya Rachel itu pacar nya Arok ya? Kenapa dia tidak di jemput oleh Arok?". tanya Bryan


"Kalau si Rachel memang gak pernah di jemput sama cowoknya karena dia memang tidak suka pamer kalau dia kekasih dari salah satu anggota Geng Gila itu". jelas Yuli


"Jadi Rachel gak pernah jalan bareng Arok". kata Bryan


"Kalau jalan bareng pernah bahkan gue juga ikut Waktu itu. Bukan sama si Arok doang ada mereka semua ikut kecuali si Leader Gila itu". kata Yuli


"Yul ingat ya jangan berurusan dengan mereka dan kalau perlu hindari saja mereka. Gue takut Lo Bakal jadi sasaran kemarahan Ricky. Jika dia marah dan membenci seseorang maka tidak akan ada yang bisa gue dan Galang lakukan buat bantu Lo". kata Bryan mengingat kan sahabatnya itu.


mobil mereka telah sampai di depan rumah Yuli.


"Makasih ya Bray. Lo mau mampir dulu apa langsung pergi?". tanya Yuli


"Gue masih ada perlu jadi langsung saja dan salam buat bunda ya". kata Bryan lalu pergi meninggalkan rumah Yuli.


Yuli yang sudah masuk rumah bergegas menemui bundanya di kamarnya dia ingin melihat apa bunda nya itu masih tidur atau sudah bangun.


"Bun masih tidur kak?". tanya Yuli didepan pintu kamar sang bunda


"Masuk saja Yul bunda lagi beresin kamar tidur ini". jawab sang bunda


Yuli pun masuk dan melihat bundanya sedang membereskan lemari pakaian dan menatanya dengan rapi.


"Sudah pulang. Bryan mana?". tanya bunda


"Bryan langsung pergi Bun katanya banyak urusan dan dia titip salam buat bunda." jawab Yuli


"Ya sudah kamu ganti baju dulu terus makan siang. Bunda sudah masak makanan favorit kamu tadi". kata bunda dan Yuli langsung keluar menuju kamarnya sendiri untuk ganti baju.


"Bunda memang paling top. Makanan nya terlihat lezat sekali". kata Yuli yang mulai mengambil makanan itu.


Dia makan siang dengan lahapnya dan setelah makan dia mencuci piring yang telah digunakan setelah itu dia kembali kekamar untuk istirahat karena nanti malam dia harus kembali bekerja.


Yuli tidak mengetahui akan jadi seperti apa hari-harinya mulai malam ini.

__ADS_1


__ADS_2