Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Kebencian


__ADS_3

Dalam pikirannya adalah andaikan kakaknya Ricky bisa selalu ada disaat dia butuh seperti yang di lakukan untuk Kinara, pastinya Rani akan sangat bahagia karena kasih sayang Ricky itu tidak akan pernah bisa di ragukan.


"Kak Rani Hanya sedikit kangen sama kak Ricky? apa dia baik-baik saja di luar sana?". tanya Rani dengan polosnya


"Hey kamu lupa ya, kalau kak Ricky itu sangatlah hebat, jadi bisa dipastikan kalau dia sekarang pasti baik-baik saja". kata Raka yang baru datang ke ruang tamu dan bergabung bersama mereka berdua.


"Ah iya kak Raka benar, memang nya siapa yang bisa mengalahkan kak Ricky di dunia ini". kata Rani dengan senyuman tulus nya


"Apa adik kakak ini ada masalah di sekolah Hem?". tanya Raka


"Gak ada kok kak, di sekolah baik-baik saja". jawab Rani berbohong


Jika saja Ricky yang berbicara dengan dirinya tentu saja pasti ketahuan jika Rani sedang berbohong karena insting Ricky sangat bagus dan dia bisa melihat dari raut wajah orang yang di ajak bicara oleh nya


"RAN kalau kangen sama Ricky coba telfon saja siapa tahu dia gak sibuk dan bisa mengangkat telepon nya". kata Raka memberikan saran


Rani ragu, jika dia menelepon Ricky apa akan di jawab karena selama ini dia juga pernah menelepon berkali-kali namun kakaknya tak menjawab


*****


Ricky yang masih di sibukkan dengan obrolan nya bersama Kinara dengan menggunakan handphone Yuli. Dia selalu senang jika Kinara mencari dirinya


"Kinar, apa Lo gak bosen dari tadi ngomong sama bos gue Mulu? Di sini ada kakak kandung Lo tahu". teriak Yuli


"Justru itu Yul, kalau sama kak Arok Sudah bosen gue, mendingan Lo saja yang ngobrol sama dia, kan Lo suka tuh sama dia. Gue dukung kok Lo jadi kakak ipar gue". kata Kinara bercanda


"Wah Lo gak beres Nar, mana bisa gue nusuk sahabat gue sendiri. Gini-gini gue lebih milih sahabat dari pada cinta". jelas Yuli


"Oh jadi Lo cinta bukan suka sama kak Arok?". goda Kinara lagi


"Wah makin gesrek otak Lo ya, gue gak akan cinta sama kakak Lo ini dan Lo kan sudah gue kasih tahu kemarin kalau gue hanya mengagumi dia doang. Eh Lo apa gak setuju sama Rachel?". tanya Yuli


Kinara terdiam sebentar. Dia suka dengan Rachel namun tetap saja jika dia bisa dia ingin Yuli yang bersama kakaknya namun itu hal yang mustahil.

__ADS_1


"Gue sih gak masalah Yul yang penting kak Arok bahagia. Tapi kalau boleh Jujur, ketika Bryan kemarin bilang kalau Lo kagum ke seseorang dan Lo bilang bahwa dia adalah Arok kakak gue di saat itu gue berharap bahwa Lo benar-benar akan jadi kakak ipar gue". Kat Kinara dengan tulus dan jujur nya


Mereka semua dapat merasakan ke jujuran dari perkataan Kinara barusan namun Yuli hanya menganggap itu adalah candaan saja karena dia juga tidak akan pernah mungkin menyakiti sahabatnya hanya karena cinta.


"Nar Lo harus tahu, Rachel itu lebih baik dari pada gue, Lo gak kenal gue seperti apa dulunya jadi Lo hanya beranggapan sesuai yang Lo lihat saja mungkin. Tapi gue bisa memastikan satu hal sama Lo kalau si Rachel itu memang orang yang sangat baik dan dia sangat cocok sama kakak Lo ". kata Yuli meyakinkan sahabatnya itu


"Iya gue tahu hal itu dan sekarang gue mau Lo dekat sama kak Ricky, mau kan Lo ?". tanya Kinara


Membuat Yuli takut melihat tatapan tajam Ricky padanya.


"Kalau Lo gak mau sahabatan sama gue Lo boleh jodohkan gue sama dia". kata Yuli serius dan Kinara pun tahu Yuli tidak main-main dengan omongan nya.


"Gue bercanda Yul, Lo sensi banget sih". kata Kinara


"Sudah ah gue pulang dulu. Bunda pasti nunggu anak nya yang manis sedunia ini untuk pulang". kata Yuli


"Ok, lain kali kita lanjut obrolan nya tapi dengan bertemu langsung. bye semua". kata Kinara menutup telfonnya


"Bos apa Sam masih lama?". tanya Yuli


"Sam Lo antar dia pulang sekarang karena kerjanya Sudah selesai". perintah Ricky


Sam pun kembali mengantar seseorang atas perintah dari bos nya itu tanpa membantah sedikit pun. Dia pergi mengantar Yuli kembali ke rumah nya.


*****


Sesampainya di rumah Yuli, dia langsung turun dari mobil tersebut


"Mau mampir dulu gak ?". tanya Yuli basa basi


Dia lebih suka kalau Sam langsung pergi saja agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan


"Gue langsung saja, takut nya bos butuh bantuan dari gue, lain kali saja gue mampir nya". kata Sam mengendarai mobilnya berjalan meninggalkan rumah Yuli

__ADS_1


"Untungnya Lo gak mau mampir, jadi gue sedikit aman Sam". celoteh Yuli


Yuli mencoba masuk ke dalam rumah nya dengan menggunakan kunci cadangan yang dia bawah karena di suruh oleh sang ayah


"Dari mana Lo, jam segini baru pulang sekolah?". tanya Luna dengan ketus nya


"Gue habis pergi jalan sama Bryan". jawab Yuli bohong


"Alah bohong Lo ya, gue lihat tadi bukan kayak mobil nya Bryan. Pasti Lo Sudah melakukan hal yang gak bener di luar sana". kata Luna menuduh


"Apa sih negatif banget jadi orang, itu memang Bryan kali tapi mobil yang dia gunakan memang selalu berganti-ganti sesuai seleranya". jawab Yuli asal


Luna mereka iri pada Yuli karena dia selalu bisa mendapatkan hal yang di anggap Luna luar biasa apalagi dia bisa bersahabat dengan Galang dan Bryan itu menurutnya sangat lah luar biasa dan menambah iri hati di Luna semakin menjadi.


*******


Rani yang masih ragu antara mau menghubungi kakaknya atau tidak itu mendapat dukungan dari kakaknya yang lain


"Coba saja dulu telfon dia, siapa tahu di angkat RAN". kata Robert kembali meyakinkan


Dan Al hasil Rani mencoba untuk menghubungi Ricky namun beberapa kali tidak ada jawaban darinya.


"Mungkin dia sedang sibuk". kata Raka


"Iya mungkin kak, ya sudah Rani ke kamar dulu ya". kata Rani lalu berjalan pergi menuju kamarnya dengan rasa kecewanya karena Ricky lagi-lagi tidak mau menjawab panggilan telepon nya.


Tinggal Robert dan Raka yang ada di ruangan tersebut dan mereka membicarakan tentang bisnis keluarga nya karena hanya bisnis sang Daddy yang tersisa karena ulah Ricky


"Bagaimana bisnis Daddy? apa berjalan dengan lancar?". tanya Robert


"Sejauh ini masih aman dan stabil dan itu juga masih dalam pantauan Ricky". jawab Raka


"Jadi dia juga memantau bisnis Daddy, apa dia akan melakukan sesuatu pada bisnis keluarga kita?". tanya Robert yang merasa was-was

__ADS_1


"Gue rasa itu tidak mungkin selama kita tidak mengusik nya seperti yang di lakukan kak Ryuji dan gue harap kak Robert gak membuat masalah agar kita sedikit aman". kata Raka


Robert merasa bersalah karena dia sudah memberi tahu para temannya untuk menggoda dan mengganggu Kinara dan mereka berhasil melakukan hal tersebut dan di pikiran Robert sekarang adalah apakah Ricky mengetahui hal tersebut karena jika sampai dia tahu bisa hancur bisnis satu-satunya yang masih mereka jalankan itu karena kecerobohan dia


__ADS_2