
Yuli Faham dengan posisi pekerja kantin itu dan dia mencoba untuk tidak memesan sesuatu yang tidak ada di situ supaya Ricky tidak marah kepada pekerja di sana.
"Ya sudah Gue mau makan cake saja". Kata Yuli
"Kita pesan makanan di luar saja yang sesuai ke inginan Lo". Kata Ricky sambil mengeluarkan ponselnya
Jika orang yang bekerja di kantor identik dengan setelan jas dan pakaian rapi, itu tidak berlaku bagi Ricky karena dia tidak pernah suka jika bekerja dengan pakaian seperti itu. Dia lebih memilih berpakaian seperti biasa nya saja yaitu kaos dan celana jins sobek andalannya. Tidak akan ada juga yang melarang Ricky berpakaian seperti itu walau bertemu dengan klien juga dia akan berpakaian seperti itu.
"Lo mau telfon siapa?". Tanya Yuli
"Dira, Gue ingin dia kesini'. Kata Ricky
Ricky pun menelepon Dira agar dia datang ke kantin menemui dirinya di sana. Dan tak lama kemudian Dira pun datang sambil membungkuk kan badannya memberi hormat pada Ricky
"Apa anda butuh sesuatu Bos?". Tanya Dira
"Lo ubah menu makanan di sini dan gue mau hasil nya besok". Perintah Ricky membuat Yuli tersedak cake yang di makanan nya.
"Kalau makan itu gak usah buru-buru,lagian gak akan ada yang mengambil makanan Lo juga". Kata Ricky sambil memberikan air minum pada Yuli
"Gak usah di ganti menu nya tapi kalau bisa tambahin saja pak Bos".Kata Yuli sambil kembali mengunyah cake nya
"Dira tambah kan menu makanan baru sesuai selera dia di sini agar dia gampang jika lapar dan ingin makan." Kata Ricky
"apa kita pergi makan di luar sekarang?". Tanya Ricky pada Yuli
"Gak usah, makan ini saja sudah membuat gue kenyang". Jawab Yuli
"Kalau begitu Lo pesankan ramen buat dia sekarang'. Perintah Ricky dan langsung di lakukan oleh Dira
"ngapain coba repot-repot pesenin gue, Lo gak makan juga?". Tanya Yuli
"Gue jarang makan". Jawab Ricky singkat
"Hey bos singing bin sombong gue kasih tahu ya, sehebat dan se kuat apapun Lo ya tetap harus makan agar tidak mudah sakit. Apa Lo ingin orang yang sayang pada Lo khawatir karena Lo sakit?". Tanya Ricky
"Gak usah membahas hal yang gak penting". Kata Ricky menatap Yuli dengan tajam nya
"Kalau bagi gue penting gimana?". Tanya Yuli menantang
"Lo nantangin gue ya". Kata Ricky lalu mendekatkan wajahnya pada Yuli membuat dia kaget dan langsung memukul kepala Ricky dengan sendok
"Kurang ajar ya Lo sama Bos". Kata Ricky
"Ya sorry gue reflek, habisnya Lo bikin gue kaget". Jawab Yuli dengan Santai nya
Dira yang dari tadi melihat mereka berdua merasa senang dalam hati nya, Dia merasa kalau Yuli memang sengaja di kirimkan Tuhan untuk bos nya dan banyak juga yang terlihat mendukung kedekatan keduanya.
"apa ada lagi yang bisa saya kerjakan Bos?". Tanya Dira
"ada, Lo duduk dan makan bersama kita". Jawab Yuli
"Turuti kata dia". ucap Ricky
Dan Dira pun bergabung bersama mereka untuk makan bersama di kantin kantor perusahaan SH.
"Katanya Kinara akan pulang, Kapan?". Tanya Yuli
sebenar nya Ricky paling tidak suka jika sedang makan ada yang berbicara karena itu sangat mengganggu nya meskipun dia juga tidak makan, tapi entah kenapa dia tidak marah sedikit pun pada Yuli dengan segala ucapan dan kelakuan nya.
"Dia akan pulang dalam tiga hari lagi". Jawab Ricky yang se dari tadi menatap Yuli yang sedang asik makan
"oh jadi tiga hari lagi ya. Kenapa gak bareng saja sama Galang?". Tanya Yuli asal
"Mereka berada di tempat yang berbeda, mana bisa pulang bersama". jawab Ricky
"Ya kan Galang bisa jemput Kirana dulu dan mengajak dia pulang bersama". Kata Yuli
"Gak se mudah itu jika ingin mendekati Kinara". Kata Ricky
ucapan Ricky membuat Yuli langsung menatap nya dan tatapan mereka pun beradu.
"Lo kenapa natal gue seperti itu, Naksir Lo ya sama gue". Goda Yuli
__ADS_1
"Kalau gue suka sama Lo memang gak boleh?". Tanya Ricky
Sebenar nya Ricky hanya bercanda saja mengatakan hal tersebut karena dia juga ingin melihat reaksi Yuli saja.
"Gak boleh karena Lo gak mungkin juga suka sama gue". Kata Yuli menaik turun kan alis nya.
"Lo memang cewek aneh dan menarik pantas saja Ipank dan Arok suka sama Lo". Kata Ricky
"apa sih maksud Lo gak jelas banget. Oh ya Dir kenapa Lo gak ikut liburan juga bareng Sam?". Tanya Yuli
"Gue masih ada kerjaan di perusahaan ini jadi libur juga nunggu instruksi dari Bos". Jawab Dira
"Lo gak pernah libur apa dapat gaji besar dan sepadan sama kerjaan Lo?". Tanya Yuli lagi
"Lo bahkan akan sangat bersyukur jika bisa bekerja dengan Bos Ricky dan itu pun Lo harus jujur". Kata Dira
Yuli hanya mengangguk anggukkan kepala nya saja. Setelah selesai makan dia baru ingat jika tadi berjanji akan menghubungi Kikan kembali. Yuli pun mengambil handphone nya dan mencoba menelfon Kikan
"Halo Kan tadi kenapa Lo telfon gue?". Tanya Yuli langsung
"Gue hanya ingin tahu saja apa Lo baik-baik saja". Kata Kikan
"Pertanyaan Lo ada-ada saja ya, mana mungkin juga gue gakk baik-baik saja, Lo tadi sudah lihat sendiri juga kalau gue sehat wal afiyat". Kata Yuli
"*Gue selalu khawatir jika Lo bersama kak Ricky, Gue dan Rachel selalu jadi was-was tentang keselamatan Lo". Kata Kikan dengan jujur nya
Yuli pun menarik nafas panjang nya, bagaimana mungkin para sahabat nya bisa berfikiran seperti* ***itu.
"Lo jangan berfikiran jelek Mulu sama bos gue, dia gak sejahat yang Lo pikirkan guys". Jawab Yuli
membuat Ricky dan juga Dira memandang Yuli dengan tatapan tajam nya karena mendengar ucapan yang Yuli katakan tentang Ricky***
"Lo ya selalu seperti itu, jangan terlalu percaya pada orang lain Yul". Kata Rachel menyahuti
"Bukan nya terlalu percaya Hel tapi gue memang tahu kalau sebenar nya Ricky itu tidak se jahat yang orang katakan. coba saja gue tanya ke Lo tentang Arok, gimana tanggapan Lo?". Tanya Yuli
"Dia sebenar nya orang yang baik hanya saja jika ada yang mengganggu dia pasti tidak akan tinggal diam". Kata Rachel
"Ya sama seperti Ricky, dua melakukan semua itu untuk melindungi orang yang dia anggap penting". Kata Yuli
Rachel dan Kikan pun mendengar nya dan langsung menutup panggilan telepon nya secara se pihak.
"Ya lebih baik ngomong langsung di depan kan agar tidak jadi dosa". Jawab Yuli **enteng
"Jika sudah selesai makan kembali kerja lagi di ruangan gue". Kata Ricky
"Dira Lo sudah selesai belum makan nya? kalau belum Lo gak usah buru-buru, gue tunggu sampai selesai". Kata Yuli tanpa ingin menjawab perkataan Ricky tadi.
"Lo duluan saja, lagian tadi kerjaan gue sudah beres dan setelah** ini gue juga akan pulang". Kata Dira
"Kelihatan nya mereka berdua semakin dekat saja sekarang ". Batin Dira
"Hah Lo sudah selesai, hebat banget Lo ya. Terus gue kapan pulang nya kalau memahami pekerjaan saja dari tadi gak kelar-kelar". Gerutu **Yuli
"Lo yang semangat Yul apalagi di ajari langsung oleh bos, gak pernah Lo bos turun tangan langsung mengajari pegawai nya". Kata Dira yang mulai berani menggoda Ricky
"Iya gue semangat banget tapi kenapa gue gak bisa-bisa ya". Kata Yuli dengan wajah lesu nya
"Lo baru belajar sekali dan kita bisa mencoba nya sampai Lo benar-benar bisa dan faham". Kata Ricky memberi semangat
"Bis gue memang benar-benar baik banget. Oh ya apa gak sebaik nya gue di beri kerjaan yang lain saja seperti jadi office girl gitu. Lebih mudah dan sesuai dengan gue". Kata Yuli
"Lo kalau masih ingin jadi office girl maka akan gue bawah Lo ke markas dan kerja di sana". Kata Ricky
mendengar kata markas membuat Yuli merinding karena dia tahunya markas adalah tempat untuk Ricky menghabisi para musuh nya.
"Hehehe gak usah deh, gue jadi sekertaris saja biar terlihat keren gitu". Kata Yuli
"Gue suka jika Lo penurut kayak gini. ayo kembali ke ruangan". ajak Ricky
"Kita akan kembali setelah Lo makan. Dari tadi gue gak lihat Lo makan sama sekali". Kata Yuli
"Gue gak bisa makan sembarangan". Kata Ricky berbohong
__ADS_1
"apa Lo punya tempat favorit buat makan, kalau iya ayo ke sana sekarang gue temenin". Kata Yuli
"Gue biasanya makan masakan buk na di rumah atau gak ya beli di tempat Lo kerja dulu. Di restoran Ken". Kata Ricky
"Ya sudah kalau gitu gue belikan di tempat Ken dan Lo tunggu sini saja". Kata Yuli dan dia langsung beranjak pergi dari kantin namun di tahan oleh Ricky
"Kita lanjutkan pekerjaan saja agar bisa pulang cepat. Gue nanti akan makan di rumah". Kata Ricky
"Ok. Dira kita kembali duluan ya". Pamit Yuli
"Dira nanti malam Lo jemput Galang di bandara, Dua akan pulang ke negara ini lagi. Lo bisa menghubungi dia untuk menanyakan kepastian jam berapa kedatangan nya". Kata Ricky
Dira hanya mengangguk dan membungkuk kan badan nya memberi hormat pada Ricky.
mereka berdua kembali** jalan bersama untuk masuk lagi ke dalam ruangan dan tidak ada tatapan seperti yang tadi Yuli lihat waktu pertama kali keluar ruangan bersama Ricky.
"Kita mulai lagi dan Lo bisa pelajari dulu dan lingkati yang Lo gak mengerti". Kata Ricky dan Yuli pun kembali mempelajari berkas yang di berikan Ricky tadi pada nya.
******
Di markas ke besaran Blue Sky sudah banyak orang yang datang untuk membahas penyerangan.
"Bagaimana dengan persiapan kita? apa sudah beres?". Tanya Gilbert Ketua Geng Blue Sky
"Sejauh ini cukup baik dan gue rasa juga sudah cukup". Jawab Glen partner nya
"apa ada yang sudah mengetahui rencana kita?". Tanya Gilbert
"Gue rasa mereka pasti tahu kita akan melakukan penyerangan dan yang pasti mereka tidak tahu siapa yang menjadi target kita". Kata Glen
Gilbert tersenyum bangga dengan apa yang sudah dia rencanakan selama sepuluh tahun itu dan dia juga tidak ingin semua yang dia rencanakan dan di anggap cukup matang akan gagal. karena jika dia gagal makan sudah dapat di pastikan bahwa dia tidak akan hidup lagi di muka bumi ini.
"Kapan kita akan menyerang nya?". Tanya nya
"Kita tunggu waktu yang tepat karena yang kita hadapi adalah bukan orang yang sembarangan dan tidak bisa di anggap remeh". Jawab Gilbert
"Gue sudah terlalu menunggu lama dan kali ini gue sudah tidak bisa lagi untuk bersabar". Kata nya
"Kalau Lo gak sabar mending Lo Bergerak sendiri dan jangan meminta bantuan gue". Kata Gilbert
"Lo bantu gue pun juga gak gratis, jadi wajar kalau gue sudah gak bisa menunggu lagi". Kata Ayden
"Lo tahu sendiri bagaimana kekuatan Rere dan juga para sahabat nya yang siap membantu dia kapan pun". Kata Glen
"Gue tahu hal itu maka nya gue minta bantuan kalian untuk menghancurkan dia. Apa Lo gak ingin menambah aliansi lagi agar semakin kuat?". Tanya Ayden
"Gue gak bisa menambah karena mereka semua takut jika berurusan dengan Ricky". Jawab Gilbert
"memang sahabat Rere yang satu itu pengaruh nya sangat besar sekali". Kata Glen
mereka setuju karena Ricky bukan hanya terkenal di Asia atau Eropa tapi dia sudah di kenal oleh dunia dengan ke sadisan nya itu. Berurusan dengan Ricky sama saja menggali kuburan sendiri atau ingin mengakhiri hidup karena Ricky tidak akan memberikan ampunan dan dia akan memusnahkan hingga ke akar nya
"Kita tunggu dua Minggu lagi setelah itu langsung serang rumah Rere beserta markas dan perusahaan nya". perintah Gilbert
"Kita langsung menghancurkan semua, bukan fokus pada target utama saja?". Tanya Glen
"lebih baik langsung kita hancur kan semua agar cepat selesai tugas kita". kata Gilbert
"apa cukup dengan orang se gini menghancurkan beberapa tempat sekaligus?". Tanya Glen
"Yang datang hanya segini tapi yang sudah bersiap sangatlah banyak dan kalian pun akan kaget jika gue kasih tahu jumlah nya". Kata Glen dengan percaya diri nya jika dia akan menang melawan Rere.
Mungkin Gilbert begitu bodoh dan di butahkan dengan jabatan hingga dia lupa siapa yang akan dia hadapi nanti.
******
Arok masih fokus pada layar handphone nya, dia juga mencari informasi tentang penyerangan yang kemungkinan akan terjadi dalma waktu dekat menurut prediksi nya.
"Kenapa masih ada saja orang yang ingin mengalahkan kita". Kata Ken sedikit kesal
"Mungkin dia iri melihat kesuksesan kita Ken". jawab Rere asal
"Jika kalian masih banyak bicara mending pergi saja". Kata Arok dengan nada tinggi dan tatapan tajam nya
__ADS_1
"Sorry Rok, gue gak bermaksud berisik di sini". Kata Rere
"Mending kalian berdua juga cari informasi kalau perlu tanya kepada Ricky melalu seseorang yang bisa membuat Ricky angkat bicara". Kata Arok dan langsung mendapat tatapan memohon dari para sahabat nya dan membuat Arok memasang wajah yang semakin datar nya.