Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Penculikan


__ADS_3

Ipank sudah sampai di rumahnya dan para anak buah nya menyambut kedatangan bos nya yang memang jarang sekali kembali ke rumah nya itu. nampak sekali raut wajah bahagia yang terpancar di wajah nya membuat para anak buah nya meresa sangat senang sekali meskipun mereka tidak mengetahui apa sumber kebahagiaan bos nya.


"Selamat malam dan selamat datang ke rumah Bos". Kata Yamato anak buah Ipank


"Bagaimana keadaan rumah selama aku tidak ada ?". Tanya Ipank


"Keadaan di sini sangat aman dan terkendali Bos. tidak ada hal yang mencurigakan". Kata Yamato


"Kalian boleh kembali bekerja lagi dan jangan lupa makan dan jaga kesehatan". Kata Ipank


mereka yang mendengar hal tersebut sempat terkejut namun juga langsung mengangguk kan kepala nya mendengar ucapan Bos nya tadi.


"Aku tinggal ke dalam kamar dulu". Kata Ipank


Dia langsung berjalan pergi menuju kamarnya untuk beristirahat sejenak.


kamar yang bernuansa abu-abu yang menjadikan warna khas dari seorang Ipank dengan ornamen yang begitu mewah karena terbuat dari kristal dan juga hiasan lukisan di dinding yang sangat indah nampak terlihat juga.


"Sudah lama sekali rasanya tidak tidur di dalam kamar ini". Kata Ipank sambil langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur


********


Disisi lain Gilbert sudah mempersiapkan semua dengan rapi. dia bahkan sudah melihat berita tentang sadisnya Ricky dalam mengeksekusi musuhnya namun tidak ada keinginan mundur dan membatalkan rencananya karena dia sangat yang akan berhasil


"apa Lo yakin akan melakukan hal tersebut? Lo sudah lihat sendiri kan bagaimana Sadisnya dia dalam video itu". Kata Glen


"Gue gak akan terpengaruh dengan video murahan seperti itu. Gue sangat yakin kalau rencana malam ini akan berhasil". Kata Gilbert


"Lo sangat keras kepala sekali. bahkan Dimitri dan yang lainnya sudah mundur tidak ingin melakukan hal buruk untuk sementara waktu pada nya dan Lo malah maju sekarang". Kata Glen tidak habis pikir dengan partner nya itu


"Sudahlah Glen untuk rencana gue ini Lo gak perlu ikut campur dan gue gak akan melibatkan siapapun termasuk Ayden". Kata Gilbert


"Bukan itu maksud gue , Gue hanya gak mau kehilangan Lo saja dan dengan kecerobohan Lo dalam sekejam saja Lo bisa menghilang dari bumi ini". Kata Glen mencoba menghentikan dia lagi


"Keputusan gue sudah bulat dan juga gue sudah sangat lama menunggu momen ini. jadi gak akan ada alasan buat gue mundur sekarang". Kata Gilbert


"Kalau gitu terserah Lo saja dan gue berharap Lo bisa menjaga diri baik-baik". Kata Glen


"Gue pasti akan baik-baik saja Glen". Kata Gilbert semakin yakin.


Gilbert mungkin tidak tahu bahaya apa yang sedang menanti dia karena Ricky sudah tahu semua rencananya dan juga dia sudah menyiapkan hadiah yang sangat istimewa buat Gilbert. Mata-mata Ricky masih tetap memantau pergerakan Gilbert dan juga yang lain nya. mereka memang sangat hebat sekali sehingga membuat para musuh tidak curiga sama sekali.


"Siapkan semua nya dan pasti kan jangan sampai ada yang terlewat sedikit pun". Kata Gilbert pada anak buah nya


"Semua sudah siap bos dan kami tinggal menunggu perintah anda saja untuk bergerak". Jawab anak buah nya


********


Arok yang masih sibuk dengan berbagai macam pemikiran nya tentang Ricky. Dia masih merasa bingung kenapa Ricky harus pergi dari negara ini juga padahal Kinara akan kembali ke sini.


"Apa yang sebenarnya Lo rencanakan Rick. Mulai dari bilangannya para anggota keluarga Lo sampai perginya kedua orang kepercayaan Lo, itu semua misteri Sekali". Kata Arok


"Bos semua hal untuk penjemputan nona Kinara sudah siap". Kata Mark


"Nanti kita akan menjemput dia di Bandara jam sepuluh malam". Kata Arok


"Baik Bos. saya akan menunggu di gazebo luar sana". Kata Mark


"Lo nunggu di sini saja Mark. Ayo kita ngobrol sebentar". Kata Arok


Mark pun akhirnya mengikuti perintah Bos nya dan dia langsung duduk di samping tempat duduk Arok.


"Mark apa Lo tahu apa yang sebenarnya Ricky lakukan?". Tanya Arok


Mark sedikit tahu tentang rencana Ricky karena dia juga mendapat kan tugas untuk mengatur keamanan perusahaan Arok. Dia tidak akan memberitahu Bos nya mengenai rencana Bos besar nya tersebut karena itu adalah perintah nya. Meskipun Mark menjadi orang kepercayaan Arok tapi dia tetap setia pada Ricky karena mulai awal dialah yang melatih Mark hingga menjadi seperti sekarang.


"Ma'af Bos meskipun saya tahu sesuatu tapi saya tidak akan pernah mengatakan kepada anda karena perintah Bos besar adalah hal yang tidak bisa dibantah sedikit pun". Jawab Mark jujur


Arok sudah menduga akan hal tersebut karena tidak mungkin Mark tidak tahu karena dia masih masuk kedalam anggota khusus Ricky meskipun dia sekarang bekerja untuk nya.


"Lo setia sekali pada nya Mark". Kata Arok memuji


"Saya juga akan selalu setia pada anda bos dengan menjaga keselamatan anda". Kata Mark


"Dan itu juga pasti atas perintah leader gila itu". Kata Arok sambil tersenyum


Mark pun ikut tersenyum karena memang benar apa yang dikatakan Bos nya bahwa semua orang kepercayaan dari sahabat Ricky memang benar-benar menjaga bos nya dengan baik karena kalau mereka melakukan kesalahan sedikit pun maka Ricky yang akan membuat perhitungan pada mereka.


"Bos Ricky memang sangat memperhatikan anda dan yang lainnya". Kata Mark

__ADS_1


"Gue berharap agar dia segera mendapatkan orang yang dapat meluluhkan dan menyembuhkan hatinya yang terluka". Kata Arok dengan Tulus nya.


"Apa anda mau wine Bos?". Tanya Mark


"Jangan sekarang, kita akan menjemput Kinara jadi gue gak ingin mabuk hari ini". Kata Arok


"Apa adik laki-laki anda juga akan pulang Bos?". Tanya Mark


"Hiro tidak akan mau pulang jika tidak ada hal yang penting menurut nya". Kata Arok


Arok memang mempunyai adik laki-laki dia adalah Masahiro Ishikawa Arkasa. Hiro sendiri tinggal di Las Vegas karena dia ingin sekali di kenal bukan hanya karena kakaknya saja. Dia sama seperti Arok menjadi seorang bos besar dalam sindikat perdagangan narkoba dan berbagi macam benda ilegal. Hiro mendapatkan dukungan dari Ricky untuk memulai usahanya dulu.


"Adik anda semakin hebat Bos di sana". Kata Mark yang memang tahu tentang Hiro dari cerita dan video yang diperlihatkan Sam


"Dia memang sangat hebat bahkan bisa melebihi kehebatan Gue". Kata Arok bangga kepada adik laki-laki nya itu.


"Tapi Anda terlihat lebih Menakutkan dari pada Tuan Hiro". Kata Mark dengan jujur nya


Arok Hanya menanggapi ucapan Mark dengan senyuman saja karena memang banyak yang berkata seperti itu bahwa dia lebih Menakutkan dari pada Hiro adik nya padahal jika orang lain lebih Dekat lagi dengan mereka maka pasti pernyataan nya akan berbeda.


"Lo siap kan semuanya kita berangkat ke bandara sekarang". Kata Arok


********


Ricky yang masih berada di dalam rumah nya bersama dengan Galang sedang sangat sibuk sekali latihan. Hari ini Galang meminta dia untuk melatih nya lagi dan tak lupa sambil mengobrol juga


"Rick bagaimana apa Lo sudah menemukan sesuatu tentang orang tua Yuli?". Tanya Galang di sela latihan mereka


"Lo mending fokus latihan dulu. kita bisa bicara kan itu nanti". Kata Ricky


"Sekarang saja dan kenapa harus menunggu nanti kalau sekarang sudah bisa menjawab Lo". Kata Galang


"Gue masih belum menghubungi Sam untuk soal itu". Jawab Ricky


Dia sekarang duduk beristirahat di sofa sambil meminum minuman yang tadi dibawakan oleh pembantu nya.


Galang pun ikut duduk bersama Ricky di sana.


" Lo sudah janji Rick bantu Yuli jadi Lo gak boleh ingkar apalagi dia adalah sahabat Gue dan juga Kinara sepupu Kesayangan Lo itu". Kata Galang


Ricky menatap Galang dengan tajamnya karena sedari tadi dia tidak berhenti untuk berbicara.


Galang yang melihat Ricky sibuk dengan ponsel nya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dia ingin Ricky segera membantu sahabat nya itu.


"Rick Lo telfon saja Sam sekarang mumpung Lo sedang pegang Handphone". Kata Galang dengan antusias


"Gue lagi sibuk jadi nanti saja". Jawab Ricky


Galang tidak mau menyerah begitu saja dan dia berinisiatif untuk mengambil ponsel Ricky dan menghubungi Sam sendiri namun sayang sekali rencana tersebut sudah diketahui oleh sahabat nya itu


"Lo gak usah macem-macem Lang. apa Lo mau gue marah sama Lo?". Tanya Ricky dengan nada serius tapi sebenarnya hanyalah bercanda saja agar Galang tidak lagi membahas hal tersebut


"Ya sudah kalau Lo gak mau bantu. Gue bisa sendiri". Kata Galang


Ricky pun menggeleng kan kepala melihat tingkah laku Galang kepada nya. sebenar nya Galang Sangat dewasa sekali namun untuk mendapatkan keinginannya dari Ricky dia harus mengeluarkan trik nya yang menjadi seperti anak kecil agar Ricky mau mendengarkan permintaan nya.


"Lang Gue mau pergi ke New York". Kata Ricky


"Ngapain Lo ke sana?". Tanya Galang


dia menganggap omongan Ricky tidak serius makanya dia menanggapi nya dengan bisa saja.


"Gue mau beristirahat sejenak dari dunia gue yang sekarang". Kata Ricky


Galang langsung menatap Ricky dengan tajam nya


"Apa Lo sakit hati lagi Rick?". Tanya Galang


Ricky pun tersenyum" Gue hanya butuh privasi Lang agar semua pikiran gue fresh". Jawab Ricky


"Lo temuin papa dan mama gue dulu kalau begitu". Kata Galang


Galang yakin sekali ada sesuatu yang Ricky sembunyikan dari nya dan dia menyarankan Ricky bertemu kepada kedua orang tua nya agar Ricky bisa berbagi kesedihan nya. Galang tahu Ricky sangat nyaman sekali bila bercerita dengan Papa nya dan pasti tidak akan ada yang dia sembunyikan juga.


"Gue akan temeui mereka berdua nanti". Kata Ricky


Galang mengangguk kan kepala nya sembari dia melihat ponsel nya. dua kaget dengan apa yang dia dapat kan


"Gila Ipank ngajak Yuli kencan Hari ini". Kata Galang terkejut melihat foto kebersamaan Ipank dan Yuli yang di kirim oleh Bryan

__ADS_1


Ricky langsung menatap Galang begitu mendengar ucapan nya barusan. "Rick coba lihat ini. Ipank jalan sama Yuli". Kata Galang sambil menyodorkan ponselnya pada Ricky


"Biarkan saja Lang dan jangan Lo melarang Yuli dekat dengan Ipank karena itu adalah hak dan pilihan nya sendiri". Kata Ricky


Galang terlihat kesal mendengar omongan Ricky barusan


"Lo gak cemburu?". Tanya Galang


"Cemburu, mungkin saat ini gue gak merasa kan nya". Kata Ricky


Galang sedikit bahagia mendengar jawaban dari sahabat nya itu. dia merasa ada kemungkinan jika Yuli akan bisa bersanding dengan Ricky


"Oh ya gue mau cabut dulu karena ada urusan". Kata Ricky


Dia pun pergi menuju kamar nya dan segera berganti pakaian. sebelum keluar rumah dia sudah menghubungi para orang kepercayaan nya untuk bersiap-siap


*******


Gilbert sudah siap dengan para anak buahnya menunggu kedatangan Kinara di bandara. anak buahnya menyamar menjadi berbagai macam karakter dan dia juga melihat kedatangan Arok dan beberapa anak buahnya


"Bertingkah seperti biasa saja. Jangan sampai Arok curiga". Kata Gilbert melalui sambungan telepon nya


Mark sudah mengetahui hal tersebut juga berpura-pura bodoh karena itu perintah Ricky


Arok duduk di sebelah anak buah Gilbert. ada rasa takut dari anak buahnya ketika mengetahui bahwa Arok duduk di samping nya. aura Arok Sangat terasa sekali


"kurang berapa jam lagi Mar". Tanya Arok


"setengah jam lagi Bos". Jawab Mark


Arok menengok di kanan kirinya memastikan apa Ricky akan datang juga namun hasil nya nihil


"Apa yang sedang anda cari Bos?". Tanya Mark


"Gue kira Ricky akan datang juga untuk menjemput Kinara tapi kelihatannya dia gak akan kemari". Kata Arok


Mark pun tersenyum penuh arti mendengar hal tersebut "Bos Ricky sedang melatih Tuan Galang sekarang Bos". Kata Mark sambil menunjuk kan foto yang di kirim Ricky padanya


"Jadi dia benar-benar tidak akan datang". Kata Arok


Dia pun menunggu kedatangan adiknya dnegan penuh antusias dan juga sesekali memainkan ponselnya


hingga beberapa menit kemudian terlihat Kinara yang sedang tersenyum pada nya dari arah kejauhan tampak juga ada beberapa orang didekat nya membuat Arok khawatir dan segera menghampiri nya


namun langkah Arok terhenti kata halangan para anak buah Gilbert


"Kak Arok". Teriak Kinara yang sudah dibawah paksa oleh anak buah Gilbert Takashi


"B*******k kalian. Mark cepat hajar mereka". Terjadi lah keributan disana


"Kak Arok tolong". Teriak Kinara yang terdengar semakin menjauh dan tampak mobil hitam mendekati nya dan juga membawa Kinara pergi dari bandara dengan paksa


Arok masih berkelahi dengan maka buah Gilbert sementara sang bos sudah pergi dari area bandara


"Hahaha ternyata mudah sekali mendapatkan mu Kinara". Kata Gilbert


Kinara yang sedari tadi memberontak membuat Takashi akhirnya memukul Kinara hingga dia pingsan


sementara di bandara Arok sangat marah sekali dan menghabisi mereka dengan membabi buta. ada satu yang dia biarkan hidup agar dia tahu siapa dalang di balik penculikan Kinara


"Kenapa kalian berani sekali melakukan hal ini." kata Arok sambil berteriak-teriak


"Mark kenapa Lo bodoh sekali hingga Kinara berhasil dibawah mereka". Kata Arok dengan frustasi nya


Mark Hanya terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan Bosnya


"Siapa yang menyuruh kalian cepat jawab". Kata Arok semakin emosi


"Tuan Gilbert yang menyuruh kami tuan". Kata nya dan dia langsung di tusuk oleh Arok dengan pisaunya


"Sialan. pasti ini semua gara-gara Lo Rick". Kata Arok penuh emosi


Mobil yang membawa Kinara telah sampai di sebuah kastil tua yang terletak agak jauh dari jalanan DAN terlihat sekali bangunan tersebut sudah tak terawat Sama sekali


"Akhirnya sebentar lagi gue bisa mengalahkan Lo Ricky". Kata Gilbert penuh kegembiraan


"Ikat dia dengan baik"


perintah Gilbert pada Takashi dan dia segera menghubungi Ricky agar segera datang untuk menyerahkan nyawanya

__ADS_1


__ADS_2