Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Kebahagiaan Yuli


__ADS_3

Tidak tersedia perjalanan yang mereka lalui cukup panjang sekali dan kini mereka semua sudah sampai di Italia bahkan Yuli pun terlihat sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Irene.


"Bunda sini biar Yuli bawa barang-barang nya". Kata Yuli yang melihat ayu membawa barang nya sendiri


"Tidak perlu sayang lagi pula kami juga sedang membawa barang kamu juga kan jadi biarkan bunda membawa nya sendiri". Kata Ayu


Yuli tersenyum kepada sang bunda tentu saja dia tidak akan membiarkan bunda nya membawae barang dia sendiri apalagi itu terlihat sangat berat sekali dan juga Ayu baru sembuh dari sakit nya tentu nya itu juga yang membuat Yuli tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi.


"Biar saya yang membawa semua nya ". Kata Shawn


"Tidak usah nanti Lo keberatan juga". Kata Yuli


"Tidak masalah nona memang itu adalah tugas saya sebagai anak buah tuan Caesar". Kata Shawn


Mereka kini keluar dan sudah banyak sekali anak buah Caesar yang ada di sana dan Yuli juga melihat Bryan di sana membuat dia segera berlari dan memeluk nya


"Bagaimana kabar Lo Bray?". Tanya Yuli sambil memeluk sahabat nya itu dsn tanpa dia tahu ada yang sedang terbakar api cemburu sekarang di sana melihat kekasih nya memeluk orang lain.


Ya Ricky dan yang lain nya bahkan sudah sampai terlebih dahulu dari mereka semua dan kini mereka mengintai dari kejauhan


Bryan yang mendapat kan pelukan dari Yuli tidak berniat untuk membalas nya karena dia juga memang tidak ingin melakukan nya


"Kayak anak kecil saja Lo main peluk saja". Kata Bryan


Yuli pun melepas kan pelukan nya dan dia juga kini menatap Bryan yang terlihat semakin tampan sekali bahkan sahabat nya yang satu ini terlihat semakin gagah dan bahagia juga. Yuli berpikir mungkin saja Bryan di sini sudah bisa membuat bisnis sesuai dengan rencana nya


"Apa tidak boleh jika gue memeluk Lo kan kita juga sudah lama tidak bertemu Bray". Kata Yuli


"Dan pelukan Lo itu bisa saja membuat kekasih Lo yang posesif itu marah". Kata Caesar


Caesar berjabat tangan dengan Bryan karena selama dia pergi Memang Bryan lah yang menggantikan posisi nya untuk menjaga mama nya di Italia dan Caesar pun merasa sangat berhutang sekali kepada Bryan


"Lama tidak bertemu Bryan". Kata Caesar


"Ya lama kita tidak bertemu dan Lo terlihat sangat gembira sekali, apa se senang itu Lo mempunyai kakak Seperti Yuli". Kata Bryan


"Dia terlalu berisik tapi gue senang sekali selama ini Lo sudah mengajar kan dia bela diri untuk melindungi diri nya". Kata Caesar


"Gue melakukan itu juga karena dia memang harus memiliki ilmu bela diri sebab hidup ini keras jadi agar dia bisa bertahan dia harus kuat meski pun dia perempuan tapi setidak nya perempuan juga tidak boleh terlalu lemah". Kata Bryan


"Gue setuju sekali akan hal tersebut. Perempuan tidak boleh terlalu lemah agar tidak di injak-injak oleh orang lain". Kata Yuli


Para anak buah Caesar kini memasukkan barang yang mereka bawa ke dalam mobil dan Bryan pun kini terlihat menatap Leon


"Leon ". Kata Bryan


Leon yang di panggil hanya tersenyum saja tanpa menjawab sapaan Bryan

__ADS_1


"Dia ikut kemari karena ada pekerjaan penting dan dia adalah sahabat Hiro adik Arok". Kata Caesar


"Bunda ayu bagaimana kabar nya?". Ya Bryan yang tadi hampir lupa dengan keberadaan ayu di sana. Dia pun langsung memeluk Ayu penuh dengan sayang sebab dia juga sudah menganggap ayu sebagai bunda nya sendiri semenjak dulu apalagi sekarang dia hanya sendiri tanpa keluarga membuat dia semakin menyayangi Ayu dan menganggap Yuli sebagai adik nya sendiri


"Bunda baik Bryan, kamu terlihat lebih berisi ya badan nya semenjak di sini". Kata Ayu sambil tersenyum dan dan mengelus rambut Bryan penuh sayang


"Iya bunda Bryan di sini makan banyak jadi gemuk seperti sekarang". Kata Bryan


"Kita pulang ke rumah sekarang". Kata Caesar


Kini mereka semua pergi meninggalkan Bandara dan sebelum pergi Caesar dan yang lain nya merasa ada orang yang mengikuti mereka dan tentu nya mereka tahu itu siapa. itu adalah anak buah Demian yang ada di Italia dan mereka memang di tugas kan untuk memantau di sana dan melihat juga apa Ricky dan yang lain nya ada di sana atau tidak namun sayang nya anak buah Demian tidak mengetahui keberadaan Ricky dan yang lain nya di sana


"Lihat lah Rick ternyata anak buah Demian ada di sana". Kata Rere


Ricky hanya menyeringai saja melihat nya karena dia juga sudah menduga bahwa mereka akan datang ke sana juga


"Sebaik nya kita berhati-hati agar mereka tidak tahu keberadaan kita di sini." Kata Ipank


"Tunggu mereka pergi baru kita pergi juga". Kata Ken


"Jangan pergi dulu tunggu di sini dua jam". Kata Ricky membuat mereka semua melihat kearah sang leader. Bagaimana mungkin mereka bisa menunggu di sana selama itu bahkan mereka pasti tidak akan bisa mengawal Yuli dan yang lain nya Menuju rumah Caesar tapi apa Boleh buat itu adalah perintah sang leader apalagi Ricky kini terlihat sangat serius sekali jadi mereka tidak akan melawan nya dan kini menunggu di sana


sementara mobil mereka sudah berjalan meninggalkan bandara dan para anak buah Caesar dan juga Bryan pun mengawal dari depan dan belakang untuk menghindari hal yang tidak di inginkan. Meskipun tadi ada yang mengikuti mereka kini mereka pun tidak takut juga sebab mereka juga sudah menduga nya


"Apa Leon ada di pihak kita Caesar?". Tanya Bryan


"Gue tidak tahu bahkan gue juga tidak bisa menebak nya juga ketika Ricky mengatakan sesuatu tentang dia". Kata Caesar


"Mungkin saja memang begitu." Kata Caesar


"Semoga saja begitu karena yang akan kita hadapi adalah Demian dia sangat licik juga dan Leon adalah adik nya". Kata Bryan


Dia tahu sedikit banyak tentang Demian dan juga Leon maka dari itu ketika melihat Leon Bryan takut jika dia adalah musuh dalam selimut tapi jika Ricky yang menyuruh nya maka Bryan pun akan menurunkan kewaspadaan nya sebab dia sangat mengenal Ricky dengan baik pasti Ricky akan mempersiapkan segala nya dengan baik juga.


Mobil mereka sudah sampai di rumah Caesar dan rumah tersebut terlihat megah sekali dan begitu banyak penjaga juga di sana.


Hati Yuli sangat berdebar sekali sebab ini kali pertama nya dia akan bertemu dengan sang mama dan Yuli juga tidak sabar ingin segera melihat wajah mama nya itu.


Mereka turun dari mobil lalu Yuli pun menggandeng tangan Ayu juga untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Ketika pintu di buka terlihat sosok wanita yang sangat cantik sedang tersenyum bahkan mata nya terlihat berkaca-kaca sekarang ini


"Mama". Sapa Caesar lalu memeluk sang mama


Irene pun membalas pelukan putra nya itu dengan penuh sayang dan kerinduan sebab dia juga sudah di tinggal oleh Caesar pergi ke Jepang.


"Kamu sudah datang Arya". Kata Irene


"Iya Arya sudah pulang dan Arya membawa seseorang yang sangat mama rindukan ". Kata Caesar

__ADS_1


dia kini menggeser badan nya agar Irene dapat melihat Yuli


"Irene apa kabar?". Tanya Ayu yang juga ada di sana. Dia juga tidak akan menyangka bisa bertemu sahabat lama nya di sini apalagi Irene juga terlihat masih sangat cantik sekali dan dia terlihat mirip seperti Yuli


"Aku baik. Lama kita tidak bertemu Ayu". Kata Irene lalu berjalan memeluk Ayu sahabat nya itu. Jika tidak ada Ayu waktu itu tentu Irene tidak akan pernah bisa melihat wajah Yuli lagi bahkan dia juga mungkin tidak akan bisa menyelamatkan anak perempuan nya itu dari keserakahan suami nya sendiri


"Lihat lah dia cantik kan sama seperti dirimu". Kata ayu sambil menunjuk Yuli.


Yuli kini berjalan menuju mama nya dan dan dia juga langsung memeluk Irene dengan erat nya. Irene pun membalas pelukan Yuli dan dia mengelus nya penuh kasih sayang


"Kamu ternyata sudah dewasa dan terlihat cantik sekali Yuli". Kata Irene


Mereka semua melihat hal ini pun ikut hanyut dalam kebahagiaan yang mereka dapat kan apalagi Yuli dia terlihat sangat bahagia sekali sekarang bisa bertemu dan memeluk mama nya itu dengan penuh kerinduan nya.


Sementara di bandara setelah menunggu beberapa jam benar saja anak buah Demian dan Justin yang ada di sana keluar semua nya bahkan mereka pun terlihat seperti orang biasa saja dengan penampilan nya yang seperti itu. Mereka melapor kan bahwa memang tidak melihat Ricky sama sekali. Tentu Demian memang menyuruh mereka semua untuk berjaga di sana agak lama sebab dia juga tidak mau jika Ricky menjebak nya. Dia tidak ingin kalah dari Ricky.


"Ternyata mereka banyak sekali Rick di sini tadi". kata Ken


"Jadi mereka sengaja menunggu dan memastikan apa kita ikut atau tidak". Kata Rere


"Benar tuan mereka semua ingin memastikan kalau kalian semua tidak akan ikut dan jika sampai mereka tahu kalau kalian ikut kemari pasti mereka tidak akan muncul nanti dan membatalkan penyerangan nya". Kata Sam


"Takut juga mereka dan kalau takut kenapa masih ingin menyerang". Kata Ken


"Ini bukan soal takut hanya saja mereka tahu jika kekasih Ricky tiada maka dia akan terpukul dan itu adalah kesempatan mereka untuk menghancurkan Ricky. Mungkin karena itu yang ada di otak kecil mereka". Kata Arok


"Jadi apa kita sudah bisa pergi dari sini Rick?". Tanya Rere


Ricky pun langsung berjalan keluar dari Bandara dan mereka semua mengikuti nya bahkan mobil yang akan mereka gunakan pun terlihat sudah siap juga sedari tadi. Ricky berserta rombongan nya kini sudah naik ke dalam mobil lalu mereka pergi menuju rumah yang akan di tinggali dan rumah tersebut ternyata berada di samping rumah Caesar. Ya Ricky memiliki rumah yang ada di samping rumah Caesar bahkan dia harus mengeluarkan banyak sekali uang untuk membeli nya dan memaksa pemilik nya menjual rumah tersebut kepada nya agar dia bisa memantau Yuli dari jarak dekat namun seperti biasa nya tidak akan ada yang tahu jika rumah itu adalah milik Ricky sebab Sam sudah mengurus semua nya agar mereka tidak tahu dan curiga sedikit pun.


Mobil mereka tidak terlalu mewah agar tidak terlihat mencolok dan kini mereka sudah sampai di sana lalu bergegas masuk ke dalam rumah itu.


rumah yang Ricky punya kali ini hanya berdesain biasa saja tidak seperti rumah dia yang lain nya sebab dia membeli nya juga mendadak ketika Yuli ingin pergi ke Italia dan dia pun langsung menyuruh Sam untuk segera mencari kan rumah yang dekat di tempat Caesar dan hasil nya Sam pun benar-benar bisa di andal kan sekali bahkan dia juga bisa membeli rumah tepat di depan rumah Caesar.


"Lo baru beli rumah ini Rick?". Tanya Ipank


"Ya gue baru membeli nya karena kekasih gue ingin kemari". Kata Ricky


"Dalam sekejap apa yang tidak bisa dia lakukan bahkan dia pun juga bisa membeli pesawat dalam Hitungan detik saja". Kata Rere


Ricky yang di puji pun hanya biasa saja karena dia juga tidak pernah berniat ingin memamerkan kekayaan nya bahkan semenjak menjalin hubungan dengan Yuli dia terlihat dapat menunda apa yang dia inginkan tapi untuk rumah tersebut dia memang harus membeli nya karena itu kebutuhan nya untuk mengintai sang kekasih


Kini mereka duduk di sana dengan santai nya sambil meminum yang di sediakan bahkan Ricky terlihat sangat santai sekali sekarang.


"Apa mereka semua sampai dengan selamat Rick?". Tanya Ken


"Tentu saja. Apa Lo tidak tahu jika mereka sudah sampai dengan selamat". Kata Ricky

__ADS_1


"Melihat ekspresi Lo saja sudah cukup bagi gue untuk mengerti". Kata Arok


Jika Yuli dalam bahaya tentu nya Ricky tidak akan mungkin bisa setenang itu bahkan dia pun pasti akan sangat marah sekali jika hal itu sampai terjadi


__ADS_2