Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Hadiah Untuk Penghianat


__ADS_3

Orang sekuat Dk juga tidak akan ingin berurusan dengan Ricky sebenarnya karena dulu juga dia pernah merasakan bagaimana ganasnya Ricky ketika orang yang di sayang di usik orang.


"Jika kita menyerang dia melalui perusahaan nya bagaimana?". tanya Dimitri


"itu juga akan susah karena tidak gampang untuk menjadi pegawai di perusahaan Ricky". kata Max


"Sekuat-kuatnya Ricky apa tidak ada cela sedikit pun untuk mengalahkan nya?". Tanya Dominic


"Dia selalu peka dengan rencana para musuh nya, jadi gue juga gak yakin dengan semua rencana kita". kata DK


"Dan kita juga tidak tahu apa sebenarnya rencana dia menghilangkan keluarga nya". kata Dimitri


"Gue rada dia sedang menyiapkan sesuatu apalagi sekarang gue dapat kabar kalau Sam sedang berlibur". kata Dominic


"Memang dia selalu melangkah lebih jauh dari para anggota lainnya". kata DK


"Dan juga soal ke kuatkan juga sangat jauh namun yang lainnya juga tidak bisa di anggap remeh karena para orang kepercayaan nya adalah didikan Ricky juga dulu". kata Max


"Bagaimana kalau pegawai Ricky yang sudah lama bekerja dengan nya kita ajak kerja sama". kata Dimitri


"Apa bisa kita menemukan orang dari perusahaan nya untuk di ajak kerja sama?". tanya DK


"Gue akan cari orang yang tidak akan bisa dia curigai dan bisa kita andalkan". kata Max


"Gue setuju, Lo kan dulu pernah bekerja sama juga dengan Edward kan, jadi gue rasa Lo bisa melakukan nya". kata Dimitri


Dan obrolan mereka pun selesai dengan hasil rencana untuk menyusup ke dalam perusahaan Ricky yang mereka ketahui.


Tapi tanpa mereka duga juga ada anak buah Ricky yang menjadi anggota Dominic mengawasi mereka dan juga melaporkan nya kepada Bos nya.


Ricky selalu bisa membuat anak buahnya menjadi mata-mata di kelompok musuh tanpa ada yang tahu dan juga korban jiwa. Para anak buah Ricky akan kembali kepadanya dalam keadaan sehat tanpa terluka sedikit pun dan itu lah kehebatan Ricky yang bisa melindungi seluruh anggota nya yang jumlahnya tak terhitung itu.


********


mereka masih menertawakan Rere karena dia mungkin tidak akan lolos dari seleksi Ricky mengingat Ricky lebih terlihat membela Galang dari pada dia


"Rok apa yang Lo pikirkan sekarang?". tanya Ipank


"Apa kalian tahu di mana Ricky sekarang?". tanya Arok

__ADS_1


"Mungkin di bengkel". kata Ken


"Apa Lo yakin, Kalau dia ke bengkel kenapa harus jemput Yuli segala?". tanya Rere


"coba Lo tanya pada mereka berdua dulu ke mana Yuli pergi


Rere pun memanggil Kikan agar dia bisa bertanya di mana Ricky berada


"Ada apa kak manggil gue?". tanya Kikan yang menghampiri mereka bersama Rachel di sampingnya


"Apa Lo tahu kemana Yuli pergi bersama Ricky?". tanya Rere


"Ya gak tahu kak, tapi tadi dia bilang mau ke bengkel". jawab Kikan


"Coba Lo telfon dia sekarang dan tanyakan ke beradaannya dimana". perintah Arok


dan Kikan pun menelepon Yuli dan meloudspiker handphone nya


Dalam suasana yang seperti itu Yuli mendapatkan telfon dan tertera nama sahabat nya namun Yuli tidak ingin menjawab nya


Dia mengirimkan pesan pada Kikan


"kak Yuli gak bisa mengangkat panggilan sekarang karena suasana nya tidak memungkinkan kata dia". ucap Kikan sambil menunjuk kan pesan singkat dari Yuli tadi


"Jadi mereka tidak ada di bengkel sekarang". kata Arok menyimpulkan


"Lo tahu dari mana dia tidak ada di bengkel, siapa tahu ada masalah di sana Rok". kata Rere


Arok tidak menjawab pertanyaan Rere namun dia langsung menghubungi seseorang untuk menanyakan di mana Ricky berada


"Jadi dia ada di perusahaan SH, ok kalau begitu". kata Arok sambil menutup telfonnya


"jadi Ricky di perusahaan keluarga nya? tapi ngapain dia bawa Yuli juga ke sana?." tanya Ken


"Apa Yuli sekarang jadi pegawai kantoran ya". kata Kikan menebak


"Mungkin saja. Ayo kita ke sana sekarang". kata Arok


"Kalian berdua di rumah saja, dan Lo Hel pulang nya nanti saja biar di antar Dave". kata Rere

__ADS_1


Mereka segera pergi menuju perusahaan keluarga Hartama untuk melihat apa yang di lakukan sahabatnya sekarang.


****


"Aku tahu dari semua pegawai di sini ada juga yang menjadi mata-mata musuh ku dan aku akan pastikan kalian tidak akan bisa kembali pulang dalam keadaan hidup hari ini". kata Ricky dengan tegas nya yang semakin membuat mereka ketakutan


Mereka yang menjadi mata-mata di sana juga nampak sangat ketakutan sekali


"aku memang sengaja membiarkan kalian tetap berada di sini begitu lama dan ternyata kalian terus menghancurkan perusahaan ini perlahan-lahan dan juga orang bodoh yang menyuruh kalian itu pasti tidak akan mau membantu kalian Lepas dari ku". kata Ricky lagi


"Dan apa harus kita eksekusi mereka di hadapan para pegawai lainnya bos?". tanya Dira


"apa Lo sudah suruh Greg dan Betran ke mari hari ini?". tanya Ricky


"kita sudah di sini bos". kata mereka berdua


Ricky yang melihat hal tersebut langsung tersenyum devil.


"Ma'af bos dari tadi kami sudah di sini hanya saja kami ingin melihat ke sadisan anda". kata Greg


"Dira panggilan anak buah gue kemari". kata Ricky


memang sejak kemarin anak buah Ricky sudah ada di are kantor ini karena perintah dari Sam atas suruhan bosnya


Mereka semua di panggil dan langsung melingkar menghalangi para pegawai agar tidak ada yang kabur satu pun


"Kalian seharusnya tidak bertindak bodoh dengan menerima kerjaan memata-matai ku". kata Ricky sambil berjalan dan menembak satu pegawai yang dia anggap sebagai mata-mata dan Yuli yang melihat hal tersebut kaget dengan kesadisannya


"Ternyata dia benar-benar jelmaan iblis yang menakutkan". kata Yuli dalam hati nya


Ricky kembali berjalan menuju target selanjutnya yang akan dia eksekusi dengan Sadis nya. Dia sekarang beralih menggunakan gunting rumput yang sudah di sediakan oleh Dira tadi tanpa di ketahui siapapun


"Inilah yang harus kalian terima jika bermain-main dengan ku". kata Ricky sambil memotong telinga seseorang dan juga mencincang tubuh nya


para pegawai yang melihat merasa mual dan takut dengan kekejamannya yang selalu hanya dapat mereka dengar tanpa melihat langsung dan sekarang mereka telah menyaksikan kekejaman itu tepat di hadapan matanya


Beberapa orang yang tersisa sebagai mata-mata langsung berlutut di hadapan Ricky berharap mendapatkan ampunan dia.


" Bos ma'af kan lah kami, kami memang salah dan tolong beri kami kesempatan lagi. Kasihan keluarga kami karena mereka akan kehilangan tulang punggung keluarga". kata salah satu dari mereka

__ADS_1


Ricky hanya tersenyum mendengar perkataan tersebut. "Seharusnya kalian pikirkan itu sebelum memulainya dan ini adalah hadiah untuk para penghianat seperti Kalian". kata Ricky sambil membela tubuh mereka dengan gergaji mesin


__ADS_2