
Ricky tahu bahwa kakak pertama nya Ryuji merencanakan sesuatu kepada Kinar agar dia bisa membawa Ricky kembali ke rumah utama lagi namun sayangnya Ryuji tak menyadari jika selama ini mereka berlima sudah mengetahui hal itu dan mereka sudah menyiapkan sesuatu yang pastinya akan membuat Ryuji menyesal jika menjalankan rencananya.
Arok yang sedari tadi berusaha menahan amarahnya sekuat tenaga karena mengingat rencana Sang sepupu yang begitu keterlaluan.
"bagaimana dengan keadaan perusahaan mu Ryuji?". tanya Arok
"masih stabil dan tidak ada kendala Sama sekali". jawab Ryuji
Arok dan keempat sahabatnya hanya menunjukkan seringai tipisnya "mungkin untuk saat ini akan stabil tapi berhati-hati lah untuk hari berikutnya". kata Ipank penuh dengan penekanan
Mereka semua menatap Ryuji dengan tatapan penasaran. sebenarnya apa yang telah dilakukan salah satu anggota keluarga nya itu hingga membuat mereka semua terlihat marah
"kenapa kau bicara sembarangan seperti itu pank?". tanya Edward
Ipank tersenyum melihat raut wajah ketakutan Edward dan saudara Ricky lainnya.
"memang ada aturan tidak boleh bicara?". tanya Ricky yang semakin membuat mereka ketakutan dan bungkam auranya memang begitu sangat kuat
"bukan begitu maksud gue Rick Hanya saja bicara Ipank sungguh tidak masuk akal". kata Edward
"hahaha apa menurutmu itu tidak bisa terjadi kakak ku sayang". tanya Ricky dengan sorot mata tajam dan seringai tipis di bibirnya
mendengar panggilan sayang dari mulut sang Leader Edward semakin takut dan merutuki kebodohan ucapan nya itu
"jadi sebaiknya kau jangan bertindak bodoh agar perusahaan mu tetap stabil seperti hari ini". tambahnya lagi
"kau jangan lupa Ryuji kalau adik mu itu sangat lah cerdas dan peka akan bahaya". jelas Rere
"dan mungkin dia sekarang mengawasi mu. iya gak Rick?". tanya Ipank
Ricky hanya merespon dengan senyuman penuh arti
"Jika dia pintar maka dia pasti tahu tanpa kita kasih kode pank". jawab Ricky
"Rick apa kamu sudah punya kekasih?". tanya mami Mayumi yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan namun sayangnya pembahasan yang dipilih tidak lah tepat karena Ricky baru saja kehilangan kekasih nya
"tidak. aku tidak ingin memiliki kekasih Karena itu sangat merepotkan dan membosankan jika hanya bermain dengan nya saja setiap hari". kata Ricky yang membuat para sahabatnya langsung mengeluarkan suara tawanya
"elo memang gak ada duanya Rick soal wanita dan cepat banget move on dari Stella". kata Rere
"bukankah Lo sudah dengar kata Kinar kalau dia mau carikan gue jodoh. jadi sebelum yang dicari ketemu gue mau senang-senang dulu". jelas Ricky
"kayak Kinara gak akan dapat wanita sesuai kriteria Lo Rick". kata Ipank
"Rick bagaimana kalau elo gue jodohkan sama anak salah satu klien bisnis gue". kata Robert mencoba menawarkan
"gue gak suka dijodohkan jika yang melakukan bukan Kinara". jawab Ricky dengan nada dingin nya
"apa tidak ada pembahasan yang lain. kita sudah lama tidak bertemu Rick jadi bisakah untuk hari ini saja elo menginap dirumah ini?". tanya Raka
"elo bertanya tapi elo sendiri pasti sudah tahu jawabannya. itu hal yang mustahil gue lakukan jika gue tidur disini". jawab Ricky
"tapi Rick ini juga rumah elo. rumah kita. setidaknya singkirkan sedikit egois mu itu". kata Raka
"sudah lah Raka biarkan jika dia tidak ingin berada disini elo jangan memaksa nya". kata Robert
__ADS_1
"iya kak mungkin kak Ricky masih sibuk dengan urusan nya". kata Rani
"sebaiknya kita pulang sekarang". perintah Ricky yang mulai berjalan pergi meninggalkan ruangan tanpa memperdulikan maminya yang masih rindu dengan nya dan dia juga tidak berpamitan
mereka semua pergi meninggalkan rumah itu dan menuju kafe untuk nongkrong bareng walaupun jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
mereka sudah sampai di kafe tersebut dan terlihat sangat ramai didalam sana. mereka berjalan masuk menuju ruangan biasanya dan disambut baik oleh karyawan disana Karena kafe tersebut adalah salah satu bisnis dari Rere
"kelo telfon siapa re serius banget?". tanya Ipank
"Kikan minta dibawakan makan kata nya dia belum makan tadi". jawab Rere
"gila elo ya. anak orang gak dikasih makan bisa mati kali re". celoteh Ken
"elo kalau ngomong jangan sembarang ya Ken. gue jahit mulut elo nanti". ucap Rere sinis
"minta dibelikan apa sih Kikan sini biar gue yang beli sekaligus gue antar ke rumah elo". tanya Ipank
Rere tidak ingin Ipank memberikan perhatian pada Kikan karena itu akan membuat sepupu nya sudah move on.
"gak usah pank. gue sudah suruh key untuk beli makanan buat Kikan
ya key adalah anak Buahnya sekaligus tangan kanannya juga.
"kenapa tadi gak Lo ajak saja si Kikan?". tanya Ricky
"kan tadi gue habis kekampus langsung ke rumah elo Rick dan dia juga banyak tugas katanya jadi gak gue ajak". jelas Rere
dan Ricky hanya mengangguk paham dengan penjelasan sahabatnya itu.
memang Ricky suka bergonta ganti pasangan setiap hari bahkan satu hari bisa ganti tiga kali. untuk Ken dan Arok mereka berdua akan melakukan nya jika memang keadaan yang membuat mereka tidak bisa menahannya
"elo aja. gue lagi males". kata Ricky
"eh iya rok apa kabar ya dengan cewek oon temannya Rachel itu?". tanya Ken
dan Ricky langsung menatap dengan tatapan tajam
"santai kali Rick hati gue tetap buat adik elo"celetuk Ken yang menyadari arti dari tatapan itu
"gue gak tahu dan juga Rachel bilang kalau memang temannya itu suka banget bercanda. temannya itu bilang jika dia penasaran dengan sosok Ricky Sang Leader Gangster". jelas Arok
"Rick elo kayaknya harus ketemu dia karena gue lihat dia gak ada takut-takutnya sama kita berempat". usulan Ken
"memang siapa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Ricky
"dia cewek yang ngajak Ipank berantem waktu dia beli makanan". jelas Rere
"betul Rick. bahkan waktu jalan bareng kemarin dia godain Arok didepan Rachel tanpa rasa takut". ucap Ken
"sudah lah kenapa kalian jadi bahas dia orang gak penting banget itu". kata Ipank
"apa Lo gak kangen sama dia pank". goda Rere sambil mengedipkan sebelah matanya
"Lo kalau bertingkah kayak gitu gue congkel mata Lo dan gue robek mulut elo". kata Ipank dengan nada dingin nya
__ADS_1
"bercanda kali pank". Kata Ken
Arok yang sedari tadi terlihat memikirkan sesuatu sejak pulang dari rumah utama tadi membuat Ricky menatap nya
"apa yang Lo pikiran rok?". tanya Ricky
dan sekarang mereka semua fokus ke Arok dan menunggu jawaban nya.
"apa kakak elo akan bertindak seperti rencananya Rick?". tanya Arok
Ricky menyadari kekhawatiran sahabat sekaligus sepupunya itu
"elo tenang saja. gak akan ada lagi orang yang akan mengusik adik elo. masih ingat kan kejadian Edward waktu itu dan itu adalah sedikit peringatan buat semua dari gue". tegas Ricky
"gue hanya takut saja Rick karena Kinara tidak ada didalam jangkauan gue". kata Arok
"kenapa elo jadi lemah gini rok. elo tahu kan hanya orang yang mempunyai hubungan saudara dan anak buah kita saja yang tahu kalau Kinara adik elo". jelas Ipank
"iya Ipank benar jadi elo santai saja. lagian Lo tadi sudah lihat kan bagaimana ekspresi mereka". kata Rere
"mereka tidak akan bisa bertindak jauh karena sebelum itu terjadi kita akan mengeksekusi mereka terlebih dahulu". kata Ricky
mereka semua masih duduk ditempat dan menikmati suasana di sana.
"mending kita pulang. gue udah lelah banget". kata Ken dan disetujui oleh mereka.
mereka berjalan pergi meninggalkan tempat itu dan menuju rumahnya masing-masing. dalam perjalanan mereka melakukan aksi kebut-kebutan dijalanan dan mereka berpencar karena memang arah rumah mereka semua berbeda
******
sementara di restoran tempat Yuli bekerja part time sangat ramai dan itu membuat nya harus lembur untuk malam ini.
"capek ya Yul". tanya salah satu temannya
"gak kok kak. kan buat masa depan jadi harus tetap semangat". jawab Yuli sambil tersenyum
"kamu memang cewek tangguh Yul". kata karyawan lainnya
Yuli pun tersenyum mendengar perkataan nya
"tumben banget ya rame gini. jadi lembur deh". celetuk Yuli
"kalau mau pulang duluan gak apa-apa Yul pergi saja. lagian kamu kan besok harus sekolah". kata Tasya
"ya sudah aku pulang dulu ya". kata Yuli berjalan pergi keruang ganti dan segera pergi pulang.
udara malam hari ini terasa dingin bagi Yuli padahal dia sudah memakai jaket tebal favorit nya.
Yuli mengendarai motornya dengan perlahan karena memang dia tidak buru-buru
namun dalam perjalanan dia tidak menduga akan terjadi hal yang membuat dia kaget
Braaaaaak
bunyi suara tabrakan dijalanan sepi itu
__ADS_1
"ah sial kenapa aku harus bertemu dia sih"kata Yuli yang melihat siapa yang bertabrakan dengan motor nya tadi