
Para pegawai di kantor sekarang terlihat lebih fokus dan serius di bandingkan dengan dulu, mereka semua bahkan benar-benar melakukan pekerjaan se rapi mungkin agar tidak mendapatkan masalah dari bos nya yang sekarang
"Kalian yang baru datang silahkan menghubungi bagian keuangan dan mulai besok kalian sudah tidak bekerja di sini lagi". kata sang meneger
Mereka pun kaget mendengar hal tersebut " Tapi pak kita telat juga tidak begitu lama kenapa kita harus di pecat?". tanya salah satu dari mereka
"Semua sudah di putuskan oleh pak Dira tadi bahwa mulai hari ini jika ada yang telat maka akan langsung di pecat". katanya lagi
"Sok berkuasa sekali sih pak Dira itu, bos besar kita dulu saja tidak seperti itu". kata seseorang dan mereka pun bergosip dengan para pegawai lainnya
*****
Yuli yang ingin masih ngotot menolak perintah Ricky membuat sang bos sangat geram sekali
"Ok kalau Lo gak masuk sekarang gue pastikan kalau ayah Lo akan kehilangan pekerjaannya dan kakak Lo juga akan di keluarkan dari kampus". ancam Ricky
Yuli pun kaget mendengar ancam Ricky dan bisa-bisa nya dia melakukan hal tersebut hanya karena masalah sepele saja.
"Lo benar-benar gila ya, gak ada urusan ayah gue sama Lo tapi kenapa Lo malah bawah-bawah dia segala". kata Yuli penuh emosi
Ricky suka ketika melihat Yuli terbawa emosi karena dia pasti akan selalu membantah apa yang di perintahkan untuk nya dan juga Ricky ingin tahu seberapa berani dia
"Cepat masuk dan gue gak akan mengulangi lagi perkataan gue ini". kata Ricky sambil berjalan menuju mobil nya dan di ikuti oleh Yuli
Mereka yang melihat tak habis pikir dengan apa yang di lakukan Ricky hari ini
"Kak apa Yuli akan baik-baik saja?". tanya Kikan pada sepupunya
"Gue juga gak tahu. Ricky orang yang sulit di tebak pergerakan nya jadi gue gak bisa memastikan hal tersebut". kata Rere
"Gue harap Ricky gak akan menyakiti Yuli". kata Rachel merasa cemas dengan sahabatnya itu
"Gak usah di pikirkan dan Lo bareng kita saja Hel sudah siang juga , mungkin sopir Lo gak jemput". kata Rere
Dan benar saja supir Rachel mengabari bahwa dia sedang terjebak macet jadi akan lama sampai nya dan Rachel pun akhirnya memutuskan untuk pulang bersama Kikan dan Rere
Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang membela jalanan yang ramai sekali itu
"Re gue ikut ke rumah Lo saja dan nanti supir gue jemput di sana". Kata Rachel
Rere hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja.
mobil mereka sudah sampai di kediaman rumah Rere, nampak ada tiga mobil mewah berjajar di sana dan itu sudah pasti adalah punya para sahabatnya
"Mereka ada di sini juga?". tanya Rachel
"Gue juga baru tahu karena tidak ada yang memberi kabar". jawab Rere
mereka melepaskan sabuk pengaman dan membuka mobil lalu turun melangkahkan kakinya menuju ke rumah. Terlihat tiga lelaki tampan sedang duduk santai di sofa ruang tamu
"Lo lama sekali Re?" tanya Ken langsung
"Gue nunggu Rachel dulu karena dia belum di jemput". jawab Rere
"Kenapa gak di jemput? apa mobil nya rusak lagi?". tanya Arok
__ADS_1
"Katanya sih terjebak macet". jawab Rachel sambil tersenyum
"Kalian makan siang saja dulu". kata Rere
"Lo nunggu Rachel kenapa selama itu Re?". tanya Ipank
"Tadi gue bertemu Ricky. Dia mungkin telah merencanakan sesuatu waktu keluar dari rumah nya tadi gue lihat dia tersenyum dengan seringai anehnya". kata Rere
Arok yang masih melihat Kikan dan juga Rachel segera memberi tatapan tajam pada Rere agar dia tidak melanjutkan perkataannya
"Mendingan kalian pergi makan sekarang". kata Arok dan mereka berdua langsung pergi menuju meja makan tanpa berniat membantah
"Kita bicarakan di ruangan kerja Lo saja Re". kata Arok dan mereka mengikutinya
******
sementara itu di dalam mobil Ricky Yuli masih saja mengomel padanya Tanpa rasa takut sedikitpun.
"Apa mulut Lo ingin gue robek sekarang?". tanya Ricky
"Lo pikir mulut gue baju apa main robek-robek seenaknya". kata Yuli dengan wajah kesalnya
"Kalau Lo gak bisa diam maka akan gue jadikan seperti baju mulut Lo itu". kata Ricky
Seketika Yuli pun menutup mulutnya untuk melindungi agar tidak di robek oleh Ricky
mobil mereka masih melaju dengan kecepatan yang sedang dan Ricky mengemudikan dengan santainya tanpa terburu-buru. Yuli melihat jalan yang di lalui sepertinya bukan jalan biasanya dia menuju ke bengkel
"Tunggu dulu, Kenapa kita lewat sini? apa gak salah jalan Lo ?". tanya Yuli
"Gak akan, Lo ini sebenarnya mau bawa gue ke mana sih?". tanya Yuli namun Ricky tidak menjawab pertanyaan tersebut dan mengabaikan Yuli yang sedang terus mengomel
"Lo mau culik gue ya? atau Lo mau mutilasi gue". tanya Yuli tanpa henti namun tetap tidak mendapatkan jawaban sama sekali
"Hey gue bisa laporin Lo ke Komnas perlindungan anak". kata Yuli yang masih terus mengomel tidak jelas
******
di tempat lain banyak sekali kelompok ternama dan terkenal akan ke tanggungannya terlihat sedang berkumpul
"Kelihatannya dia semakin ingin menunjukkan kekuasaan dan kekejaman nya sekarang". kata DK salah satu dari ketua geng di sana
"Benar, apalagi dengan berita yang baru saja beredar dan memboming sekali tentang dia membuat beberapa kelompok lain yang ikut bergabung bersama kita mundur secara bersamaan". kata Dominic
"Apa kita tetap meneruskan rencana kita?". Afif
"Untuk sementara kita tunda dulu dan juga tetap awasi Ricky agar kita tahu perkembangan tentang kekuatannya". kata Hendry bos pendiri kelompok Black Devil
"Jadi kita tidak menyerangnya sekarang?". tanya Henden
"Tidak, suasana hatinya masih panas jadi tidak menutup kemungkinan kalau dia akan melampiaskan semua itu kepada kita jika kita melakukan pergerakan sekarang". kata Hendry
"Jadi apa kita hanya diam saja ?". tanya Dimitri
"untuk sementara saja, Lo juga sudah merasakan kemarahan dia kan Dim? jadi sebaiknya kita tunggu situasi yang tepat untuk menyerangnya". kata Dominic
__ADS_1
"Dan bahkan Lo sekarang masih sulit untuk mendirikan perusahaan bisnis yang baru karena kecerobohan Lo sendiri". kata Afif
"Lo jangan mengingat hal itu, gue tahu gue salah melakukan tindakan. Tapi apa tidak sebaiknya kita menggunakan Kinara untuk melemahnya?". tanya Dimitri
"Jangan bodoh, Ricky memang dengan terang-terangan mengatakan bahwa adik Arok adalah seorang yang sangat dia sayangi, tapi kita tidak tahu apa maksud dari itu semua" Kata Hendry
"Apa Lo pikir itu hanya pengalihan agar orang yang benar-benar dia sayangi aman?". tanya Afif
"Mungkin saja, tunggu saja situasi membaik baru kita bergerak". kata Hendry
Mereka menyepakati hal tersebut demi kelancaran rencana yang telah di buat agar berjalan dengan lancar.
*******
Di ruangan kerja Rere mereka berkumpul dan terlihat membahas masalah yang serius.
"Kenapa Ricky bisa ada di sekolah itu?". tanya Ipank
"Dia menjemput Yuli untuk segera bekerja". jawab Rere
"Gue tidak yakin dengan alasan itu karena Ricky tidak akan mau menjemput siapapun kecuali adik Lo Rok". kata Ken
"Bahkan kekasihnya juga jarang dia jemput Waktu sekolah atau kuliah". tambah Ipank
"Sebenarnya apa yang sedang Leader Gila itu rencanakan". kata Rere geram sendiri
"Gue tadi dapat kabar bahwa Dira sekarang sedang menjalankan bisnisnya Daddy Ricky bersama dengan Greg nanti nya". kata Arok
"Jadi Greg sudah dia tarik untuk kembali ke negara ini. Gue yakin akan ada hal yang terjadi nanti". Kata Ken
" Lo benar karena bukan hanya Greg yang dia bawa kembali tapi Betran juga". kata Rere yang baru mendapatkan informasi dari orang kepercayaan nya
"Dia Bahkan membawa orang kepercayaan nya yang paling khusus untuk datang kemari, Pasti akan ada pertempuran yang akan terjadi". kata Ipank
Ricky tidak akan memanggil para orang khusus yang dia punya jika tidak ada hal yang sangat penting akan terjadi.
"Tapi jika akan ada pertempuran kenapa dia menyuruh Sam untuk berlibur?". tanya Ken
"Itu juga yang menjadi tanda tanya besar dalam pikiran gue". kata Arok
"Tapi bagaimana pun juga gue yakin Ricky tetap akan menang jika mereka menyerang secara bersamaan". kata Ipank dengan yakinnya
"Dan dia juga pasti sudah tahu dan menyiapkan penyambutan untuk mereka mungkin". kata Rere
"Tapi jika yang mereka serang adalah kita bagaimana? kan Lo tadi pagi juga sudah mendengar kalau Ricky tidak akan membantu sedikitpun". kata Ken
mereka semua langsung memberikan sorot mata menakutkan untuk Ken
"jika Lo takut ganti saja celana Lo dengan rok Ken". ejek Rere
Dan mereka pun tertawa bersama mendengar perkataan Rere barusan
"Lo pikir gue banci apa pakai rok segala, gue hanya memikirkan para anggota kita jika mereka benar-benar menyerang kita dan Ricky tidak membantu sama sekali". Kata Ken
Apa yang di ucapkan memang ada benarnya juga, jika mereka melindungi dirinya sendiri dan beberapa orang tersayang pasti mudah tapi jika untuk melindungi para anggotanya itu masih belum bisa mereka lakukan dan hanya Ricky yang bisa melakukan hal tersebut sejauh ini.
__ADS_1
"Kita pikirkan apa yang menjadi kemungkinan dari rencana mereka dan target mana yang akan mereka pilih". kata Arok