
Kejadian tersebut begitu cepat dan membuat pengunjung di sana pun berhamburan tak terkendali bahkan Caesar pun kini sudah menggendong sang kakak yang tengah merintih kesakitan
"Sialan Kenapa kita bisa kecolongan seperti ini". Kata Leon sambil berjalan dengan cepat mengikuti Caesar
Kini mereka pun segera menjalankan mobil nya menuju rumah sakit agar Yuli segera mendapat kan perawatan karena di jalan tadi dia sudah pingsan akibat banyak nya dari yang keluar dari tubuh nya
"Dokter suster". Teriak Caesar yang kini terlihat sangat panik sekali ketika Yuli pingsang
Suster yang melihat pun Langsung membawa tempat tidur pasien agar bisa di gunakan oleh Yuli dan Caesar tidak perlu menggendong nya lagi.Kini Yuli pun sudah di masuk kan ke dalam ruangan agar mendapat kan perawatan yang intensif bahkan Caesar pun kini tak henti mondar-mandir di sana
"Bagaimana Hiro apa sudah tertangkap orang yang menembak nya?". Tanya Caesar
"Belum ada kabar sama sekali". Kata Hiro
mereka bertiga kini merasa sangat kecolongan sekali padahal mereka mengira jika kini sudah aman karena Demian sudah pergi dari Italia namun fakta nya Yuli di kini tertembak dan entah apa yang akan Ricky lakukan jika dia tahu bahwa kekasih nya terluka
Tiga puluh menit mereka menunggu dan dokter pun belum juga keluar dari ruangan tersebut membuat di mereka sangat cemas sekali apalagi Leon dia terlihat sangat gelisah karena Isa di pastikan Ricky akan menghabisi nya jika dia sampai mengetahui hal ini bahkan Ricky pun akan sangat marah kepada mereka yang menjaga kekasih nya dengan tidak becus.
Ceklek pintu ruangan Yuli terbuka dan dokter pun kini sudah keluar dari sana bersama beberapa suster yang ikut membantu menangani Yuli
"Bagaimana keadaan kakak saya dok?". Tanya Caesar
"Peluru yang bersarang terlalu dalam dan juga darah yang tadi keluar juga terlalu banyak membuat pasien kini tak sadar kan diri". Kata sang dokter
Hal itu tentu saja membuat mereka semakin tidak tenang karena mereka pun kini bingung apa yang akan mereka sampai kan kepada Ricky
"Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan dia dok". Kata Caesar
"Tenang saja tuan peluru nya sudah bisa di ambil dan kita tunggu saja dia sadar karena tadi terlalu banyak mengeluarkan darah jadi mungkin itu yang mengakibatkan dia tidak sadarkan diri". Kata sang dokter lalu pergi meninggalkan mereka semua
"Apa Demian belum pergi dari Italia". Kata Hiro
"Itu tidak mungkin karena Ricky sendiri yang mengatakan jika Demian memang sudah pergi dari Italia dan sekarang dia berada di Swiss". kata Caesar
"Kenapa kita bisa lengah tadi dan membiarkan dia sendiri". Kata Leon
"Kenapa juga anak buah Lo tidak tahu hal tersebut Caesar". Kata Hiro
"Gue pun juga gak menyangka jika hal ini terjadi apalagi kejadian nya begitu cepat". Kata Caesar
Mereka bertiga pun masih setia menunggu di sana sementara Bryan kini mengamankan Ayu dan juga Irene. Bryan juga bertugas untuk menenangkan mereka berdua atas kejadian ini agar mereka tidak khawatir dan panik nanti dan di rumah Caesar kini penjagaan sangat lah ketat bahkan Bryan juga menyuruh anak buah nya untuk mencari tahu siapa yang melakukan nya
"Bryan bagaimana keadaan Yuli, apa dia baik-baik saja?". Tanya Ayu
"Jangan khawatir bunda, Yuli pasti akan baik-baik saja". Kata Bryan
"Apa ada seseorang yang tidak suka dengan dia hingga melakukan itu tapi setahu bunda, Yuli tidak pernah punya musuh". Kata Ayu yang kini sudah menetes kan air mata nya
Dia merasa kenapa Yuli selalu saja mendapat kan cobaan seperti ini bahkan dia baru merasakan bahagia dan kini dia terluka kembali
"Mungkin orang tersebut adalah musuh Caesar atau Bryan Bun jadi tidak mungkin juga kalau itu musuh Yuli karena dia juga tidak pernah mencari gara-gara kepada orang lain". Kata Bryan
"Andaikan Ricky ada di sini dan ikut bersama kita pasti hal itu tidak akan terjadi". kata Ayu
Irene pun sama dengan ayu dia bahkan sangat terkejut sekali bahkan dia tidak menyangka jika putri nya akan mengalami hal seperti ini.
"Nyonya tenang saja karena nona Yuli juga sudah mendapatkan perawatan di sana". Kata Shawn
"Apa sudah ada kabar dari Arya?". Tanya Irene
"Tuan baru memberi tahu kalau nona Yuli kini tidak sadar kan diri jadi kita di sini saja sambil berdoa agar nona cepat siuman". Kata Shawn
Mereka semua pun sebenarnya sangat cemas sekali apalagi Bryan, dia sangat terkejut akan hal tersebut dan hal itu terjadi setelah Ricky pergi dan benar kata bunda ayu tadi, mungkin jika Ricky ada di sini pasti hal tersebut bisa di hindari. Mereka pun akan pasrah saja jika Ricky tahu dan akan marah nanti
"Sebaik nya bunda dan Tante istirahat saja dulu dan tenangkan diri". Kata Bryan
Ayu dan Irene pun kini menuju kamar nya untuk beristirahat karena kejadian ini juga membuat mereka sangat terpukul dan shock sekali
Sementara itu Bryan yang kini masih ada di lantai bawah tengah berpikir siapa yang melakukan hal tersebut
"Lo jaga mereka dan jangan kemana-mana,gue mau ke rumah sakit dulu. Di sini sudah banyak anak buah gue jadi Lo jangan khawatir". Kata Bryan lalu bergegas pergi menyusul yang lain nya dan dia juga ingin tahu bagaimana keadaan Yuli Sekarang
Bryan melajukan mobil nya sangat kencang sekali bahkan dia juga tidak terlalu perduli dengan beberapa klakson mobil yang tadi dia lewati karena dia ingin segera sampai di rumah sakit. Tidak butuh lama dia kini sudah berada di rumah sakit dan dia pun segera menuju ruangan Yuli. Terlihat di sana Caesar dan yang lain nya masih terduduk lemas
"Bagaimana keadaan nya?". Tanya Bryan
__ADS_1
"Dia masih belum sadar kan diri". Jawab Leon
Bryan pun kini semakin khawatir di buat nya dan dia pun sama seperti yang lain nya hanya bisa berharap semoga Yuli segera siuman besok
"Gue sudah menyuruh orang untuk mencari tahu tentang si penembak itu". Kata Bryan
"Itu bukan hal yang penting karena yang terpenting adalah bagaimana cara kita menghadapi kak Ricky jika dia tahu hal ini". Kata Hiro yang memang sedari tadi sangat khawatir sekali. Dia bukan khawatir karena Ricky akan mengamuk tapi dia khawatir sebab tidak bisa menjaga Yuli dengan baik padahal Ricky sudah percaya kepada nya
"Sebisa mungkin kita sembunyikan hal ini karena kalian juga pasti tahu bagaimana dia kalau sudah mengamuk apalagi ini menyangkut wanita nya". Kata Bryan
"Tidak semudah itu menyembunyikan nya dari dia". Kata Caesar
"Kita harus mencoba nya. minimal menunggu sampai Yuli siuman saja". Kata Bryan
"Kita coba saja. Tapi di sini juga ada anak buah kak Ricky bahkan yang mengejar mereka juga anak buah nya". Kata Hiro
Memang Ricky meninggalkan anak buah nya tapi mereka juga tidak di tugas kan untuk selalu ada di dekat Yuli karena di sana sudah ada Leon dan Hiro tapi ternyata mereka pun juga tidak bisa berbuat apapun karena kejadian tersebut terlalu Cepat sekali terjadi nya
Sementara Ricky yang baru saja sampai di Texas kini dia langsung menuju rumah nya untuk menaruh barang-barang yang dia bawa setelah itu dia akan bertemu dengan para aliansi nya
"Bagaimana Sam apa semua nya sudah siap?". Tanya Ricky
"Sudah bos dan kita tinggal berangkat saja karena mereka semua sudah menunggu Anda di markas biasa nya". Kata Sam
Ricky datang ke Texas bukan hanya untuk melihat progres bisnis nya saja tapi dia datang ke sana untuk bertemu dengan para anggota nya karena dia ingin tahu apa ada yang berkhianat atau tidak karena dia ingin melakukan penyerangan juga terhadap Demian
"Kita berangkat ke sana sekarang Sam". Perintah Ricky
Baru saja dia sampai di rumah nya dengan para sahabat nya dan kini dia harus pergi lagi untuk Menuju markas nya untuk mengadakan rapat penting di sana
Ricky dan yang lain nya kini masih terlihat santai Menuju markas dan tetap tenang seperti biasa nya
lima belas menit perjalanan mereka dan kini mereka sudah sampai di sana. terlihat banyak sekali kelompok mafia dan yang lain nya sudah datang menunggu Ricky meski pun kini sudah menunjukkan pukul dua dini hari mereka pun terlihat tidak keberatan sama sekali
"Ternyata mereka sudah berkumpul semua". Kata Ken lalu berjalan mengikuti Ricky dan langsung duduk juga di tempat nya.
Mereka semua yang datang kini terlihat kebingungan karena anggota Ricky biasa nya berjumlah lima orang dan kini mereka hanya berempat saja terlihat Ipank tidak ada bersama mereka
"Maaf bos apa Ipank tidak ikut?". Tanya salah satu ketua Geng
"Apa Lo memerlukan kehadiran dia dan jika dia tidak Hadir apa itu akan menghambat pertemuan". Kata Ricky
"Kalian semua pasti sangat tahu jika gue paling tidak suka dengan penghianat". Kata Ricky
mereka semua diam dan hanya mendengar kan saja karena memang itu adalah fakta nya bahwa Ricky sedari dulu memang tidak suka penghianat
"Apa ada di antara kalian yang tidak suka bergabung di sini dan kalau iya silahkan pergi dari sini sekarang". Kata Ricky
Tidak ada yang bergerak sedikit pun Karena memang tidak ada penghianat di dalam kelompok Ricky bahkan mereka semua sangat setia sekali kepada nya
"Kalau begitu langsung saja gue akan mengatakan jika ada dari kalian yang membantu Demian dan juga Justin maka bisa ku pasti kan kalian tidak akan bisa hidup tenang". Kata Ricky
Meski pun dia tahu mereka yang ada di sini tidak akan melakukan hal tersebut tapi Ricky akan selalu mengingat kan mereka agar mereka tidak bertindak di luar batas yang nanti akan merugikan mereka sendiri
"Dan juga ada hal lain nya yang akan kita bahas di sini. itu mengenai Kenzo Harrison Kendrick". Kata Ricky
Sontak hal tersebut membuat mereka semua pun saling tatap setelah mendengar nama tersebut karena menurut mereka Kenzo tidak ada apa-apa nya dengan mereka dan mereka dapat seyakin itu karena mereka tidak tahu saja seberapa kuat dia
"Apa yang ingin anda katakan tentang dia bos. Setahu kami dia hanya lah memiliki kelompok yang kecil ". Kata salah satu dari mereka
"Meski pun kecil bukan berarti bisa di remehkan". Kata Rere
"Gue hanya ingin mengatakan sama seperti yang tadi. jangan ada yang membantu Kenzo meskipun kalian semua di ancam atau pun di berikan imbalan yang banyak". Kata Ricky
Dia kini mengatakan banyak hal dan mereka semua pun tetap setia mendengarkan big bos yang sedang berbicara bahkan tidak ada yang membantah ataupun tidak suka dengan apa yang di katakan Ricky. mereka semua menyetujui nya.
Setelah satu jam mereka mengadakan rapat kini mereka semua sudah pergi dari tempat tersebut dan tinggal lah Ricky beserta ketiga sahabat nya dan juga Sam di sana
"Apa kita pulang atau tetap di sini Rick?". Tanya Rere
"Gue akan tetap di sini sampai pagi". Kata Ricky
"Sam apa Ipank sudah sampai di Jepang?". Tanya Ken
"Mungkin pagi nanti tuan Ipank akan sampai tuan". Mata Sam
__ADS_1
"Memang nya kenapa Lo tanya seperti itu?". Tanya Rere
"Tidak ada hanya saja gue merasa aneh saja karena kita sering jalan berlima dan kini hanya berempat saja". Kata Ken
"Apa Lo gak lihat jika kita berlima Ken". Kata Arok
"Berlima dengan Sam ". kata Rere
membuat Ken hanya menatap lurus saja kedepan karena bukan itu maksud dia jadi dia hanya bisa diam sekarang
"Apa Demian benar-benar akan kita Habisi Rick?". Tanya Arok
"Kita akan melakukan nya dan bukan hanya Demian saja tapi semua yang menentang kita harus kita bereskan segera". Kata Ricky
"Apa Lo ada rencana ingin menikahi Yuli ?". Tanya Rere
"Tentu saja gue sudah merencanakan semua nya dan gue akan menikahi dia secepat nya karena gue tidak mau jika nanti Kenzo semakin mendekati nya". kata Ricky
sifat posesif nya kini muncul di kembali bahkan itu di pun terlihat sudah wajar saja bagi mereka semua melihat dan mendengar nya
"Berapa lama Rick kita di sini?". Tanya Rere
"Dua Minggu setelah itu kita pulang ke Jepang dan gue akan segera melamar kekasih gue ". Kata Ricky
"Apa Yuli sudah kembali ke Jepang Rick, tapi kenapa cepat sekali dia kembali". Kata Ken
mendengar perkataan Ken dia kini jadi ingat tentang pesan kekasih nya agar Ricky merawat Luna dengan baik dan dia ingin Luna agar segera sembuh Karena dia tidak mau bunda ayu terus bersedih
"Ken bagaimana keadaan Luna?". Tanya Ricky
"Seperti biasa nya dia tidak ada perkembangan karena memang kita tidak merawat nya dengan baik. masih bisa bertahan hidup saja itu sudah bagus Rick". Kata Ken
"Suruh mereka merawat wanita itu dengan baik karena kekasih gue akan segera pulang dan dia ingin jika Luna segera sadar". Kata Ricky
Ken pun menuruti nya karena Ricky yang meminta nya dan dia langsung menghubungi anak buah nya agar melakukan tugas nya mengurus Luna dengan baik agar dia bisa segera sadar sesuai keinginan Yuli
"Kenapa mereka cepat sekali kembali Rick, apa hanya Yuli saja dan Caesar akan tetap tinggal di sana?". Tanya Arok
"Tidak. mereka semua akan kembali ke Jepang dan Caesar akan memutuskan untuk tinggal dan menetap di sana". Kata Ricky
Mereka paham mungkin mama Yuli ingin berdekatan dengan nya sedang kan Yuli juga tidak bisa jauh dari bunda nya oleh sebab itu lah maka mereka pun memutuskan untuk kembali ke Jepang
Ricky masih belum tahu jika kekasih nya yang selalu dia jaga kini terbaring tak berdaya di rumah sakit bahkan dia kini masih tak sadarkan diri juga di sana
************
Pagi menjelang di rumah sakit mereka masih tetap terjaga bahkan tidak ada yang ingin beranjak dari sana sedikit pun
ponsel Hiro pun berbunyi dan dia segera mengangkat nya. dia terkejut mendengar apa yang dikatakan anak buah nya Ricky itu
"Kenapa Hiro?". Tanya Bryan
"Sniper tersebut ternyata suruhan dari Felix orang yang bekerja sama dengan kak Ipank". Kata Hiro
"Apa dia suruh orang yang bekerja sama dengan Ipank, apa mungkin dia juga terlibat dalam hal ini?". Tanya Caesar yang semakin tidak habis pikir. Apa benar sahabat Ricky itu yang melakukan semua nya bahkan mereka saja terlihat sangat akrab tapi bagaimana bisa dia merencanakan semua itu
"Apa Lo yakin dengan informasi itu Hiro atau itu hanya jebakan untuk mengadu domba kita saja". Kata Leon
Leon merasa itu bukan ulah Felix ataupun Ipank namun mungkin saja Demian masih belum pergi dari tempat ini dan jika iya itu pasti ulah nya
"Dia yang telah melakukan tembakan tersebut apa sudah di tangkap?". Tanya Caesar
"Belum tapi ada bukti yang mengatakan kalau mereka adalah suruhan Felix". Kata Hiro
"Gue setuju dengan apa yang dikatakan Leon seperti nya ini jebakan agar kita saling menuduh. jadi sebisa mungkin jangan sampai Ricky tahu hal ini dan kita harus menutupi nya sebelum kita bisa menemukan pelaku yang sebenar nya". Kata Bryan
Dokter pun kini kembali datang untuk melihat keadaan Yuli di dalam, dia melakukan beberapa kali pemeriksaan dan terlihat juga Yuli masih tetap tidak membuka mata nya
"Kondisi pasien saat ini sangat menghawatirkan sekali dan terlihat juga dia semakin melemah". Kata sang dokter
"Apa separah itu luka yang dia dapat dok?". Tanya Leon
"Kondisi nona Yuli kritis karena luka nya parah sekali karena peluru yang di gunakan ternyata sudah di lumuri oleh racun juga jadi kondisi pasien kini tidak bisa di katakan baik-baik saja dan saya menyarankan sebaiknya anda membawa nya kepada rumah sakit di mana dokter Steven Geraldine berada karena saya yakin sekali dia bisa mengobati nona itu". Kata Sang dokter
tentu saja Hiro serta Leon dan Bryan tahu siapa Steven. Dia adalah dokter yang memang hebat sekali karena yang melatih dia dan mengajarkan bagaimana cara menyembuhkan pasien dengan teori yang berbeda adalah Ken. Steven adalah dokter yang merawat bunda ayu waktu itu dan jika mereka meminta bantuan Steven pasti Ricky akan tahu jika kekasih nya terluka sementara itu jika mereka tidak meminta bantuan nya maka nyawa Yuli yang akan menjadi taruhan nya
__ADS_1
"Apa Kalian kenal dengan dokter itu?". Tanya Caesar
"Tentu saja kami mengenal nya. Dia adalah dokter kepercayaan kak Ricky dan yang lain nya bahkan dia juga adalah bagian dari Geng kak Ricky sebagai tenaga medis membantu kak Ken". Kata Hiro membuat Caesar semakin pusing sekarang dan bukan hanya Caesar saja tapi mereka semua karena berada dalam dua pilihan yang tentu nya sangat sulit sekali bagi mereka