
Apa yang Sang Leader itu katakan tentunya bukan hanya gertakan saja karena Ricky tidak pernah main-main dengan ucapan nya
"Lo harus tahu Rick bahwa kita juga kuat jika hanya menghadapi kelompok seperti Hans dan lainnya". kata Ken dengan sombong nya
Ricky hanya menanggapi dengan seringai tipisnya dan itu membuat Arok curiga
"Apa ada yang akan menyerang kita Rick?". tanya Arok
"Lo cari tahu saja sendiri pergerakan musuh kita". jawab Ricky dengan santainya
"Tanpa Lo suruh pun kita juga tahu Rick tentang musuh kita dan untuk sekarang mereka semua mundur dan tidak berani menyerah". kata Rere
Namun lagi-lagi ekspresi yang di tunjuk kan oleh Ricky tidak wajar sekali dan itu membuat para sahabatnya kembali bertanya-tanya.
"Kenapa Lo tegang sekali Pank? ". tanya Ricky yang masih menghisap rokok nya
"Gue hanya heran melihat Lo Rick". jawab Ipank
"Lo itu kenal gue berapa lama sampai heran dan berekspresi seperti orang baru saja melihat hantu". ucap Ricky
"apa ada yang Lo sembunyikan dari kita?". Tanya Ipank
"Gak ada". jawab nya singkat
"Rick kita semua tahu bahwa Lo yang paling kuat diantara kita tapi Lo juga punya sisi lemah dan kita tahu kelemahan Lo itu". kata Ipank
"Jika Lo anggap Kinara adalah kelemahan gue berarti kalian tidak begitu mengenal gue ". jawab nya membuat mereka semakin bingung
"Lalu jika bukan Kinara, kenapa Lo sampai membuat keluarga Lo menghilang sekarang?". Tanya Arok dengan tenang karena jika dia terlihat emosi atau penasaran membuat Ricky semakin terlihat berbeda sekali
"Gue gak akan memberikan tahu kalian dan jika kalian pintar pasti bisa menebaknya sendiri". Kata Ricky
Kemudian dia memanggil Sam dan juga Dira yang kemarin menginap di rumah nya untuk bergabung bersama mereka
tok tok tok
Ketukan pintu terdengar dan Ricky menyuruh mereka masuk. Ke empat sahabat nya terkejut kenapa mereka berdua bisa ada di rumah Ricky sepagi itu.
"Selamat Pagi Bos". sapa mereka berdua
Ricky menjawab dengan hanya mengangguk kan kepalanya saja. "Apa tidur kalian berdua nyenyak semalam?". Tanya nya
"Iya bos tidur kita sangat nyenyak sekali apalagi hari ini saya akan pergi berlibur". jawab Sam
mereka semakin penasaran kenapa Ricky menyuruh Sam untuk pergi berlibur setelah kejadian ini.
"apa sebenarnya yang Lo rencanakan sekarang Rick". Kata Arok dalam hatinya
"Dan Lo Dira apa sudah siap untuk berangkat ke kantor di perusahaan keluarga Hartama?". Tanya Ricky
__ADS_1
"Siap Bos, saya akan melakukan tugas dengan baik". Jawab Dira
"Bagus, kalau begitu kalian bersiap masing-masing dan Dira nanti jangan lupa Lo hubungi Betran suruh ke rumah gue". perintah Ricky
"Kemarin sudah saya hubungi tuan Betran dan dia akan ke sini malam bos". lapor Dira
"Ok kalian boleh pergi sekarang". perintah Ricky
"Terima kasih bos atas liburan nya". kata Sam
Dan Ricky seperti biasa hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja.
Mereka berempat masih menatap Ricky dengan tajamnya tapi yang di tatap tidak perduli sama sekali seolah tidak ada apapun
"Apa kalian tidak punya pekerjaan hingga betah sekali berbeda di sini". Tanya Ricky
"Kita punya banyak karyawan jadi Kenapa harus turun tangan sendiri melakukan pekerjaan nya". jawab Ken
"Jika kalian betah berada di sini silahkan dan gue ingat kan ke kalian sekali lagi kalau gue gak akan membantu jika kalian mendapatkan masalah". kata Ricky lalu pergi dari ruangan tersebut menuju garasi mobil nya
"Semakin gila tuh anak. Apa ada hal yang dia tahu dan di sembunyikan dari kita soal para musuh di luar sana?". Tanya Rere
"Segala kemungkinan bisa saja terjadi karena kita adalah anggota geng sekaligus anggota kelompok mafia Dragon yang merupakan Geng mafia terkuat di dunia, jadi wajar saja jika kita punya banyak sekali musuh". kata Ipank
"Iya, tapi Lo lihat bagaimana Ricky tadi itu bukan seperti dia yang biasanya. Gue rasa dia tahu sesuatu". kata Rere
"Kenapa pergi nya Ricky, apa kita menyusulnya saja?". Tanya Ken
"Kita biarkan dulu dia yang menjadi fokus kita sekarang adalah mencari orang tua Ricky dan juga jangan ada yang lengah sedikit pun karena gue merasa akan ada sesuatu yang terjadi". Kata Arok beri peringatan pada sahabatnya
*****
Di sekolah yang sedang sibuk untuk menghadapi ujian akhir tampak para siswa berkutat dengan buku yang begitu tebal dan menyilaukan mata jika terus menerus membaca nya. Terlihat jelas raut wajah bosan dari beberapa siswa di sana
"Yul Lo kok dari tadi ngelamun sih mikirin apa Lo ?". Tanya Rachel
"Gak ada, cuma gue bingung banget dengan buku yang banyak ini rasanya otak gue sudah meronta tidak sanggup menerima". Kata Yuli
"Mulai deh lebay nya keluar. Oh ya setelah lulus nanti apa yang akan Lo lakukan? apa Lo akan melanjutkan kuliah atau langsung bekerja?". tanya Kikan
"Kalau bekerja sudah pasti, sekarang saja gue sudah kerja namun untuk kuliah gue belum memikirkan nya". Jawab Yuli
"Gue berharap kita bisa kuliah di tempat yang sama agar kita selalu dekat ". kata Kikan
"Yah dia mulai lebay juga, meskipun kita beda tempat setidaknya kita saling berkabar agar silaturahmi tetap terjaga". Kata Yuli
"Apa Lo ada niatan untuk mencari tempat kerja baru?". Tanya Rachel
"Gue belum tahu, kalau kerjaan sekarang lebih bagus dan menjamin maka akan gue lakukan terus hingga impian gue terwujud". kata Yuli
__ADS_1
"Tapi apa gak sulit bekerja di tempat seperti itu? apa lagi Lo cewek?". tanya Kikan
"Kerja apapun dan gimanapun selama itu halal akan gue lakukan". Kata Yuli
kriiiiing kriiiiing kriiiiing
Terdengar bunyi handphone Yuli namun nomernya yang terlihat tidak terdaftar dalam kontak nya
"Siapa?". Tanya Rachel
"Gak tahu gak ada namanya". kata Yuli mengabaikan handphone nya
"Sudah angkat saja siapa tahu penting". saran Kikan
Dan Yuli pun terpaksa mengikuti saran temannya itu dan langsung mengangkat panggilan telepon dari handphone nya
"Apa Lo sudah bosan hidup, lama sekali menjawab telepon dari gue". Kata Ricky dari sebrang sana
Yuli kaget mendengar suara yang tidak asing baginya itu dan dia merasa Bingung kenapa bosnya menghubungi dia, biasanya jika ada pekerjaan Sam lah yang memberi tahu.
"Ma'af bos say kira telfon dari orang iseng soalnya nomernya tidak ada namanya". Kata Yuli
"Lo pulang sekolah langsung ke bengkel, ada yang ingin gue katakan sama Lo dan jangan sampai telat karena gue paling tidak suka menunggu". Kata Ricky dengan nada ancaman bagi Yuli
"Iya bos, saya nanti langsung ke sana jika sudah selesai sekolah". Kata Yuli dan terlihat Ricky sudah menutup panggilan telepon nya
"Apa Yang menelfon Lo tadi kak Ricky?". Tanya Kikan
"Iya bos gue Ricky siapa lagi". Kata Yuli kesal
"Lo harus nya gak usah kesal Yul karena jarang banget Ricky nelfon cewek kalau bukan si Kinara". Kata Rachel
"Lo gak usah mulai dengan pikiran yang aneh-aneh deh. Sudah kita cepat kerjakan soal-soal ini agar bisa pulang cepat". Kata Yuli
"Wah saking senengnya Lo di telfon kak Ricky jadi gagal fokus gini. Meskipun Lo selesai tapi belum waktunya pulang ya kita gak bakalan pulang kali". Kata Kikan
Yuli pun langsung menepuk jidatnya. Kenapa juga dia bisa lupa kalau sekarang dia sedang berada di dalam kelas.
*****
Di suatu rumah terlihat seorang gadis menatap layar ponselnya dengan wajah penuh tanda tanya dengan apa yang dia lihat sekarang
"Apa dia menjadi semakin kuat dan tak terkalahkan kak Hans?". Tanya Stella
"Kelihatannya seperti itu, tapi se kuatnya dia jika par musuhnya bergabung kakak yakin bisa mengalahkan Ricky walaupun itu tidak akan mudah". Jawab Hans pada adiknya
"Lalu apa rencana kakak selanjutnya? Kenapa tidak menyerang dia saja waktu itu, pasti kakak akan bisa mengalahkan Dia". Kata Stella
Hans hanya tersenyum mendengar perkataan adik kesayangannya itu. Dia memang menyuruh Stella untuk meninggalkan Ricky karena tidak ingin adik kesayangannya menjadi korban dari keganasan musuh Ricky yang pasti akan menargetkan orang yang dia sayangi, jadi Hans melakukan berbagai macam cara agar Stella mau mendengarkan perintah nya dan meninggalkan Ricky begitu saja.
__ADS_1