
Caesar kaget dengan permintaan kakak nya yang di rasa terlalu mendadak itu karena dia baru memberi tahu nya kemarin dan Caesar juga berpikir mungkin Yuli sangat marah dengan mama nya
"Apa Lo yakin?". Tanya Caesar
"Gue sangat yakin sekali dan gue sangat ingin bertemu dengan mama kita". Kata Yuli
"Mama ada di Italia bersama dengan Bryan apa Lo yakin ingin ke sana atau mama yang datang kemari saja". Kata Caesar
"Kita saja yang datang ke sana dan kenapa Bryan menjaga mama?". Tanya Yuli
"Karena Bryan adalah sahabat gue sejak dulu sebelum dia bersahabat dengan Ricky". Kata Caesar
"Dan Bryan menjadi sahabat gue pasti karena Lo kan". Tebak Yuli
"Benar sekali gue hanya bisa menjaga Lo dengan mengirimkan Bryan". Kata Caesar
"Lo memang adik gue yang terbaik ya". Kata Yuli sambil tersenyum dan menepuk punggung adik nya yang baru dia ketahui itu
"Apa sudah selesai mengobrol nya?". Tanya Ricky yang baru saja datang dengan para sahabat nya
"Sudah. aku memutuskan untuk pergi ke Italia menemui mama". Kata Yuli
"Aku akan ikut ke sana". Kata Ricky
"Tidak perlu kan ada Caesar dan juga Shawn yang menemani". Kata Yuli
"Tapi aku sangat tidak yakin dengan mereka berdua". Kata Ricky
Yuli pun mendekati kekasih nya dan merangkul tangan nya lalu tersenyum kepada nya
"Ayolah percaya saja dia kan adik aku pasti dia bisa menjaga aku dengan baik". Kata Yuli
Dan akhirnya Ricky pun luluh juga dengan tatapan dan tingkah manja kekasihnya itu
"Baik lah aku tidak akan ikut dengan kamu tapi Dira dan juga Nicholas akan menemani kamu nanti". Kata Ricky
"Ya tidak masalah lagi pula aku juga hanya sebentar saja di sana". Kata Yuli
"Meskipun sebentar tapi keamanan kamu tetap nomer satu dan awas saja jika dia melakukan kesalahan sedikit saja aku yang akan memberikan nya hadiah secara langsung dan spesial sekali". Kata Ricky
"Gue mengerti hal itu dan gue akan memastikan kalau dia akan baik-baik saja nanti". Kata Caesar
"Oh ya apa bisa sekarang aku bertemu dengan bunda?". Tanya Yuli
"Bunda masih butuh istirahat jadi mungkin nanti Lo bisa menjenguk nya". Kata Ken
"Lo alasan saja ya pasti bunda terluka parah maka nya dari kemarin kalian bilang besok-besok terus". Kata Yuli
"Bunda memang butuh istirahat yang cukup cinta jadi kamu harus sabar dulu". Kata Ricky
"Apa separah itu luka yang di dapat oleh bunda?". Tanya Yuli
"Jangan khawatir semua sudah di tangani oleh Ken dan nanti aku juga akan melihat kondisi bunda ". Kata Ricky
Yuli tidak habis pikir kenapa mereka melakukan itu kepada bunda Ayu jika mereka ingin melakukan hal buruk kepada nya kenapa harus melukai bunda nya itulah sekarang yang ada di pikiran Yuli
"Lalu ayah sekarang di mana?". Tanya Yuli
"Dia ada di markas ku". Jawab Ricky
"Antar kan aku ke sana aku ingin menemui ayah". Kata Yuli
"Apa Lo yakin ingin bertemu dengan nya?". Tanya Ken
"Kenapa tidak gue hanya ingin melihat nya saja". Kata Yuli
"Baik lah kalau begitu kita ke sana sekarang". Kata Ricky
Tidak hanya Ricky yang ikut tapi para sahabat nya dan juga Caesar ikut untuk ke markas Ricky menemui Richard mereka menggunakan mobil masing-masing dan Caesar bersama dengan Sam menggunakan mobil Sam.
mereka semua melaju beriringan dan Ricky yang ada di depan dan melaju kan mobil nya dengan kecepatan sedang karena dia juga ingin menikmati kebersamaan mereka berdua. Mobil mereka semua kini sudah sampai di markas Ricky dan mereka semua kini masuk ke dalam seperti biasa para anak buah Ricky di sana pasti akan menunduk hormat melihat kedatangan mereka
"Tempat nya bagus sekali ini". Kata Yuli
__ADS_1
Memang markas Ricky sangat bagus sekali sebab di sana tidak hanya tempat eksekusi saja tapi bisa di jadikan tempat istirahat dan diskusi mereka semua
"Masih bagus rumah Ricky kali Yul". Kata Ken
"Itu juga sudah pasti mana mungkin rumah kekasih gue dapat di bandingkan dengan tempat ini". kata Yuli dengan gaya Bercanda nya.
Mereka sampai di tempat Richard berada dan di sana ada juga Rio serta Caesar di sana Yuli melihat mereka semua apalagi dia juga melihat kondisi mereka yang cukup mengenaskan juga apalagi papa kandung nya yang mencoba menembak dia Ricky dapat melihat bagaimana tersiksa nya dia
"Kamu gak apa-apa?". Tanya Ricky
"Aku gak apa-apa memang nya aku kenapa?". Tanya Yuli kembali
"Mungkin saja kamu marah dengan ku melihat apa yang aku lakukan". Kata Ricky
"Sebenarnya aku juga ingin marah karena kamu terlalu Sadis tapi aku tahu kenapa kamu melakukan semua itu jadi aku tidak akan marah sama kamu memang cara kamu ini terlihat salah di mata semua orang tapi ya itulah kamu dan ini adalah cara kamu ". Kata Yuli
"Jika kamu ingin aku membebaskan mereka aku akan melakukan nya". Kata Ricky
"Tidak lakukan saja apa yang kamu inginkan aku tidak akan menghalangi sama sekali". Kata Yuli dengan yakin nya
Kini dia berjalan mendekati ayah nya dan dia juga sangat kasihan sekali melihat ayah nya yang babak belur ini
"Kenapa ayah harus melibatkan bunda jika ayah meminta dengan baik untuk aku pergi aku pasti akan melakukan nya". Kata Yuli
"Yuli Ma'af ayah tidak ada maksud dari ayah untuk melakukan semua nya dan ayah terpaksa melakukan ini semua demi Luna agar dia bahagia dan aman". Kata Richard
Yuli seakan tidak percaya jika ayahnya ini mengorbankan dirinya demi untuk kebahagiaan anak kandung nya sendiri tapi itu juga wajar sekali di lakukan oleh seorang ayah jadi Yuli pun menekan egonya agar dia tidak marah-marah kepada sang ayah
"Jadi ayah melakukan itu untuk Luna apa selama ini dia masih kurang bahagia ayah?". Tanya Yuli dengan nada bicara mencoba sesantai mungkin
"maksud ayah itu juga untuk kebahagiaan kita semua Yuli kebahagiaan bunda kamu dan juga kakak kamu". Kata Richard
"Apa kebahagiaan itu harus mengorbankan kekasih gue?". Tanya Ricky dengan nada keras nya
"Ti Tidak tuan bukan begitu juga maksud saya". Kata Richard dengan nada gemetaran nya dia tidak mau salah bicara jika itu sampai terjadi maka dia pasti bisa berakhir menyedihkan
"Jangan memelas seperti itu karena sekarang gue tidak akan mengampuni Lo ". Kata Ricky
"Tapi tuan saya benar-benar tidak bisa untuk menolak mereka". Kata Richard
Richard terdiam karena memang benar apa yang di katakan Yuli dan Rio sangat membodohi mereka bahkan dia juga tidak menepati janjinya
"Sudah sebaik nya kita pergi sekarang dari sini". Ajak Ken
ketika mereka ingin pergi Rio memanggil Caesar untuk meminta tolong dan Yuli pun langsung menoleh ke arah nya
"Caesar tolong lepaskan papa dari sini". Kata Rio yang tidak kuat dengan siksaan yang di berikan oleh Ricky
Caesar hanya terdiam dan dia sama sekali tidak ingin membantu papa nya karena baginya dia pantas mendapat kan hal itu
"Jadi dia papa kita?". Tanya Yuli dan Caesar pun mengangguk kan kepala nya
"Dan dia juga yang membuat nyonya Ayu mendapatkan banyak luka". Kata Sam
Ketika mendengar Ayu terluka karena ulah Rio lantas Yuli pun kini berjalan menghampiri nya dan dia menatap nya dengan tatapan penuh Amarah namun hal itu langsung mereda karena dia bisa mengontrol emosi nya
"Kenapa anda lakukan hal itu kepada bunda saya? Jika anda ingin melukai saya seharusnya anda lakukan kepada saya jangan kepada bunda saya". Tanya Yuli
"Itu karena aku sudah melakukan banyak hal untuk menyingkirkan mu tapi tetap saja gagal". Kata Rio dengan berani nya meskipun suara nya sudah terbata-bata karena menahan rasa sakit atas siksaan yang Ricky berikan
Yuli tidak bertanya lagi dan dia kini menatap seseorang yang juga mengenaskan tapi dia melihat kalau orang tersebut juga kehilangan mata nya
"Siapa dia kenapa dia seperti itu?". Tanya Yuli
"Dia adalah Hans dalang di balik semua rencana ini walaupun tidak seratus persen itu rencananya". Kata Rere
"Hans siapa dia kenapa dia melakukan itu kepada gue?". Tanya Yuli
"Dia adalah kakak Stella dan pasti nya dia melakukan hal itu juga karena ingin membalas Ricky melalui Lo ". Kata Ipank
"Jadi dia kakak Stella. kamu tidak akan melakukan apapun kan kepada Stella dan aku tidak Setuju jika kamu menyakiti nya karena itu semua juga kan bukan salah dia tapi salah kakak nya jadi kamu gak boleh melakukan hal buruk kepada nya". Kata Yuli
"Aku tidak akan melakukan apapun jika dia juga tidak melakukan sesuatu hal yang buruk kepada kamu". Kata Ricky
__ADS_1
"Dia tidak pernah melakukan hal buruk kepada ku sama sekali". Kata Yuli
"Untuk saat ini memang belum tapi kita tidak tahu kedepan nya kan jadi kamu tenang saja dan jangan memikirkan dia". Kata Ricky
"Sudah sebaik nya kita pergi kenapa juga kita di sini". Kata Ken kembali mengajak mereka untuk pergi
mereka pun kini meninggalkan tempat eksekusi itu "Apa di sini tempat kamu menyiksa semua penghianat?". Tanya Yuli sambil berjalan keluar dari tempat itu
"Iya aku akan menyiksa mereka di sini tapi di sini bukan hanya tempat untuk melakukan hal itu saja tapi di sini juga ada tempat untuk bersantai dan rapat". Kata Ricky
"Multi fungsi sekali ya tempat nya". Kata Yuli
"Markas ini memang sangat khusus sekali dan desain nya juga Ricky sendiri yang membuat nya". Kata Rere
"Gak heran juga jika tempat ini sangat bagus dan menarik". Kata Yuli
mereka sudah keluar dari tempat itu dan Ricky pun mengatakan sesuatu kepada Sam lalu menghampiri yang lain nya
"Kamu pulang dengan Sam dan juga Caesar karena aku ada urusan". Kata Ricky
"Ya sudah kalau begitu aku pulang dengan mereka berdua. Kamu hati-hati ya dan jangan telalu ngebut". Kata Yuli
"Ya aku akan hati-hati. Sam jangan sampai kekasih gue lecet sedikit pun awas saja kalau itu terjadi". Kata Ricky
"Siap bos saya akan melakukan apa yang anda perintahkan". Kata Sam lalu dia membukakan pintu mobil untuk Yuli
"Gak usah di buka kan juga kali Sam kan gue juga punya tangan sendiri". Kata Yuli
"Tidak masalah silahkan masuk saja". Kata Sam dan Yuli pun segera masuk lalu pergi bersama Sam sambil dia melambaikan tangan kepada kekasih nya dan mobil Sam pun sudah berjalan meninggalkan tempat itu
"Kita ke tempat di mana bunda ayu di rawat sekarang". Kata Ricky dan mereka semua mengikuti nya
Ayu memang tidak berada di rumah sakit tapi dia berada di tempat khusus yang dimiliki Ricky untuk mengobati anggota nya jika mereka terluka dan tempat itu sangat aman dan juga lengkap sekali peralatan medis nya
tidak memerlukan waktu yang lama akhirnya Ricky sampai juga di tempat tersebut dan dia segera masuk ke dalam. Sama dengan markas Ricky tempat medis itu juga di jaga Sangat ketat sekali dan juga tidak banyak yang tahu tempat tersebut apalagi apa yang ada di dalam nya mereka hanya tahu kalau bangunan itu milik Ricky sang leader Gangster
mereka semua berjalan menuju tempat di mana ayu berada dan Ricky Pun segera masuk ke dalam untuk mengecek keadaan nya
"Seperti nya keadaan nya sudah membaik Ken". Kata Ricky
"Benar Rick. Gue sudah menyuntik obat yang Lo katakan kemarin jadi mungkin itu sudah bekerja". Kata Ken
"Pastikan bunda segera pulih Ken agar kekasih gue tidak terlalu khawatir". Kata Ricky
"Gue akan mengusahakan nya Rick dan kenapa gak Lo coba saja untuk mengobati nya?". Tanya Ken
"Karena gue ingin Lo yang menyelesaikan ini. Gue banyak kerjaan yang lain nya jadi gue percaya kan hal ini kepada Lo". Kata Ricky
"Lalu untuk anak nya bagaimana Rick dia masih belum sadar kan diri hingga sekarang". Kata Rere
"Gue tidak terlalu perduli kepada nya dan berikan saja pengobatan sesuai dengan kebutuhan nya". Kata Ricky
"Sadis sekali Lo Rick kan bisa Lo menyembuhkan dia juga". Kata Ipank
"Dia juga tidak ada gunanya apalagi dia terlalu licik". Kata Ricky
"Dia sama seperti ayah nya". Kata Arok
Ricky pun kini beranjak keluar dari ruangan ayu dan dia kini mengajak yang lain nya untuk kembali mengobrol
"Lo Sadis sekali ya Rick dengan mereka bertiga". Kata Ipank
"Tidak ada ampun untuk mereka apalagi Hans dan Rio". Kata Ricky dengan santai nya
"Tapi gue heran Rick kenapa Lo bisa berkata seperti itu tentang Stella kepada Yuli". Kata Arok
"Jika dia tahu kakak nya seperti itu pasti dia juga akan melakukan sesuatu kan Lo pasti tahu hal itu Rok karena sejak dulu kan Lo yang paling tidak suka dengan hubungan gue dan juga Stella". Kata Ricky
"Dan Lo juga tahu kan Kenapa alasan gue tidak menyukai nya". Kata Arok
Di lain tempat Justin kini sedang melakukan pertemuan dengan seseorang dan dia kini terlihat mengobrol dengan serius nya
"Dia masih cerdas dan tajam sekali insting nya dan juga aliansi nya semakin banyak". Kata Justin
__ADS_1
"Tidak masalah jika kita sudah mengetahui apa kelemahan dia". Kata orang tersebut kepada Justin