Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Makan Bersama


__ADS_3

Yuli tidak risih sama sekali dengan tatapan orang-orang Disana yang menatap nya meremehkan. Dia selalu santai dalam menghadapi omongan yang di anggap nya gak penting. Baginya selagi omongan tersebut tidak menyinggung orang tua nya terutama sang bunda, Yuli akan masa bodoh dengan hal itu.


"Kita jadinya kemana nih?". tanya Yuli


"Nonton saja gimana?". tanya Kikan


"Lo jangan kasih ide yang aneh gitu kali, masak nonton bareng mereka. Gak asik banget". jawab Yuli


"Rick, kita kemana?". tanya Rere


Hanya Ricky yang akan menentukan kemana mereka akan berjalan karena Ricky tetap lah leader mereka yang tidak akan ingin di bantah dan diatur di manapun dia berada


"Kita ke restoran Lo dulu Re. Kayak nya mereka lapar, Belum makan siang". kata Ricky lalu berjalan menuju salah satu restoran milik Rere yang ada didalam mall tersebut


Sambil berjalan Yuli pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap para pengunjung mall tersebut.


"Gila, si Rere juga punya restoran. Apa nanti gak saingan dengan punya Ken". celoteh Yuli


"Gak akan mungkin ada persaingan bisnis diantara kita berlima". kata Rere menanggapi ucapan Yuli tadi


"hahaha kan gue cuma berfikir saja, secara Ken juga punya restoran dan cukup terkenal dan enak pula. apalagi design nya yang bagus juga para karyawan yang memang ahli dan juga sangat ramah membuat gue betah banget kerja disana" kata Yuli sambil mengingat kenangan nya waktu masih kerja di restoran Ken


mereka yang tahu kepindahan Yuli hanya diam sambil menatap nya saja. Mereka tidak ingin berkomentar karena di sini ada bos baru Yuli yang sangat berpengaruh juga


"Jadi selama ini Lo kerja di tempat kak Ken. gue tawarin kerja di tempat gue gak mau eh malah di tempat kak Ken". kata Kikan


"Gue juga baru tahu kali Kikan kalau itu punya Ken, secara diakan gak pernah turun langsung ke tempat kerja."


"Mana ada bos turun tangan sendiri jika sudah punya banyak anak buah". jawab Ken

__ADS_1


"Ya pastinya adalah, lihat saja nanti jika gue yang jadi bos". kata Yuli dengan songong nya


Kikan dan Rachel pun hanya menggeleng kepala mendengar perkataan Yuli tersebut.


"Memang siapa bos yang mau bekerja disaat di sudah punya banyak karyawan". tanya Kikan


"Gue , nanti kalau gue jadi bos, gue gak bakalan kayak kalian yang hanya memerintah karyawan seenak nya saja". kata Yuli


Mereka semua hanya mendengar tanpa ingin membalas ucapan Yuli.


Mereka telah sampai di restoran dan para karyawan menyambut mereka dengan Ramah karena di sana ada sang bos pemilik restoran ini.


"Kita berada di tempat khusus ini, gak seru banget. seharusnya kita gabung dengan pembeli lainnya". kata Yuli sambil berjalan mengikuti mereka. Dia tidak berhenti menatap setiap sudut restoran. kekaguman terpancar dengan jelas dimatanya.


tempat duduk mereka tidak diatur oleh siapapun. dan sekarang Ricky duduk berhadapan dengan Yuli dan disampingnya ada Ipank dan Rere, sedangkan Rachel duduk disamping Arok dan berhadapan den Kikan yang duduk disampingnya Ken


menu makanan telah terpajang di meja, tampak Yuli kebingungan harus memilih yang mana karena dia hampir tidak menyukai semua menu yang tersedia.


"Apa dia tidak menyukai menu makanan disini?". tanya Arok yang dari tadi melihat Yuli hanya membolak-balik menu yang sedang dia pegang.


"Dia dari dulu memang gak suka dan sulit sekali di ajak jalan ke mall, apalagi makan. kata dia buang-buang uang saja". jelas Rachel


Arok mengerti, dia tahu bahwa Yuli adalah tipe cewek yang sederhana. dia lebih suka apa adanya meskipun dia bisa membeli sesuatu yang dia inginkan tapi dia akan memindahnya karena menurutnya itu terlalu boros. bahkan Arok juga sudah mencari tahu segalanya tentang sahabat pacar nya itu. Dia tidak ingin Rachel dimanfaatkan karena mengingat sifatnya yang mudah sekali terpengaruh dan kasihan pada orang.


"Re gue pengen kentang goreng. Apa ada di sini menu itu?". tanya Arok


"Kalaupun gak ada, nanti pasti di ada-ada kan sama mereka". tunjuk Rere pada kepala koki nya itu.


Yuli pun menghela napasnya lega. Karena mendengar pesanan Arok, dia berinisiatif untuk memesan yang sama.

__ADS_1


Ricky tahu jika Arok memesan itu sengaja untuk memancing Yuli. "Gue juga pesan yang sama kayak Lo saja Rok". kata Yuli sambil tersenyum.


"Bosan gue Yul, setiap makan bareng Lo selalu pilihnya itu Mulu". kata Kikan


"kenapa Lo bosan, yang makan itu kan gue Kikan". jawab Yuli sambil tersenyum


"Ya memang yang makan itu Lo , tapi gue kan yang lihat. Lo di traktir malah pesan makanan gituan. sekali-kali makan hot pot kek enak". kata Kikan


"Memangnya siapa yang lagi ulang tahun?". tanya Yuli


mereka langsung menatap Yuli tajam sambil menggelengkan kepalanya.


"Yuli cewek ter oon yang pernah gue temuin, Kali traktir orang gak harus nunggu ulang tahun kali. Itu juga bisa membuat mereka senang karena bisa makan gratis. Pasti Lo kalau mau traktir tunggu ulang tahun dulu". kata Ken sedikit kesal


"hahaha, Lo tuh ya suka banget ngatain gue oon. kan gue cuma tanya siapa yang ulang tahun. Kalau ada kan gue jadi gak enak kalau gak bawa kado". kata Yuli dengan tulusnya.


"gak ada yang ulang tahun Yuli, jadi Lo gak perlu pusing mikirin kado". kata Rachel


makanan yang telah di pesan sudah di hidangkan oleh para karyawan dapur langsung serta kokinya. Mereka tidak ingin ada kesalahan sedikit pun mengingatkan yang datang saat ini adalah bos mereka serta ada bos besar juga.


"kalian jangan banyak bicara. Dan makan saja sekarang". perintah Ricky dengan dinginnya.


mereka langsung memakan pesannya masing-masing . Awalnya mereka makan dengan tenang tanpa bersuara, karena mereka tahu jika Ricky paling tidak suka orang yang berbicara ketika makan, namun Yuli tidak mengetahui hal tersebut


"ini cuma traktir makan doang, tanpa minuman nya sekalian gitu?, Kitakan makan bersama tapi kenapa gue doang ya yang gak dapat minum". tanya Yuli


Dan tidak ada yang merespon omongan Nya. Yuli yang tidak paham akan situasi tersebut masih tetap berbicara meskipun tidak mendapatkan respon sedikitpun dari mereka.


"Kalian ini kenapa sih, apa terlalu menikmati makanannya hingga gak bisa jawab ataupun ngobrol". kata Yuli masih tidak sadar dengan situasi sekarang.

__ADS_1


"Yul, mendingan habiskan makanannya dan jangan banyak bicara karena kalau Lo makannya sambil bicara awas nanti bisa tersedak, kan Lo gak ada minumnya dan juga kalau gue atau Kikan kasih pasti Lo juga gak akan mau". kata Rachel yang mencoba membuat Yuli diam agar Ricky tidak marah padanya karena dari tadi Yuli terus mengoceh kesana-kemari


__ADS_2