
Setelah mengobrol Yuli pun juga segera pergi untuk beristirahat dan para sahabat Ricky masih ada di sana
"Kenapa Ricky tidak menyuruh Lo Rok apa jangan-jangan dia juga takut jika Lo akan merebut kekasih nya". Kata Ipank
."Seperti yang kalian tahu siapa di antara kita yang tidak menyukai nya". Kata Arok
"Hanya Rere saja yang tidak tertarik kepada nya". Kata Ipank
"Jangan salah gue juga tertarik kepada dia sebenar nya hanya saja gue tidak menunjuk kan nya". Kata Rere
Hal tersebut membuat mereka langsung menatap Rere sebab selama ini Rere terlihat biasa saja jadi mereka mengira Rere tidak menyukai Yuli
"Jadi Lo sama seperti kita juga Re tertarik kepada nya, memang Yuli itu spesial sekali". Kata Ken
"Jangan bicara seperti itu jika Ricky tahu habis Lo Ken". Kata Ipank
"Gue jadi berpikir bagaimana Ricky menghabiskan waktu di sana bersama keluarga nya, apa dia benar-benar bisa bergabung bersama mereka semua di sana". Kata Ken
"Dia pasti bisa melakukan nya, apa yang tidak bisa dia lakukan untuk kekasih nya itu bahkan menolong Bryan saja dia mau". Kata Arok
"Benar juga Ricky sekarang menjadi bucin tapi kekejaman nya masih tetap sama". Kata Ipank
"Kejam nya dia memang tidak bisa di ragukan sama sekali dan itu juga bisa secara perlahan akan berubah nanti gue yakin itu". Kata Ken
"Meskipun Ricky berubah tapi tidak mungkin akan seratus persen kan, kita tahu sendiri bagaimana dia jika itu menyangkut orang yang di cintai nya". Kata Arok
"Ya dia akan sangat murka jika saja orang yang di cintai nya menjadi target para musuh nya". Kata Ipank
"Lo akan melatih Yuli apa Re besok?". Tanya Ken
"Gue belum tahu sebab gue harus melihat dulu senjata apa yang dia bisa gunakan". Kata Rere
"Coba saja menggunakan pistol dulu Re". Kata Ken
"Sebenar nya Lo yang lebih jago Rok dan seharusnya Lo juga yang mengajari dia". Kata Rere
"Gue akan mengajari nya besok jadi Lo tenang saja". kata Arok
"Apa Lo yakin? bukan nya Ricky menyuruh Rere yang melakukan nya". Kata Ipank
"Gue yakin sekali". Kata Arok
"Lo gak takut dia marah dan memukul Lo lagi Rok?". Tanya Ken
"Itu tidak akan pernah terjadi lagi". Kata Arok sambil menyeringai.
Ipank dan yang lain nya tahu apa maksud dari ucapan Arok tadi. Ya, mereka sekarang bisa mengandalkan Yuli untuk meredam emosi Ricky dan Yuli juga yang bisa membangkitkan aura Devil Ricky
"Ya sudah kalau gitu gue pergi dulu ada hal yang harus gue kerjakan". Kata Ipank
"Sama gue juga ada urusan di luar jadi gue juga mau pergi". Kata Ken
"Lo Re apa ada urusan juga?". Tanya Arok
"Tidak gue mau pulang saja ke rumah". Kata Rere
"Tidak tidur di sini Lo Re?". Tanya Arok
"Gue mau tidur di rumah saja Rok". Kata Rere
"Kalau begitu kita semua pergi sekarang karena gue juga ada sedikit urusan di luar dan nanti gue juga akan pulang ke rumah". Kata Arok
Mereka semua memutuskan untuk tidak menginap di rumah Ricky dan Arok juga tidak khawatir sama sekali dengan keselamatan adik tersayang nya Kinara sebab rumah Ricky sangat aman sekali dari serangan musuh bahkan sebelum musuh mendekati rumah itu mereka pasti sudah mendapat kan banyak sekali rintangan yang sangat sulit sekali.
Kini mereka menggunakan mobil nya masing-masing lalu pergi meninggalkan rumah Ricky bersamaan.
Ipank kini sudah berada di bar dalam ruangan VVIP dia duduk santai sekarang
"Lama sekali Lo Pank datang nya". Kata Felix
"Gue banyak sekali urusan jadi baru bisa datang". Kata Ipank
"Apa yang harus gue lakukan untuk membantu Lo?". Tanya Felix langsung
"Gue mau Lo cari tahu Justin sekarang ada di mana". Kata Ipank
"Justin ada di sini? untuk apa dia kemari, apa untuk menyerang kalian?". Tanya Felix
"Mungkin saja dan Lo pasti juga tahu apa sebab nya kan". Kata Ipank
__ADS_1
"Iya gue tahu. Lo tunggu saja gue akan mencari tahu nya". Kata Felix
"Bagus kalau begitu. Lalu apa yang Lo rencana kan untuk bisnis kita Felix?". Tanya Ipank
Felix dan Ipank sekarang memang bekerja sama untuk membangun sebuah bisnis di Macau mereka bekerja sama untuk membangun tempat perjudian di sana. Kini Felix juga menjelaskan bagaimana rencana dia membangun itu semua dan dia juga sudah mempersiapkan semua nya dengan sangat matang sekali. meeting Ipank dan juga Felix berjalan dengan lancar dan mereka kini terlihat sedang bersantai di bar.
Matahari kini sudah meninggi dan terlihat Yuli juga sangat siap untuk berlatih sekarang dan dia kini terlihat sedang mencari dimana keberadaan Rere.
"Kemana mereka semua pergi ya, apa Rere membohongi ku ya". Kata Yuli sambil berjalan mencari di mana keberadaan mereka semua. Yuli keluar rumah dan dia melihat di garasi rumah Ricky tidak ada mobil mereka sama sekali
"Wah songong sekali mereka bohong kepada gue". Kata Yuli
Baru saja Yuli ingin masuk terdengar bunyi klakson mobil yang sederhana mengarah kepada nya.
"Lo sudah siap?". Tanya Rere yang masih berada di dalam mobil
"Sudah dari tadi, gue kira Lo bohong dan gau mau melatih gue, jadi gak enak gue sudah berprasangka buruk Sorry ya". Kata Yuli
"Ya sudah kalau begitu kita berangkat saja sekarang". Kata Rere
Dia kini menyuruh Yuli untuk masuk ke dalam mobil nya. Mereka berdua kini menuju tempat yang biasa Ricky gunakan untuk menembak. markas milik Ricky yang berada tidak jauh dari markas khusus nya yang biasa dia gunakan untuk mengeksekusi penghianat.
"Kita latihan di sini Re?". Tanya Yuli
"Iya kita akan latihan di sini. Arok dan yang lain nya juga sudah menunggu di dalam". Kata Rere
Rere mengajak Yuli untuk masuk ke dalam. ketika Yuli berjalan melewati para bodyguard di sana mereka menunduk memberikan hormat kepada Yuli sebab mereka juga tahu dia adalah kekasih bos besar nya.
"Mereka sopan sekali ya Re kepada Lo". Kata Yuli sambil berjalan Melewati mereka semua dan tak lupa juga dia menginginkan senyum nya kepada para bodyguard Ricky
"Mereka menunduk seperti itu untuk memberikan hormat kepada Lo kekasih dari bos nya". Kata Rere
"Mereka tahu jika gue kekasih Ricky?". Tanya Yuli
"Mereka tahu sebab Ricky memajang foto Lo di markas juga. apa Lo lupa". Kata Rere
Yuli merasa malu sekali mengetahui jika Ricky selebay itu memajang foto nya di setiap tempat. Mereka berdua sudah sampai tempat latihan untuk menembak dan terlihat juga Arok dan yang lain nya kini sedang bersantai dan menunggu mereka di sofa
"Sorry gue baru datang". Kata Rere sambil bertos ria dengan yang lain nya
"Yul apa Lo sudah siap untuk berlatih?". Tanya Ken
"Lo akan di latih Rere menggunakan pisau". Kata Ipank
"Pisau bukan nya hari ini jadwal nya Arok yang melatih Yuli menggunakan pistol". Kata Ken
"Kita mengubah jadwal Ken dan hari ini jadwal nya Yuli di latih oleh Rere". Kata Ipank
"Menggunakan pisau ya oke lah kalau begitu". Kata Yuli
Rere menunjukkan banyak sekali cara menggunakan pisau untuk melumpuhkan para musuh nya dan Yuli juga terlihat sangat serius mendengar dan melihat apa yang Arok lakukan.
"Yul tangan Lo kurang cepat dan gerakan Lo masih salah. begini yang benar". Kata Rere membetulkan gerakan Yuli sambil memegang tangan nya
"Re, Lo harus hati-hati kalau Ricky tahu bisa marah dia". Kata Ken membuat Rere melepaskan tangan nya dari Yuli
"Jangan khawatir gue jamin dia tidak akan marah sama Lo Re". Kata Yuli
Kini mereka berdua melakukan beberapa gerakan dan bagaimana cara melumpuhkan lawan menggunakan senjata itu. terlihat Yuli sangat cepat sekali belajar dan juga menangkap apa yang Rere ajarkan kepada dia.
"Lo hebat ya satu kali kita belajar sudah Sejago itu". Kata Rere memuji Yuli
"Itu juga berkat Lo yang sabar melatih gue". Kata Yuli
"Latihan kita sampai di sini dulu Yul. Apa Lo sudah lelah?". Tanya Rere
"Belum". Jawab Yuli
"Kalau Lo belum lelah kita latihan beladiri sebentar Yul". Kata Ipank
"Boleh. Wah hari ini gue punya banyak sekali pelatih ya apalagi kalian juga sangat handal sekali". Kata Yuli
Kini dia beristirahat sebentar sebelum dia berlatih kembali dengan Ipank. dia merasa sangat beruntung bisa berlatih dengan mereka semua apalagi mereka sangat berkompeten sekali dalam persenjataan dan beladiri.
"Sudah siap?". Tanya Ipank yang kini sudah siap untuk melatih Yuli
"Siap pelatih". Kata Yuli
Ipank memberikan ancang-ancang untuk mulai melakukan beberapa pukulan ke arah Yuli dan dengan sigap juga Yuli menangkis segala pukulan dari Ipank. Beberapa kali Ipank juga mendapat kan serangan yang sangat menyulit kan dari Yuli dan terlihat juga dia terluka di bibir nya akibat pukulan dari Yuli
__ADS_1
"Pank Lo gak apa-apa kan?". Tanya Yuli karena melihat bibir Ipank berdarah
Ipank tersenyum melihat kearah Yuli "Gue gak apa-apa". Jawab Ipank
"Luka seperti itu kecil sekali Yul jadi Lo tidak perlu khawatir". Kata Ken yang asik mengamati mereka berdua
terlihat Ipank kembali menyerang Yuli dengan beberapa pukulan nya namun bisa di tangkis dengan baik oleh Yuli. Yuli bisa melakukan berbagai macam gerakan dan juga pertahanan dengan sangat baik dan itu juga ajaran dari Ricky waktu itu. Merasa sudah cukup Ipank pun mengajak Yuli untuk menyudahi latihan nya kali ini dan mereka pun duduk bersantai di sofa milik Ricky yang ada di sana
"Lo sangat bagus sekali Yul beladiri nya sangat bertambah sekali ya kemampuan Lo dan pisau tadi Lo juga sangat ahli sekali kelihatan nya". Kata Ken
"Gue kan juga di latih Ricky waktu itu jadi ya sedikit banyak nya gue bisa melakukan beberapa gerakan untuk mengalahkan Lo Pank tadi". Kata Yuli
"Pantas saja tadi gue membaca gerakan Lo yang agak mirip dengan Ricky". Kata Rere
"Untuk hari ini sampai di sini saja dan besok Lo akan latihan dengan Arok". kata Rere
"Gue latihan dengan dia apa gak salah nih yang ada nanti gak latihan tapi malah berantem Mulu". Kata Yuli
"Jika Lo tidak mau gue gak masalah dan gak maksa juga". Kata Arok
Dia kini beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut dan di susul juga dengan yang lain nya
"Yul Lo balik dengan Arok ya gue ada urusan". Kata Rere
"Gue juga ada urusan Re jadi Lo antar dia dulu baru pergi". Kata Arok
"Sudah gue bisa pulang sendiri juga kalian pergi saja sana". Kata Yuli
Mana mungkin mereka membiarkan Yuli pergi sendiri bisa-bisa nanti Ricky akan marah jika dia mengetahui nya jadi mereka juga tidak mau mengambil resiko jika Yuli bisa celaka juga nanti nya.
"Ya sudah Lo gue antar Yul pulang". Kata Rere
"Gak usah Re Lo kan ada urusan biar gue pulang sendiri saja". Kata Yuli
"Tidak Lo harus pulang bareng gue karena tadi gue juga kan yang menjemput Lo dan juga urusan gue bisa kok gue tunda". Kata Rere
Dengan tidak enak hati Yuli pun masuk ke dalam mobi Rere dan mereka semua pergi dari tempat itu sekarang juga.
Di Belanda terlihat Ricky dan keluarga nya sedang asik pergi ke Taman vondelpark yang terletak di bagian selatan kota Amsterdam mereka memilih taman tersebut untuk sekedar piknik di sana dan juga bersantai sebab suasana di sana masih tetap bagus dan juga asli. Terlihat ada juga beberapa wahana di sana serta restoran juga ada.
"Enak sekali Rick udara di sini begitu sejuk". Kata Raka
"Ya tempat ini sangat bagus juga untuk Liburan keluarga lihat saja mereka terlihat sangat senang sekali berada di sini". Kata Ricky
"Bukan hanya mereka yang senang kita sekarang juga sangat senang sekali Rick bisa berlibur bersama Lo di sini". Kata Raka
Mereka kini terlihat mengambil beberapa gambar untuk mengabadikan momen tersebut dan Sam sekarang menjadi fotografer dadakan untuk mereka semua.
"Sam foto menggunakan ponsel gue sekarang dan cari tempat yang bagus agar foto nya nanti terlihat bagus juga ". Perintah Ricky
Sam tahu jika Ricky akan menunjukkan foto tersebut kepada kekasih nya dan kini Sam terlihat sedang mengamati taman itu untuk mencari spot foto yang bagus untuk bos nya
"Bagaimana kalau di sana Bos?". Tanya Sam sambil menunjuk tempat yang dia rekomendasi kan tadi kepada bos nya sebuah tempat teater terbuka yang akan mereka gunakan sebagai latar belakang berfoto dan juga sebuah danau juga yang ada di sana menjadi spot foto Ricky dan keluarga nya. Kedua tempat itu dia gunakan untuk mengambil gambar dan dia akan mengirimkan nya kepada Yuli kekasih nya
"Bagaimana Sam apa sudah Lo mengambil foto kita?". Tanya Ricky
"Sudah bos coba anda cek dulu foto nya". Kata Sam lalu menunjuk kan beberapa foto yang dia ambil tadi.
"Bagus Sam terima kasih". Kata Ricky
"Sama-sama bos". Kata Sam
"Kita pergi makan saja dulu ke restoran yang ada di sini lagian ini juga sudah jam makan siang. bagaimana Rick apa Lo setuju?". Tanya Edward
Ricky yang sedari tadi memaninkan ponsel nya sambil tersenyum sendiri membuat mereka juga ikut tersenyum di buat nya
"Bos bagaimana?". Tanya Sam membuat Ricky menoleh ke arah nya
"Ada apa Sam?". Tanya Ricky
"kak Ricky lagi chat dengan kak Yuli ya dari tadi senyum-senyum Mulu". Tebak Rani
"Tebakan Lo benar sekali gue memang sedang chatting dengan kekasih gue". Kata Ricky sambil tersenyum
"Senang sekali ya Rick Lo kelihatan nya. bagaimana apa Lo mau kita makan di restoran sebelah sana?". Tanya Edward
"Boleh kita ke sana sekarang". Kata Ricky
Mereka pergi ke restoran yang ada di taman itu untuk makan siang bersama
__ADS_1