
Mereka masih saja menggoda dan mengejek Ipank namun reaksi Ricky tetap sama hanya datar saja.
"Rick apa ada yang Lo pikirkan? ". Tanya Arok
"Gak ada, Gue hanya lelah saja dan ingin rasanya istirahat lebih lama". Kata Ricky
mereka yang tidak pernah mendengar Ricky mengeluh sedikit pun merasa heran dengan ucapan nya kali ini
"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran Lo Rick?". Tanya Ipank
"Gak ada sama sekali". Jawab Ricky
"Rick Lo harus ingat bahwa kita berteman sudah lama, Jauh sebelum Lo sekuat dan terkenal ini. Jadi kita tidak ingin Lo menyembunyikan apapun dari kita." Kata Ipank
"Benar Rick. Kita susah senang harus bersama dan tanpa Lo Kita juga gak akan bisa mencapai posisi seperti sekarang ini". Kata Rere
"Kalau bicara jangan ngelantur kalian. Ayo kita pulang sekarang ". Kata Ricky
"Ya sudah ayo pulang saja sekarang dan Lo harus istirahat biar kembali fit lagi". Kata Ken
Ricky pun akhir nya membangunkan Galang yang sedari tadi terlihat pulas sekali tidur nya
"Ayo Pulang ". Ajak Ricky pada Galang yang baru saja membuka kedua mata nya
"Yuli dan Bryan mana? ". Tanya Galang
"Mereka berdua sudah pulang duluan karena Yuli sangat capek dan butuh istirahat ". Kata Ricky
"Kurang ajar sekali mereka gak bangunin Gue". Kata Galang dengan kesal nya
"Itu karena Gue yang menyuruh mereka pulang terlebih dahulu. Lo jangan banyak omong, ayo cepat kita pulang ". Kata Ricky
Mereka akhirnya keluar dari tempat tersebut bersama-sama menuju mobil mereka masing-masing
"Galang tinggal bareng Lo Rick? ". Tanya Arok
"Iya. Dia gak akan lama di sini jadi Gue menampung nya". Kata Ricky
"S****n ya Lo Rick, Lo pikir Gue gembel apa pakai di tampung segala". Kata Galang dengan kesal nya
"Gue kan gak pernah bilang kalau Lo itu gembel. Kan benar Gue menampung elo Lang". Kata Ricky
"Iya sih. tapi jangan pakai kata menampung lah Rick. bilang saja Galang menginap dirumah Gue, beres kan". Kata Galang
"Terserah Lo saja". Kata Ricky
"Lo kapan balik lagi Lang? ". Tanya Ken
"Gue masih ada misi yang belum Gue selesai kan". Kata Galang
"Curiga Gue sama Lo Lang ". Goda Rere
"Rick teman Lo mulai kurang ajar sama Gue". Kata Galang mengadu pada Ricky dengan bercanda
"Lo mau jadikan Ricky tameng Lo? Takut Gue". Kata Ken menggoda
"Ricky bukan hanya tameng Gue tapi dia juga bodyguard Gue". Kata Galang lalu tertawa dan diikuti oleh mereka semua termasuk sang Leader
"Ayo kita pulang. sudah malam juga". Kata Rere
"Kalian gak mau menginap di rumah Ricky juga? ". Jata Galang menawarkan
"kita dilarang sama Dia kalau sering menginap di sana ". Kata Ken
"Pelit juga ya Ricky pantes saja Jomblo sama kayak Yuli". Kata Galang membuat Dia mendapatkan tatapan tajam dari mereka
"Apa guna nya kalian beli rumah kalau sering numpang di tempat orang ". Kata Ricky
"Cepat masuk mobil Lang kalau Lo lama Gue tinggal ". Kata Ricky yang sudah masuk ke dalam mobil nya dan sudah menghidupkan mobil nya bersiap untuk pergi.
mobil mereka sudah meninggal kan area tempat latihan dan bergegas menuju rumah masing-masing
Dalam perjalanan seperti biasa Galang pasti selalu mengajak Ricky mengobrol
"Rick apa Ipank suka sama Yuli? ". Tanya Galang
"Seperti yang Lo lihat ". Jawab Ricky
__ADS_1
"Lo jangan biarkan mereka berdua sampai dekat Rick karena Gue gak suka hal itu terjadi ". Kata Galang
"Lo gak bisa Lang memaksa hati seseorang dan Gue juga gak bisa ikut campur tentang perasaan Ipank pada sahabat Lo". Kata Ricky
"Lo pasti tahu bagaimana Ipank Rick? Dan Gue gak mau sahabat Gue terus merasa sakit hati karena cinta". Kata Galang
"Kalau nanti Ipank menyakiti Yuli, Lo gak usah khawatir nanti Gue sendiri yang akan menghajar nya". Kata Ricky dengan serius nya
"Huh sebenar nya Gue ingin Lo yang dekat dengan Yuli karena Gue merasa kalian berdua itu cocok dan bisa saling melengkapi". Kata Galang
"Lo yakin kalau Gue cocok sama Dia? ". Tanya Ricky
"Gue yakin sekali seribu persen dan kedua orang tua Gue pun juga setuju jika Lo sama Dia". Kata Galang
Memang kedua orang tuanya sudah pernah bertemu dengan Yuli dan beberapa kali juga jalan bersama dengan nya dan mereka sangat senang sekali dengan Sikap dan perilaku Yuli yang sangat riang dan mudah bergaul itu
"Jadi Papa dan Mama sudah pernah bertemu Dia? ". Tanya Ricky
"Ya sudah dong rick, maka dari itu Gue gak ingin Yuli tersakiti karena papa bilang Gue harus menjaga Dia karena dia itu cewek yang baik". Kata Galang
"Kita lihat saja nanti ". Kata Ricky
"Gue mau tanya Rick, apa Lo gak ada rasa sedikit pun pada Yuli? ". Tanya Galang
"Gue gak tahu hanya saja Gue suka sama Dia yang berani dan Juga tidak mudah menyerah serta terlihat tidak mudah untuk ditindas orang juga". Kata Ricky
"Memang benar apa yang Lo katakan. Dia memang sangat Kuat dan tidak mudah di tindas tapi dia juga punya sisi yang rapuh juga Rick ". Kata Galang dengan nada sedih nya membuat Ricky langsung menoleh ke arah nya
"Apa ada sesuatu? ". Tanya Ricky
Mobil mereka telah sampai di halaman rumah Ricky dan mereka segera keluar dan masuk ke rumah
"Lang kita lanjut kan pembicaraan di ruangan kerja Gue saja sekarang ". Kata Ricky mengajak galang untuk membahas pembicaraan yang tafi belum selesai
mereka berjalan menuju ruang kerja Ricky yang terletak di lantai atas. mereka berdua duduk berhadapan dan terlihat sangat serius kali ini
"Lo ceritakan apa maksud dari sisi rapuh yang Lo katakan tadi". Kata Ricky
Galang terlihat sangat senang karena Ricky nampak nya mulai tertarik pada Yuli. Dia tidak biasa nya bertanya tentang seseorang dengan serius seperti ini. Mungkin ini bisa menjadi awal untuk mendekatkan Ricky pada Yuli pikir Galang
"Lo harus tahu Rick bahwa Yuli itu tinggal di negara ini bukan dengan orang tua kandung nya". Kata Galang
"Lalu siapa yang tinggal bersama Dia dan dia panggil ayah dan bunda tersebut ". Tanya Ricky
"Gue juga belum tahu dengan pasti karena Yuli juga tidak cerita dengan mendetail tentang kehidupan peribadi nya. Dan selama ini Juga Dia bekerja dengan keras hanya ingin mengumpulkan uang untuk kembali ke Indonesia dan ingin menetap disana". Kata Galang
"Jadi Dia ingin pergi meninggalkan keluarga nya yang sekarang ".Tanya Ricky
"Ya dia memang harus pergi karena anak dari orang yang merawat nya selama ini juga tidak suka sama Dia. Rick apa Lo bisa bantu Yuli untuk menemukan apa yang dia cari? ". Tanya Galang
"Kenapa Lo gak coba membantu Dia dan bekerja sama dengan Bryan". Kata Ricky memberikan usul
"Gue sudah pernah mencoba namun anehnya Gue dan Bryan tidak mendapatkan petunjuk sedikit pun tentang jejak keluarga Yuli". Kata Galang
"Lo harus nya memulai dari orang tua dia yang sekarang Lang". Kata Ricky
"Gue pernah selidiki mereka dan yang Gue dapat hanya mereka itu orang indonesia dan juga pindah ke negara ini karena sesuatu hal yang Gue belum bisa tahu itu apa". Kata Galang frustrasi
"Lo masih bodoh ternyata Lang. Nanti Gue akan membantu Lo tentang hal ini". Kata Ricky
"Kenapa nunggu nanti, sekarang saja Lo hubungan si Sam pasti Dia akan dengan mudah mendapatkan apa yang gue perlu kan". Kata Galang
"Besok pagi Gue akan hubungi dia dan sekarang mending Lo istirahat karena besok Kinara juga akan kembalike negara ini". Kata Ricky
"Tidak ada hubungannya Kinara kembali ke sini saka Gue Rick ". Kata Galang
"Ada karena Lo suka sama Dia". Goda Ricky
"Lo sama seperti Yuli yang suka menjodoh-jodohkan orang se enak nya saja". Kata Galang dengan kesal nya
"Bukan nya Lo juga begitu Lang. Sudah istirahat sana". Kata Ricky
Dan Galang pun akhir nya pergi meninggalkan ruang kerja Ricky menuju kamar nya. Dia merasa sangat lega sekali karena Ricky mau membantu Yuli mencari dimana orang tua nya berada. Galang dan Bryan selama ini juga sudah melakukan banyak cara namun hasilnya tetap tidak ada jejak sama sekali tentang keberadaan mereka dan itu membuat mereka frustrasi karena tidak bisa membantu sahabat nya.
Di ruang kerja nya Ricky masih duduk tenang dengan tatapan tajam dan menusuk nya. entah apa yang ada dipikiran nya sekarang tidal ada yang tahu karena Ricky selalu penuh dengan kejutan
Dia mencoba menghubungi seseorang sekarang.
__ADS_1
"Apa mereka semua baik-baik saja? ". Tanya Ricky
"Iya Bos. mereka semua baik-baik saja dan juga tidak kekurangan apapun ". Jawab Sam
"Jangan sampai ada yang tahu di mana keberadaan mereka karena Gue gak mau ada yang memanfaatkan mereka semua demi kepentingan peribadi orang yang memanfaatkan mereka ". Kata Ricky
"Saya sudah memastikan itu semua Bos. Oh ya Bos, Kapan anda akan berangkat ke New York? ". Tanya Sam
"Setelah Gue memberikan Hadiah istimewa kepada para orang bodoh itu". Jawab Ricky
"Apa mereka sudah Mulai bergerak Bos? ". Tanya Sam
"Seperti yang kita duga. Mereka ingin melemahkan Gue melalui Kinara dan nampak nya mereka sudah masuk perangkap kita. Apa di sana aman Sam? Tidak ada pergerakan kelompok atau Geng lain? ". Tanya Ricky
"Sejauh ini belum ada sama sekali Bos. Di Texas mereka memilih mencari aman dengan tidak membuat anda marah karena mereka semua masih ingin aman dan tetap memiliki kekuasaan meskipun tidak terlalu besar". Jawab Sam
"Ternyata mereka penurut juga beda sekali dengan di Jepang. Gue harus turun tangan dulu untuk membungkam mereka semua". Kata Ricky dengan nafas yang terlihat kesal
"Mungkin mereka ingin melihat kekejaman anda secara langsung Bos". Kata Sam
"Mereka akan melihat nya besok. Bukan cuma mereka tapi seluruh dunia akan melihat bagaimana kejam nya seorang Ricky Airlangga Hartama dalam menghadapi para musuh nya". Kata Ricky sambil tersenyum penuh arti
"Dan Lo tetap harus memantau mereka semua Sam dan jangan biarkan mereka bertindak Bodoh ". Kata nya lagi
"Baik Bos. Saya akan memastikan semua berjalan sesuai dengan apa yang anda inginkan kan". Kata Sam
"Gue tutup dulu telfon nya. Dan Lo jangan lupa bersenang-senang lah di sana jangan bekerja terus". Kata Ricky lalu mematikan Panggilan nya dengan Sam dan berganti menghubungi seseorang yang lain nya
"Halo Dir, apa Lo sudah berangkat? ". Tanya Ricky
"Belum Bos karena pesawat akan berangkat dua jam Lagi". jawab Dira
"Apa Lo sudah mempersiapkan semua nya dengan baik? ". Kata Ricky
"Sudah Bos. Sesuai perintah anda". Jawab Dira
"Bagus. Stelah sampai di sana nanti langsung lakukan sesuai apa yang kita rencanakan ". Kata Ricky
"Siap Bos". Jawab Dira
Setelan Ricky menghubungi para anak buah nya untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan Ricky kembali fokus pada berkas yang ada di meja nya. Dan nampak dia terlihat tersenyum melihat hal tersebut
"Gue akan melakukan apapun agar orang yang berada di sekitar Gue aman dan mendapatkan apa yang dia ingin kan meskipun dengan cara yang salah itu akan Gue lakukan". Kata Ricky
Ricky mempunyai banyak sekali usaha di setiap negara dan tidak banyak yang tahu akan hal tersebut karena dia memang sengaja menyembunyikan itu semua. Usaha yang di miliki Ricky rata-rata di pegang oleh orang yang sangat dia percaya untuk mengelolanya dan selama ini Ricky juga tidak menemukan kejanggalan satu pun dari mereka.
******
Yuli yang sudah berada di kamar nya terlihat sangat lelah sekali karena latihan yang di berikan Ricky terlalu berat bagi nya.
"Duh badan ku rasanya pengen copot semua ". Keluh Yuli
Dia pun membaringkan tubuh nya di kasur dan ingin segera tidur namun bunyi ponsel membuat dia membatalkan hal tersebut
"Kenapa Si Bryan telfon Gue". Kata Yuli lalu mengangkat panggilan telfon dari Bryan
"Kenapa Bray, kangen Lo sama Gue". Kata Yuli bercanda
Bryan pun tertaw mendengar ucapan tersebut
"Gak Boleh Gue kangen sama Lo? ". Tanya Bryan
"Ya Boleh lah. Kitakan friend". Kata Yuli Dan itu membuat mereka berdua tertawa bersama
"Yul apa Lo suka sama Ipank? ". Tanya Bryan
pertanyaan itu membuat Yuli berfikir sejenak, apa yang sudah dia lakukan hingga membuat Bryan bertanya seperti itu
"Ya Gak Lah. Tumben Lo tanya hal seperti ini". Kata Yuli
"Gue hanya ingin tahu saja gak apa-apa kali". Kata Bryan
"Ya Gak apa-apa sih gak ada larangan juga bro.". Kata Yuli
"Lo gak capek Yul? ". Tanya Bryan
"Ya capek lah ini Gue mau tidur tapi Lo telfon, jadi batal deh Gue istirahat nya:. Kata Yuli
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu Lo istirahat saja sekarang dan sorry sudah ganggu ". Kata Bryan lalu menutup panggilan telfon nya
Yuli pun segera tidur karena dia benar-benar sangat capek sekali hari ini. akhir nya dia langsung bisa tertidur pulas dengan cepat setelah memejamkan matanya