
Ricky hanya tersenyum saja melihat ke bingungan kekasih nya itu bahkan dia tersenyum ketika Yuli menatap nya
"Tanya saja kepada kekasih Lo Yul jika tidak mengerti". Mata Bryan
"Seperti nya tidak akan ada penjelasan dari nya Bray. lihat saja tuh muka dia hanya tersenyum saja sedari tadi". Kata Yuli terlihat memicingkan mata nya menatap sang kekasih
"Untuk Lo pertama kali pasukan dan juga anak buah khusus kita melakukan penyerangan". Kata Arok
"Ya ya ya, Semua nya salah gue gitu kan ". Kata Yuli
"Tidak. kamu tidak pernah salah sama sekali dan aku menyuruh mereka karena sudah Waktu nya juga mereka untuk bergerak menyerang ". Kata Ricky
"Gak usah menutupi jika memang aku yang salah ya sudah". Kata Yuli
"Lo tidak salah Yul. Hal ini memang sudah harus terjadi mengingat Ricky dan Demian juga pernah bertarung dulu tak lupa juga mantan Lo dulu juga pernah menjadi musuh Ricky". kata Ipank
"Apa sekarang ada kemungkinan jika Kenzo akan membantu mereka juga?". Tanya Yuli
"Itu tidak mungkin sebab dia saja marah ketika tahu jika Demian yang melakukan hal ini bahkan dia juga ingin menghabisi nya namun Ricky tidak akan membiarkan hal itu terjadi". Kata Rere
"Ya dan Lo pasti tahu kan kenapa dia melarang dia membantu karena kekasih Lo itu sangat pencemburu sekali". Kata Ken
"Wajar saja jika gue cemburu jika ada pria lain yang mendekati kekasih gue". Kata Ricky dengan santai nya
"Cemburu Lo itu terkadang tidak wajar Rick bahkan bisa mengakibatkan salah paham juga". Kata Galang
"Jika itu Lo yang melakukan nya pasti akan menimbulkan salah paham sebab Lo memang ahli dalam membuat hal tersebut". Kata Ricky
"Bukan gue saja bahkan kekasih Lo juga bisa saja membuat Lo salah paham karena dia juga ahli sekali dalam melakukan nya". Kata Galang
Perdebatan kecil itu sudah biasa dan mereka pun senang juga bisa berdebat untuk menghibur diri sebelum berperang besok
Tak lupa juga Yuli bercanda dengan yang lain nya membuat mereka semua tertawa lepas dan bahagia bahkan terlihat juga kini Arok kembali kesal karena ulah Yuli dan juga Galang. Mereka berada di markas cukup lama juga bahkan banyak sekali obrolan yang mereka lakukan selain rencana penyerangan juga.
"Markas kamu terlihat sangat bagus sekali". kata Yuli
__ADS_1
"Ya markas ini memang khusus jadi aku buat bagus dan untuk markas lain nya hanya biasa saja". Kata Ricky
"Biasa apa nya, yang di jepang saja juga sangat bagus sekali". Kata Yuli
"Tidak akan ada masalah sama sekali karena uang Ricky kan banyak jadi itulah cara dia untuk menghabiskan uang nya". Kata Ken
"Omong kosong Lo Ken. markas memang sangat penting untuk kita jadi aku membangun nya agar mereka juga nyaman untuk berjaga di sana". Kata Ricky
"Ya juga sih ya. Untuk kalian para bos besar dari sebuah Geng pasti Markas itu penting". Kata Yuli
"Untuk sekarang yang terpenting adalah kamu bukan yang lain nya". Kata Ricky sambil tersenyum
Dan yang lain nya hanya biasa saja menanggapi apa yang Ricky katakan karena mereka tahu bagaimana Ricky yang begitu mencintai kekasih nya ini bahkan itu terlihat sangat jelas sekali
"Sudah waktu nya kita pulang. Ayo pergi dari sini". Kata Ricky
Mereka pun segera pergi untuk pulang dan para anak buah Ricky serta yang lain nya akan berada di tempat yang sudah Ricky sebutkan tadi agar mereka dapat dengan mudah melakukan pergerakan besok
Sementara itu di tempat Demian mereka terlihat sangat cemas sekali namun hanya Demian saja yang bersikap tenang
"Tidak perlu kabur dari sini". Kata Demian
"Tapi kita tidak bisa keluar dari sini Demian jadi aku bisa memastikan jika Ricky akan melakukan sesuatu hal oleh sebab itu dia menahan kita di sini". Kata Raya
"Biarkan saja dia melakukan apapun yang dia suka dan kita juga bisa melakukan apapun yang kita suka juga". Kata Demian
"Apa maksud mu Demian?". tanya Justin
"Kita ikuti permainan Ricky dan jika dia menyerang pun kita akan bisa kabur dari nya karena di rumah ini ada tempat tersembunyi yang tidak ada orang yang mengetahui nya". Kata Demian dengan tersenyum bangga
"Apa kau yakin Demian jika tidak ada yang mengetahui nya?". Tanya Justin
"Sangat yakin sekali Justin". Kata Demian
Entah apa yang ada di pikiran Demian sekarang yang terpenting bagi Justin adalah semoga mereka dapat selamat dari amukan Ricky nanti jika dia memang akan melakukan pergerakan balas untuk nya dan juga Demian
__ADS_1
"Sudah sebaik nya kita santai saja dan aku juga yakin kita akan selamat nanti jika memang mereka Melakukan sesuatu". Kata Stella
"Jangan lengah Stella. Kau tahu kan bagaimana mengerikan nya Ricky jika sedang marah". Kata Raya
"Sudah lah lebih baik kita bersenang-senang saja dari pada pusing akan hal tidak penting itu". Kata Stella
Tanpa mereka tahu jika Ricky akan benar-benar menghabisi mereka dan Demian terlalu meremehkan Ricky sebab Ricky yang sekarang sama sekali jauh berbeda dari Ricky yang dulu mungkin saja Demian memang melupakan nya apalagi Kenzo juga berada di pihak Ricky juga jadi mereka akan sangat kuat sekali nanti nya
Yuli dam yang lain nya yang sudah sampai di rumah pun kini bergegas untuk segera masuk ke dalam rumah
"Kamu istirahat sama sudah malam". Kata Ricky
"Bagaimana kalau kita bersantai sejenak di sini". Kata Yuli
"Tadi juga sudah bersantai kan di markas". Kata Ricky
"Kan itu di markas dan Sekarang di rumah jadi beda dong". Kata Yuli
Ricky dan yang lain nya hanya menggeleng kan kepala nya saja melihat apa yang di inginkan oleh Yuli itu
"Oh ya, aku masih sangat penasaran sekali kira-kira siapa ya yang menjadi kekasih Intan". Kata Yuli membuka obrolan nya kembali dengan yang lain nya
"Kenapa harus membahas hal itu Yul , apa tidak ada topik lain Lo ". Kata Ken
"Gue hanya penasaran saja Ken jadi gak masalah kan dan siapa tahu saja kekasih gue yang hebat ini tahu". Kata Yuli sambil mengedipkan mata nya
"Kamu dengar kan apa yang di katakan oleh intan kalau dia akan mengatakan nya nanti jadi meskipun aku tahu maka aku tidak akan mengatakan nya kepada kamu dan biar Intan sendiri yang bilang". Kata Ricky sambil mencubit pipi Kekasih nya itu
"Ah gak seru sekali sih kamu". Kata Yuli
"Sudah istirahat saja sana atau kamu tidak akan aki izinkan bergabung besok". Kata Ricky
"Ini adalah ancaman pertama kamu untuk ku". Kata Yuli lalu pergi menuju kamar nya dan Ricky hanya menanggapi nya dengan senyuman saja bahkan yang lain nya pun juga tersenyum melihat nya
Terima Kasih untuk yang selalu setia menunggu update novel nya dan terima kasih juga atas doa nya selalu untuk author nya😊
__ADS_1