Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Menghabisi Musuh


__ADS_3

Di bandara Arok masih saja mengamuk dengan membabi-buta. terlihat bandara sekarang menjadi porak poranda akibat ulah nya dan Mark sudah menelepon para sahabat Arok kecuali sang leader.


"Kenapa harus Kinara?". Teriak Arok dengan emosi nya yang masih memuncak


"Bos tenang kan diri anda". Kata Mark


Dia tidak tahu harus bagaimana mana menghadapi bos nya yang sangat marah sekarang.


"Gue gak bisa tenang. Lo tahu sendiri Kinara Sangat berarti bagi gue dan si b*******k itu bahkan tidak datang kemari". Kata Arok penuh emosi


tidak lama setelah itu para sahabat Arok beserta orang kepercayaan nya datang menghampiri Arok dengan sangat tergesa-gesa.


"Apa yang terjadi? Kenapa bisa Kinara Samapi di culik?". Tanya Ken dengan amarah nya


mereka Sangat marah begitu mendengar kabar bahwa Kinara di culik.


"Kemana Ricky? apa dia tidak datang kemari?". Tanya Ipank


Arok hanya terdiam dan masih terpancar kilat amarah di bola matanya mengingat kejadian penculikan itu.


"Mark jawab, apa Ricky tidak ikut menjemput Kinara atau dia sekarang sedang mengejar penculik itu?". Tanya Ipank


"Ma'af tuan tapi Bos besar tadi tidak ikut kemari". Jawab Ipank


"Kenapa dia tidak kemari dan gak mungkin juga dia akan membiarkan sesuatu terjadi pada Kinara". Kata Rere heran


Memang benar apa yang dikatakan Rere bahwa Ricky mana mungkin membiarkan sepupu tersayang nya kenapa-kenapa bahkan dia akan menghantarkan mereka yang ingin melakukan hal buruk tersebut.


"Apa Lo tahu siapa mereka Rok?". Tanya Ken


"Dia anak buah Gilbert musuh Ricky". Jawab Arok


"Oh jadi Gilbert yang sudah melakukan hal ini". Kata Ipank


hal itu membuat mereka semua menatap Ipank dengan heran karena ucapan dia barusan


"Apa Lo kenal dia Pank?". Tanya Ken


Ipank pun tersenyum dengan seringai mematikan sambil mengingat kejadian yang pernah terjadi antara Gilbert dan Ricky


"Gilbert adalah musuh Ricky dari Inggris. Ricky pernah membunuh kekasihnya dengan begitu sadis serta menghancurkan kebahagiaan keluarga nya juga". Kata Ipank


"Jadi dia dendam dengan Ricky DNA kenapa kita tidak tahu akan hal tersebut". Kata Rere


"Pertengkaran itu dulu sebelum Ricky semakin kuat seperti sekarang. Dulu Ricky benar-benar hanya mengandalkan keberanian serta kecerdikan nya dan dia marah kepada Gilbert karena sudah berani menghianati Ricky dan membohongi dia. Mereka sempat mendirikan bisnis bersama dan setelah bisnis tersebut sukses malah dia melakukan kecurangan dan menendang Ricky dari bisnis mereka". Kata Ipank


"Jadi dia dulu hanya memanfaatkan Ricky saja untuk memulai usahanya?". Tanya Rere


"Lo benar dan dia juga dulu sudah berani melecehkan Rani adik si Ricky". jawab Ipank


Arok masih sama tetap diam di tempat dan tidak ingin merespon sedikit pun cerita yang telah diberikan Ipank barusan. hati nya sekarang sedang hancur karena merasa tidak bisa melindungi adik kesayangannya


"Mark cepat cari tahu dimana mereka membawa Kinara". Perintah Arok


dan Mark pun langsung berusaha melacak Lokasi dimana nona mudanya itu dibawah


"Kalau sampai Kinara kenapa-kenapa Lo akan menanggung akibatnya Ricky". Kata Arok yang masih emosi


Dia pun juga tidak ingin tinggal diam dan berusaha untuk menghubungi seseorang


"Gue buruh bantuan Lo sekarang". Kata Arok


"Tumben banget ada apa?". Tanya Hiro


Ya kali ini Arok menghubungi adiknya yang berada di Las Vegas untuk membantu melacak keberadaan Kinara. Meskipun Hiro berada jauh disana namun dia juga masih memiliki anak buah yang berada di Jepang


"Kinara diculik saat di bandara dan gue ingin Lo lacak dimana keberadaan nya." Kata Arok


"Lo Kenapa jauh-jauh suruh gue sih kak. apa anak buah Lo tidak ada yang bisa melakukan nya". Kata Hiro


Dia terdengar sangat santai dalam menghadapi keinginan kakak pertamanya itu karena dia tahu pasti sang leader tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi


"Lo kenapa gak ada khawatir-Khawatirnya sama Kinara. Kurang ajar banget Lo ya". Kata Arok emosi


mereka yang ada di sana hanya menatap Arok dengan tatapan tajamnya


"Ayolah kak Arok jangan bodoh. Mana mungkin kak Ricky akan membiarkan hal itu terjadi. Lo pasti tahu kan seberapa sayang dia ". Kata Hiro


apa yang dikatakan Hiro menang ada benarnya juga namun faktanya sekarang bahkan Ricky tidak menampakkan dirinya sama sekali


"Kinara adalah saudara kita dan seharusnya Lo bantu gue sekarang". Kata Arok dengan kesalnya


para anak buah mereka masih belum bisa menemukan titik lokasi dimana Kinara berada dan itu membuat mereka semakin kesal.


"Apa kita telfon Ricky saja." Kata Ken

__ADS_1


"Lo gak usah telfon dia Ken karena gue gak mau si gila itu akan membuat Kinara semakin dalam bahaya". Kata Arok


"Kak Lo tenang saja gue akan bantu Lo dan tunggu sebentar gue mau cari informasi dulu nanti gue kabari Lo". Kata Hiro


Arok pun Langsung menutup telfon nya begitu mendengar Hiro mau membantu nya dan tidak berapa lama dia mendapatkan tempat dimana para penculik tadi membawa Kinara


"Kita berangkat sekarang karena gue tahu dimana alamat mereka membawa Kinara pergi dari Hiro". Kata Arok


Mereka semua langsung pergi meninggalkan bandara yang terlihat porak poranda dan segera menuju lokasi tersebut.


**********


Di kastil kosong tersebut mereka telah mengikat Kinara dan juga sudah bersiaga untuk menantikan kedatangan Ricky di sana.


"Sebentar lagi dia pasti akan segera datang ke sini. Kalian harus bersiap pastikan semua berjalan sesuai dengan rencana kita". Kata Gilbert


"Semua sudah siap Bos dan kita tinggal menunggu kedatangan nya saja". Kata Takeshi


Gilbert sangat antusias sekali menunggu hari ini meskipun sudah malam namun dia tetap antusias karena memang sudah menunggu hal tersebut beberapa tahun


Setelah mereka menunggu beberapa menit akhir nya terlihat sebuah mobil baru saja datang ke gedung tersebut


Ricky berjalan dengan santai nya menghampiri mereka semua dan tetap aura mematikan itu masih melekat di tubuh nya


"Selamat datang partner ku". Kata Gilbert menyambut kedatangan Ricky


Ricky tidak menjawab karena dia fokus melihat Kinara yang masih terikat dengan keadaan mata masih tertutup


"Pengecut sekali Lo berani nya sama cewek doang". Kata Ricky dengan seringai tipis nya


Gilbert pun tertawa dengan sangat lantang mendengar ucapan Ricky barusan


"Kita gak ada bedanya dan Lo pasti tahu maksud gue". Kata Gilbert tersenyum sinis pada nya


"Jadi Lo mau balas gue dengan cara seperti ini. apa Lo yakin?". Tanya Ricky dengan senyuman membuat mereka yang ada di sana menjadi sangat waspada


Ricky memang terlihat datang sendiri dan para anak buah Gilbert sudah memastikan hal tersebut jadi gak mungkin juga dia akan kalah kali ini.


"Gue sangat yakin karena sudah sekian lama gue menunggu momen ini s***n". Teriak Gilbert dengan emosi nya


Ricky semakin menunjukkan seringai mematikan nya dan dia terlihat Sangat tenang dari tadi


"Jadi Lo sudah mempersiapkan semua ini beberapa tahun yang lalu". Kata Ricky memastikan lagi


Perbincangan mereka semakin memanas dan tanpa mereka sadari Kinara sudah mulai membuka matanya dan melihat ada kakak kesayangannya yang sudah ada di hadapannya dan Kinara terlihat sangat senang sekali


"Kak Ricky". Kata Kinara dengan mata yang berkaca-kaca


Ricky pun langsung menatap nya dengan senyuman yang mengembang di bibirnya


"Hay sayang apa tidur kamu nyenyak barusan?". Tanya Ricky dengan lembut


"Kak tolong Kinara". Kata Kinara dengan suara yang terdengar lemah


Ricky Langsung menunjukkan tatapan datar dan membunuh nya ketika mendengar kata tersebut dari mulut Kinara


"Kamu jangan khawatir tanpa diminta pun kakak pasti akan membawa kamu keluar dari sini". Jawab Ricky


Kinara pun tersenyum mendengar hal tersebut karena dia percaya Ricky pasti menepati omongan nya.


"Percaya diri sekali kalau Lo bisa keluar dari tempat ini dalam keadaan hidup". Sindir Gilbert


"Gue kasih Lo kesempatan lepaskan Kinara dan gue akan membiarkan Lo pergi kali ini". Kata Ricky


Gilbert langsung tertawa mendengar hal tersebut


"Melepaskan dia, tidak semudah itu setelah tadi gue harus bertarung dengan Arok mana mungkin gue melepaskan dia dengan mudah sebelum Lo mati". Kata Gilbert


"Ok jadi itu pilihan Lo. maka gue akan kasih Lo hadiah yang sangat spesial karena sudah berani melakukan hal tersebut kepada adik sepupu Kesayangan gue ini". Kata Ricky


Gilbert pun menjadi panik ketika Ricky mulai melangkah maju dan dia menyuruh anak buah nya untuk menghajar Ricky namun satu pun tidak ada yang berhasil melukai nya.


"Apa cuma segitu kemampuan anak buah Lo". Kata Ricky


Dia hanyalah seorang diri dengan mudah menghajar sepuluh orang kurang dari satu menit.


"Lo harus merasakan akibat dari tindakan Lo ini". Kata Ricky langsung menembak telinga Gilbert dari tempat nya berdiri dengan tepat sekali membuat dia kesakitan.


"aakh". teriak Gilbert


"Itu belum seberapa karena Lo berani menyentuh nya". Teriak Ricky yang mulai emosi


"Lo jangan coba-coba untuk mendekat atau dia akan mati Rick". Ancam Gilbert


di luar kastil terlihat banyak sekali mobil yang datang ke tempat tersebut dan mereka segera keluar dari mobil masing-masing

__ADS_1


"Ternyata dia sudah ada di sini". Kata Ipank ketika melihat mobil Ricky yang sudah berada di depan kastil


"Jadi dia sudah tahu hal ini dan tidak memberi tahu kita". Kata Ken


Arok tidak perduli dan sekarang dia bergegas masuk kedalam. Dia melihat Gilbert menodongkan pistol kepada adiknya dan bukan cuma Gilbert saja tapi para anak buahnya juga


"Ricky". Teriak Arok


dia yang di panggil langsung menoleh kearah sumber suara tersebut


"Lo jangan bertindak gegabah dan membuat adik gue semakin dalam bahaya". Kata Arok memperingatkan


"Lo tahu gue gak akan pernah mengampuni orang yang telah mengusik orang yang gue sayang dan sekarang Lo kembali melakukan nya.". Kata Ricky


"Gue melakukan hal ini semua juga karena Lo yang dengan tidak punya hati membunuh Isabel dengan begitu sadisnya". Kata Gilbert dengan amarah yang tinggi


"Urusan Lo sama Ricky dan seharusnya Lo gak melibatkan dia ". Kata Rere sambil menunjuk Kinara


"Kalian diam dan jangan ada yang bergerak atau dia akan mendapatkan banyak sekali tembakan tepat di hadapan kalian semua". Kata Gilbert dengan antusias


Dia tidak akan bisa menang jika melawan mereka semua dan Kinara adalah satu-satunya senjata agar dia bisa keluar dari tempat ini dengan aman


"Ok jadi ini permintaan Lo dan terima hadiah spesial dari gue". Kata Ricky


"Lo tahu para anak buah Lo yang sekarang ada di sini dan membawa senjata itu siapa?." Tanya Ricky


"Apa maksud Lo". tanya Gilbert


bukan hanya Gilbert yang tidak faham tapi mereka semua juga tidak paham meskipun Mark tahu rencana ini tapi dia tidak paham sama sekali dengan ucapan bos besarnya itu


"Semua anak buah Lo yang ada di sini adalah anak buah gue yang gue tugaskan untuk memata-matai Lo dan bukan hanya Lo saja di setiap kelompok musuh gue gue juga meletakkan para anak buah gue yang pasti tidak akan kalian sadari keberadaan nya. Gue mengatakan ini karena sebentar lagi Lo akan mendapatkan hadiah spesial dari gue". Kata Ricky sambil tersenyum melihat Gilbert


"S****n rupanya Lo benar-benar licik Ricky". Kata Gilbert penuh frustasi dan bisa dipastikan maka dia akan berakhir malam ini.


tanpa pikir panjang Ricky langsung menebak mata Gilbert meskipun dia berusaha menghindar namun hal tersebut sia-sia.


"aaakh". teriak Gilbert kesakitan


teriakan dan erangan atas rasa sakitnya tidak membuat Ricky berhenti melakukan hal tersebut


dia terus menembak tubuh Gilbert hingga bercucuran daranya


"Nicholas". Panggil Ricky


seketika dia langsung datang menghampiri Ricky dari barisan anak buah nya Gilbert


"Saya Bos". kata Nicholas


"Ambil kan pisau pemotong daging. gue ingin mencincang tubuh nya setelah itu berikan kepada harimau dan buaya yang ada di belakang kastil ini". Perintah Ricky


dengan cepat akhirnya Nicholas melaksanakan perintah Ricky dan memberikan apa yang bos nya minta.


Dengan seringai nya Ricky langsung memotong kedua tangannya serta kaki Gilbert


"berikan makanan ini kepada binatang peliharaan kita". Kata Ricky dan Nicholas pun tanpa rasa jijik Langsung melakukan nya


Pada akhirnya mereka semua kalah dengan kecerdasan yang di miliki Ricky


Arok pun sudah melepas kan ikatan Kinara dan dia sedang memeluk adiknya tersebut dengan sangat erat


"Lo benar-benar gila Rick. bisa-bisa nya Lo mengumpankan adik gue padanya". Kata Arok


"Sorry tentang hal tersebut dan gue pasti kan ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya Kinara dalam bahaya". Kata Ricky


"Lo harus bisa menjamin hal tersebut". Kata Arok


"Lo jangan menyalakan gue doang Rok karena Mark pun tahu rencana ini". Kata Ricky membuat para sahabat nya menatap Mark dengan tajam nya


"Ma'af Bos ini semua juga atas perintah Bos Ricky". Kata Arok


"Jadi sebenarnya bos Lo itu gue apa Ricky?". Tanya Arok dengan kesalnya


"Sudah bahasanya nanti saja dirumah kasihan Kinara pasti dia sangat lelah dan kita semua pasti juga sangat capek dengan hal tadi". Kata Ipank


"Alasan banget Lo Pank. gue tahu Lo pasti ingin cepat-cepat pulang karena ingin menghubungi Yuli kan. ngaku saja Lo". Kata Ken


"Itu bukan urusan Lo Ken. kenapa juga gue menghubungi dia selarut ini pastinya dia juga sudah tidak karena kelelahan". Kata Ipank


"Faham gue dia kelelahan karena habis jalan sama Lo seharian iya kan". Kata Ken


"Jadi kak Ipank habis jalan sama Yuli, Kenapa dia gak cerita ke aku". Kata kinara


"Sudah jangan membahas hal itu mending kita pulang". Kata Arok


mereka pun berjalan meninggalkan kastil tersebut dan nampak sorot mata tajam dan membunuh Ricky datang kembali dan tidak ada yang tahu tatapan itu dia tujukan pada siapa.

__ADS_1


__ADS_2