
Di rumah Caesar terlihat sekali sangat ramai bahkan kini Irene sudah menyiapkan beberapa makanan untuk mereka semua dan itu dia siap kan dan masak sendiri tanpa di bantu pembantu di sana karena dia memang sengaja ingin membuat yang spesial untuk anak perempuan nya itu.
"Wah masakan kamu masih sama seperti dulu tetap enak Irene". Kata Ayu yang memuji masakan sahabat nya itu
"Kamu bisa saja dan aku yakin masakan kamu juga pasti tidak kalah enak nya. Yuli tambah lagi jika sudah habis sayang ". Kata Irene
"Iya ma, jika kurang nanti Yuli akan mengambil lagi". Kata Yuli sambil tersenyum membuat Irene merasa senang sekali dan Caesar pun ikut bahagia ketika melihat sang mama bahagia
"Oh ya Arya bagaimana kabar papa Kenapa tidak menelfon mama sama sekali". Kata Irene membuang mereka semua berhenti makan dan melihat Irene. Yuli pun kini juga menatap Irene dengan tatapan bersalah nya sebab dia lah yang menyebab kan papa nya dalam masalah dan Yuli pun tidak tahu jika papa nya masih hidup atau sudah tidak ada lagi sebab dia juga tidak mengunjungi tempat Ricky lagi
"Arya tidak pernah bertemu dengan papa ma sebab Arya sangat sibuk sekali". Kata Caesar berbohong. Tentu saja dia tidak akan mengatakan yang sebenar nya sekarang karena suasana nya sedang bahagia jadi Caesar tidak mau membuat mama nya bersedih dan kebahagiaan yang ada di mata nya hilang karena kabar tentang papa nya yang mungkin saja sudah mati di tangan Ricky kekasih anak perempuan yang sangat dia rindu kan itu.
"Oh mama kira kamu selama ini bersama dengan papa. Tapi kenapa papa tidak menghubungi mama ya atau memang papa masih sibuk di sana". Kata Irene
"Sudah lah Irene mending kita lanjut kan makan nya saja, apa Kamu tidak merindu kan anak kamu ini". Kata Ayu mengalih kan pembicaraan
Mereka kembali makan namun tatapan bersalah Yuli masih terlihat jelas oleh Caesar dan yang lain nya. Ayu menggenggam tangan anak nya itu untuk menenangkan dia karena memang semua bukan sepenuh nya salah Yuli jadi ayu pun berusaha sekali untuk menenangkan anak nya itu
Selesai makan mereka pun duduk di ruang keluarga untuk berbincang tentang kehidupan Yuli bersama Ayu. Ayu banyak cerita tentang Yuli yang selalu bekerja keras hingga dia memiliki sahabat yang sangat baik dan kini dia juga memiliki kekasih yang sangat hebat juga.
"Kalau begitu apa mama boleh berkenalan dengan kekasih kamu nanti?". Tanya Irene
"Boleh ma nanti akan Yuli kenalkan dengan Ricky". Kata Yuli membuat Irene menatap anak nya itu dengan senyuman
"Pasti dia sangat beruntung sekali mendapat kan kamu yang sangat cantik ini". Kata Irene Memuji anak nya.
"Mama bisa saja justru Yuli yang sangat beruntung mendapat Ricky yang sangat baik hati itu". Kata Yuli
Irene baru menyadari waktu itu Caesar bilang kalau papa nya membuat masalah dengan mengganggu kekasih sang leader yang bernama Ricky dan kini Yuli pun berkata jika kekasih nya Ricky dan menurut cerita ayu dia juga sangat hebat sekali. Dia jadi berpikir apa dulu suami nya mengganggu anak perempuan nya ini tanpa dia tahu
"Mama kenapa?". Tanya Caesar
"Ah mama hanya berfikir tentang sesuatu saja". Kata Irene jujur
"Apa yang mama fikirkan?". Tanya Caesar
"Mama ingat dulu kamu bilang jika papa mengganggu kekasih orang yang sangat hebat yang bernama Ricky dan apa itu adalah Yuli?$. Tanya Irene
Caesar melihat mama nya dan ternyata mama nya ini memang memiliki memori ingatan yang sangat baik sekali sama seperti diri nya
"Benar ma, kekasih orang hebat itu adalah anak mama sendiri". Kata Caesar
"Jadi dulu papa mengganggu kamu tapi kenapa bisa papa tahu dimana keberadaan kamu?". Tanya Irene
"Sudah lah Irene tidak perlu mencemaskan hal tersebut karena kekasih anak mu ini juga sudah membereskan nya bahkan tidak ada seorang pun yang dapat menyakiti putri kesayangan kita ini". Kata Ayu
"Kenapa suami dan anak kamu Luna tidak kamu ajak Ayu?". Tanya Irene.
Dia baru ingat tentang keluarga sahabat nya ini karena sedari tadi dia terlalu bahagia dengan kedatangan anak nya ini
"Anak ku lagi sibuk tugas jadi dia tidak ikut datang kemari maaf ya". Kata Ayu berbohong
"Oh dia sedang sibuk. Tidak apa-apa jika dia memang sibuk kan lain kali kita bisa bertemu dan mengobrol juga nanti". Kata Irene
Irene mama kandung Yuli memang sangat cantik dan dia juga baik hati sekali namun sayang nya dia memiliki suami yang sangat gila dengan harta apalagi sang suami itu juga selalu berbuat kasar kepada nya namun Irene terlalu lemah dan tidak bisa berbuat apapun berbeda dengan anak perempuan nya ini bahkan reader pun juga tahu kan bagaimana kehebatan Yuli apalagi jika dia berdebat dengan Arok pasti akan menang. bukan begitu kan.
"Ya, nanti jika kamu ke Jepang kita bisa mengobrol bersama". Kata ayu
__ADS_1
"Jadi selama ini kamu tinggal di Jepang, aku kira kamu ke Singapura". Kata Irene
"Tidak Irene, aku memilih tinggal di Jepang sebab di saya aku rasa sangat aman sekali dari suami kamu dan itu juga sudah terbukti dalam beberapa tahun namun pada akhir nya itu terbongkar tapi tidak apa-apa karena Yuli waktu itu juga sudah memiliki sahabat yang sangat hebat untuk melindungi nya". Kata Ayu
Dia ingat bagaimana Galang dan Bryan yang selalu saja menjaga dia apalagi Yuli juga diam-diam latihan beladiri di belakang nya dan pasti nya yang melatih adalah mereka berdua juga. Kadang Ayu marah akan hal itu tapi sebenar nya dia tidak benar-benar marah kepada Yuli.
"Arya bagaimana kalau nanti malam kita jalan-jalan". Kata Irene
"Boleh ma, tapi sekarang kita istirahat dulu ya agar nanti kita bisa lebih fresh". Kata Caesar
"Ya sudah kalian istirahat saja". Kata Irene.
Dia kini menggandeng tangan anak nya untuk menunjukkan dimana kamar yang akan dia tempati dan tak lupa juga Yuli tetap menggandeng bunda nya juga untuk berjalan bersama dengan dia.
Sementara itu Hiro dan yang lain nya kini terlihat masih berada di ruang keluarga
"Apa Ricky juga ikut datang kemari?". Tanya Bryan
"Menurut Lo apa dia akan datang atau tidak?". tanya Caesar Kembali
"Selama gue mengenal dia, gue rasa dia akan datang karena Yuli adalah wanita yang sangat dia cintai jadi dia akan meninggalkan apapun demi kekasih nya yang satu ini". kata Bryan
"Lo benar sekali Bryan, si leader itu terlihat sangat bucin sekali kepada kakak gue apalagi dia juga begitu over protektif juga". Kata Bryan
"Ya begitulah Ricky yang sekarang jadi Lo gak usah kaget dengan hal tersebut karena kakak Lo bisa membuat dia seperti itu bahkan apapun yang kakak Lo katakan Ricky selalu saja menuruti nya tanpa membantah". kata Bryan
Mereka semua merasa apa yang di katakan Bryan memang lah benar adanya apalagi mereka juga sudah melihat nya sendiri waktu di Jepang jadi mereka pun percaya akan hal tersebut.
"Leon apa Lo ada di pihak kita?". Tanya Bryan kepada Leon
"Tentu saja, apa Lo lupa gue adalah sepupu kak Galang". Kata Leon
"Gue tidak punya kakak dan Lo pasti tahu hal itu kan". Kata Leon dengan dingin nya
Bryan tahu maksud dari ucapan Leon tapi dia masih belum yakin jika Leon memang berpihak kepada mereka.
"Jangan meragukan dia karena dia ikut juga atas perintah kak Ricky". Kata Hiro
"Jadi Ricky yang mengirim nya untuk menjadi bodyguard Yuli". Kata Bryan
"Benar, kak Ricky memang yang menyuruh gue untuk ikut datang kemari". Kata Leon
"Wah jika Galang tahu pasti dia akan sangat marah kepada Ricky karena dia tidak dilibat kan juga". Kata Bryan
"Kak Galang tidak akan tahu jika tidak ada yang memberi tahu nya". Kata Leon
"Maka aku akan memberi tahu nya agar dia kesal nanti". Kata Bryan lalu tertawa
Membuat Galang kesal itu sangat menyenangkan karena biasa nya dia yang di buat kesal oleh Galang dengan ke kepoan nya itu.
"Kalau begitu kalian bisa istirahat di lantai dua. banyak kamar yang kosong di sana". Kata Caesar
Hiro dan Leon pun segera membawa barang nya menuju lantai dua dan dia juga di antar oleh anak buah Caesar menuju kamar yang akan di tempati di lantai dua itu sementara Bryan dan juga Caesar serta Shawn masih tetap ada di sana
"Rumah di depan Lo itu punya siapa kenapa ramai sekali setiap hari?". Tanya Bryan
"Itu memang rumah seorang pengusaha tapi gue juga tidak tahu pasti tentang mereka sebab gue juga tidak pernah bertemu dengan mereka". kata Caesar
__ADS_1
"Beberapa hari ini rumah itu terlihat ramai sekali dan juga terlihat beberapa kali mobil keluar masuk dari sana". Kata Bryan
"Mungkin itu penghuni baru tuan sebab saya pun juga baru tahu mobil itu". Kata Shawn yang memang tadi sekilas melihat mobil yang ada di halaman rumah itu, mobil nya memang tampak sederhana sekali dan dia juga baru pertama kali melihat nya juga
"Ah sudah lah kenapa kita jadi membahas hal tersebut. sudah gue mau tidur dulu". Kata Caesar lalu berjalan pergi meninggalkan Bryan dan Shawn pun kini keluar dari rumah Caesar untuk kembali pulang ke kediaman nya sendiri. Dia juga sangat lelah karena beberapa hari itu dia melakukan beberapa pekerjaan yang sangat penting sekali
Malam pun menjelang dan kini mereka semua sudah siap untuk pergi jalan-jalan bersama terlihat juga Irene menggunakan baju yang sangat bisa menunjang kecantikan nya sekarang
"Mama aku ada sesuatu untuk mama". Kata Yuli lalu mengeluarkan kotak perhiasan yang dia bawa dari Jepang
"Ah bagus sekali kalung nya sayang seharus nya kami tidak perlu repot-repot membeli kan ini untuk mama". Kata Irene
"Yuli tidak repot sama sekali justru Yuli minta maaf karena hanya busa memberikan hadiah ini saja untuk mama". Kata Yuli
"Ini saja sudah sangat bagus sayang dan mama sangat suka sekali kalung nya". Kata Irene lalu memeluk anak nya itu dengan bahagia
"Ya sudah kalau begitu kita jalan saja". Kata Caesar
mereka kini sudah keluar dari rumah dan menuju mobil yang akan di gunakan
drt drt drt
Ponsel Caesar berbunyi dan terlihat Ricky yang menelfon nya
"Kalian mau pergi kemana?". Tanya Ricky
Caesar yang mendapat kan pertanyaan seperti itu pun bingung dan berpikir sejenak kenapa Ricky bisa tahu jika mereka akan pergi
"Gue mau jalan-jalan jadi jika Lo ada perlu kita bisa bahas besok di kantor". Kata Caesar agar Yuli tidak curiga
"Ya sudah. Ingat hati-hati saat berada di luar dan Jangan lengah sedikit pun". Kata Ricky
"Apa ada pekerjaan yang harus kamu kerjakan Arya?". Tanya Irene
"Iya ma tadi ada yang ingin bertemu dengan Caesar". Kata Caesar
"Baru juga pulang sudah kerja saja Lo apa gak bisa gitu libur satu hari". Kata Yuli
"Mana bisa pekerjaan di tunda, itu semua juga tidak bisa di tunda Begitu saja". kata Caesar
"Kalau Lo kerja terus kapan ada waktu untuk keluarga pantas saja Lo jomblo ya". Kata Yuli mengejek Caesar
"Lihat lah ma mulut anak mama yang satu itu". Kata Caesar
"Memang nya kenapa dengan mulut gue, imut kan". Kata Yuli
"Gak cocok Lo jadi anak mama dan juga Bunda Ayu karena mereka kalem sementara Lo ...
belum juga Caesar melanjut kan omongan nya Yuli sudah memukul wajah dia membuka Caesar meringis kesakitan di buat nya
"Yuli kamu gak Boleh begitu sama adik kamu". Kata Ayu
"Habis nya dia yang mulai duluan Bun". Kata Yuli
"Arya kamu juga tidak boleh berkata seperti itu biar bagaimanapun dia juga kakak kamu". Kata Irene
"Mama pasti gak tahu kalau dia itu pintar sekali membuat orang kesal". Kata Caesar
__ADS_1
"Tidak apa-apa meskipun begitu mama sangat bahagia sekali namun kebahagiaan kita akan sangat lengkap jika ada papa juga di sana". Kata Irene
Caesar tahu bagaimana perasaan mama nya Namun dia juga tidak bisa berbuat apapun juga karena melawan Ricky pun juga tidak akan ada guna nya karena dia juga tidak tahu bagaimana keadaan papa nya di sana.