
Pagi pun sudah tiba dan matahari di sana sudah meninggi Terlihat juga mereka sudah selesai melakukan sarapan pagi nya bahkan kini Yuli Terlihat sangat segar sekali
"kamu mau kemana sayang kenapa berpakaian seperti itu?". Tanya Irene
"Aku ingin berolahraga sebentar ma di sekitar sini". Kata Yuli
"Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati ya jangan sampai terluka lagi". Kata Ayu
Yuli pun mengangguk kan kepala nya lalu dia pun memeluk kedua ibu nya itu secara bergantian setelah itu dia segera pergi untuk berolahraga. dia tidak berpamitan kepada Caesar bahkan dia kini terlihat berolahraga sendiri saja mengitari rumah Caesar
Yuli sudah beberapa putaran di rumah itu dan terlihat dia sudah mulai bosan lalu dia pun segera keluar dari rumah Caesar untuk berolahraga di luar saja. dia dengan Santai nya pergi meninggalkan rumah itu tanpa ada yang menemani nya dan terlihat dari jauh ada yang mengawasi nya dan dia juga terlihat menyeringai ketika tahu Yuli sendiri saja sekarang bahkan dia tidak ada yang mengawal juga.
"Seperti nya dia sendiri saja. apa kita culik dia sekarang saja". kata orang itu yang sedang mengamati Yuli bersama dengan dua rekan nya
mereka bertiga adalah anak buah dari Demian yang memang di tugas kan Demian untuk menculik Yuli jika dia sedang sendirian saja agar dia bisa menjadi senjata nya untuk melawan Ricky nanti
"Kita awasi dulu siapa tahu nanti sang leader akan keluar tiba-tiba". Kata rekan satu nya
Mereka terlihat cukup lama sekali mengawasi Yuli dari dalam mobil dan terlihat jelas juga memang sedari tadi Yuli hanya sendiri saja tidak ada yang menemani nya
"bagaimana apa kita bergerak sekarang sebab aku rasa dia memang lah sendiri saja sekarang". Kata rekan nya itu
"Ya sudah ayo kita culik dia sekarang". Kata nya
mereka kini keluar dari mobil bertiga lalu berjalan dengan santai nya untuk mendekati Yuli dan sebenar nya Yuli sudah merasa sedari tadi jika ada yang mengikuti nya namun dia hanya bersikap biasa saja dan tidak panik sama sekali bahkan dia terlihat sangat tenang sekali
Ketika satu orang ingin membungkam Yuli dari belakang Yuli pun menghindari nya karena dia tahu jika ada yang ingin berniat tidka tidak baik kepada nya bahkan Yuli bisa merasakan hal itu karena Ricky mengajari nya beberapa hal tentang melatih insting nya itu
"kalian bertiga mau apa". Kata Yuli yang sudah membalik badan menghadap ke arah mereka bertiga
"Kami hanya ingin melakukan tugas saja". Kata nya dan mereka pun ingin menangkap Yuli kembali namun sayang sekali Yuli bisa menangkis nya lagi bahkan terlihat sekali dia sangat gesit dalam menghindari mereka bertiga di sana
"Kau licin sekali seperti belut". Kata salah satu dari mereka
"Dan kalian bertiga ternyata bodoh sekali". Ejek Yuli
Dia pun melayang kan pukulan Kepada mereka bertiga dan meskipun tiga lawan satu Yuli bisa mengatasi semua nya dengan sangat mudah. dia menghajar wajah perut bahkan alat vital Meraka pun juga menjadi sasaran nya membuat satu dari mereka bertiga Terlihat sangat marah sekali
"Rupa nya kau ingin main-main dengan kami nona. baik lah sekarang permainan kita sudah berakhir". Kata nya sambil mengeluarkan pistol yang dia bawah tadi
sontak saja hal itu membuat Yuli sangat terkejut di buat nya. sial nya bahkan dia juga tidak membawa apapun untuk melindungi diri nya selain bela diri nya saja
"Ah kau banci sekali ternyata. menghadapi gue saja harus menggunakan senjata api". Ejek Yuli kembali
__ADS_1
"Untuk membungkam j****g seperti mu memang harus menggunakan kekerasan". Kata nya
Dor
Dor
Dor
Dor
Dor
lima kali tembakan terdengar di sana dan terlihat Ricky sudah ada di sana dengan raut wajah yang sangat menakutkan sekali bahkan terlihat sekali aura devil nya itu memenuhi tempat di sana dan satu orang yang mengatai Yuli tadi sudah terlihat tidak berdaya sama sekali di buat nya dan dua orang lain nya pun terlihat sangat ketakutan sekali
"Berani sekali Lo orang bodoh menghina kekasih gue". Kata Ricky
Terlihat dia yang sudah di tembak tadi merintih kesakitan bahkan Ricky juga menginjak bekas tembakan nya tadi membuat nya semakin tersiksa saja di buat nya
"Lo salah jika menargetkan dia bahkan Lo tidak akan pernah bisa menahan kemarahan leader kami". Kata Rere dengan seringai mematikan nya
Terlihat sekali mereka berlima memang sangat menakutkan sekali tapi yang lebih menakutkan memang lah Ricky karena dia terlihat seperti iblis yang sudah siap untuk menghancurkan mereka bertiga di sana
"Bos ampuni kami". Kata salah satu dari mereka
"Kamu tidak apa-apa sayang?". Tanya Ricky dengan lembut nya sambil mengelus pipi sang kekasih
"Aku tidak apa-apa. terima kasih ya sudah datang tepat waktu". Kata Yuli sambil tersenyum manis kepada kekasih nya itu
kini Ricky berganti menatap mereka bertiga dan tak lupa juga dia menyunggingkan seringai mematikan nya itu
"Di mana nyali kalian hingga minta ampun kepada gue sekarang. apa kalian lupa siapa gue?". Tanya Ricky
Mereka semakin ketakutan di buat nya bahkan Ricky pun terlihat sangat menakutkan sekali sekarang ini
"Bos kali benar-benar minta maaf". Kata nya lagi
Ricky tidak peduli lagi dan dia pun menembak mereka berdua dengan brutal nya hingga mereka kini sudah tak bernyawa lagi
"Ken suruh Alex untuk mengirimkan mayat nya ini ke tempat Demian". Kata Ricky
Ken pun mengangguk kan kepala nya dan dia segera menelfon Alex untuk datang mengambil mayat mereka bertiga agar segera di antar kan ke tempat Demian. Setelah menghubungi nya kini mereka pun mengajak Yuli untuk kembali ke rumah Ricky bukan pulang ke tempat Caesar
"Kenapa bisa Lo pergi sendiri saja, apa Caesar SE Bodoh itu". Kata Arok
__ADS_1
"Jangan Menghina nya dan ini semua juga memang salah gue yang tidak berhati-hati". Kata Yuli
"Tapi Lo hebat bisa mengalahkan mereka dengan tangan kosong". Kata Arok
Yuli tersenyum sambil menatap Arok dengan tatapan menggoda nya itu
"Wah ada angin apa Lo memuji gue, apa jangan-jangan Lo jatuh cinta sama gue". Kata Yuli
"Jatuh cinta sama wanita seperti Lo itu sebuah musibah bagi gue". Kata Arok
"Tapi menurut kekasih gue itu adalah berkah dan memang Lo saja yang tidak pernah bisa bersyukur dan Untung saja Rachel masih mau sama Lo Arok ". Kata Yuli
Arok menatap Yuli dengan tajam nya dan Yuli hanya biasa saja menanggapi nya bahkan dia terlihat tidak perduli sekarang. Setelah berjalan beberapa menit mereka sudah sampai di depan rumah dan Ricky pun segera mengajak kekasih nya itu untuk segera masuk
"Kenapa masuk ke sini bukan di rumah Caesar?". Tanya Yuli
"Karena jika kamu di sana Caesar tidak bisa mengawasi kamu dengan sangat baik dan mungkin saja hal tadi akan terjadi lagi". Kata Ricky
mereka pun segera masuk ke dalam sana dan Terlihat Yuli sangat kagum sekali di buat nya bahkan desain rumah Ricky ini juga sangat bagus sekali menurut nya dan Terlihat dengan jelas foto nya terpajang di dinding dengan besar nya bahkan tertulis di saja ratuku membuat Yuli pun menatap sang kekasih
"Kenapa se besar itu foto ku?". Tanya Yuli
"karena aku ingin melihat kamu setiap hari dan di manapun berada jadi aku buat yang besar agar bisa terlihat meskipun dari kejauhan saja". Kata Yuli
"Bukan kah itu terlalu berlebihan". Kata Yuli
"Tidak ada yang berlebihan sama sekali jika itu tentang kamu". Kata Ricky membuat Yuli tersenyum saja di buat nya
Yuli sudah terbiasa mendapatkan hal seperti itu dari Ricky dan bahkan dia juga sangat senang sekali jika Ricky melakukan hal tersebut meskipun terlalu berlebihan tapi dia ingin menghargai apa yang di buat oleh sang kekasih.
Dia pun kini duduk santai di sofa saja bahkan terlihat dia juga sangat senang sekali dan nyaman di rumah itu
"Apa kamu mau kita latihan lagi?". Tanya Ricky
"Boleh saja". Kata Yuli
"Dia baru saja oleh raga Rick, jadi biarkan saja dia istirahat karena nanti malam kita akan melakukan pertempuran yang sangat besar sekali". Kata Ipank
Ricky pun menyetujui apa yang Ipank katakan dan kini Yuli di suruh untuk beristirahat saja di rumah nya
sementara itu terlihat di rumah Demian dia sangat emosi sekali ketika melihat para anak buah nya sudah meninggal dunia karena Ricky bahkan dia juga menerima surat dari Ricky jika dia harus bersiap untuk menerima pembalasan dari nya
"Kurang ajar sekali dia. aku tidak akan pernah takut dengan mu Rick". Kata Demian
__ADS_1