
Suasana dalam ruangan itu tampak sangat menegangkan karena Aura Sang Leader mendominasi tempat tersebut.
"Bos, Ma'af karena saya terlambat datang dan anda menunggu terlalu lama". kata Sam
"Lo kenapa lambat sekali Sam. Apa Lo mulai melemah dan kehilangan kecepatan, Buang-buang waktu saja". kata Ricky
"cowok sombong Lo bisa gak sih menghargai orang lain. Mentang-mentang jago bela diri seenak jidat Lo saja. Dia tadi juga sudah cepat kali bawa mobil nya". kata Yuli yang membela Sam
Ricky hanya menatap Yuli dengan tatapan yang sangat tajam mengisyaratkan permusuhan.
"Lo kurang ajar ya sama bos Lo sendiri. Belum apa-apa sudah berani Lo sama gue". kata Ricky
Yuli yang mendengar langsung terdiam dan menutup mulutnya.
"Ma'af kan atas ke Lancangan saya Bos sombong*. kata Yuli tanpa rasa takut sedikitpun
"Oh masih berani juga Lo sama gue. Baiklah itu gue anggap sebagai keinginan Lo dan gue akan memulai mengabulkan keinginan Lo itu". kata Ricky
Yuli yang tidak mengerti maksud dari ucapan sang leader tersebut tak berniat untuk menjawab nya.
"Lo Sudah tahukan mulai hari ini kerja di sini. Dan hari libur serta pulang kerjanya gue yang tentukan. Jika Lo menolak aturan dan perintah gue maka gue bisa menghancurkan ayah tercinta Lo itu agar dia kehilangan pekerjaannya". ancam Ricky
Dan Yuli pun tidak ingin hal itu terjadi kepada ayahnya. Dia akan berusaha untuk bertahan dari kegilaan Bos-nya itu.
"Lo jangan coba-coba untuk melakukan hal buruk pada ayah gue. Gue bakal menuruti apa yang Lo katakan Tapi jika itu baik menurut gue". kata Yuli yang masih sedikit membantah
"Lo ngatur gue?". kata Ricky dingin
Yuli pun menghela nafas panjang nya "Gue gak bermaksud mengatur kan Lo bos disini mana berani juga gue sama Lo, Cuman gue gak mau lah menuruti perintah Lo yang gak bener dan gak masuk akal, Bisa rugi dong gue". jelas Yuli
"Lo bisa nyetir mobil?". tanya Ricky
"Bisa". jawabnya singkat
"punya SIM?". tanya nya lagi
__ADS_1
"Wah kalau itu gue gak punya. Kan gue gak punya mobil jadi menurut gue gak penting SIM itu". Kat Yuli
"Sam buatkan SIM untuk nya dan pastikan besok dia sudah memiliki nya". perintah Ricky
"Baik Bos". jawab Sam yang masih setia berdiri disamping tempat Ricky dan mendengarkan obrolan mereka
"Lo gila kali ya , buat SIM harus langsung jadi besok. Lo gak punya otak atau gimana sih, Semua juga butuh proses kali dan Lo juga Sam kenapa Lo iyakan aja perintah gak jelas itu?". kata Yuli
"Karena memang itu bisa saja laksanakan sesuai dengan apa yang di inginkan Bos". jawab Sam
"Lo pikir gue gak bisa membuat itu hanya dalam sehari. Ternyata Lo sebodoh itu ya, Lebih baik Lo cari tahu tentang gue dulu". kata Ricky
"Untuk hari ini tugas Lo hanya mengamati semua karyawan disini dan besok tugas Lo akan diberikan oleh Sam". kata Ricky lagi
"Mana coba yang harus diawasi. Gak ada orang yang kerja juga di sini?". tanya Yuli
Memang bengkel itu terlihat sepi namun sebenarnya tidak karena mereka bekerja bukan di situ dan tempat yang digunakan untuk pertemuan adalah tempat khusus Ricky menerima laporan dari anak buahnya yang mengamati pekerjaan di bengkel
"Lo memang oon. Tempat mereka bekerja bukan di sini tapi di samping dan Lo harus awasi kerajaan mereka kalau sampai ada yang melakukan kesalahan berarti ayah Lo yang nanggung akibatnya". kata Ricky tegas
"Hah kok Lo jadi limpahin kesalahan pada ayah gue. Gak adil banget Lo cowok sombong". kata Yuli yang menyembunyikan raut kekesalannya
"Lo ya awas saja kalau sampai ayah gue kenapa-kenapa gue bakal musnahin Lo dari bumi ini". kata Yuli dengan lantang
Ricky yang mendengar hal itu hanya tersenyum penuh kemenangan karena dia bisa melihat kalau Yuli sangat menyayangi ayahnya
"Jika Lo mau kehidupan ayah Lo tenang turuti ucapan gue. Dan nanti Lo harus pulang jam dua belas malam". kata Ricky
Yuli tidak protes dengan apa yang dikatakan Ricky karena dia tidak ingin membuat sang leader marah dan melampiaskan pada ayahnya
"Bisa gila kenapa juga harus pulang jam dua belas malam, apa dia pikir gue kuntilanak". gerutu Yuli yang masih bisa didengar oleh Ricky
"Yuli Ramadhani gue tahu Lo bersahabat baik dengan Bryan dan juga Lo pasti sudah tahu kalau gue benci sekali sama si b******k itu. Gue juga tahu kalau dia pasti mati-matian akan melindungi Lo dari gue jadi sebaiknya Lo jangan banyak omong ke semua orang Kalau Lo kerja di tempat gue*. kata Ricky
"Dan gue saranin Lo cari tahu tentang gue pada sahabat baik Lo itu agr Lo tidak melakukan kesalahan saat berhadapan dengan gue karena jika itu terjadi maka Lo sediri tahukan apa konsekuensi nya". tambahnya lagi
__ADS_1
"Siapa juga yang akan memberi tahu orang-orang. Lagian apa enaknya juga kerja disini, Tekanan batin Mulu yang ada kurus gue lama-lama dan juga gue gak perlu repot-repot cari tahu tentang Lo gak penting juga. Kan tinggal nurut sama Lo saja aman kan". jawab Yuli yang masih berani
"Bagus juga ucapan Lo barusan. Sekarang Lo mulai pekerjaan Lo dan pergi sana awasi mereka". perintah Ricky
Yuli pun berjalan menuju para karyawan disana dan mereka yang melihat keberadaan Yuli merasa heran kenapa ada seorang wanita yang bekerja di sini dan apa dia bisa melakukan pekerjaan yang harus cepat selesai ini.
"Hai semua kenalin nama gue Yuli dan gue mulai hari ini bekerja di sini untuk mengawasi kalian kata bos Ricky". kata Yuli memperkenalkan diri pada mereka dengan santainya
"Lo kenapa harus mengawasi kita bekerja. Apa Lo sebodoh itu, Disini banyak camera cctv jadi untuk apa Lo mengawasi kita. Bos juga pasti sudah bisa melihat di layar monitor cctv nya". kata salah satu pekerja disana.
Yuli merasa perkataan itu ada benarnya juga. Dan dia berfikir apa yang sebenarnya leader sialan itu rencana kan untuk dirinya.
"Ya gue gak tahu lah. Tapi yang terpenting gue dapat gaji itu saja sih". jawab Yuli asal
"Lo jangan cuman ngomong terus dengan mereka, Bantu mereka juga dan Lo bisa mendorong mobil itu ke sudut sana". kata Ricky melalui pengeras suara yang memang di pasang di sana.
Mereka yang bekerja di tempat itu sudah di beri perintah oleh Ricky untuk mengerjai Yuli dan membuat dia merasa tidak nyama dan tidak kuat bekerja di bengkel namun kelihatannya sangat sulit bagi mereka mengingat ekspresi Yuli yang dari tadi hanya menunjukkan senyuman nya saja tanpa ada raut wajah kesal dan lelah sedikit pun.
Dari tadi Yuli Sudah di suruh beberapa orang yang bekerja di sana untuk melakukan banyak hal. Ada yang menyuruhnya untuk mengambil ban mobil, ada juga yang menyuruh dia untuk mengambil velg di atas dan Yuli harus memanjat dinding untuk mengambil karena akses untuk mengambil velg tersebut ditutup oleh Ricky
"Lo Lelah . Cih baru juga segini dan belum juga lama Lo Sudah habis tenaga". kata salah satu anak buah Ricky menyindir Yuli
"Lemes banget mulut Lo kayak cewek Saja. Lagian Lo kerja saja sana jangan makan gaji buta*. Kat Yuli dengan ketusnya
"Terserah gue mau kerja apa gak, Toh juga kalau gue gak melakukan pekerjaan bukan gue yang kenal amukan bos tapi Lo kan sebagai penanggung jawabnya di sini". kata orang itu mengingatkan Yuli
"sialan Lo ya. cepat kerja sana ayu Lo mau gue jadiin perkedel". kata Yuli dengan nada sedikit tinggi
Dia tidak ingin sang leader marah padanya karena itu bisa berakibat buruk untuk keluarga nya
Ricky yang masih ada disana dan melihat perdebatan Yuli dengan Bondan salah satu anak buah Ricky yang memang dia curigai itu mereka senang sekali melihat raut wajah marah Yuli
"Ternyata berani juga dia dan bisa marah juga singa betina itu". kata Ricky sambil menunjukkan seringai tipisnya
"Lo panggil cewek itu kemari Sam, Gue ingin bicara dengan dia". perintah Ricky pada Sam
__ADS_1
Dan Sam pun bergegas menghampiri Yuli dan mengajaknya untuk bertemu bosnya kembali di ruangan tadi
Yuli merasa khawatir jika Ricky akan melakukan sesuatu pada orang tuanya dan dia menatap Ricky yang memberikan seringai tipisnya itu sejak Yuli masuk ke ruangan itu lagi