Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Ayu Sangat Terkejut


__ADS_3

Kini mereka berdua sudah berada agak jauh dari yang lain nya dan Yuli pun langsung menatap Ricky dengan tatapan serius nya


"Ada hal penting apa yang ingin kamu bicarakan?". Tanya Ricky


"Aku hanya ingin bertanya saja apa Benar kebakaran di rumah baru itu memang karena arus listrik dan bukan sengaja ada yang membakar nya". Kata Yuli


"Seperti yang kamu dengar waktu itu kalau itu memang dari arus listrik". Kata Ricky


"Tapi aku gak percaya karena gak mungkin kalian semua tidak mengecek rumah itu apalagi kamu yang selalu memastikan keamanan ku". Kata Yuli


"Aku dan yang lain memang mengecek semua tapi tidak sampai ke listrik nya kan aku bukan tukang listrik". Kata Ricky


"Kamu itu jadi apapun bisa kali. Gak aku masih gak percaya kalau itu karena arus listrik". Kata Yuli


"Ya terserah kamu kalau tidak mau percaya aku juga tidak rugi jika kamu tidak percaya". Kata Ricky


Yuli yang kesal kini kembali menjambak rambut Ricky "Males banget aku tuh sama kamu gak bisa banget gitu ya jujur sama aku". Kata Yuli


"Duh doyan banget Jambak rambut kamu ya. Lagian apa yang harus aku katakan dengan jujur coba kan itu memang karena arus listrik sayang". Kata Ricky sambil mencubit pipi Yuli gemas


"Dahlah males aku sama kamu gak usah ketemu lagi kita". Kata Yuli


Ricky pun memeluk nya dari belakang dan berkata "Jangan marah sayang nanti cantik nya hilang loh". Kata Ricky


"Aku memang gak cantik". Kata Yuli


"Memang nya apa yang membuat kamu gak percaya dengan kata orang yang waktu itu?". Tanya Ricky yang masih memeluk Yuli dan para sahabat nya itu melihat kejadian romantis tersebut


"Ya aku gak percaya karena kami saja waktu tahu rumah itu terbakar hanya bereaksi biasa saja jadi aku pikir pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku". Kata Yuli


Ricky pun tersenyum tanpa di ketahui oleh Yuli karena dia memang tidak berhadapan sekarang


"Jadi kalau aku diam dan tidak bereaksi kamu akan curiga". Kata Ricky


"Iyalah seorang Ricky yang sangat mencintai kekasih nya tidak bereaksi sama sekali kan mustahil sekali". Kata Yuli


"Memang kamu yakin kalau Ricky sangat mencintai kekasih nya?". Tanya Ricky


"Yakin sekali aku". Kata Yuli


"Lalu apa kekasih nya mencintai dia kembali?". tanya Ricky


"Kayaknya sih kekasih nya belum ada rasa karena waktu itu Ricky memuji mantan pacar nya". Kata Yuli


Yuli langsung membalik badan Yuli menghadap ke arah dia


"Aku tidak ada niatan melakukan hal tersebut dan maaf jika hal itu membuat kamu sakit hati". Kata Ricky


"Tidak masalah lagi pula hal tersebut juga wajar dan aku kan yang memang menyuruh kamu untuk bercerita jadi tidak masalah sama sekali". Kata Yuli


"Apa masih belum tumbuh rasa di hati kamu untuk aku?". Tanya Ricky


"Bagaimana ya mungkin sudah ada tapi tidak banyak". Kata Yuli membuat Ricky sangat senang sekali dan dia menarik Yuli ke dalam pelukan nya


"Sedikit saja tidak masalah yang penting rasa itu sudah mulai ada sekarang". Kata Ricky


Para sahabat nya kini berjalan menghampiri mereka berdua


"Pelukan Mulu dari tadi pantas saja gak mau dekat dengan kita karena takut di ganggu ya". Kata Galang


"Gak lucu Galang". Kata Yuli


"Sebegitu rahasia kah pembicaraan kalian hingga kita tidak boleh mendengar nya". Kata Rere


"Sangat rahasia sekali". Kata Yuli


"Memang konsep pernikahan nya sangat rahasia sekali Yul ?". Tanya Ipank


"Kenapa Lo jadi kepoan sih Pank gak laki banget". Kata Yuli


"Kalau begitu Galang juga gak laki banget ya kan dia kepoan". Kata Ken membuat mereka semua tertawa


"Untung saja Lo kekasih nya Ricky kalau tidak sudah gue robek itu mulut". Kata Galang


"Gak perduli gue sama Lo Lang dan kamu belum jawab pertanyaan ku tadi jadi gak usah dekat-dekat dengan ku". Kata Yuli


"Yang bisa menjawab pertanyaan kamu tadi adalah Arok jadi tanyakan saja itu kepada nya". Kata Ricky


Yuli mana berani bertanya hal seperti itu kepada Arok karena dia jauh lebih menakutkan dari Ricky menurut Yuli


"Pertanyaan apa yang ingin Lo tanyakan kepada gue". Tanya Arok


"Tidak ada yang ingin gue tanyakan pada Lo. Menyebalkan sekali kau Ricky". Kata Yuli


"Baru sadar kalau kekasih Lo itu menyebalkan". Kata Arok


"Bukan dia saja tapi kalian semua juga menyebalkan". Kata Yuli


mereka semua lalu tertawa bersama sekarang termasuk juga sang leader


"Apa kalian tidak ada pekerjaan sama sekali hingga ada di sini sampai sekarang?". Tanya Yuli


"Kami semua adalah bos jadi mana mungkin juga ada pekerjaan". Jawab Ipank


"Lupa gue kalau Kalian semua adalah bos termasuk Sam juga kan dia juga bos dari anak buah nya". Kata Yuli

__ADS_1


"Mending kita semua masuk ke dalam". Kata Galang


"Kalian masuk saja karena gue masih ingin pergi ke rumah tetangga gue". Kata Yuli


"Ngapain mau ke sana?". Tanya Ricky


"Ya biar kita saling kenal saja seperti aku kenal dengan Sam". Kata Yuli


"Tidak perlu kesana jika ingin mengenal mereka". Kata Ricky


"Pacarku kenapa posesif sekali sih jadi gemes Lo aku nya". Goda Yuli


"Bukan posesif lagi Yul kalau seperti ini nama nya bucin akut". Kata Ken


"Oh ya kalian semua gak pernah balapan lagi di jalanan?". Tanya Yuli


"Biasa nya yang balapan itu Ricky jadi jika dia tidak mengajak maka kita semua tidak akan ke sana apalagi turun ke jalanan". Kata Ipank


"Tapi kalian semua juga bisa kan balapan?". Tanya Yuli


"Kita semua bisa Yul tapi gak tahu kalau Galang". Kata Rere


"Galang juga bisa balapan tapi pakai mobil-mobilan ". Kata Yuli


"Yul mending kita masuk saja capek gue berdiri mulu dari tadi". Kata Galang


"Ya sudah kita masuk saja semua". Kata Yuli


Mereka semua sudah masuk ke dalam lagi dan nampak sepi sekali di dalam


"Perasaan tadi kamu istirahat kenapa sudah bangun saja?". Tanya Ricky


"Mana bisa aku istirahat dengan cepat sementara kalian masih ada di sini". Kata Yuli


"Lengkap juga Lo rumah ini terima kasih ya pacar atas kebaikan nya". Kata Yuli


"Coba saja Lo jadi istri mungkin lebih dari ini yang akan Lo dapat kan Yul". Kata Ken dan Ricky pun langsung memukul nya karena menurut nya ucapan itu merendahkan kekasih nya


"Ricky kenapa langsung main pukul saja sih". Kata Yuli


"Karena dia telah merendahkan mu sayang". Kata Ricky yang masih emosi


"Dia hanya bercanda Ricky coba lah berpikir dulu sebelum menggunakan otot mu itu". Kata Yuli yang Kesal sekali


"Ken gak apa-apa kan?". Tanya Yuli


"Gak usah panik Yul seperti ini juga sudah biasa gue dapat kan". Ken


"Wajar saja jika dia marah karena mendengar ucapan seperti itu yang di tunjukkan kepada kekasih tercinta nya". Kata Ipank


"Mana mungkin kalau sama Lo melakukan kekerasan Yul". Kata Rere


"Ya siapa tahu saja dan kamu sudah janji loh sama aku kalau tidak akan main tangan lagi". Kata Yuli


"Tadi aku gak sengaja melakukan nya sayang". Kata Ricky


"Bisa ya gak sengaja itu setiap hari". Kata Yuli


"Baru juga sekali aku gak sengaja nya mana ada tiap hari kamu itu ya ada-ada saja". Kata Ricky


"Sekali yang aku lihat dan yang gak aku lihat berapa kali Hem". Kata Yuli


"Sudah itu hanya sepele Yul gak usah di perpanjang". Kata Ken


"Pukul saja Ken dia sebagai balasan nya". Kata Yuli


"Ngajari gak baik ya kekerasan di balas dengan kekerasan". Kata Ricky


"Habis nya kamu yang duluan memukul dia jadi aku suruh saja dia membalas nya lagi pula kapan lagi Ken bisa memukul seorang Ricky". Kata Yuli


"Mana berani juga gue melakukan hal itu Yul bisa hilang tangan gue kalau menyentuh Ricky". Kata Ken


"Kalau hilang ya cari tangan yang lain saja Ken sebagai pengganti nya". Kata Yuli


"Doyan ngelawak ya dia". Kata Rere


"Jika Kinara tinggal di sini pastikan juga dia jangan makan makanan yang aneh-aneh". Kata Arok


"Iya juragan gue akan memastikan kesehatan Kinara terjamin di sini". Kata Yuli


"Bunda mana kok gak kelihatan sih Yul?". Tanya Galang


"Bunda sudah istirahat karena dia capek sekali tadi". Kata Yuli


"Ayah Lo dan Luna mana?". Tanya Rere


"Kalau hal itu gue gak tahu karena gue juga tidak terlalu perduli dengan mereka berdua". Kata Yuli


"Lo sebaik nya hati-hati dengan mereka Yul". Kata Arok


Membuat Yuli menatap Arok dengan seksama karena dia juga bingung kenapa Ipank memperingatkan dia


"Apa ayah membuat ulah Rok?". Tanya Yuli


"Kebakaran yang terjadi itu juga atas ulah Richard". Kata Arok

__ADS_1


membuat Yuli semakin kaget dibuat nya kenapa ayah nya bisa berbuat seperti itu dan sejauh itu. Yuli jadi ingat kata Ricky tadi jika Arok tahu jawaban tentang kebakaran rumah itu


"Kenapa bengong Lo Yul?". Tanya Ipank


"Rok Lo jangan terlalu bicara dengan dia karena dia takut sama Lo". Kata Ricky


"Kenapa dia takut sama gue sedang kan dengan Lo tidak". Kata Arok


"Lo bodoh juga sama seperti Ken ya. Ya jelas dia gak takut sama gue karena gue adalah kekasih nya sementara Lo apa". Kata Ricky


" Apa benar Lo takut sama gue?". Tanya Arok kepada Yuli


"Gue gak takut sebenar nya tapi Lo itu terlalu serem buat gue karena Lo juga jarang ketawa dan melucu seperti yang lain nya". Kata Yuli lalu dia pergi bersembunyi di balik tubuh Ricky agar tidak melihat ekspresi Arok


"Kenapa Lo bersembunyi di balik Ricky?". Tanya Arok


"Terserah gue lah dia pacar gue jadi terserah kalau gue mau di belakang dia atau di depan nya juga". Kata Yuli


Ricky pun mengedipkan mata kepada Arok karena hal itu juga sebenar nya atas perintah Ricky tadi. Sebelum masuk rumah Ricky menyuruh Arok agar nanti dia memperingatkan Yuli tentang ayah dan kakak nya dan drama itu pun di lanjut kan hingga sekarang oleh Arok


"Lo Gak usah sembunyi karena gue juga gak takut dengan Ricky". Kata Arok


"hahaha gak mungkin banget Lo gak takut dengan Ricky". Kata Yuli


"Lo gak percaya mau gue buktikan?". Tanya Arok


"Ricky sepupu kamu yang menyeramkan itu menyebalkan sekali sih sama seperti kamu ya ternyata". Kata Yuli


"Lagian kamu juga kenapa memancing dia". Kata Ricky


"Memang nya dia ikan aku pancing". Kata Yuli


"Kamu mending duduk yang bagus ngapain juga ada di belakang aku". Kata Ricky


"Aku sengaja ingin di belakang kamu karena ingin merasakan bagaimana enak nya bersandar di punggung Ricky". Kata Yuli


"Bisa sekali dia kalau cari alasan". Kata Ken


"Diam Lo Ken ganggu saja". Kata Yuli


Tidak lama mereka berbincang Richard pun turun dari lantai atas dan terlihat sekali dia hendak pergi ke suatu tempat


"Ayah mau kemana?". Tanya Yuli


"Ada urusan penting yang harus ayah kerjakan". Jawab Richard


"Jika Lo pergi hanya untuk menemui Rio ataupun orang suruhan nya gue bisa memastikan kalau nanti Lo pulang Hanya akan melihat jasad anak Lo saja yang sudah tidak bernyawa". Kata Arok


Richard pun nampak gugup sekarang setelah Arok mengatakan hal tersebut


"Ayah kenapa masih di situ kata nya ada urusan". Kata Yuli


"Richard gue sudah pernah memperingatkan Lo dan gue gak akan pernah main-main jika menyangkut dengan keselamatan kekasih gue". Kata Ricky


"Memang apa yang sudah ayah lakukan hingga memancing kemarahan mereka semua?". Tanya Yuli


"Jangan mencoba untuk membodohi ku sedikit pun karena itu tidak akan pernah bisa Lo lakukan". Kata Ricky


"Bahkan mereka yang Lo andalkan akan habis di tangan kita semua pak tua". Kata Ipank


"Mungkin saja ayah Lo telah melakukan sesuatu yang memancing emosi mereka jadi biarkan saja mereka semua memperingatkan nya dan jangan membantu ayah Lo ". Bisik Galang


Yuli juga sangat takut sekarang apalagi dengan Arok yang memang selalu berwajah menakutkan menurut nya


"Tidak saya tidak merencanakan apapun dengan Rio bertemu dia saja tidak jadi bagaimana mungkin saya bisa merencanakan sesuatu dengan dia". Kata Richard


"Kalau Lo tidak bertemu dengan nya bagaimana bisa Lo mendapatkan rumah itu?". Tanya Arok


"Saya membeli nya dari seseorang yang bekerja bersama saya". Kata Richard


"Apa kau yakin dengan jawaban mu itu karena jawaban yang kau berikan itu juga akan menentukan nasib mu". Kata Rere


Jika seperti ini bagi Yuli mereka berlima terasa sangat menyeramkan sekali dan ini juga Yuli baru pertama kali melihat mereka berlima seperti itu sekarang


"Saya sangat yakin sekali tuan dengan jawaban saya itu". Kata Richard


"Lalu siapa nama orang yang bekerja dengan mu yang telah menjual rumah itu gue ingin sekali bertemu dengan dia". Kata Ken


"Pak tua seharusnya dari awal Lo mendengar kan apa yang di katakan Ricky agar semua menjadi tidak terlalu jauh seperti ini". Kata Arok


"Tuan ampuni saya sungguh saya tidak pernah bermaksud untuk mencelakai Yuli sedikit pun". Kata Richard


"Tapi dengan Lo menerima rumah itu yang di berikan oleh Rio menjadi jembatan untuk dia akan melancarkan aksi nya melukai Kekasih gue". Kata Ricky sambil berteriak membuat Ayu yang tadi nya tertidur dengan pulas kini terbangun dan juga Luna kini dia juga melihat apa yang sebenar nya terjadi hingga Ricky berteriak seperti tadi


"Saya tidak pernah menjadi jembatan untuk Rio Melakukan hal jahat". Kata Richard


"Oh ya mungkin saja Lo lupa coba sekarang Lo ingat-ingat dulu mungkin saja otak Lo sudah berkat hingga kejadian tersebut Lo lupakan". Kata Ipank


Ayu yang melihat sedang apa yang terjadi mendadak menjadi diam seribu bahasa ketika melihat suami nya terlihat sedang membuat mereka semua marah dan apalagi melihat Ricky yang seperti itu membuat ayu juga takut. Dia kini berada di lantai atas bersama dengan luna dan mereka berdua berusaha untuk tidak menampakkan diri nya karena ingin mendengar apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka


"Tidak tuan sungguh saya tidak pernah berhubungan sama sekali dengan Rio selama ini". Kata Richard


"Mana mungkin Lo tidak berhubungan dengan dia. Rumah yang terbakar itu termasuk salah satu bukti bahwa Lo berhubungan dengan dia karena gue tahu dengan pasti bahwa rumah tersebut adalah pemberian dari Rio". Kata Arok


"Dan rumah itu di rancang mereka untuk melenyapkan kekasih gue". kata Ricky dengan emosi nya

__ADS_1


Yuli dan sang bunda kaget dengan pernyataan Ricky barusan. Jika Yuli tidak tahu kenapa mereka ingin menghabisi nya berbeda sekali dengan Ayu dia tahu kenapa Rio melakukan hal tersebut dan dia tidak habis pikir bagaimana suami nya itu mau saja dengan mudah membantu Rio dan dia juga merasa sangat bodoh sekali karena tidak mengetahui nya


__ADS_2