
Caesar hanya menyaksikan bagaimana Ricky dan yang lain nya kini menikmati suasana di mall seperti anak kecil saja dan itu semua juga ulah Yuli
"Gila dia terlihat menurut sekali dengan nya". Kata Caesar
"Itulah yang di namakan cinta. Dia akan melakukan apapun untuk cinta nya". Kata Shawn
"Hebat sekali dia memang dan bangga sekali pasti saudara dia jika melihat nya". Kata Caesar
"Saudari nya malah memusuhi dia Sar dan gue juga baru tahu jika dia bukan anak dari keluarga yang sekarang bersama dengan nya". Kata Shawn membuat Caesar melihat dia dengan tajam nya
"Apa Lo menyelidiki dia?". Tanya Caesar
"Tidak gue mendapat kan informasi itu dari Sam. Dia bilang jika kita harus tahu tentang itu agar kita bisa melindungi dia".Kata Shawn
"Kenapa dia tidak mengatakan hal itu kepada gue langsung". Kata Caesar
"Dia bilang Lo pasti sudah mengetahui nya". Kata Shawn
Mereka semua masih bersenang-senang di sana dan Caesar Serta Shawn tetap menjadi penonton setia mereka
Setelah puas Yuli bermain di sana kini dia mengajak Kinara untuk berbelanja perlengkapan rumah
"Kok kita di sini sih Yul?". Tanya Kinara
"Gue mau beli perabotan untuk rumah gue Nar". Kata Yuli
"Apalagi yang kamu butuhkan untuk rumah itu bilang saja aku akan membeli kan nya tidak perlu datang kemari". Kata Ricky
"Lebih enak jika melihat dan datang langsung dan itu akan menjadi kesenangan tersendiri bagi yang akan membeli". Kata Yuli
"Merepotkan sekali". Kata Arok
"Jika kalian tidak ingin ikut sebaik nya menunggu di sana saja". Kata Yuli
"Mana mungkin gue akan membiarkan Kinara jauh dari gue". Kata Arok
"Ya sudah kalau begitu diam saja dan jangan banyak bicara Arok". Kata Yuli
Kini Yuli pun memilih apa barang yang dia perlukan untuk menghiasi rumah baru nya itu dan setelah cukup lama akhir nya dia selesai berbelanja keperluan rumah dan kini dia beralih ke tempat pakaian dia ingin membelikan bunda nya pakaian dan juga perhiasan
"Sudah selesai belanja nya?". Tanya Ricky
"Sudah". Jawab Yuli
"Kamu tidak beli Yul hanya membelikan bunda saja". Kata Kinara
"Karena aku belum membutuhkan barang apapun saat ini dan yang aku butuhkan tadi kan sudah aku beli". Kata Yuli
"Perabotan rumah itu kan memang penting". Kata Kinara
"Ya sudah memang itu yang penting bagi ku sekarang ini. sudah ayo kita pulang". Kata Yuli
Kini mereka semua kembali pulang setelah Yuli dan Kinara puas bermain dan berbelanja di sana
Perjalanan dari mall menuju rumah tidak terlalu lama dan kini mereka semua sudah sampai di rumah Yuli kembali
"Bunda Yuli pulang". Kata Yuli sambil berteriak memanggil sang bunda
"Sudah selesai jalan nya?". Tanya Ayu
"Sudah dan ini Yuli beli sesuatu buat bunda". Kata Yuli
"Kenapa harus beli seperti ini segala lagian bunda kan juga sudah punya perhiasan sayang". Kata Yuli
"Tidak apa-apa bun mumpung Yuli punya uang". Kata Yuli
"Terima kasih ya sayang kamu baik sekali kepada bunda". Kata ayu sambil memeluk Yuli
"Sama-sama Bun nama nya juga anak ya harus baik dong kepada orang tua nya". Kata Yuli
"Sayang kita pulang dulu karena harus bersiap-siap untuk perjalanan ke luar negeri". Kata Ricky
"Apa tidak perlu aku antar nanti ke Bandara nya?". Tanya Yuli
"Tidak perlu karena aku menggunakan jet pribadi". Kata Ricky
"Ya sudah untuk kalian semua hati-hati ya dan jaga kesehatan". Kata Yuli
"Bunda kami pamit pulang dulu dan Caesar akan tinggal di sini". Kata Ricky
__ADS_1
Setelah berpamitan mereka semua pergi ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan segala nya
*********
Di Prancis Hiro dan para teman nya sudah mulai aksi nya dia sudah membuat Jo ketakutan sekarang
"Bagaimana Hiro apa kita habisi saja dia sekarang?". Tanya Leon
"Jangan terburu-buru kita bermain dulu dengan dia". Kata Hiro
"Permainan apa lagi yang akan kita main kan? Kemarin kita sudah menembak nya dan sekarang apalagi?". Tanya Andrew
"Kita hanya menembak nya sedikit saja kan dan dia masih hidup hingga sekarang. Kali ini kita tangkap dia dan bawah ke markas gue yang ada di sini kita siksa dia secara perlahan". Kata Hiro dengan seringai mematikan nya
"Lalu orang yang kabur kemarin bagaimana? apa kita cari dia sekarang juga?". Tanya Daniel
"Rio tidak perlu kita tangkap karena kak Ricky Hanya menyuruh menghabisi Jo saja". Kata Hiro
"Kita jalan sekarang mencari dia". Kata Andrew
"Jangan repot-repot mencari nya Andrew karena gue sudah menyuruh seseorang untuk membawa dia ke hadapan kita semua". Kata Leon
Leon memang teman Hiro yang sangat tidak bisa di tebak pergerakan nya hampir mirip dengan Ricky dan Leon juga seorang musuh yang sangat berbahaya dan seorang teman yang sangat setia jika tidak di khianati
"Bagus juga Lo Leon cepat sekali bergerak nya". Kata Daniel
"Tidak perlu lama-lama kita di sini karena akan membuang waktu saja dan banyak hal juga yang harus kita lakukan di Texas". Kata Leon
"Lo benar Leon dan gue sangat suka sekali dengan cara kerja Lo yang sangat cepat ini". Kata Hiro
Tidak menunggu lama Leon pun sudah mendapatkan kabar dari anak buah yang dia suruh bahwa Jonathan sudah berada bersama mereka dan kini sudah ada di markas milik Leon. Dia juga memiliki Markas di Prancis sama dengan Hiro
"Jo sudah ada di markas gue sebaik nya kita bergerak pergi ke sana sekarang". Kata Leon
Kini mereka berempat sudah berjalan menuju markas milik Leon dan letak nya memang jauh sekali dari rumah-rumah. Markas tersebut memang sangat terpencil sekali.
Kini mereka juga sudah sampai di markas dan mereka langsung masuk saja ke dalam karena para anak buah Leon juga sudah menunggu dia di sana
"Selamat malam Bos". Sapa anak buah nya
Leon hanya mengangguk kan kepala nya saja menjawab sapaan dari anak buah nya sama seperti Ricky
"Leon kenapa Lo membawa gue ke sini padahal gue tidak ada masalah dengan Lo ". Kata Jo
"Lo memang tidak punya masalah dengan gue tapi coba Lo menoleh ke sana dan lihat siapa dia". Kata Leon sambil menunjuk ke arah Hiro dan dia sahabat lain nya
Jo kaget ketika melihat siapa yang di tunjuk oleh Leon
"Hiro kenapa Lo ada di sini?". Tanya Jo
Seringai tipis pun terbesit di bibir Hiro dan kini dia berjalan menuju Jo dan Leon teman nya
"Lo tidak ada kapok nya mengganggu gue Jo". Kata Hiro lalu menghajar dia tepat di bagian perut nya membuat Jo meringis kesakitan
" Gue tidak pernah mengganggu Lo sama sekali Hiro. Tunggu jadi penyerangan yang terjadi kemarin adalah ulah kalian". Kata Jo
"Ya itu memang ulah kami karena Lo berani sekali mengusik ketenangan kekasih Ricky". Kata Daniel
Jo merasa sial jika dia berurusan dengan Leon sebab dia tahu bagaimana kejam nya seorang Leon
"Gue tidak melakukan apapun kepada nya dan juga gue tidak tahu kekasih Ricky siapa". Kata Jo dan kembali dia mendapat kan pukulan dan kali ini pukulan tersebut berasal dari Andrew
"Terlalu banyak bicara itu akan memperpendek usia Lo saja Jo". Kata Leon
"Apa yang sedang ingin kalian lakukan?". Tanya Jo
"Kita akan bersenang-senang di sini dengan Lo sehingga Lo akan merasa hidup segan dan mati pun tidak bisa". Kata Leon
Hiro hanya tersenyum melihat kakak kandung nya tersiksa seperti sekarang dia memang tidak perduli sama sekali karena Jo memang tidak pantas mendapat simpati nya karena sudah berulang kali juga dia mendapat kan kesempatan namun dia tetap mengulang kesalahan nya
"Mulai saja Hiro permainan nya". Kata Daniel
Hiro kini mengeluarkan pisau kecil yang dia punya dan kini dia menuju pundak Jo lalu memukul nya membuat Jo semakin kesakitan
"Hentikan Hiro b*******k sekali Lo ". Teriak Jo
Hiro pun kembali mengarahkan pisau nya ke telinga dari Jo dan dia pun memotong telinga dia bagian kiri nya membuat Jo menjerit kesakitan
"Lo salah jika mengusik kekasih kak Ricky untuk melakukan balas dendam karena semakin Lo mengusik dia semakin marah kak Ricky dan akibat nya adalah Lo dan anggota Geng Lo akan habis oleh dia dan para sahabat nya". Kata Hiro yang kini sudah memotong satu persatu jari tangan kiri kakak nya itu
__ADS_1
"Sadis sekali Hiro padahal dia kakak kandung nya sendiri". Kata Andrew
"Jo terlalu serakah hingga dia berakhir seperti ini". Kata Leon
Setelah puas melakukan pemotongan Hiro kini kembali menancap kan pisau nya di perut Jo
"Kita pergi sekarang dan untuk hari ini segitu saja". Kata Hiro
"Hiro ternyata dia bekerja tidak sendirian ada Hans juga yang membantu dia melakukan aksi nya". Kata Daniel yang mendapat kabar dari seseorang
"Jangan memperdulikan yang lain nya karena kak Ricky hanya menyuruh untuk menghabisi dia saja". Kata Hiro sambil menatap Jo dengan tatapan kebencian
"Apa para anggota King Devil juga merasakan hal yang sama seperti Jo saat ini?". Tanya Andrew
"Mungkin saja tapi siksaan nya pasti berbeda karena setiap anggota di tangani orang yang berbeda". Kata Hiro
"Lalu leader mendapatkan jatah untuk menghabisi siapa?". Tanya Andrew
"Dia tidak ikut turun tangan karena sudah pas. Dia juga ada hal penting yang akan di kerja kan jadi kak Ricky menyerahkan semua nya kepada para sahabat nya saja". Kata Hiro
"Tidak beruntung sekali king devil". Kata Daniel
"Salah mereka sendiri kenapa menghabisi keluarga Bryan dan ini adalah balasan untuk mereka". Kata Hiro
"Jadi ini ada hubungan nya dengan pembantaian Bryan di sini dulu". Kata Leon
"Untuk anggota yang lain nya iya namun untuk Jo itu karena dia mengusik Yuli". Kata Hiro
"Padahal setahu kita hubungkan leader dan Bryan tidak baik kenapa mereka bisa melakukan hal tersebut". Kata Daniel
"Kita tidak pernah tahu isi otak mereka semua jadi jangan ikut campur dan lakukan saja apa yang di perintahkan". Kata Leon
"Lo benar Leon bahkan meskipun gue dekat dengan mereka gue juga tidak pernah tahu jalan fikirkan mereka seperti apa". Kata Hiro
"Kalau sudah selesai sebaik nya kita pergi sekarang juga". Kata Daniel
mereka pun bergegas pergi dari Markas tersebut dan kembali ke kediaman milik Hiro yang baru dia beli di Prancis
******
Sementara itu para sahabat Ricky yang lain nya mereka juga sudah menuju tempat yang mereka ingin datangi
Ipank sudah berada di Sydney sekarang untuk menjalankan rencana nya menghabisi Felix yang memang sedang berada di sana. Dia di jemput oleh anak buah nya di bandara
"Selamat datang kembali bos". Sapa seorang kepada Ipank
"Apa yang dia lakukan selama di sini?". Tanya Ipank
"Tuan Felix membangun bisnis ilegal nya bos dan dia berhasil melakukan beberapa transaksi persenjataan ilegal dalam jumlah yang cukup besar". Lapor anak buah Ipank
"Jadi dia sudah mengembangkan bisnis nya di sini bagus sekali kalau begitu. Gue bisa memiliki nya tanpa perlu mengeluarkan dana sedikit pun". Kata Ipank dengan seringai iblis nya
"Apa bos akan menginap di hotel atau di rumah saja?". Tanya nya kepada Ipank
"Aku akan menginap di hotel saja karena aku juga tidak akan lama di sini". Kata Ipank
Dia menyusun beberapa strategi untuk menghancurkan Felix yang datang kemari dengan anak buah nya.
"Tuan Felix akan melakukan transaksi lagi dua hari lagi". Kata anak buah Ipank
"Bagus kita akan menyerang dia dalam transaksi tersebut". Kata Ipank
"Baik bos saya akan menyiapkan segala nya untuk melakukan penyerangan dalam dua hari ke depan ". Kata anak buah Ipank
"Kita cari hotel terdekat saja karena aku sangat lelah sekali sekarang". Kata Ipank
Anak buah Ipank pun kini membawa nya ke Hotel yang letak nya tidak jauh dari Bandara agar Ipank bisa segera beristirahat
"Jangan menemui Ku dalam dua hari ini dan temui aku jika kita akan bergerak menyerang nya ". Kata Ipank
"Baik bos saya akan melakukan perintah anda". Kata anak buah Ipank
Mereka sudah sampai di hotel dan Ipank pun segera chek in ke hotel tersebut dan tanpa di sengaja dia melihat Felix di sana dan senyum devil nya pun terbesit di bibir nya.
"Apa kabar Felix lama kita tidak bertemu". Sapa Ipank membuat Felix terkejut dengan pertemuan nya dengan Ipank saat ini
"Kau kenapa ada di sini Ipank?". Tanya Felix
"Negara ini bukan punya orang tua mu jadi aku berhak untuk datang kemari. Lagi pula kenapa kau terlihat takut melihat aku di sini". Kata Ipank
__ADS_1
"Itu hanya perasaan mu saja Ipank. Mana mungkin aku akan takut dengan mu sementara kita tidak punya masalah sama sekali bukan". Kata Felix dengan Santai nya. Bahkan dia mungkin juga tidak akan menyadari jika Ipank datang ke sini memang untuk menghabisi diri nya