
Yuli yang mendapat pertanyaan dari Bryan terdiam sejenak. Dia berpikir bagaimana Bryan bisa mengetahui nya dan juga dia masih ingat kata Ricky Kalau tidak ada yang boleh tahu kalau dia bekerja dengannya.
"Itu pertanyaan apa pernyataan Bray".;kata Yuli yang sengaja membuat Bryan bingung
"Lo tuh kebiasaan Yul, ditanya bukannya menjawab malah bikin pusing orang yang bertanya". kata Bryan
"Gue ngomong gitu karena gue tahu pasti Lo sudah tahu jawabannya". kata Yuli
"Yul, Lo itu bandel banget ya, gak bisa dibilangin. Kan gue sudah bilang jangan berurusan sama Ricky dan sekarang Lo malah bekerja dengan dia". kata Bryan dengan nada agak tinggi.
"Bray,gue juga sebenarnya gak mau kerja bareng si sombong itu, tapi ya gimana lagi tempat kerja gue yang dulu ternyata punya sahabat nya dan kemarin gue di pindahkan ke bengkel". kata Yuli
"Jadi restoran tempat Lo bekerja punya sahabat nya Ricky, kenapa gue bisa gak tahu tentang itu". kata Bryan
Dia selalu mencari tahu tentang siapa yang dekat dengan Yuli bahkan pekerjaan dia juga Bryan mencari tahu, namun dia tidak mendapatkan informasi bahwa tempat itu adalah milik salah satu anggota geng punk.
"gue juga baru tahu Bray". kata Yuli singkat
"Apa Lo tahu Punya siapa restoran tersebut?". tanya Bryan
"Katanya sih punya Ken". jawab Yuli
Bryan yang tahu akan hal itu hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia tahu bahwa Anggota inti dari Geng Punk memiliki banyak sekali bisnis yang tersembunyi, dan banyak yang tidak bisa menduga tentang apa saja bisnis yang mereka jalani.
"Gue heran deh sama Lo dan Galang Bray, kok bisa tanya hal yang sama ke Gue". kata Yuli mengingat kembali ketika Galang menelfon dia dan bertanya tentang tempat kerjanya.
"jadi dia sudah mengetahui nya". kata Bryan
"mungkin dia sebenarnya sudah tahu gue kerja dimana". jawab Yuli
Bryan sedikit lega mendengar perkataan Yuli bahwa Galang sudah mengetahui tempat kerjanya. Menurut Bryan Galang bisa diandalkan jika ada sesuatu yang berhubungan dengan Ricky, karena dia memang termasuk sahabat yang paling dekat dengan Ricky.
"Baguslah kalau Galang Sudah tahu, setidaknya dia akan bisa membantu Lo Jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan". kata Bryan bernafas lega
"wah Lo songong ya Bray, mendoakan gue yang jelek-jelek. gak pantes banget Lo di bilang sahabat gue". kata Yuli sambil memukul lengan Bryan.
"Su'uzon banget Lo jadi orang, gue itu cuma bersyukur saja karena dengan begitu Galang bisa menjaga Lo Yuli Ramadhani". kata Bryan sedikit berteriak
__ADS_1
"gak usah teriak juga kali Bray, Lo pikir gue budeg apa. Lagian dari tadi nyetir gak nyampek-nyampek ke sekolah, lemot banget sih Lo". kata Yuli
Dan akhirnya Bryan sedikit menambah kecepatan nya agar segera sampai ke sekolah Yuli, agar dia tidak mengomel terus-terusan.
Mobil yang mereka tumpangi Sudah berada di depan sekolah Yuli, terlihat juga sebuah mobil baru datang juga dan yang berada dalam mobil itu adalah Rere dan para sahabatnya. Mereka mengantar Kikan berangkat sekolah . Mereka keluar dari mobil bersamaan dan saling pandang satu sama lain.
"Sudah lama kita gak bertemu Bryan". Kata Ricky dengan dinginnya
Bryan tidak menjawab pernyataan Ricky dan dia hanya menatap Ricky dengan datar nya.
"Bray Lo di sapa tuh sama cowok songong bin sombong". Kata Yuli memberitahu Bryan karena dia melihat sahabatnya itu tidak bereaksi sama sekali
"Hay Yul, tumben nih berangkat pagi banget, sudah punya pacar nih". kata Kikan menyapa sekaligus menggoda sahabatnya itu
"Hahahaha gue pacaran sama si oncom ini, gak banget lah Kikan. Dia cuma driver online gue saja kali". jawab Yuli bercanda
"Wah kalau driver online seganteng ini, mau dong gue setiap hari di antar jemput". kata Kikan dan mereka berdua pun tertawa
Para lelaki yang mendengar pembicaraan itu tetap diam tanpa ingin berkomentar sedikit pun.
"Serius dia bukan pacar Lo Yul". tanya Kikan memastikan lagi
belum sempat Yuli menjawab, ada mobil yang melewati mereka dan mereka tahu siapa pemiliknya.
" Wah Lo main nyelonong saja Hel, gak permisi juga." kata Yuli yang melihat Rachel baru turun dari mobil nya.
"Kalau gue permisi juga Lo gak bakalan denger Yul". kata Rachel yang sudah berada di depan mereka
"Apa kabar Hel, lama kita tidak bertemu". sapa Bryan
"Gue baik. Lo sendiri gimana? dan ngapain Lo disini Yen?". tanya Rachel yang merasa bingung sekaligus terkejut kenapa bisa Bryan bertemu dengan Ricky dan dia memikirkan apa yang akan terjadi jika mereka sudah bertemu seperti ini
"Dia kesini nganter gue Hel.". kata Yuli
Ricky masih memperhatikan Yuli sedari tadi dan mereka semua pun tahu akan hal itu. namun mereka tidak dapat menebak sebenarnya apa yang di pikirkan Ricky untuk Yuli
"Kok bisa Sama Lo Yul? apa kalian
__ADS_1
"Gue gak pacaran sama dia, Lo sama Kikan sama saja ya. Dia itu sahabat gue juga selain kalian berdua". kata Yuli yang memotong pembicaraan Rachel
"Oh gitu ya, gue kira kalian pacaran. jadi Lo punya sahabat cowok juga ternyata". kata Rachel
"iya, dan bukan cuma si Bryan doang. Ada satu lagi sih sahabat gue yang cowok, tapi dia ada di luar angkasa sekarang". kata Yuli sambil tertawa
mereka tahu siapa sahabat Yuli yang lagi dia bicarakan itu.
"Ada lagi Yul Sahabat Lo yang cowok, ganteng gak? kenalin ke gue dong". kata Kikan antusias
"Ada. bahkan dia lebih ganteng dari Ipank, cowok yang Lo taksir". kata Yuli mengejek
Kikan yang mendengar hal itu Lang memasang wajah kesalnya dan memukul Yuli dengan buku yang dia bawa.
"Lo sahabat yang kurang ajar banget ya". kata Kikan dengan kesalnya
"Kenapa sih Lo marah, itukan memang faktanya bahwa Lo suka sama Ipank. Sudah tertulis dengan jelas kali di telinga Lo ". kata Yuli yang semakin kencang tertawa nya karena melihat muka Kikan yang semakin kesal.
"Sudah kalian berdua suka sekali sih bertengkar. Lagian kamu juga Yul , suka banget godain Kikan. Dan siapa lagi sahabat cowok Lo yang kita gak tahu?". tanya Rachel penasaran. Dia tadi sempat kaget mengetahui bahwa Yuli bersahabat dengan Bryan. Dia dulu juga kenal Bryan karena bertemu di tempat Ricky. Rachel tahu bahwa dulu Bryan juga termasuk anggota inti Geng Punk.
"Sahabat gue yang satu nya itu Galang. Lo pasti kenal dia Hel, karena dia kemarin bilang ke gue kalau dia bersahabat baik dengan si sombong itu". kata Yuli sambil menunjuk Ricky
"Apa? Lo juga bersahabat dengan Galang. Dunia ini begitu sempit sekali". kata Rachel kembali terkejut. Meskipun dia kenal dengan Galang tapi dia tidak bisa dekat dengannya bahkan sampai sekarang pun.
"Gak usah kaget gitu kali Kalian berdua. Maklum lah gue kan cewek termanis stok terakhir, jadi wajar kalau punya sahabat somplak kayak mereka berdua." kata Yuli sambil mengedipkan sebelah matanya
"Oh ya Bray, Lo pergi saja deh sekarang, sebelum Lo kena serangan tak terduga dari sang leader sombong itu". kata Yuli lagi
Dia tidak ingin Bryan bertengkar dengan Ricky, meskipun dia tidak tahu sebesar apa masalah nya, namun Aura di sana sudah menunjukkan bahwa Ricky ingin sekali menghabisi sahabatnya itu.
"Ya sudah, gue pergi dulu. Jangan lupa nanti kalau pulang Lo tunggu gue dulu". Kat Bryan sambil berjalan pergi meninggalkan mereka
"Kenapa Lo dari tadi natap gue? apa ada dollar di mata gue". kata Yuli
"wah Lo berani sekali ya cewek oon". kata Ken mulai berbicara setelah dari tadi dia hanya menjadi pendengar obrolan yang menurut nya tidak begitu penting.
"Sudahlah Yul, jangan mancing keributan disini. Dan Lo hutang penjelasan pada kita berdua tentang Galang dan Bryan". kata Rachel ingin menyudahi perbincangan mereka. Dia takut Ricky akan berbuat yang aneh-aneh pada sahabatnya itu dan perkataan Yuli juga bisa memancing pertengkaran di antara mereka.
__ADS_1