
mereka segera masuk ke mobil masing-masing dan yang mengemudikan mobil Ricky tetap dirinya
"Lo duduk di depan". perintah Ricky sebelum masuk kedalam mobil dan membuat mereka terkejut
"Gue gak mau, mending gue dibelakang sama Rachel, gue takut sama Lo". jawab Yuli
"Gak mungkin Lo takut sama gue, dan gue yakin itu cuma alasan saja karena dari pertama kita bertemu Lo sudah berani sekali sama gue". kata Ricky mengingatkan Yuli tentang awal pertemuan nya.
"Sudah lah Yul turuti saja kata kak Ricky, toh juga kamu gak rugi berada di sampingnya". kata Kikan dari dalam mobil melalui jendela mobilnya
Dan dengan terpaksa Yuli menurutnya, dia tidak ingin menambah masalah jika menolak perintah Ricky, apalagi dia sekarang bekerja untuknya.
Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang dan membelah jalan yang ramai dipadati oleh kendaraan
"Kita mau kemana?". tanya Yuli
"Ke mall saja gimana?". kata Rachel balik bertanya
"Semua terserah pada Ricky, karena dia yang mengemudikan mobilnya". jawab Arok singkat
"Rok Lo kayaknya gak suka banget jalan sama pacar elo". kata Yuli dengan beraninya
"Yul, apaan sih, kalau ngomong jangan gitu, nanti gue bilangin ke bunda Lo ya". macam Rachel
Yuli baru ingat harus mengabari sang bunda jika dia sekarang sedang jalan bersama para sahabatnya itu. Dia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"Halo bunda ku yang baik hati dan tak ada yang menandingi di seluruh Antero dunia ini". Kat Yuli sambil tersenyum
Arok dan Ricky mendengar hal itu langsung menatap Yuli yang sedang berbicara dengan bundanya.
"Bun, Yuli izin pulang telat ya, nih si Kikan ngajak jalan bareng. tenang saja, Yuli pastikan nanti gak akan capek kalau berangkat kerja". kata Yuli meyakinkan sang bunda
"Oke lah kalau begitu. Terimakasih bunda ku yang baik hati, nanti Yuli salamkan sama mereka berdua. dada bunda, love you". kata Yuli sambil menutup teleponnya.
"diizinkan Yul sama bunda Lo?." tanya Rachel
"Iya, tapi gak boleh lama-lama karena bunda takut gue gak bisa istirahat terus nanti kecapean, kan gue juga harus kerja nanti malam". jawab Yuli sambil memainkan handphonenya
sedangkan Arok dan Ricky hanya menjadi pendengar obrolan mereka tanpa ingin menyahuti sama sekali
__ADS_1
"Kita nanti ngapain Hel di mall? Kalau bareng mereka pasti gak asik, soalnya pasti semua orang takut jika ingin mendekati kita". kata Yuli
"Kenapa,Lo pengen banget di deketin orang lain, sedangkan Arok dan sahabatnya deketin Lo kayak nya susah banget". kata Rachel sambil menatap keluar jendela
"Ya bukan gitu Hel, gue gak mau berurusan sama mereka, orang-orang yang berkedudukan tinggi, karena itu akan merepotkan bagi gue yang kaum sederhana ini". kata Yuli sambil menoleh ke Rachel serta memberikan senyuman manisnya
" gaya banget Lo Yul, padahal Lo juga bersahabat dengan Galang dan Bryan. Lo belum jelasin ke gue dan Kikan bagaimana bisa kalian bersahabat dan Lo ya gak Jujur banget sama kita". kata Rachel kesal
Tidak biasanya Rachel terlihat kesal seperti itu, namun menurut Yuli itu wajar karena diantara mereka sudah berjanji tidak ada yang namanya kebohongan walaupun jujur itu menyakitkan namun moto tersebut yang membuat persahabatan mereka kuat dan bertahan hingga sekarang.
"Gue ketemu mereka juga gak sengaja kali Hel, dan gue juga gak tahu awalnya kalau mereka berdua se kuat itu". kata Yuli Jujur
memang awalnya dia tidak mengetahui siapa kedua sahabatnya tersebut dan dia juga tidak pernah menanyakan hal mendetail tentang diri mereka.
"Bohong banget Lo, masak gak kenal sama Bryan. Diakan sama terkenal nya dengan Ricky". kata Rachel tak percaya
"Gue memang gak kenal Rachel, kalau sama si sopir sombong ini, seluruh Dunia juga pasti tahu siapa dia. Lo kan tahu kalau gue cuma kenal mereka hanya nama doang bukan wajah nya". kata Yuli membela diri
"Apa mereka gak cerita siapa mereka yang sebenarnya, namanya sahabat kan seharusnya gak ada yang ditutupi. Kayak kita". kata Rachel yang sebenarnya menyindir Yuli dan Yuli pun tahu maksud dari ucapan tersebut
"Ya sudah sih ma'af, gue gak cerita karena menurut gue gak penting itu. lagian ya Hel, gue sama mereka berdua jarang banget bertemu karena mereka berada jauh di luar angkasa". Kata Yuli mencoba mencarikan suasananya
"Apa Lo punya teman lainnya lagi yang belum gue tahu?". tanya Rachel serius
Rachel mulai kembali kesal dengan jawaban sahabatnya itu yang menurut kurang memuaskan.
"Apa Lo punya sahabat lain selain gue dan Kikan serta Galang dan Bryan? Sahabat dekat". kata Rachel to the points
"Hehehe Lo itu ya, kepo sama kayak Kikan. gue punya satu lagi sahabat yang baik sekali, kelihatannya baiknya melebihi Lo dan Kikan deh". kata Yuli sambil tertawa
"Oh gitu ya, jadi gue dan Kikan gak baik menurut Lo? ". kata Rachel sengaja dengan nada kesalnya agar Yuli merasa bersalah
"Bercanda kali Hel, tapi dia memang baik banget dan pengertian pula. Dia lagi di luar negeri sekarang, tapi katanya sih akan segera kembali karena para kakaknya ingin dia melanjutkan studinya di negara ini saja agar mereka bisa mengawasinya". jelasnya
Arok dan Ricky tahu siapakah orang yang di ceritakan oleh Yuli. Dan mereka berdua seperti nya bisa melihat ketulusan dari Yuli yang memuji sahabatnya yang lain.
"Siapa dia? laki-laki atau perempuan?". tanya Rachel
"yang jelas bukan banci". kata Yuli terbahak-bahak
__ADS_1
******
Didalam mobil yang di Kendarai oleh Rere, Kikan merasa ada yang aneh karena sahabat sepupunya mengajak sahabat nya satu mobil. Tidak biasanya hal itu bisa terjadi
"Kak Re, aku heran sama kak Ricky, kenapa kayak nya dia sekarang mulai terlihat tertarik dengan Yuli ya." kata Kikan dengan polosnya
"Kakak ingat kan sama Lo, jangan mencampuri urusan Ricky, karena gue sendiri tidak akan bisa menghentikan dia jika dia ingin melakukan sesuatu pada Lo". kata Rere memperhatikan
"Iya, Kikan tahu kok. lagian kak Ricky memang terlihat perduli hanya pada Kinara saja". jawab Kikan
"Tenang saja Kikan, gue, Ipank dan Rere perduli kok sama Lo". kata Ken
Kikan pun tersenyum senang mendengar hal itu, dia sangat bahagia bisa berada di antara orang hebat seperti mereka.
"Iya kak Ken, makasih. aku merasa Yuli juga beruntung bisa bersahabat dengan kak Bryan dan kak Galang. terlihat mereka berdua perduli sekarang pada Yuli". kata Kikan
"apa Lo tahu Kan, sejak kapan mereka bersahabat? juga kenapa bisa mereka bersahabat". tanya Ipank serius
"Aku sama Rachel juga gak tahu kak, tapi Yuli itu memang orang yang spesial, dia itu mempunyai hal yang di luar dugaan kita dan juga dia mudah sekali akrab dengan orang. Kak apa kak Ricky punya rencana jahat sama Yuli?". tanya Kikan takut
"Lo tenang saja, Ricky gak akan macam-macam padanya karena dia adalah sahabat Galang". jelas Ken
Dan Kikan pun lega mendengar hal itu, bahwa sahabatnya akan aman dari seorang Ricky Airlangga Hartama.
*****
mobil mereka telah sampai di parkiran mall, dan benar saja banyak pasangan mata yang memperlihatkan mereka semua. Penampilan mereka memang fashionable kecuali Yuli, tapi dia tidak minder sama sekali.
"Lihatlah mereka semua kenapa coba melihat sampai segitunya, apa mereka gak takut kalau matanya akan copot". kata Yuli
Kikan dan yang lain yang berbeda di mobil berbeda tadi berjalan menghampiri mobil Ricky untuk bergabung bersama.
"Lo aneh-aneh saja ya, mana bisa mata orang copot dengan mudahnya". kata Kikan
"kalian berdua kalau bersama selalu saja berdebat hal gak penting". kata Rachel
mereka berdua pun tersenyum". biasa kali Hel, namanya juga bumbu persahabatan. gue merasa beruntung banget punya banyak sahabat yang berbagai macam spesiesnya". kata Yuli
"Apaan sih pakai spesies segala. Lo pikir ini pelajaran biologi apa". kata Kikan kesal
__ADS_1
"Sebaiknya kita masuk sekarang". kata Ricky Lalu berjalan meninggalkan mereka dan mereka langsung mengikuti nya.
Di mall tersebut tak henti-hentinya mereka menjadi pusat perhatian, apalagi penampilan Yuli yang sangat sederhana itu. Namun mereka tidak berani berkata dengan keras dan terang-terangan karena takut dengan sosok para anggota Geng Sadis tersebut.