
Yuli dan Ricky masih terus berdebat. Setiap kata yang di ucapkan oleh Ricky pasti akan ada jawaban dari Yuli dan Sam hanya mengamati mereka berdua tanpa berkomentar apapun.
"Ada apa Lo manggil gue kesini? ". tanya Yuli
Ricky langsung mengambil berkas yang ada di laci mejanya dan memberikan itu pada Yuli
"Kerjakan laporan itu sekarang dan gue mau hasilnya jam lima sore". perintah Ricky
"Wah gila Lo ya, ini saja sudah jam empat sore dan Lo nyuruh gue buat beresin berkas segunung ini hanya satu jam. bener-bener bos gak ada akhlak Lo ". ucap Yuli
"Jika dalam waktu tersebut Lo belum selesai, maka gue pastikan kakak Lo akan di keluarkan dari kampus nya". ancam Ricky
"Ok gue bakal selesai kan laporan ini sesuai permintaan Lo bos gila". kata Yuli
"Dan gue Mengingat kan , jaga cara bicara Lo sama gue jika tidak ingin Bryan kehilangan bisnisnya". ucap Ricky
"Lo kerjakan itu semua di sini saja". tambah nya lagi
tanpa membantah sedikit pun Yuli langsung mengerjakan tugas nya dan Sam masih setia bersama mereka di ruangan tersebut.
"Sam Lo jangan berdiri terus di situ. Mending duduk juga di sini bareng gue". kata Yuli sambil menepuk sofa di sampingnya
Sam hanya melirik sang bos untuk mendapatkan jawaban dan Ricky mengisyaratkan agar Sam duduk di samping Yuli dan mengamati pekerjaan dia.
Yuli terlihat fokus mengerjakan tugas yang di berikan Bos nya itu dengan sangat antusias dan cekatan, dia tidak ingin ada kesalahan dalam pekerjaan nya yang akan berakibat tidak baik untuk orang sekitarnya.
"Ada yang susah gak Yul?". tanya Sam
"Lo diam saja Sam, jangan ajak gue ngobrol. Nanti salah hitung bisa gawat". jawab Yuli yang masih fokus pada berkasnya
Ricky hanya mengamati dari kursinya Tanpa ingin beranjak atau berkomentar sedikit pun. Dia ingin tahu seberapa cepat Yuli menyelesaikan pekerjaan yang dia berikan.
******
Di mobil dalam perjalanan menuju rumahnya, Rachel yang di antar oleh pacarnya merasa hanya ada keheningan di dalam mobil tersebut karena Arok hanya fokus menyetir tanpa mengajak dia berbicara.
"Apa gak apa-apa kalau Ricky mempekerjakan Yuli di bengkel nya?". tanya Rachel
__ADS_1
" Kita semua gak bisa mempersiapkan apapun, karena dengan sifat dan karakter Ricky yang sulit untuk di tebak itu. Kita susah untuk menyimpulkan sesuatu". jawab Arok
"Kok aku jadi khawatir, apalagi ternyata Yuli bersahabat dengan Bryan, orang yang di benci oleh Ricky". kata Rachel. Dia kembali mengingat kejadian mengapa bisa mereka saling bermusuhan
Rachel memang memanggil mereka tanpa sebutan kakak seperti yang di lakukan oleh Kikan, karena itu atas permintaan mereka semua. Mengingat bahwa Rachel adalah kekasih dari Arok dan sahabat kecil nya Ricky jadi mereka memutuskan hal tersebut.
"Cewek itu memang terlihat biasa, tapi sebenarnya ada hal yang spesial pada dirinya. Dan itulah kenapa dia bisa dekat dengan Bryan dan juga Galang". kata Arok yang masih fokus menyetir tanpa memperdulikan ekspresi wajah kekasihnya itu.
"Apa Ricky suka sama Yuli?". tanya Rachel langsung
"Aku gak tahu, tapi menurutku tidak. Karena setahu gue Ricky kalau suka sama seseorang tidak akan berbuat aneh pada orang itu, yang ada malah tingkah nya yang jadi aneh". jawab Arok yang tahu bagaimana sifat Ricky kalau sudah suka seseorang.
"Jadi masih belum terpecahkan kenapa Ricky mengajak Yuli untuk bekerja dengannya". kata Rachel dengan nada sedihnya
Arok tahu bahwa kekasihnya itu sangat suka dengan Yuli, apalagi dia adalah sosok cewek yang bekerja keras dan gak akan mau menyusahkan orang lain.
"Tenang saja, sahabat kamu kan berteman dengan Galang. Jadi kemungkinan dia akan aman dari Ricky". kata Arok mencoba menenangkan kekasih nya itu.
"Semoga saja apa yang kamu katakan itu benar. Aku sangat kasihan jika Yuli menjadi sasaran Ricky". kata Rachel dengan tulus
Sementara di mobil lainnya yang di Kendarai Rere, mereka dari tadi asik mengobrol dan membahas hal yang sama seperti Arok dan Kekasihnya.
"Gimana kak Rere, apa ada cara agar Yuli bisa terbebas dari kak Ricky?". tanya Kikan sambil merengek pada sepupunya itu.
"Tadi sudah gue bilang, kalau kita gak bisa melakukan apapun". jawab Rere
"Kasihan dong Yuli, kalau dia dikerjai terus sama kak Ricky bagaimana?". tanya Kikan
"Gak mungkin juga Ricky turun tangan sendiri, paling juga dia menyuruh anak buahnya. Ricky jarang ada di bengkel atau tempat bisnis dia yang lainnya. Dia lebih mempercayakan itu semua pada anak buahnya". jelas Ken
"Apa benar itu, kalau anak buah kak Ricky pasti bisa Yuli atasi dengan baik. Secara dia kan pandai bergaul dengan siapapun, termasuk kalian semua". kata Kikan dengan yakinnya
"Kalau sama anak buah lainnya pasti bisa, tapi kalau sama Sam dan Dira apa dia bisa? secara mereka berdua hampir mirip dengan Ricky". kata Rere
"Ih kak Rere jangan buat aku kehilangan harapan dong. gimana sih, udah gak bisa bantu malah ngomong kayak gitu". kesal Kikan pada Rere
"Gue cuma bicara fakta Kikan". bela diri Rere
__ADS_1
"Sebenarnya kak Ricky itu tercipta dari apa sih heran aku, kok dia kuat dan cerdas banget". kesal Kikan
"Ya dari tanah lah Kikan". jawab ketiga nya kompak
"Gak usah teriak juga kali kak. Kikan gak budeg tahu. Apa kak Ricky punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh Yuli untuk bisa kabur dari nya?". tanya Kikan mulai serius lagi
"Sudah deh Kikan. Meskipun sahabat Lo tahu kelemahan Ricky, dia juga gak akan bisa bertindak juga karena Ricky akan menghancurkan dia terlebih dahulu sebelum dia menyentuh apa yang menjadi kelemahannya". ucap Ipank
Kikan pun terdiam dan merasa ngeri mendengar penjelasan tersebut. Apa nasib sahabatnya tidak akan pernah bisa bahagia untuk selamanya. Itulah yang ada didalam fikirannya saat ini.
******
Yuli yang masih sibuk dengan berkasnya itu terlihat raut wajah Lelah pada dirinya, namun dia tidak mengeluh sama sekali. Dia masih berjuang untuk menyelesaikan laporan tersebut sesuai jam yang ditemukan.
"Yul apa sudah selesai? kurang sepuluh menit lagi loh waktu nya". kata Sam mengingatkan dia
"Gue gak yakin bisa selesai semua, tapi yang penting gue sudah berusaha". katanya dengan pasrah.
Masih banyak sekali berkas yang belum dia kerja kan. Yuli hanya mengerjakan apa yang dia tahu jadi tidak heran jika berkas tersebut hanya beberapa yang sudah selesai.
"Lo lelet banget ya kalau kerja?" kata Ricky
"Berisik Lo, setidaknya juga gue sudah berusaha kali." jawab Yuli dengan kesalnya sambil tetap mengerjakan laporan itu.
Dan jam sudah menunjukkan pukul lima, saatnya untuk Yuli menyelesaikan tugasnya dan memberikan pada sang Bos.
"Bahkan gak sampai seperempat dari kerja an Lo yang gue berikan tadi yang selesai.". Kat Ricky mengomentari kerja Yuli
"Dimana-mana, karyawan baru itu harus nya diajari dulu cara mengerjakan tugas nya. Jadi biar cepat Juga. Nah gue gak tahu apa-apa malah langsung di beri pekerjaan segunung lagi. Ya gue kerjakan apa yang gue bisa saja dari selesai semua tapi asal mengerjakan nya bisa gawat dong". jelasnya
"Ok. untuk hari ini kerjaan Lo Bagus. Dan Gue suka sekali dengan orang yang pekerja keras serta bertanggung jawab. Jadi untuk hari ini gue maklum kesalahan Lo dan Lo boleh pulang sekarang. Kerja Lo cukup segitu saja untuk hari ini". kata Ricky
Yuli kaget mendengar perkataan itu dan dia merasa tidak percaya akan hal tersebut.
" Apa gue boleh pulang sekaran Lo yakin? Ah ternyata Lo itu bos yang baik hati juga ya. Salah banget orang diluar sana menuduh Lo . Harusnya mereka melihat sendiri tanpa memperdulikan kata orang lainnya. Kalau gitu gue pulang dulu. Terimakasih bos ku yang baik hai". kata Yuli sambil tersenyum lalu menundukkan kepalanya memberi hormat pada Ricky dan berjalan pergi untuk meninggalkan tempat kerja dan bergegas pulang kerumahnya.
Dia merasa Ricky tidak seperti apa yang di ucapkan orang-orang. Menurut Yuli diluar Ricky memang terlihat dingin dan arogan, tapi dia yakin bahwa Ricky memiliki sisi lembut yang tidak diketahui oleh orang lain termasuk dirinya.
__ADS_1