Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Perdebatan Kecil Leader


__ADS_3

Mereka semua menatap Ken mengerti. Dan tak ada yang merasa tidak di anggap karena Ken tidak memberi tahu apa rencana nya. Mereka bebas melakukan hal tersebut selama itu bisa melindungi kelompoknya.


"Lalu apa Ricky ikut turun membantu Lo Ken?". tanya Rere


"Gue gak tahu kalau soalnya itu, gue juga antara yakin dan gak yakin Ricky ikut enggak nya". jawab Ken ragu.


"Kita semua memang masih belum Isa menebak Kemana arah fikirkan Ricky dan rencana apa yang dia lakukan, karena kita memang masih berada jauh di bawah dia". kata Ipank


"Iya, dan juga dia selalu saja bisa menebak apa langkah yang akan kita ambil kedepan nya. Gue merasa beruntung sekali bisa mengenal nya". kata Ken


"Dan bodoh nya mereka yang sudah berani menghianati Ricky". kata Arok


"Oh ya Ken, apa Lo mau kita juga ikut turun bantu Lo". tanya Rere


"Gak usah, gue bisa mengatasi ini sendiri, lagian hanya beberapa kelompok saja itu kecil buat gue. Yang penting bukan kelompok Ricky yang gue hadapi". kata Ken dengan bercanda


"Ya kalau itu juga gue gak akan ikut bantu Lo Ken. Ricky sangat kuat begitu juga dengan kelompoknya. Sangat berbakat dan terlatih sekali". kata Ipank yang mengakui kehebatan sahabatnya itu.


Dan jika bukan karena Ricky maka mereka berempat tidak akan mungkin bisa sekuat ini juga. Ricky yang selalu melatih mereka dan membuat mereka terlihat hebat hingga sekarang.


****


Didalam kamar kikan dia tampak sedang berbicara dengan seseorang dan dia tak lain adalah Rachel sahabatnya sendiri.


"Hel apa menurut Lo bagus jika Yuli tetap bekerja dengan kak Ricky?". tanya Kikan pada sang sahabat melalui sambungan teleponnya.


"Gue juga bingung Kan, tapi kata Arok kita gak usah khawatir soal Yuli". jawab Rachel


"Gimana gak khawatir coba, Lo tahu kan bagaimana awal pertemuan mereka. Di mana Yuli tanpa sengaja memukul kepala kak Ricky". kata Kikan mengingat kejadian tersebut dari cerita sahabat nya itu.


"Benar juga, tapi kalau minta bantuan mereka juga Lo sendiri bagaimana jawaban mereka. Ricky itu bos mereka jadi kemungkinan untuk membantah sangat tidak mungkin". kata Rachel


"Gue jadi kasihan sama Yuli, kenapa dia selalu saja susah mendapatkan kebahagiaan padahal dia anaknya baik banget". kata Kikan dengan lesu Nya.


"Mungkin suatu saat nanti jika dia menemukan sosok cowok yang tangguh kali baru dia bisa bahagia". jawab Rachel asal.


"Apa kita jodohkan saja dia dengan kak Rere Hel?". kata Kikan mencari saran pada sahabatnya itu


"Apa Lo gila, Lo gak tahu apa kalau Rere itu sebenarnya menunggu Kinara kembali ke negara ini". kata Rachel

__ADS_1


"Apa? jadi dia suka dengan Kinara adik kak Arok. Kok bisa gak tahu ya Gue". kata Kikan dengan wajah terkejut sekaligus bingung nya.


"Sepupu macam apa Lo , hal seperti itu saja gak tahu. Lo itu ya sudah numpang malah gak peka banget Sam perasaan yang punya rumah". kata Rachel kesal


"Sudah gak usah bahas itu lagi. Mendingan kita cari solusi untuk Yuli saja". kata Kikan


Dan mereka terus saja berfikir apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu sahabatnya itu terlepas dari sang devil.


******


Dirumah Yuli tepatnya di ruang tamu terlihat sang kakak tidak suka mendengar tawa Yuli yang terdengar begitu bahagia.


"Apa dia sudah gila tertawa dengan begitu kerasnya hingga bisa membuat orang akan merasa sakit pada telinga nya". kata Luna kesal


"Kamu kalau bicara jangan sembarang Luna, apalagi terdengar kasar seperti itu pada saudarimu". kata ayah menasehati nya


"Apa ayah memang itu kenyataan nya. Dia dari tadi tertawa sendiri di dalam kamarnya seperti orang gila saja". jawab Luna


"Dia bukannya tertawa sendiri nak, karena ada kedua sahabatnya yang melakukan sambungan telepon jarak jauh dengan nya". ucap sang bunda dengan lembut


"Iya bunda, tapi apa dia tidak bosan dari tadi berbicara dengan mereka?". tanya Luna


"Mungkin saja tidak, karena Yuli juga sudah lama tidak bertemu Galang dan mereka bertiga juga sudah lama tidak saling bercanda satu sama lainnya". kata bunda lagi.


Bunda pun tersenyum melihat kelakuan sang putri sulungnya itu. Dia tidak pernah berbicara kasar kepada kedua putrinya itu karena sang bunda memang benar-benar mencintai keduanya dengan tulus tanpa membedakan yang satu dengan lainnya.


*****


Yuli yang masih beradu candaan dengan mereka merasa sangat senang sekali apalagi dia bisa melihat sisi lainnya dari sang bos yang dia juluki si biang kerok sombong itu


"Bos Ricky apa bos mengenal Bryan? Dia juga sama loh seperti bos". kata Yuli mencoba ingin memperbaiki hubungan Bryan dan juga Galang.


"Yul jangan kelewat batas kalau bicara. Gak usah mencampuri urusan orang lain". kata Bryan memperingatkan sahabatnya itu.


"Mana batasan nya, kok gue gak lihat ya". tanya Yuli bercanda


"Gak usah bercanda Yul, gue lagi serius ini". Kat Bryan


"Ya elah Bray, serius Sudah buyar kali. Gimana bos kok gak di jawab pertanyaan gue?". tanya Yuli lagi.

__ADS_1


"Gue gak perlu menjawab pertanyaan yang gak penting, dan Lo kurang ajar sekali ya sama bos sendiri". ucap Ricky


"Eh kurang ajar apanya, kan gue cuma tanya doang kok di bilang kurang ajar sih." kata Yuli


"Lama-lama Lo jadi ngelunjak ya kalau di tanggapi". ucap Ricky


"kok jadi ngelunjak, gak nyambung banget deh si bos. gue denger Lo dulu bersahabat ya bos dengan Bryan?". kata Yuli kembali bertanya dengan santainya


"Lo gak perlu tahu tentang itu. Dan kalau Lo masih ingin tahu tanya saja sama dia langsung". kata Ricky


"Lah kan gue juga sudah tanya dari tadi langsung ke Lo nya. Gimana sih, kalau Bryan mah sudah cerita ke gue tapi gue ingin denger dari sudut pandang Lo bos". kata Yuli


Dan sekarang giliran Galang Dan Bryan yang menjadi pendengar perdebatan mereka dan tidak biasanya Ricky mau meladeni omongan cewek kecuali Kinara.


*****


Di sisi lain kini Edward saudara dari Ricky tengah mengadakan pertemuan dengan Dimitri, orang yang akan di ajak untuk bekerja sama dalam menghancurkan Ken.


"Bagaimana rencana kita?". tanya Edward


"Jangan gegabah, Lo gak tahu bagaimana kuatnya mereka". kata Dimitri


Dia juga merasa khawatir jika kalah dalam penyerangan ini maka habislah sudah semua kelompok dan bisnis yang sudah lama dia bangun itu.


Dia tahu betul bagaimana kekuatan Anggota Ricky dan dia juga masih tidak bisa menemukan celah untuk membuat mereka semua tunduk.


"Kita hanya menyerang Ken saja, jadi apa yang Lo khawatir kan?". tanya Edward


"Meskipun kita hanya menyerang Ken, apa Lo yakin kalau saudara Lo akan Tinggal diam melihat sahabatnya di serang kelompok lain?". Kata Dimitri balik bertanya


"Apa kita alihkan fokus Ricky dulu agar nanti dia tidak ikut campur?". tanya Edward


"Lo itu saudaranya tapi ternyata Lo gak faham sama sekali tentang adik Lo itu. Dia tidak akan pernah kehilangan fokusnya meskipun kita sudah mengecoh nya sekalipun. Dan juga ada anggota lainnya yang pasti akan siap membantu Ken juga". kata Dimitri


"Kalau gitu kita serang Ken dari dalam saja, kita masuk kan orang kita untuk menghancurkan bisnisnya secara perlahan". usul Edward


"Mungkin itu bisa kita lakukan. Dan juga apa Lo tahu dimana keberadaan adik Arok?". tanya Dimitri


"Kenapa Lo tanya soal Kinara? apa yang Lo rencanakan padanya? ". tanya Edward

__ADS_1


"Gue rasa adik Arok adalah kelemahan Ricky, dia akan melakukan segalanya agar Kinara itu aman dan bahagia. Jadi kita bisa memanfaatkan dia". kata Dimitri


Mendengar perkataan Dimitri barusan membuat Edward ingat bagaimana bisa bisnis nya dan juga saudara-saudaranya di ambil alih oleh mereka para anggota dari adiknya sendiri. Itu karena Ryuji sang kakak yang telah mencoba untuk mengganggu ketenangan Kinara.


__ADS_2