
Mereka semua kini asik menunggu matahari terbenam dengan tenang nya apalagi keadaan pantai itu juga mendukung Sekali
"Indah sekali memang tempat ini dan gue rasa ini memang tempat terbaik di Indonesia". Kata Arok
"Bukan di sini saja tapi banyak juga lautan dan pantai yang indah di Indonesia". Kata Caesar
"Semua tempat akan terasa begitu indah jika ada dia bersama gue di sana". Kata Ricky sambil mengelus rambut Yuli
"Ya kita tahu hal itu Rick walaupun Lo tidak mengatakan nya". Kata Arok
"Dukun Lo ya bisa tahu pikiran orang". Kata Yuli
"Mungkin". Kata Arok
"Lihat kak matahari nya sudah mulai menghilang". Kata Rani dengan sangat antusias nya
mereka semua pun kini memfokuskan pandangan nya ke arah matahari terbenam dan tak lupa juga Ricky membuat video dokumentasi ekspresi wajah Yuli yang sangat bahagia sekarang
"Kenapa harus di rekam sih kan Malu aku". Kata Yuli
"Tidak usah malu lagi pula wajar saja jika kamu bahagia karena ada aku pasti nya yang menjadi sumber kebahagiaan kamu". Kata Ricky
"Wah bos ku ini sangat percaya diri Sekali ya". Kata Yuli
"Percaya diri kunci dari kesuksesan". Kata Ricky
"Hari sudah petang mending kita kembali kepenginapan". Ajak Yuli
Mereka semua kini berjalan untuk kembali ke tempat penginapan nya
"Apa besok kamu mau melihat matahari terbit?". Tanya Ricky dalam perjalanan nya
"Boleh juga tapi apa kamu tidak apa-apa jika kita melihat nya karena aku takut jika kamu sibuk". Kata Yuli yang merasa tidak enak karena Ricky selalu saja menuruti keinginan nya
"Kalau sedang liburan tidak perlu memikirkan pekerjaan karena di sana juga sudah ada yang mengurus nya". Kata Caesar
"Kamu dengar kan apa kata dia jadi tidak usah merasa tidak enak karena memang aku sendiri kan yang menawarkan nya kepada kamu". Kata Ricky
"Ya sudah kita akan ke sana lagi nanti". Kata Yuli
Setelah berjalan beberapa menit akhir nya mereka sampai juga di penginapan dan mereka segera duduk dan meminum minuman yang sudah di siapkan entah siapa yang sudah menyiapkan nya yang jelas pasti mereka mendapat kabar dari Ricky hingga mereka sudah mempersiapkan nya
"Capek juga ya kalau jalan kaki". Kata Kinara
"Uh tuan putri yang satu ini baru jalan sebentar saja sudah capek Lo capek gak Rani?". Tanya Yuli
"Tidak kak jalan kaki juga sudah biasa". Kata Rani
membuat Ricky menatap sang adik dengan tatapan yang tidak bisa di artikan
"Tuh lihat Rani saja tidak merasa pegal sama sekali Nar tapi kok Lo gak merasa capek sih Ran apa Lo sering di suruh pergi jalan kaki dan apa dia yang menyuruh?". Tanya Yuli
Rani kini terlihat sangat gugup dan dia bingung mau menjawab apa karena dia sering jalan kaki pada waktu dulu dia di bully oleh teman nya di sekolah dan tidak mungkin juga dia menceritakan hal tersebut kepada Ricky meskipun kakak nya itu mungkin tidak perduli tapi tetap saja dia kaan merahasiakan hal tersebut kepada keluarga nya karena dia tidak ingin menjadi beban keluarga nya jika dia menceritakan nya.
"Ya kan aku sering olahraga kak jalan kaki keliling rumah". Kata Rani
"Seru ya bisa olahraga bersama keluarga". Kata Yuli
"Rani hanya sendiri kak Tidak bersama dengan yang lain nya". Kata Rani
"Apa Daddy dan yang lain nya akan membiarkan Lo untuk melakukan hal itu?". Tanya Ricky
Arok dan Hiro pun juga berpikir demikian mana mungkin juga Rani di biarkan pergi sendiri tanpa mereka kecuali kalau bersekolah
"Ya waktu itu memang Rani di izinkan untuk olahraga tapi hanya sebentar saja". Kata Rani
"Lo yakin dan tidak berbohong dengan hal itu". Kata Ricky
"Rani sangat yakin sekali kak dan Rani tidak berbohong memang benar Daddy dan kakak yang lain nya mengizinkan Rani untuk pergi Olahraga". Kata Rani yang masih berbohong
"Kamu kenapa sih seperti itu lihat Rani menjadi ketakutan dengan pertanyaan kamu dan nanya nya gak Santai juga". Kata Yuli
"Bukan begitu aku hanya ingin tahu saja karena aku kenal mereka semua dan mana mungkin juga mereka membiarkan dia jalan sendirian". Kata Ricky
"Ya jelas dong kamu kenal mereka kan mereka keluarga kamu sayang". Kata Yuli
Panggilan sayang Yuli kepada Ricky bisa membuat hati nya menjadi semakin tenang dan dia pun juga semakin senang di buat nya
"Iya mereka memang keluarga aku dan juga nanti nya akan menjadi keluarga kamu". Kata Ricky
"Dunia milik kalian berdua saja ya sekarang". Sindir Caesar
"Gue tidak perduli dan jika Lo iri Lo bisa cari pasangan". Kata Ricky
"Belum waktu nya itu karena ada hal yang harus gue urusan dulu sebelum mengurusi percintaan gue". Kata Caesar
"Menunggu apa Lo Caesar apa Lo mau gue cari kan pasangan?". Tanya Yuli
__ADS_1
"Gue cakap jadi gak perlu Lo mencari kan pasangan karena banyak wanita yang antri untuk menjadi kekasih gue". Kata Caesar
"Ya ya ya sang Casanova memang tidak ada dua nya". Kata Yuli
"Bukan gue yang menjadi Casanova tapi Ken". Kata Caesar
"Playboy sekali ya ternyata kak Ken". Kata Kinara
"Kenapa jadi bahas Ken mending kita bahas yang lain nya". Kata Yuli
"Kamu mau membahas apa rencana pernikahan kita". Kata Ricky membuat mereka tertawa dan Yuli pun malu dibuat nya
"Hey mana ada ya bahas begitu aku hanya mau membahas tentang liburan kita saja kan besok kita mau pindah tempat ke tujuan selanjut". Kata Yuli
"Sebenar nya tidak apa-apa juga kali kakak ipar kalau membahas rencana pernikahan di sini". Kata Hiro
"Kakak ipar gue bukan Rachel jadi gak usah manggil seperti itu deh Hiro". Kata Yuli
"Hiro adalah adik aku juga jadi tidak masalah jika dia memanggil seperti itu". Kata Ricky
"Ya tapi tidak enak saja jika di dengar orang". Kata Yuli
"Lo tidak usah merasa tidak enak yang ada orang lain yang tidak enak jika melihat Lo bahkan mereka semua akan tunduk kepada Lo karena Lo istri nya Ricky". Kata Arok
"Ngeri sekali ya kalau seperti itu. Sayang bisa gak kalau wajah galak nya di kurangi sedikit". Kata Yuli
"Kalau bersama kamu bisa tapi kalau tidak bersama kamu itu hal yang mustahil". Kata Ricky
mereka semua tersenyum mendengar obrolan Ricky dan juga Yuli apalagi Rani melihat kakak nya seperti itu serasa Ricky yang dulu telah kembali lagi sekarang
*****
Di Australia Ipank masih bersama dengan Rere dan juga Kikan di sana apalagi sekarang Ken juga ada di sana
"Sudah selesai Lo senang-senang nya di Swiss Ken?". Tanya Rere
"Sudah tapi di sini gue belum bersenang-senang". Kata Ken
"Bagaimana kalau kita menyusul Ricky dan Arok yang berlibur ke Indonesia". Usul Rere
"Ricky dan Arok di Indonesia ngapain mereka kesan?". Tanya Ken
"Kenapa Lo kaget seperti itu ?". Tanya Ipank
"Kita semua tahu bagaimana kenangan yang terjadi di sana dan juga Arok kan tidak mau pergi ke sana lagi tapi kenapa sekarang mereka malah berada di sana". Kata Ken
"Apa sih yang tidak di lakukan Ricky untuk kekasih nya". Kata Rere
"Itulah istimewa nya dia". Kata Ipank sambil tersenyum
"Jangan bilang Lo masih suka pada dia Pank". Tebak Rere
"Suka tidak masalah kan yang penting gue tidak ada niat untuk merebut dia dari Ricky". Kata Ipank
"Lo bunuh diri jika mau melakukan hal tersebut dan gue juga gak yakin kalau Yuli mudah berpaling sebab kita semua tahu bagaimana perjuangan Ricky mendapat kan dia". Kata Rere
"Lo benar juga dia memang bukan cewek gampangan jadi dia memang cocok bersanding dengan Ricky". Kata Ipank
"Ya sudah kita susul saja mereka tapi apa kalian tahu mereka ada di mana?". Tanya Ken
"Gue akan Tanya Kinara mereka ada di mana". Kata Ipank
"Kikan apa kabar?". Tanya Ken yang baru saja melihat Kikan turun dari tangga
"Baik kak kapan. kak Ken datang nya kok Kikan tidak tahu". Kata Kikan
"Baru saja gue datang". Kata Ken
"Aku ke dapur dulu ya kak". Kata Ken
"Kalau mau makan biar kakak pesan kan saja kamu gak usah memasak sendiri karena pembantu juga kan sedang tidak ada ". Kata Rere
"Tidak kak Kikan Hanya ingin mengambil minuman saja". Kata Kikan
"Pank Ambil kan minum sana buat dia kasihan kan dia harus pergi sendiri". Kata Ken menggoda sahabat nya itu
"Apa mau gue ambil kan minum?". Tanya Ipank
"Tidak perlu kak lagian Kikan bisa jalan jadi tidak usah repot-repot". Kata Kikan lalu dia langsung pergi menuju dapur nya
"Lo itu gak peka sekali Pank jadi orang". Kata Ken
"Apa yang Lo katakan gue gak perduli". Kata Ipank
"Lagian kurang apa Kikan dia cantik dan juga baik kenapa Lo tidak mau dengan dia". Kata Ken
"Meskipun Ipank mau gue tidak akan merestui mereka berdua". Kata Rere
__ADS_1
"Lo tidak ada hak melarang Kikan dekat dengan gue". Kata Ipank
"Jelas gue ada hak karena gue adalah kakak nya". Kata Rere
"Lo hanya sepupu nya bukan kakak kandung nya ". Kata Ipank
"Gue tidak perduli meskipun gue Hanya kakak sepupu nya tapi dia sudah seperti adik gue sendiri". Kata Rere
"Sudah jangan berdebat lagi mending Lo tanya kepada Kinara sekarang di mana dia berlibur ". Kata Ken
Ipank pun kemudian mengirim pesan kepada Kinara untuk mengetahui dimana posisi mereka sekarang
"Mereka ada di sebuah pulau di pantai yang pernah Arok kunjungi bersama kita". Kata Ipank
"Kalau begitu kita berangkat saja nanti malam agar kita bisa menemui mereka di sana". Kata Ken
"Jangan sekarang besok saja kita berangkat nya karena mereka juga akan pindah ke kota lain lagi". Kata Ipank
"Ya sudah gue ikut saja kapan kita berangkat terserah Lo saja Pank". Kata Rere
"Bagaimana kalau sekarang kita pergi jalan-jalan". Kata Ken
"Tidak Lo saja yang pergi cari wanita penghibur buat Lo gue mau istirahat". Kata Ipank
"Gaya banget Lo Pank oh ya apa Lo sudah melakukan tugas Lo ?". Tanya Ken
"Gue belum melakukan nya". Kata Ipank
"Kenapa Lo belum melakukan nya apa ada yang Lo rencana kan?". Tanya Ken
"Memang ada yang gue rencana kan untuk Felix dan Belum saat nya juga dia mati karena gue ingin memanfaatkan dia". Kata Ipank
"Ya Lo selalu mempunyai rencana sebelum membunuh mangsa Lo". Kata Ken
"Lo sudah tahu tapi masih saja bertanya Ken". Kata Ipank
"Gue hanya memastikan apa Lo berubah atau tidak dan Lo Re apa sudah selesai tugas Lo ?". Tanya Ken
"Sudah gue sudah melakukan nya dan Lo tahu Ken gue melakukan nya bukan dengan tangan gue sendiri tapi Felix yang menghabisi nya". Kata Rere
"Felix menghabisi nyawa sahabat nya sendiri penghianat ternyata dia". Kata Ken
"Bukan penghianat tapi memang yang menghasut nya sangat pintar sekali". Kata Rere
Ipank pun tersenyum iblis mendengar hal tersebut.
****
Makan malam pun tiba saat nya mereka makan bersama dengan suasana yang sangat enak sekali. hembusan angin pantai membuat suasana menjadi sangat romantis sekali
"Apa mau tambah lagi makanan nya?"
Tanya Yuli
"Sudah cukup kamu habis kan saja karena aku sudah kenyang ". Kata Ricky
"Ya sudah Kalau begitu aku habiskan makanan nya". Kata Yuli
Yuli pun melanjutkan makanan yang di makan Ricky bersama dia tadi.
"Makan yang banyak agar Lo gemuk dan berat jika di gendong Ricky lagi". Kata Arok
"Gak apa-apa kali kurus yang penting gue tidak gizi buruk ". Kata Yuli
"Mana mungkin Ricky membiar kan Lo tidak punya gizi". Kata Arok
"Lo sudah tahu pakai nanya lagi". Kata Yuli
"Rok gak usah ngomong Mulu Lo dia jadi gak makan-makan karena Lo mengajak dia mengobrol". Kata Ricky
"Sorry Rick ya sudah kalau begitu lanjut kan makan Lo nyonya Ricky". Kata Arok menggoda Yuli
"nyonya Ricky Bu bos kali bukan nyonya Ricky". Kata Yuli membuat mereka semua tertawa bersama
Mereka kembali melanjut kan makan nya dengan tenang. Setelah selesai makan pun mereka pergi ke kamar nya masing-masing kecuali Yuli dia masih ingin duduk dan menikmati angin yang berhembus di pantai itu
"Apa ada yang mengganggu pikiran Lo?". Tanya Caesar lalu duduk di samping Yuli
"Tidak ada hanya saja gue merasa sangat beruntung sekali sekarang bisa dekat dan juga bergabung bersama orang hebat seperti kalian semua". Kata Yuli
"Ya Lo sangat beruntung sekali kakak ku bisa bersama kita semua apalagi menjadi kekasih Ricky juga". Kata Caesar menggoda
"Bisa sekali ya Lo. Tapi gue juga bingung sekarang dan Lo pasti tahu apa yang membuat gue bingung". Kata Yuli
"Soal kepergian Lo ke Singapura?". Tanya Caesar
"Iya gue juga bingung apa gue harus berangkat ke Singapura atau tidak". Kata Yuli
__ADS_1
"Ya kalau saran gue sebaik nya Lo tidak usah berangkat ke Singapura". Kata Caesar
"Kenapa mau pergi ke Singapura?".