Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Rencana Ipank


__ADS_3

Keluarga Ricky banyak menceritakan apa yang mereka lakukan selama di sini dan tidak satu pun mereka melewatkan cerita nya dan Ricky tahu jika memang mereka benar-benar jujur dan tidak berbohong sama sekali karena dia juga mengawasi mereka semua


"Beruntung sekali wanita yang sekarang ini jadi kekasih Lo Rick". Kata Raka


"Bukan dia yang beruntung tapi gue yang beruntung mendapat kan nya". Kata Ricky sambil tersenyum mengingat wajah kekasih nya itu


"Apa kita boleh tahu tentang dia Rick?" Tanya Satria


"Dia wanita sederhana namun sangat baik hati". Kata Ricky


Ricky pun menceritakan tentang Yuli Kepada keluarga nya dan di setiap cerita itu senyum nya selalu terukir indah membuat mereka semua lega mungkin Ricky sudah menemukan cinta nya kembali


"Serius sekali obrolan nya". Kata Mayumi sambil membawa makanan yang baru saja selesai dia masak


"Memang sangat serius mi obrolan kita karena anak kita rupanya sudah menemukan kembali cinta nya". Kata Satria


"Oh ya apa benar itu? Mami ikut senang mendengar nya". Kata Mayumi sambil tersenyum ramah


"Silahkan di nikmati makanan nya kak Ricky dan kak Sam". Kata Rani


"Apa hanya mereka berdua saja yang boleh memakan nya?". Tanya Robert dengan bercanda nya


"Kita semua bisa memakan nya". Kata Ricky


"Mungkin saja ini makanan spesial buat Lo Rick karena sudah lama juga kan Lo tidak makan masakan mami dan juga Rani". Kata Raka


"Meskipun ini spesial untuk gue tetap saja kalian juga harus memakan nya karena gue tidak ingin jika makan sendirian saja". Kata Ricky


"Ya sudah kita semua juga makan saja agar makanan ini cepat habis lagi pula tadi mami dan Rani juga memasak nya banyak". Kata Mayumi


Mereka semua pun akhir nya makan bersama walaupun yang di makanan hanya makanan ringan saja karena memang mereka tidak ada persiapan bahan sama sekali untuk memasak sesuatu yang lebih enak dari itu sekarang.


"Apa di Jepang aman Rick?". Tanya Ryuji


"Sangat aman. Ada apa Lo menanyakan hal itu?". Tanya Ricky


"Gue hanya ingin tahu saja apa ada musuh Lo yang bergerak setelah berita hilang nya kami semua". Kata Ryuji


Dia bisa menduga jika setelah kepergian keluarga nya pasti mereka semua akan ragu ingin menyerang Ricky


"Tidak ada bahkan jika ada pun gue bisa mengatasi semua nya". Kata Ricky


"Itulah hebat nya Lo Rick dan gue sangat bangga mempunyai saudara kembar seperti Lo". Kata Raka


"Ya gue memang hebat dan kenapa Lo tidak bisa hebat seperti gue padahal kita saudara kembar". Kata Ricky dengan santai nya


"Mungkin gue terlalu lemah dan bodoh hingga tidak bisa seperti dirimu". Kata Raka


"Jika Lo ingin hebat seperti gue maka berlatih lah dan itu pun tidak terlambat jika Lo ingin memulai nya dari sekarang". Kata Ricky


"Tapi apa itu mungkin karena kita memiliki keahlian yang berbeda Rick". Kata Raka


"Tidak ada yang tidak mungkin jika Lo punya niat dan berusaha dengan keras". Kata Ricky


"Apa Lo mau membantu gue agar bisa hebat seperti Lo ?". Tanya Raka


"Lo bisa meminta Sam untuk mengajari Lo karena gue tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal tersebut". Kata Ricky


"Maaf tuan bos memang terlalu sibuk dengan kekasih nya jadi dia tidak akan bisa mengajari anda dan jika anda memang berniat untuk berlatih bela diri dengan sunguhan saya bisa membantu anda". Kata Sam


"Lo gak sibuk Sam?". Tanya Edward


"Itu semua bisa di atur Tuan". Kata Sam


"Lo memang selalu bisa di andal kan Sam pantas saja Ricky sangat suka sekali dengan Lo pekerjaan Lo memang sangat bersih dan sangat rapi". Kata Edward


******


Di Sidney kini Ipank sudah bersiap untuk menjalankan aksi nya dan dia ingin mendatangi tempat yang sekarang di kunjungi oleh Felix


"Kita akan bermain-main sebentar Felix sebelum gue membunuh mu". Kata Ipank


Dia pun kini mengemudi kan kendaraan yang di berikan kepada anak buah nya tadi dan pergi menuju suatu restoran di mana Felix berada dan melakukan sesuatu hal bisnis di sana


Ipank sudah sampai dengan tempat yang dia tuju dan kini dia bersiap untuk masuk ke dalam. Banyak orang yang kaget seperti biasa nya melihat kedatangan Ipank karena tidak biasa nya juga dia datang ke tempat tersebut


"Tuan selamat datang dan selamat pagi juga". Kata pelayan di sana


"aku ingin makan di sini dengan private room". Kata Ipank


"Silahkan tuan naik ke atas dan saya akan menyiapkan pelayan untuk anda di sana". Kata pelayan tersebut


"Jangan lupa panggil kan menejer nya suruh mendatangi gue". Kata Ipank


Dia pun berjalan menuju lantai atas dan segera duduk dengan tenang di sana. Tidak lama setelah itu pelayan dan menejer pun datang menghampiri dia


"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?". Tanya sang menejer


"Buatkan hidangan yang paling enak di restoran ini dan hidangan segera ke hadapan ku". Kata Ipank


"Dengar apa kata tuan Ipank segera lakukan apa yang dia katakan tadi segera". Kata sang menejer


Kini pelayan itu pun segera pergi untuk memasak menu yang dipindai ingin kan Ipank dsn semua yang ada di sana tidak ingin ada kesalahan sedikit pun karena Ipank adalah orang yang spesial lebih spesial dari pada Felix


"Apa ada sesuatu di restoran ini?". Tanya Ipank


"Sesuatu apa tuan tidak ada sesuatu hal di restoran ini. Apa ada kemari untuk mencari sesuatu?". Tanya sang menejer

__ADS_1


"Tidak jika memang tidak ada hal penting di sini berarti aku memang salah". kata Ipank dengan Santai nya


Menejer itu pun merasa ketakutan dengan perkataan Ipank karena dia merasa bahwa Ipank mengetahui ada sebuah transaksi di restoran nya


"Apa ada lagi yang ingin tuan katakan?". Tanya sang menejer


"Tidak. Jangan terlalu buru-buru duduk lah bersama ku dan temani aku kali ini". Kata Ipank


"Baik tuan saya akan menemani anda di sini". Kata sang menejer lalu dia duduk bersama dengan Ipank di sana


"restoran ini cukup ramai sekali ya". Kata Ipank


"Iya tuan saya sangat bersyukur sekali jiak restoran ini ramai pengunjung dan ini juga tidak lepas dari anda dan juga yang lain nya". Kata menejer


"Jika kau ingin berterima kasih maka lakukan dengan benar". Kata Ipank


"Apa maksud anda tuan?". Tanya menejer


"Ayolah jangan berpura-pura bodoh di depan ku apa kau pikir kau bisa membodohi ku". Kata Ipank dengan tatapan tajam nya


Obrolan mereka terhenti karena makanan yang di pesan oleh Ipank sudah Sampai sekarang.


"Silahkan di makan tuan semoga anda menyukai nya". Kata sang pelayan


"Terima kasih. Kau bisa pergi dan nanti jika aku butuh sesuatu maka aku akan memanggil dirimu". Kata Ipank


Pelayan pun pamit kepada Ipank dan segera pergi dari tempat tersebut.


"Kau temani aku makan juga di sini apa kau mau?". Tanya Ipank


"Tentu saja tuan saya tidak akan menolak ajakan anda". Kata menejer


Kini mereka makan bersama dan sedari tadi menejer itu tahu jika Ipank memperhatikan nya dan itu sangat mengganggu dia sekali karena dia juga merasa takut jika di tatap seperti itu oleh Ipank


"Kenapa kau terlihat gugup sekali santai saja jika kau tidak melakukan kesalahan ma bersikap lah biasa saja di Depan ku atau memang kau melakukan kesalahan". Kata Ipank


"Tidak tuan saya hanya gugup karena makan bersama anda". Kata menejer itu


"Baik lah jika memang kau tidak melakukan kesalahan tapi jika aku tahu bahwa ternyata kau menyembunyikan sesuatu maka kau sendiri tahu kan apa yang terjadi". Kata Ipank


Dengan perkataan seperti itu saja sanggup membuat nya semakin ketakutan karena aura Ipank juga sangat dominan jika dia sedang marah.


"Tuan saya tidak pernah berbohong kepada anda sama sekali". Kata sang menejer sambil berlutut di depan kaki Ipank


"Jangan terlalu berlebihan karena aku tidak suka hal seperti ini. Katakan padaku apa ada transaksi di restoran ini yang di lakukan oleh Felix?". Tanya Ipank


Menejer itu gugup dan tidak tahu harus menjawab apa karena jika dia mengiyakan ucapan Ipank mungkin saja dia akan mendapat kan amukan dari nya tapi jika dia berbohong pasti Ipank juga akan mengetahui nya


"Jawab saja dengan benar dan jangan takut sama sekali". Kata Ipank


"Apa hari ini dia juga akan melakukan nya?." Tanya Ipank


"Iya nanti malam dia akan melakukan transaksi di sini tuan". kata menejer


"Bukan nya dia berada di sini sekarang". Kata Ipank membuat dia sangat terkejut sekali


"Iya tuan Felix ada di sini tapi dia tidak melakukan transaksi seperti biasa nya". Kata menejer itu


"Bagaimana kau tahu jika dia tidak melakukan hal itu sekarang". Kata Ipank


"Karena dia hanya datang sendiri tanpa anak buah yang mengawal nya". Kata sang menejer


Ipank tahu ada anak buah Felix yang ada di sini dan tadi dia juga sudah bertemu dengan nya mungkin saja menejer di restoran itu tidak bisa mengenali anak buah Felix dengan baik seperti diri nya


"Baik lah Kalau begitu katakan kepada dimana ruangan Felix berada?". Tanya Ipank


Meskipun dengan ragu dia pun menjawab dan menunjukkan ruangan di mana Felix berada


"Kalau begitu kau boleh pergi dan lanjut kan pekerjaan mu sekarang". Kata Ipank


Dia pun kini melanjutkan makan nya dan dia tahu pasti anak buah Felix akan melapor kan pertemuan nya dengan Ipank tadi. Dia memang sengaja datang ke restoran itu untuk bertemu Felix lagi dan menawarkan kerja sama dengan nya.


Setelah Felix selesai melakukan bisnis nya kini dia ingin pergi dari restoran tersebut dan kebetulan juga Ipank keluar dari tempat nya membuat mereka berdua bertemu kembali


"Dunia ini sempit sekali ya hingga kita bertemu lagi Felix". Kata Ipank


"benar dunia ini memang sangat sempit sekali hingga aku bertemu dengan mu lagi Ipank". Kata Felix


"Bagaimana keadaan markas kalian yang sudah di hancurkan oleh Ricky?". Tanya Ipank dengan seringai iblis nya


"Itu bukan urusan mu dan lagi pula kenapa Ricky melakukan hal tersebut padahal Lo kita tidak melakukan apapun kepada nya kenapa dia menghancurkan markas kita". Kata Felix


"Mungkin saja kau lupa jika kalian pernah menyinggung nya". Kata Ipank


"Apa kau meragukan ingatan ku. Aku dan yang lain nya tidak pernah mengganggu atau menyinggung Ricky mungkin saja Jo yang melakukan nya". Kata Felix dengan emosi nya


"Hey bung kenapa kau sangat emosi sekali padahal aku hanya bertanya saja". Kata Ipank


"Karena kau sengaja memancing emosi ku Ipank". Kata Felix


"Aku tidak pernah memancing emosi mu dan sedari tadi aku hanya bertanya jika kau lupa kau bisa bertanya kepada para anak buah mu itu". Kata Ipank sambil menatap mereka satu persatu


"Tidak usah terkejut seperti itu Felix karena muka mu terlihat sangat jelek sekali jika terkejut". Kata Ipank


"Aku tidak terkejut sama sekali karena kau memang pandai Ipank". Kata Felix


"Kalau kau mengakui kepandaian ku Kenapa kau tidak mau bekerja sama dengan ku". Kata Ipank

__ADS_1


"Katakan alasan apa yang membuat mu ingin bekerja sama dengan ku". Kata Felix


"Tidak ada alasan apapun hanya saja aku ingin sekali tahu bagaimana kinerja anggota King Devil dalam bekerja dan melakukan kerja sama dengan seseorang". Kata Ipank


"Kalau begitu aku menolak bekerja sama dengan mu karena alasan yang kau berikan tidak masuk akan sekali". Kata Felix


"terserah jika kau tidak ingin bekerja sama dengan ku Felix aku bisa mencari anggota yang lain seperti Dean atau Carlos mungkin juga Albert". Kata Ipank lalu beranjak pergi dari Felix


"Tunggu Ipank". Kata Felix menghentikan langkah Ipank membuat Ipank Tersenyum tanpa di ketahui oleh Felix


"Ada apa kau menghentikan ku?". Tanya Ipank


"Apa kau yakin ingin bekerja sama dengan ku?". Tanya Felix


"Aku sangat yakin sekali". Kata Ipank


"Kalau begitu kita bisa bekerja sama Sekarang". Kata Felix sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Ipank dan Ipank pun menyambut nya dengan santai saja


"Ok kita bekerja sama Sekarang dan kau jangan coba menghianati ku Felix karena aku akan bisa mengetahui nya dengan mudah jika kau melakukan nya". Kata Ipank


"Tentu saja aku tidak akan melakukan hal tersebut". Kata Felix


"Kita bicarakan bisnis itu nanti malam karena aku banyak sekali urusan di sini". Kata Ipank lalu pergi meninggalkan Felix


Dia sengaja ingin bekerja sama dengan Felix agar nanti dia bisa mengambil alih seluruh bisnis dan aset yang Felix punya dengan mudah dan dia akan melobi semua orang yang ingin bekerja sama dengan nya. Ipank memang selalu bekerja dan melakukan rencana nya dengan mendekati para mangsa nya terlebih dahulu agar dia bisa mengambil seluruh aset pribadi yang mereka punya nanti sebelum mereka dia habisi.


*****


Di Jepang Yuli kini sedang bercocok tanam di depan rumah nya dan di temani oleh Caesar dan juga Shawn


"Caesar apa Lo gak bisa membantu gue untuk mencangkul tanah itu?". Tanya Yuli


"Gue bukan petani jadi tidak bisa melakukan hal tersebut". Jawab Caesar


"Lalu apa guna nya Lo ada di sini jika tidak bisa membantu gue dan Lo juga bukan bos kan yang hanya berdiri saja dan melihat gue melakukan hal ini". Kata Yuli dengan kesal nya


"Cerewet sekali sih Lo mana gue bantu". Kata Caesar


"Nah begitu dong dari tadi adik ku yang baik". Kata Yuli


Caesar pun menatap Yuli setelah mendengar apa yang dia katakan barusan


"Awas nanti naksir gue Lo lihatin gue Mulu". Kata Yuli


"Mana mungkin gue naksir cewek yang cerewet seperti Lo ". Kata Caesar


Dia pun kini menggali tanah yang akan di tanami Yuli dengan beberapa bunga yang memang baru saja dia beli


"Kerja yang bagus ya bodyguard". Kata Yuli


Dan Caesar hanya diam saja dan terus melakukan pekerjaan nya sementara itu Shawn hanya mengamati mereka berdua saja


"Sudah gue gali tanah nya". Kata Caesar


"Terima kasih ya". Kata Yuli sambil tersenyum ramah sekali


Dia tampak sangat bahagia hanya dengan melakukan hal itu saja membuat Caesar juga ikut tersenyum bahagia tanpa dia sadari


"Lo kenapa tersenyum seperti itu Caesar jangan sampai Lo menyukai dia karena dia adalah kekasih Ricky seorang leader gila yang sangat kejam sekali". Kata Shawn mengingat kan sahabat sekaligus bos nya itu.


Shawn memang tidak mengetahui jika Yuli dan Caesar adalah kakak beradik jadi wajar saja dia Berkata seperti itu saat ini


"Gue tidak suka dengan dia hanya saja gue merasa sangat simpel sekali jika ingin membuat nya bahagia". Kata Caesar


"Dia memang cewek yang unik dan hal itu lah yang membuat seorang Ricky mencintai nya". Kata Shawn


"Memang benar gue juga baru menemukan cewek seperti dia". Kata Caesar


Yuli pun datang menghampiri mereka berdua setelah selesai menanam tanaman yang dia beli tadi


"Ayo masuk gue buatin makanan dan juga minuman untuk kalian berdua". Kata Yuli


mereka bertiga pun kembali masuk ke dalam rumah. Caesar dan juga Shawn segera duduk di tempat duduk yang ada di dapur untuk menyaksikan Yuli yang sedang memasak


"Lo bisa masak?." Tanya Caesar


"Bisa jika hanya masak air saja". Kata Yuli lalu tertawa


"Serius gue tanya Lo bisa masak atau tidak karena dari tadi gue melihat Lo hanya mondar-mandir saja". Mata Caesar


"Bawel sekali Lo jadi cowok. Apa Lo gak lihat kalau gue dari tadi juga sudah memulai membuat makanan untuk kita makan bertiga". Kata Yuli


"Kenapa tidak membawa asisten rumah tangga saja untuk mengerjakan semua ini". Kata Shawn


"Jika kita bisa melakukan nya kenapa harus mempekerjakan mereka". Kata Yuli


"Gue gak yakin jika masakan Lo enak seperti bunda Ayu". Kata Caesar


"Gak usah menghina Lo mending bantu gue sini dari pada ngomong doang dari tadi". Kata Yuli


"Gue gak bisa memasak jadi gue lihat saja dari sini". Kata Caesar


Dan kini dia dan Shawn pun memperhatikan Yuli yang sedang memasak. terlihat sekali jika dia mahir melakukan nya.


Tidak menunggu lama juga masakan yang dia buat jadi


"Lo hanya memasak ramen saja dari tadi". Kata Caesar dan Yuli Hanya menjawab nya dengan senyuman saja

__ADS_1


__ADS_2