
Setelah membereskan Dean Kini Ken pun kembali pulang bersama dengan anak buah kepercayaan nya di Swiss
"Lo boleh liburan ke negara manapun dan berangkat lah besok. Ini adalah bonus atas kerja Lo tadi yang sangat bagus". Kata Ken
"Terima kasih bos". Jawab nya
Setelah sampai di rumah Ken pun membersihkan diri nya lalu dia beranjak pergi dari rumah nya menuju sebuah tempat hiburan dan dia pergi sendiri tanpa ada anak buah yang ikut dengan nya karena Ken memang ingin bersantai di sini sebelum kembali ke Jepang lagi
"Tempat ini masih sama seperti waktu gue dan yang lain nya datang dulu kemari". Kata Ken setelah sampai di tempat yang di tuju
Mereka yang melihat kedatangan Ken langsung memberikan hormat dengan menundukkan kepala nya
"Selamat datang dan silahkan masuk bos". Kata penjaga di sana
Ken pun masuk dan segera duduk di tempat biasa nya "Sediakan wanita untuk menemani ku di sini". Kata Ken
Mereka yang mendapat kan perintah langsung melaksanakan nya tanpa lama-lama agar Ken tidak marah.
Dua wanita yang di tugaskan untuk menemani Ken pun sudah mereka hadirkan
"Bos Anda di sini?". Kata pemilik bar itu
"Bagaimana apa ada masalah di bisnis mu ini?". Tanya Ken
"Sejauh ini belum ada bos itu semua karena bos besar yang telah membuat tempat ini aman dari semua orang". Kata nya
"Jika ada sesuatu yang menggangu bisnis mu kabari saja anak buah ku atau yang lain nya agar kita bisa mengurus nya". Kata Ken
"Baik bos saya akan menghubungi anak buah kalian jika memang ada sesuatu dalam bisnis saya". Kata pemilik nya
Ketika Ken datang kemari karyawan yang bekerja di sana langsung menghubungi bos nya agar dia menyambut kedatangan Ken
"Apa wanita di sini kualitas nya rendah seperti ini". Kata Ken yang tidak puas dengan wanita yang menemani nya
"Maaf bos saya akan mengganti wanita yang menemani anda dan anada bisa memilih nya sendiri untuk menemani anda selama berada di sini". Kata nya
"Aku tidak ingin berkencan dengan wanita yang sama setiap hari nya jadi siapkan saja wanita terbaik di sini untuk menemani ku". Kata Ken
"Beberapa lama anda akan di Swiss bos?". Tanya pemilik bar itu
"Kalau tidak satu atau dua Minggu mungkin satu bulan". Jawab Ken
"Baik saya akan menyiapkan sesuai dengan permintaan anda bos dan nikmati malam ini". Kata nya lalu dia beranjak pergi setelah menyiapkan apa yang di perlukan oleh Ken
Ken Kini bersenang-senang dengan wanita yang sudah di persiapkan untuk nya tanpa dia tahu jika ada seseorang yang sedang mengawasi nya
******
Sementara di negara lain Rere juga sudah menjalankan aksi nya untuk menghabisi Carlos. Dia menghancurkan markas dan juga rumah Carlos. Sama seperti Ken sahabat nya Rere juga melakukan penyerangan dengan mengepung Carlos ketika sedang bertransaksi dengan rekan bisnis nya. pembantaian di lakukan oleh Rere dengan sangat sadis nya bahkan dia juga melenyapkan keluarga Carlos hingga tidak tersisa.
"Kenapa kau lakukan hal ini Rere?". Kata Carlos
walaupun dalam keadaan terdesak Carlos tidak panik sedikit pun
"Karena kalian juga melakukan hal yang sama seperti yang ku lakukan kepada keluarga Bryan". Jawab Rere
Carlos pun tertawa setelah mendengar apa alasan Rere melakukan hal itu menyerang nya dan menghancurkan segala nya termasuk membantai keluarga nya
"Kau salah jika melakukan hal ini kepada ku lagi pula Bryan pantas mendapatkan nya karena dia terlalu sombong dalam bisnis". Kata Carlos
"Hebat juga Lo ya dalam keadaan seperti ini saja masih bisa tertawa". Kata Rere
"Kau terlalu meremehkan ku dan lihat saja apa yang ku lakukan. Coba lihat kearah samping kanan Lo ". Kata Carlos
Rere kaget mendapati Kikan berada di tangan anak buah Carlos padahal Rere sudah yakin sekali jika Kikan berada di tempat yang aman. Memang Rere mengajak Kikan ke Australia untuk menghabisi Carlos sebab dia tidak mau meninggalkan Kikan di Jepang hanya dengan pengawasan Alex saja
"Kurang ajar Lo jangan sedikit pun membuat goresan di dalam tubuh nya jika kalian ingin selamat". Kata Rere dengan emosi memuncak nya
Tawa Carlos semakin lantang sekali ketika melihat Rere Sangat marah
"Bahkan kakak kandung nya saja tidak perduli dengan dia kenapa kau terlihat sangat marah sekali Re". Kata Carlos
"Aku akan mencincang Lo jika Lo berani menyakiti nya Carlos". Kata Rere
"Suruh anak buah mu mundur dan meletakkan senjata nya jika ingin dia aman". Kata Carlos
Rere merasa sangat kecolongan sekali dan dan amarah nya kini semakin memuncak dan dia ingin sekali segera menghabisi Carlos sekarang juga namun hal itu harus dia tahan karena dia juga memikirkan keselamatan Rani
"Jo dan juga Dean mungkin saja bisa dengan mudah kalian habisi tapi tidak dengan ku. aku bahkan tahu mengapa kau datang kemari dengan tiba-tiba". Kata Carlos
Rere mungkin saja terlalu menyepelekan Carlos hingga kejadian ini terjadi.
"Lepas kan dia dan kita bertarung satu lawan satu Carlos". Kata Rere
"Aku tidak bodoh Rere menghadapi anggota Geng nya Ricky yang licik harus mempunyai senjata yang kuat". Kata Carlos
"Lo berurusan dengan gue jadi lepaskan dia". Kata Rere
"Apa beda nya Lo dan gue. Lo juga sudah menghabisi keluarga gue jadi kita sama". Kata Carlos sambil tertawa
"B*****t Lo Carlos jangan panggil gue Rere jika gue tidak bisa menghabisi Lo ". Kata Rere
__ADS_1
Rere pun ingin menembak Carlos namun dia menghentikan nya karena mendengar teriak kan dari Kikan dan juga melihat tangan sepupu kesayangan nya itu yang sudah berdarah
"Kak Rere tolong sakit sekali". Kata Kikan sambil menangis
Rere semakin marah ketika melihat air mata Kikan jatuh apalagi dia juga terluka
Dor Dor Dor
Tembakan bertubi-tubi di lesatkan untuk anak buah kepercayaan Carlos yang memegang Kikan
"Kau kenapa bodoh sekali Rere membawa Kikan ke tempat yang berbahaya seperti ini". Kata Ipank
Carlos terkejut dengan kedatangan Ipank karena dia tahu Ipank ada di Sidney untuk menghabisi sahabat nya Felix
"Ipank apa yang kau lakukan di sini ". Kata Carlos
"Tidak usah terkejut seperti itu Carlos dan lihat lah gue datang tidak sendirian". Kata Ipank
Carlos semakin terkejut ketika dia tahu jika Felix datang bersama dengan Ipank
"Felix kenapa kau datang bersama dia? apa kau mau menghianati ku dan juga Geng kita?". Tanya Carlos
"Bukan nya Lo yang sudah menghianati kita semua ". Kata Felix
Ipank sudah bisa mempengaruhi Felix ketika di Sidney. Dia mengatakan kalau Carlos telah mengkhianati nya dan dia pun percaya karena Ipank membuat bukti palsu agar Felix benar-benar percaya kepada nya
"Kau jangan bodoh Felix jangan percaya dengan apa yang di katakan oleh Ipank". Kata Carlos
Ipank hanya menyeringai melihat perdebatan Carlos dan juga Felix sementara Rere sudah berada pada Kikan.
"Kami tidak apa-apa Kikan?". Tanya Rere
"Kikan tidak apa-apa kak hanya saja tangan Kikan sakit sekali". Kata Kikan
Darah yang keluar sudah di bersihkan oleh Rere sajak tadi.
"Bukti nya sudah ada jika Lo memang penghianat Carlos. Jo dan Dean meninggal pun itu juga karena Lo ". Kata Felix
"Apa kau gila dia meninggal karena di bunuh oleh Ken dan juga Hiro dan itu pasti atas perintah Ricky". Kata Carlos
"Apa Lo gila kenapa Ricky ingin membunuh kalian". Kata Ipank
"Karena kita telah membantai keluarga Bryan". Kata Carlos
"Omong kosong apa yang Lo katakan Carlos. semua orang juga tahu bagaimana Ricky dan Bryan. Mereka bermusuhan mana mungkin dia mau repot-repot melawan kalian dengan menyuruh kita yang super sibuk ini dan juga jika dia ingin menghabisi kalian dia bisa melakukan nya waktu di Prancis dulu". Kata Ipank
"kau dengar kan Felix. Dulu saja Ricky menyelamatkan Bryan jadi tidak menutup kemungkinan juga dia membalas dendam untuk nya juga". Kata Carlos masih berusaha untuk meyakinkan Felix
Dengan emosi Felix pun menembak Carlos bertubi-tubi membuat nya langsung terjatuh menahan rasa sakit
"Kau pasti akan menyesal nanti jika tahu kebenaran nya dan percaya lah anggota Ricky itu sangat licik". Kata Carlos
Satu tembakan lagi di luncurkan oleh Rere tepat di kepala Carlos membuat dia meninggal seketika
"Terima kasih Pank Lo sudah membantu gue". Kata Rere sambil berbisik
"Tidak masalah karena kita adalah sahabat". Kata Ipank
"Lo berhutang penjelasan kepada gue". Kata Rere dan Ipank hanya tersenyum saja menanggapi nya
"Felix apa Lo bisa mengurus semua ini?". Tanya Ipank
"Lo jangan khawatir gue akan membereskan semua nya". Kata Felix
"Terima kasih atas bantuan nya dan jangan lupa kerja sama kita masih berlanjut". Kata Ipank
Dia pun pergi meninggalkan Felix dan juga para anak buah nya. Ipank terlalu licik dan pintar dalam menyusun rencana untuk memecah belah anggota Geng dan terbukti juga sekarang.
"Lo hebat Pank bisa melakukan hal itu padahal kita semua sangat tahu jika Felix adalah anggota yang paling sulit untuk dikelabui". Kata Rere
"Untuk menghadapi nya kita harus menjadi kan dia sahabat agar kita mudah menghancurkan nya Re". Kata Ipank
"Kenapa Lo bisa sampai kemari ?". Tanya Rere
"Gue hanya kebetulan saja datang ke Australia dan gue kemari juga karena ajakan Felix. Gue tahu Lo dan Carlos ada di sini karena gue melihat ada Kikan yang sedang berjalan-jalan". Kata Ipank
"Untung nya ada Lo Pank jadi Kikan aman tadi". Kata Rere
"Tanpa ada gue pun Lo bisa mengambil Kikan kembali karena gue tahu Lo Re tidak mungkin Lo tidak menjaga Kikan dengan ketat". Kata Ipank
Rere yang mendengar pun tersenyum "Gue juga tidak akan membiarkan dia terluka Ipank karena dia adalah seorang yang sangat berharga buat gue". Kata Rere
"Kak Ipank terima kasih ya atas bantuan nya tadi". Kata Kikan
"Tidak masalah Kikan lagi pula gue juga sudah menganggap Lo sebagai adik sendiri". Kata Ipank
Kikan pun tersenyum mendengar jawaban Ipank dan dia juga sudah move on dari Ipank karena dia tahu Ipank tidak pernah menaruh hati nya sama sekali kepada nya jadi dia berusaha untuk melupakan rasa cinta nya kepada Ipank
Mobil mereka sudah sampai di rumah yang Rere tempati selama di Australia dan kini dia sudah menggendong Kikan menuju kamar nya
"Istirahat saja dulu dan kakak akan memanggil kan dokter untuk mengobati luka kamu sayang". Kata Rere
__ADS_1
Rere pun memanggil dokter untuk mengobati luka Kikan dan setelah selesai di obati Kikan pun di suruh istirahat oleh nya
"Pank sebaik nya kita bicara di luar saja dan Lo harus menjelaskan semua kepada gue". Kata Rere
Mereka pun menuju ruang tamu dan mengobrol di sana
"Gue memang melakukan kerja sama dengan Felix sebelum menghabisi nya karena gue ingin seluruh perusahaan nya jatuh ke tangan gue setelah kematian nya nanti". Kata Ipank
"Lalu kenapa bisa dia menuduh Carlos berhianat kepada kelompok nya?". Tanya Rere
Ipank pun menjelaskan segala nya dengan sangat detail sekali membuat Rere tersenyum
"Lo memang cerdik sekali Pank dan gue bangga menjadi sahabat Lo". Kata Rere
"Tentu saja gue cerdik bagaimana gue tidak bisa seperti itu jika gue selalu bersama Ricky. Memang benar yang mereka katakan bahwa kita semua terlalu licik dan harus di waspadai". Kata Ipank
"Ya apalagi Ricky dia sangat cerdas sekali dan itu juga menular kepada kita". Kata Rere
Mereka berdua pun tertawa bersama dengan obrolan yang mereka lakukan
"Lalu apa rencana Lo selanjut nya dan berapa lama Lo biarkan Felix hidup?". Tanya Rere
"Gue tidak ingin terburu-buru dan Ricky juga pasti akan paham juga". Kata Ipank
"Apa Lo akan menetap di sini Pank untuk menjalankan misi Lo itu?". Tanya Rere
"Mungkin saja lagi pula Ricky juga tidak menyuruh kita untuk kembali ke Jepang kan dan lagi Ken juga berlibur cukup lama di Swiss". Kata Ipank
"Ken memang selalu begitu kan setelah menyelesaikan urusan nya pasti dia akan berlibur dan bersenang-senang dulu". Kata Ipank
"Itulah bodoh nya dia pasti Ricky tidak akan merestui nya menjadi kekasih Rani jika dia selalu seperti itu". Kata Rere
"Lo benar tapi kita juga tidak bisa melarang nya karena kita pun juga begitu". Kata Ipank
"Kita istirahat saja sekarang dan Lo menginap saja di sini Pank". Kata Rere
Ipank pun menyetujui nya dan kini mereka pun memutuskan untuk beristirahat.
******
Pagi sudah menjelang Ricky kini tampak bersiap-siap untuk pergi kembali ke Jepang. Sam sudah berangkat ke Spanyol kemarin malam jadi kini Ricky dan Rani akan pergi pulang sendiri tanpa di bantu Sam.
"Apa semua nya sudah siap?". Tanya Ricky kepada Rani
"Sudah kak semua nya sudah siap". Jawab nya
"Kalau begitu ayo kita sarapan dulu lalu berangkat". Kata Ricky
Mereka semua pun makan bersama sebelum Ricky dan Rani kembali ke Jepang
"Apa kalian akan menggunakan penerbangan biasa atau jet pribadi kamu Rick?". Tanya Satria
"Kita akan menggunakan jet pribadi biar cepat sampai tujuan". Kata Ricky membuat mereka tertawa
"Buru-buru sekali Lo Rick apa sebegitu kangen nya dengan dia Lo ingin segera sampai". Kata Raka
"Berjauhan dengan nya membuat gue sangat kangen sekali". Kata Ricky membuat mereka semua tersenyum
"Ingat Rick Lo harus hati-hati dan jaga Rani juga dengan baik di sana meskipun dia tidak akan lama di sana tapi setidak nya dia juga harus tetap di jaga bukan". Kata Robert
"Untuk itu tenang saja gue akan menjaga dia bahkan dari Ken juga". Kata Ricky
"Apa dia masih saja menyukai Rani? Padahal kita semua tahu jika dia sering sekali gonta ganti pasangan". Kata Edward
"Itu mungkin saja dulu dan sekarang mungkin dia sudah berubah". Kata Robert
"Sudah jangan membahas Ken lagi mana mungkin dia bisa berubah jika tidak ada yang mengubah nya". Kata Ricky
"Jadi dia masih sama seperti dulu suka Gonta ganti pasangan?". Tanya Raka
"Kalau seperti itu tidak rela gue jika Rani bersama dengan dia". Kata Edward
"Kenapa dia tidak mendekati Rani dengan intens itu karena dia mungkin saja takut karena dia masih seperti itu". Kata Raka
"Kenapa kalian masih membahas dia sudah hentikan dan Rani ayo kita berangkat sekarang juga". Kata Ricky
Mereka berdua berpamitan kepada seluruh anggota keluarga dan kini mereka sudah berangkat menuju jet pribadi nya dan segera terbang menuju Jepang
"Rani apa Lo bahagia?". Tanya Ricky
"Tentu saja Rani Sangat bahagia sekali sekarang kak apalagi Rani bisa bersama dengan kak Ricky walaupun hanya satu Minggu saja". Kata Rani
"Jangan sungkan untuk bercerita tentang apapun jika Lo ada masalah". Kata Ricky
Rani pun mendekati Ricky dan memeluk nya
"Terima kasih kak sudah menjadi kakak yang baik untuk Rani". Kata Rani
Ricky tidak menjawab nya namun dia kini mengelus rambut adik kesayangan nya itu
"Apapun akan kakak lakukan asal kamu bahagia dan aman". Batin Ricky dalam hati
__ADS_1