
Yuli yang mendapat tawaran untuk mendekati salah satu dari tiga sahabat pacar temannya itu hanya berekspresi biasa saja. Dia bahkan tidak pernah tertarik dengan mereka walaupun mereka memang memiliki wajah yang tampan dan penampilan yang sempurna yang selalu bikin orang tergila-gila pada mereka.
"Kalau aku pingin pendekatan sama pacar kamu boleh gak hel?". tanya Yuli dengan santainya
"wah elo benar-benar oon ya. pacar teman sendiri mau di Embat juga". kata Ipank
"elo mending jaga jarak sama gue Ipank". perintah Yuli
"ngapain elo merintah-merintah gue. dan kenapa gue harus jaga jarak sama elo. apa jangan-jangan tubuh elo ada virus nya yang gampang nular ya?". tanya Ipank dengan wajah serius nya
"iya gue punya virus yang bisa bikin elo gila". jawab Yuli dengan santainya
"yang bener elo". kata Rere menimpali
sedangkan Arok hanya menjadi pendengar obrolan mereka dan sesekali melirik teman kekasihnya itu.
"hel kenapa elo dekat sama orang pembawa virus sih". tanya Ken
"udah jangan percaya omongan nya. lagian mana ada virus gila". jawab Rachel sambil tersenyum
"kalian katanya jenius eh kenyataan gak sama sekali. yang dimaksud Yuli pasti bukan virus gila yang kayak orang-orang dirumah sakit jiwa tapi....". perkataan Kikan terhenti
"tapi virus gila yang bisa buat kalian susah tidur karena tergila-gila mikirin gue Mulu hahahaha". kata Yuli yang meneruskan omongan temannya
Mereka bertiga Hanya memasang wajah kesal pada cewek dihadapannya itu. "huh kenyang banget deh ". kata Yuli yang sudah menghabiskan makanan nya
"oh ya selesai makan kita nonton yuk". ajak Kikan
"jangan nonton deh. gak seru kan kita hanya jadi kipas angin Rachel dan pacarnya doang. kalau nonton keeankan mereka dong". jawab Yuli sambil menaikkan sebelah alisnya
"kamu ya bisa aja. ya kan ada mereka bertiga juga. jadi kita bisa berpasangan kan". ucap Rachel
"ya udah kalau gitu aku mau berpasangan sama pacar kamu aja hel siapa tau nanti dia jadi berpaling dari kami ke aku". kata Yuli hanya ingin menggoda temannya saja
"Jangan ngomong kayak gitu terus nanti elo bener jatuh cinta sama Arok bahaya kali".kata Ken sambil menatap Yuli meskipun orang yang ditatap berekspresi bodoh amat
"jadi kita kemana?". tanya Arok yang mulai membuka suara nya.
Yuli menatap Arok dan dia tersenyum manis seolah dia ingin menggoda nya. " rok gue tahu kalau elo dari tadi merhatiin gue. awas entar jatuh cinta Lo sama gue". canda Yuli
"kalau gue jatuh cinta sama elo berarti itu sudah takdirnya". jawab Arok singkat membuat Mereka semua terkejut kecuali Yuli
__ADS_1
"ya kalau gitu elo b***k dong kalau suka sama gue. padahal kan elo udah punya Rachel yang super cantik dan baik hati banget ini". jawab Yuli sambil mengedipkan sebelah matanya pada Rachel
"kalau Rachel baik maka dia bisa dong merelakan gue buat elo". celetuk Arok dan langsung menatap Yuli dengan tatapan tajam.
"ya kalau kamu memang benar suka sama teman aku ini dan bisa membahagiakan dia aku rela kok". jawab Rachel dengan menatap Arok dengan serius nya.
"jadi boleh dong aku deketin pacar kamu sekarang". tanya Yuli masih bercanda
dia tahu kalau suasana disana sekarang sudah mulai tegang tapi Yuli masih ingin bercanda dengan mereka semua.
"berarti elo cewek gak tahu diri". kata Rere
"ya elo gak pantes buat jadi teman mereka berdua". tambah Ken
Yuli hanya tersenyum melihat reaksi mereka semua. dia merasa lucu saja bisa mengerjai anggota sadis dan ganas itu.
"Yul kamu bercanda kan. bir bagaimanapun kita kan sudah berteman lama sekali dan masak kamu tega ngelakuin itu". tanya Kikan
"lihatlah apa yang gue bilang dia gak b***k banget kan jadi cewek". celoteh Ipank
"hahaha kalian lucu banget ya katanya genius tapi nyatanya mudah banget dibohongi. lagian siapa juga yang tertarik sama kalian". jawab Yuli dengan santainya
keempat anggota tersebut langsung menatap Yuli dengan tajam karena memang orang baru kenal seperti Yuli tidak ada yang pernah berani melakukan candaan pada mereka bahkan yang sudah mengenal pun terkadang juga tidak mau melakukannya.
*******
kring kring kring
bunyi ponsel nya dan nama yang tertera adalah anak buah yang ditugaskan untuk melakukan beberapa pengintaian.
"jika informasi yang elo berikan gak bagus menurut gue maka elo akan mendapatkan hadiah spesial". jawab Ricky yang membuat merinding Sang penelpon
"bagus. tetap awasi saja mereka dan jangan melakukan apapun tanpa perintah dariku. biarkan mereka bersenang-senang dahulu sebelum mendapatkan hadiah yang paling istimewa dan spesial dariku". perintah Ricky dengan senyuman penuh arti dan langsung mematikan telfonnya.
"bos apa ada yang anda butuhkan". tanya salah satu dari petugas disana dengan nada suara gemetaran
"jangan ganggu aku. jika nanti aku butuh pasti akan ku panggil". jawab Ricky dengan nada dingin nya.
********
sementara itu di mall mereka semua sudah selesai makan dan Belum juga menentukan tempat mana yang akan dituju selanjutnya.
__ADS_1
drrrt drrrt drrrt
ponsel milik Arok berbunyi seketika mereka menghentikan perdebatan nya.
"ada apa?". tanya Arok kepada sang penelepon
"kenapa dia ada disana? apa dia melakukan keributan?". tanya nya lagi dan mereka yang mendengar langsung menatap Arok
"biarkan saja dia disana dan kalian jangan mendekati nya". perintah Arok dan langsung menutup telfonnya
"apa ada masalah rok?". tanya Rere
"Ricky ada di tempat biasanya dia istirahat jika sudah melakukan sesuatu hal yang tidak biasa". jawab Arok
"cowok gila itu apa yang dia lakukan." kata Ipank
"apa kita susul dia sekarang". tanya Ken
Arok tidak menjawabnya dan dia sibuk memainkan telfonnya Hendak menelfon seseorang
"Rick elo lagi dimana?". tanya Arok melalui panggilan telepon
"elo pasti sudah tau lokasi gue berada sekarang karena gue tahu anak buah elo ngikutin gue. kalau mereka tetap melakukan itu gue pastikan akan menghancurkan markas pribadi elo rok". kata Ricky dengan suara dingin nya
"gue hanya takut elo ngelakuin hal diluar dugaan kita". jawab Arok mereka yang ada disana tetap setia mendengarkan pembicaraan tersebut.
"elo tahu gimana gue kan. jadi singkirkan anak buah elo sekarang juga atau gak....
"gue akan bilang ke mereka untuk berhenti ngikutin elo". jawab Arok melalui sambungan teleponnya dan seketika itu Ricky memutuskan sambungan teleponnya.
"gimana rok. Apa terjadi sesuatu hal yang tak terduga?". tanya Ipank
"kalian tahu kan gimana Ricky jadi kita gak usah ikut campur urusan dia". jawab Arok dengan ekspresi penuh pertanyaan untuk orang yang melihat nya.
"jadi kemana nih kita. kenapa jadi ngurusin bos kalian yang gak penting itu sih". celetuk Yuli dan langsung mendapat tatapan menusuk dari mereka berempat.
Yuli yang mendapat tatapan Tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya. "kenapa dengan mata kalian. apa mau gue colok. menatap gue gitu banget apa jangan-jangan kalian jatuh cinta pada pandangan pertama sama gue". ucap Yuli lagi sambil tersenyum dan menaik turun kan alisnya.
"gue heran sama teman elo satu ini Kikan gak ada takut nya sama kita". celetuk Ken sambil membuang nafas nya kesal.
" ya Ela kan udah gue bilang dari awal kalau gue memang gak takut sama sekali dengan kalian. kan gue juga gak salah apa-apa juga ke kalian. betul kan Arok cowok tampan ku". jawab Yuli dengan berani nya sambil menggoda Arok
__ADS_1
"kalau elo tidak mau berurusan dengan kita sebaiknya hentikan omong kosong dari mulut mu itu cewek aneh". ucap Ipank mengeluarkan aura yang mematikan dan Yuli kaget dan langsung menutup mulutnya.