Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Emosi Memuncak Ricky


__ADS_3

"Siapa yang pergi sendirian?". Tanya Ricky yang baru saja datang menghampiri mereka semua


Mereka kaget mendengar Ricky bertanya apalagi yang pergi adalah kekasih nya dan mereka semua tidak mengetahui kemana perginya Yuli. bisa-bisa Ricky akan marah besar jika dia mengetahui nya


"Kenapa kalian semua diam". Kata Ricky


"Kak Ricky sebaik nya duduk dulu dan kakak dari mana kok baru kelihatan?". Tanya Kinara


Ricky menatap Stella dan dia pun menunduk kan kepala nya menghindari tatapan Ricky


"Kakak dari kafe karena ada beberapa hal yang harus di urus di sana". Jawab Ricky


"Apa kafe Lo ada masalah Rick?". Tanya Arok


"Tidak gue hanya mengecek saja apa di sana masih aman dan baik-baik saja". Kata Ricky


"Bagus lah kalau begitu". Kata Ken


"Kemana kekasih gue apa dia masih tidur?". Tanya Ricky


mereka saling menatap satu sama lain nya dan Ricky pun melihat mereka semua dengan tatapan tajam nya


"Apa ada sesuatu yang terjadi?". Tanya Ricky dengan nada dingin nya


Jika sudah bersuara seperti itu bisa di pastikan dia akan marah besar jika mengetahui bahwa kekasih nya itu pergi entah kemana tanpa ada pengawasan sama sekali


"Yuli tidak ada dan kita tidak tahu dia pergi kemana". Kata Caesar


Ricky yang mendengar jika kekasih nya pergi dan tidak ada satu orang pun yang tahu itu pun Langsung menggebrak meja dan kilatan kemarahan Di mata nya sangat terlihat jelas sekali


"Ulangi sekali lagi perkataan Lo tadi". Kata Ricky


"Sorry Rick kita semua tidak tahu jika kekasih Lo pergi". Kata Ken


Ricky pun langsung memukul Ken setelah dia mengucapkan hal tersebut dan dia pun beralih ke arah Caesar lalu memukul nya juga beberapa kali dengan sangat kencang dan Caesar pun tidak bisa menghindari nya karena kemarahan Ricky sungguh sangat tidak terkontrol sekarang ini.


"Rick hentikan apa yang Lo lakukan". Kata Rere


"Lo gue datang kan untuk melindungi dia dan bagaimana bisa Lo tidak mengetahui dia pergi kemana sekarang dasar b*****t". kata Ricky lalu kembali menghajar Caesar


"Kak bagaimana ini kak Ricky terlihat sangat marah sekali". Kata Kikan yang sangat takut melihat kemarahan Ricky


"Kita tidak bisa mencegah dia sekarang". Kata Ipank


"Kita pegang saja dia kak kalau di biarkan bisa-bisa Caesar mati nanti". Kata Kinara


mereka semua berusaha menghentikan Ricky memukul Caesar dan Hiro yang baru datang pun juga berusaha menjauhkan Caesar dari Ricky


"Lo seharus nya tahu kenapa dia pergi". Kata Caesar


"Jika dia sampai kenapa-kenapa gue jamin Lo akan mendapat kan kabar tentang kematian kedua orang tua Lo ". Kata Ricky dengan emosi nya


Di tempat lain Yuli kini terlihat sudah bisa melupakan hal apa yang membuat dia bersedih dan dia merasakan Mungkin terlalu egois jika dia cemburu dengan Ricky tentang masa lalu nya padahal Ricky juga sudah jujur kepada nya


"Nih gue buatkan makanan ke sukaan Lo ". Kata Intan


"Tumben baik Lo apa di dalam sini ada racun nya?". Tanya Yuli


"Tentu saja gue sudah menambah banyak sekali racun di dalam makanan ini". kata intan


mereka pun tertawa bersama dengan lelucon yang mereka buat sendiri itu


"Apa sudah membaik nona perasaan anda?". Tanya Intan


"Sangat baik sekali dan tempat ini selalu bisa mengembalikan perasaan gue jadi seperti semula". Kata Yuli


"Bukan tempat ini tapi Lo yang memang cepat sekali melupakan masalah Lo dan mungkin saja Lo juga cepat merelakan semua nya jadi Lo bisa seperti semula lagi". Kata Intan


"Kalau Lo ajak gue ngobrol terus kapan gue bisa makan". Kata Yuli


"Ya salah Lo sendiri kenapa jawab Mulu tiap kali gue ngomong". Kata Intan


"Lo tanya ya gue Jawab lah masak gue diam saja bagaimana sih Lo Tan". Kata Yuli


"Sudah makan saja dan gue mau lanjut lagi nanti setelah makan kita mengobrol lagi". Kata intan dan Yuli mengacungkan jempol nya


Dua kini memakan makanan yang sudah di siapkan Intan untuk nya dan dia sangat menikmati nya tanpa dia tahu di tempat lain ada yang sedang marah karena kepergian nya. Selesai makan Yuli masuk ke dalam untuk mengembalikan nya dan dia juga membantu Beberapa pekerjaan intan di sana

__ADS_1


"Kita ngobrol di tempat favorit Lo saja Yul". Ajak intan dan mereka berdua kembali menuju ayunan milik Yuli.


"Bagaimana perasaan Lo sekarang?". Tanya Intan


"Yah tanya lagi gue sudah baik-baik saja sekarang dan Lo gak kerja di luar Tan atau memang Lo sengaja ingin membantu orang tua Lo makanya Lo di sini dan tidak bekerja". Kata Yuli


"Gue bekerja sebagai dokter tapi hari ini Lo beruntung karena gue lagi libur". Kata intan


"Hah Lo jadi dokternya". Kata Yuli


"Kenapa Lo gak percaya kalau gue dokter?". Tanya Intan


"Bukan tidak percaya tapi kasihan sekali pasien Lo pasti dia sangat ketakutan jika berobat kepada Lo bukan nya sembuh malah dia tambah sakit karena di Lo o yang cerewet ini". Kata Yuli


"Sialan Lo ya mana ada seperti itu juga gue ramah kali sama semua orang kecuali dengan Lo saja gue seperti ini". Kata Intan


"Memang Lo itu kurang ajar sekali kalau sama gue Tan". Kata Yuli


"Oh ya ngomong-ngomong bagaimana kabar bunda ayu?". Tanya Intan


"Bunda baik Tan sebelum gue tinggal dan gue merasa ada yang aneh karena kemarin gue telfon bunda tidak menjawab padahal tidak biasa nya bunda seperti itu". Kata Yuli


"Mungkin saja bunda sedang sibuk Yul jadi tidak sempat mengangkat nya". Kata intan


"Iya mungkin saja begitu. Lo kerja di rumah sakit mana? apa gak dapat mutasi gitu Lo Jepang".Kata Yuli membuat intan memukul kepala nya dengan kesal


"Kalau gue di mutasi ke Jepang lalu bagaimana mama papa gue mereka pasti sedih sekali dan juga merasa kehilangan karena di tinggal anak nya yang cantik ini pergi jauh". Kata Intan


"Malah mereka senang Tan karena Lo itu terlalu berisik jadi orang jadi jika Lo pergi mungkin rumah akan menjadi tenang". Kata Yuli


"Apa Lo gak punya kaca Lo kan juga berisik sama kayak gue". Kata intan


"Gue berisik juga karena bergaul sama Lo jadi meniru Lo lah". Kata Yuli


"Wah songong berani nyalahin gue Lo ya mentang-mentang sekarang sudah jadi kekasih nya bos besar jadi Mulai berani sama gue". Kata intan


"Dari dulu juga gue berani sama Lo ". Kata Yuli


mereka pun kembali tertawa bersama lagi dan intan sudah dapat merasakan jika sahabat nya itu sudah jauh lebih baik dari awal dia datang tadi. Memang Yuli itu sangat pintar untuk mengatur perasaan nya.


Sementara di villa Ricky masih terlihat marah kepada mereka semua karena telah lalai dan tidak menjaga kekasih nya dengan baik


"Kak sebenar nya tadi Yuli pamit kepada ku untuk jalan-jalan ke pantai tapi kami semua sudah mencari nya tapi dia tidak ada". Kata Kikan


"Kenapa Lo bodoh sekali seharus nya jika Lo tahu Lo katakan kepada mereka agar mereka bisa menyusul nya". Kata Ricky


"Kemarahan tidak akan menyelesaikan segala nya Rick jadi lebih baik kita cari saja dia". Kata Arok


Ricky pun menghubungi anak buah nya untuk melacak di mana kekasih nya itu berada. Dia kini sedang sangat emosi sekali dan emosi Ricky bisa berakibat Sangat buruk untuk orang yang ada di sekitar nya jika Yuli benar-benar hilang dan tidak bisa di temukan


Stella yang belum pernah melihat Ricky semarah ini bisa menyimpulkan bahwa Ricky memang benar-benar mencintai kekasih nya yang sekarang dan cinta itu melebihi cinta Ricky kepada nya dulu.


"Jika kalian tidak bisa menemukan nya dalam keadaan baik-baik saja maka gue akan membunuh kalian semua ingat itu". Kata Ricky yang terdengar sangat lantang sekali ketika berbicara dengan bawahan nya


"Kita berpencar lagi cari dia dan jangan pulang ke villa jika tidak bisa menemukan nya". Kata Ricky


Mereka semua sudah mencoba menghubungi Yuli namun tidak ada Jawaban karena nomer nya tidak aktif. Kini mereka semua sudah pergi untuk mencari dan menyusuri tempat tersebut untuk mencari keberadaan Kekasih leader nya itu


"Kamu pergi kemana sayang dan Ma'af kan aku jika membuat mu terluka". Kata Ricky sambil mengendarai mobil nya mencari di setiap tempat wisata yang ada di sana


"Bagaimana ini Nar jika Yuli tidak ketemu pasti kak Ricky akan marah kepada ku". Kata Kikan


"Kamu tenang saja mana mungkin kak Ricky akan melakukan hal buruk kepada kamu kan kamu sahabat kekasih nya". kata Kinara mencoba menenangkan Kikan


"Tapi aku masih takut sekali apalagi emosi kak Ricky tadi membuat aku semakin ketakutan". Kata Kikan


"Kak Kikan sebaik nya tenang saja dulu kita tunggu saja kabar dari mereka semua". Kata Rani


Stella hanya bisa diam saja dan dia tidak bisa memberikan solusi apapun karena dia juga tahu bagaimana Ricky.


Di kafe milik Flo kini Yuli sedang asik membantu di sana dan juga dia sesekali masih mengajak intan untuk bercanda bersama


"Yuli Ramadhani". Sapa Tomi papa intan


Yuli menoleh ke arah Tomi dan dia pun langsung berlari menghampiri sosok lelaki yang selalu dia anggap sebagai ayah nya itu


"Papa Yuli kangen sekali". Kata Yuli lalu memeluk Tomi

__ADS_1


"Sama papa juga merindukan kamu kemana saja kamu hilang tanpa kabar seperti ditelan bumi saja". Kata Tomi


"Yuli ada kok Pa kan Yuli pindah ke Jepang dan tinggal di sana". Kata Yuli


"Iya papa tahu jika kamu pindah ke sana tapi kenapa kita menjadi kehilangan kontak kami". Kata Tomi


"Maaf pa Yuli bukan bermaksud menghilang tapi Intan tuh yang ganti nomer tidak bilang sama Yuli". Kata Yuli


"Iya memang intan ini benar-benar dia selalu saja begitu membuat orang kesal saja". Kata Tomi


"Bagus ya Yul jika ada Lo pasti papa dan mama akan lebih perhatian dan membela Lo dan anak nya ini pasti akan di asingkan". Kata Intan


"Ya memang Lo gak cocok jadi anak nya papa Tomi karena Lo terlalu berisik". Kata Yuli


"Benar kamu itu terlalu berisik jadi papa lebih memilih Yuli sebagai anak papa". Kata Tomi bercanda


"Jadi papa lebih memilih Yuli dari pada intan". Kata Intan


"Tentu saja dan bukan hanya papa tapi mama juga akan memilih dia menjadi anak mama juga". Kata Flo yang baru saja turun dari tangga


"Mama dan papa menyebalkan sekali sih". Kata Intan


Mereka pun tertawa melihat kekesalan Intan sekarang ini


"Yuli kamu ke sini dengan siapa apa dengan keluarga kamu?". Tanya Tomi


"Tidak pa Yuli kemari bersama dengan kekasih nya". Kata intan


"Jadi kamu sudah memiliki kekasih lagi kenapa tidak di bawah kesini juga sayang". Kata Flo


"Kapan-kapan aku bawa dia untuk menemui mama dan papa". Kata Yuli


"Jangan di bawah kesini nanti malah bikin onar dia". Kata intan


"Bikin onar maksud kamu apa Intan?". Tanya Flo


"Mama dan papa tidak tahu kan siapa kekasih nya sekarang ini". Kata Intan


"Kita tidak tahu kan Yuli belum mengenalkan nya kepada kita". Kata Flo


"Yuli Sekarang berpacaran dengan Leader jalanan pa". Kata intan membuat mereka berdua terkejut mendengar nya. Bagaimana bisa Yuli menjadi kekasih nya sang bos penguasa yang mengerikan itu padahal Yuli wanita yang baik sekali itulah pikiran mereka


"Apa itu benar sayang kalau kamu sekarang berpacaran dengan dia". Kata Flo


"Benar ma Yuli memang sekarang menjadi kekasih nya". Kata Yuli sambil tersenyum


"Sayang apa kamu tahu siapa dia dan kenapa kalian bisa menjadi sepasang kekasih?". Tanya Flo


Yuli tahu jika mereka berdua sedang khawatir dan pasti mereka juga tahu siapa Ricky


"Mama papa tenang saja dia baik kok sama Yuli dan dia selalu menuruti apa yang Yuli inginkan termasuk berlibur ke Indonesia". Kata Yuli


"Kamu yakin jika dia baik sama kamu?". Tanya Tomi


"Sangat yakin sekali". Kata Yuli


"Kami harus hati-hati ya jangan sampai kamu terluka kembali apalagi kekasih kamu yang sekarang ini adalah orang yang sangat hebat". Kata Tomi


Yuli mengangguk paham dengan apa yang di katakan dan dia mencoba menjelaskan semua nya agar mereka tidak berpikir buruk tentang Ricky. Yuli ingat jika dia tadi tidak bilang mau kemana dan dia baru menyadari nya dia pun kini bergegas untuk pergi kembali ke villa karena jika Ricky sudah kembali pasti dia akan marah kepada mereka jika tidak menemukan dia ada di sana


"Yuli pamit dulu ya nanti kita bertemu lagi". Kata Yuli sambil memeluk mereka semua


Kembali ke villa terlihat Ricky dan yang lain nya kini sudah kembali setelah mencari Yuli Bebe jam dan tidak menemukan nya sama sekali bahakan anak buah Ricky pun juga masih Belum menemukan keberadaan kekasih nya dan dia pun semakin marah sekali


"Lo semua harus bertanggung jawab karena lalai dan tidak bisa menjaga kekasih gue dengan baik". Kata Ricky


Dia pun kembali menghajar mereka satu persatu bahkan satu lawan enam pun Ricky tetap bisa menang


"Kak Ricky berhenti jangan lakukan itu lagi". Kata Kinara tapi Ricky tidak menggubris nya sama sekali


"Ricky sebaik nya hentikan hal itu nanti mereka semua bisa terluka parah". Kata Stella


tidak ada yang di gubris oleh Ricky meskipun mereka juga mencoba menghalangi Ricky Ricky tidak perduli sama sekali


"Oh bagus sekali ya lanjutkan pak bos seru sekali pertandingan nya". Kata Yuli yang baru saja datang.


Ricky pun menghentikan aksi nya dan kini dia berjalan menghampiri Yuli lalu memeluk nya dengan erat

__ADS_1


"Maaf jika aku membuat kamu terluka". Kata Ricky sambil memeluk Yuli


__ADS_2