
Yuli jadi merasa semakin kagum dengan kecerdasan Ricky dan para sahabat nya mungkin saja tidak banyak yang tahu akan hal tersebut.
"Kalau Lo Hel apa Arok mengajari Lo juga?". Tanya Yuli
"Gue juga diajari kok sama dia". Kata Rachel
"Lo mau langsung ke kantor?". Tanya Kikan
"Iya". Jawab Yuli
"bareng gue saja gimana dari pada nunggu angkutan umum". Kata Kikan menawarkan
"Gak usah deh gue naik angkutan umum saja". Kata Yuli
"Gak baik loh Yul menolak bantuan sahabat sendiri". Kata Rachel
Dan dengan terpaksa Yuli pun mengiyakan ajakan Kikan untuk bareng dia. Mereka sekarang sedang menunggu jemputan masing-masing dan terlihat mobil yang menjemput Rachel sudah datang terlebih dahulu.
"Gue duluan ya". Kata Rachel
kini tinggal Kikan dan Yuli yang masih menunggu Rere untuk menjemput mereka berdua Mereka juga masih bercanda dan tertawa bersama. Tidak lama kemudian mobil Rere pun datang.
"Kikan Ayo masuk". Kata Rere
"Kita antar Yuli dulu ya kak". Kata Kikan
Rere pun mengangguk kan kepala nya menyetujui perkataan Kikan. kini mereka sudah pergi meninggalkan sekolah dan menuju kantor SH Corporation. Dalam perjalanan menuju ke kantor banyak sekali obrolan yang Rere lakukan bersama mereka berdua terutama dengan Yuli
"Oh ya Yul apa kini Lo sudah ada rasa sama Ricky?". Tanya Rere
"Kenapa semua orang menanyakan hal itu sih gue sama dia hanya sebatas sahabat dan hak akan lebih dari itu". Kata Yuli
Dia heran dengan orang-orang kenapa juga selalu bertanya tentang hubungan nya dengan Ricky. Kini dia mulai berpikir apa harus menjauhi Ricky saja toh juga sebentar lagi Yuli akan pindah ke Singapura.
"Kalau Lo gak suka sama dia jadi Lo suka nya sama siapa?". Tanya Rere
"apa Lo suka sama kak Arok ?". Tanya Kikan yang mengingat kembali bahwa Yuli pernah bilang kalau suka sama Arok
"Ya kali gue suka sama dia waktu itu gue hanya bercanda kali jadi gak usah di anggap serius". Kata Yuli
"Kalau dengan kak Ipank?". Tanya Kikan
"mana mungkin gue suka sama Ipank sedangkan Lo juga suka sama dia". Kata Yuli membuat mereka berdua kaget. Dari mana juga Yuli mengetahui perasaan Kikan kepada Ipank padahal tidak ada yang pernah memberi tahu dia.
"Kok Lo bicara seperti itu". Kata Kikan
"Gue tahu kali Kikan kalau Lo suka sama Ipank dan Itu terlihat jelas dari tatapan mata Lo. Mungkin dia nya yang oon kali ya gak tahu kalau ada cewek yang cantik dan tulus mencintai nya". Kata Yuli
Rere merasa jika tidak mungkin juga kalau Yuli ingin merusak persahabatan Ricky dan Ken karena dia terlihat bukan tipe orang yang seperti itu apalagi Kinara juga sangat membela dia.
"Lalu apa ada di antara kita yang Lo sukai?". Tanya Rere
Meskipun dia sudah tahu jawaban nya namun dia ingin mendengar langsung serta melihat ekspresi wajah Yuli bagaimana agar dia bisa menyimpulkan nya
"Kalaupun ada juga gue gak mau memiliki nya karena rasa suka atau pun cinta tidak harus memiliki". Kata Rere
"Apa Lo benar-benar suka sama salah satu dari sahabat kak Ricky?". Tanya Kikan
"Rahasia". Kata Yuli lalu tertawa
Dia tidak mungkin juga berharap pada Ken karena rasa yang di miliki Yuli kepada nya hanya sebatas suka tidak cinta apalagi ingin memiliki
"Kenapa dengan sahabat harus ada rahasia segala". Tanya Rere
"Meskipun dengan sahabat juga harus ada privasi kali Re". Kata Yuli
Benar yang di katakan Yuli tidak semua harus di cerita kan kepada sahabat nya karena mungkin mereka juga punya beban tersendiri dan jika kita menceritakan nya mungkin kita bisa menambahkan beban buat mereka meskipun pasti ada kelegaan nanti nya setelah kita bercerita tapi kita juga harus tahu situasi dan kondisi ketika bercerita.
kini mobil Rere sudah sampai di parkiran kantor dan dia mencoba mencari mobil Ricky namun ternyata tidak melihat nya.
"apa Ricky tidak ke kantor hari ini?". Tanya Rere
"Gue juga gak tahu karena dia tadi tidak bilang apa-apa". Kata Yuli keceplosan
"Tadi? jadi tadi Lo di antar kak Ricky?". Tanya Kikan
Yuli pun merutuki kebodohan nya karena dia keceplosan mengatakan hal tersebut padahal dia ingin menyembunyikan itu dari para sahabat nya. Dia hanya menanggapi dengan senyuman saja pertanyaan Kikan.
"Wah jangan-jangan Lo juga di ajarin kak Ricky kemarin sebelum ujian jadi pantas saja Lo tadi cepat banget ngerjain soalnya". Kata Kikan
"Hehehe iya kemarin di kantor dia ngajari gue ternyata mereka semua memang benar-benar cerdas ya bukti nya Lo sama Rachel juga bisa mengerjakan nya karena diajari juga oleh Rere dan Arok. Gue masuk dulu ya dan makasih atas tumpangan nya". Kata Yuli lalu pergi masuk ke dalam kantor.
Dia segera masuk ke ruangan Ricky dan benar saja di sana sang bos tidak ada, Yuli pikir mungkin dia sedang sibuk dan mungkin juga nanti tidak jadi latihan bareng. Kini dia mengerjakan pekerjaan nya dengan sangat serius dan teliti agar tidak terjadi kesalahan yang dapat merugikan perusahaan.
Berkutat dengan berkas kini menjadi hal biasa bagi nya dan juga selama bekerja di SH Corporation Yuli mendapat kan banyak sekali pelajaran yang sangat berharga dan dia merasa sangat beruntung bisa berada di tempat tersebut apalagi langsung menjadi sekertaris jadi kesempatan itu tidak dia lepaskan justru hal tersebut dia jadikan sebagai pembelajaran untuk nya nanti jika sudah berada di Singapura.
__ADS_1
Setelah beberapa jam dia ada di sana nampak seseorang masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu siapa lagi kalau bukan si pemilik perusahaan
"apa pekerjaan Lo sudah selesai?". Tanya Ricky
"tinggal beberapa lagi". Kata Yuli
"Kalau gitu mana biar gue bantu agar kita bisa pergi latihan secepat nya". Kata Ricky
"Kita jadi latihan? Gue pikir Lo sibuk karena tadi gue tidak melihat mobil Lo terparkir di sini tadi". Kata Yuli
"Lo mencari gue". Kata Ricky sambil menyeringai
"Bukan gue yang mencari Lo tapi Rere". Kata Yuli
"Rere datang kemari kenapa gak bilang Sama gue dia ". Kata Ricky
"Dia tidak ke sini hanya saja tadi gue nebeng sama dia dan waktu di parkiran dia tidak melihat mobil Lo dan pas masuk juga gue gak melihat Lo jadi gue pikir latihan nya batal hari ini". Kata Yuli
Ricky tidak mungkin membatalkan latihan ini karena itu bisa menjadi kesempatan buat dia agar lebih dekat dengan Yuli.
"Kita jadi latihan. Ayo cepat selesai kan tugas Lo". Kata Ricky
Yuli pun kembali fokus kepada tugas nya agar cepat selesai dan dia bisa latihan dengan pelatih yang menurut nya sangat handal dan juga hebat itu. Setelah selesai mereka berdua bergegas meninggalkan kantor dan langsung menuju tempat latihan miliki Arok.
Sesampainya di sana Yuli kan di ajak masuk oleh Ricky dan terlihat Arok yang masih ada di sana setelah dia tadi latihan bareng dengan Ricky.
"Sudah datang kalian". Kata Arok
"Lo masih di sini?"Tanya Ricky
"apa gue akan menjadi pengganggu kalian jika ada di sini". Kata Arok
"Gak mengganggu sama sekali kok lagian ini kan tempat Lo mana mungkin juga kita mengusir pemilik nya". Kata Yuli
"Lo memang tidak akan bisa mengusir gue tapi orang yang berada di sebelah Lo bisa melakukan hal tersebut". Kata Arok
memang Benar juga yang dia katakan Ricky kan bisa melakukan segala nya.
"Gak seru kalau kita hanya berdua jadi biarkan saja dia di sini kan hak enak juga masih Lo mau usir pemilik nya". Kata Yuli yang menatap Ricky membuat orang yang di tatap tidak bisa menolak nya dan dia pun menyetujui hal tersebut.
Latihan kini sudah di mulai dan Arok hanya menjadi penonton pendekatan Ricky kepada pujaan hati nya. Dia ingin tahu bagaimana cara Ricky mendekati nya.
Terlihat sekali Yuli sangat serius dalam latihan ini dan Ricky tahu kenapa dia bisa seserius ini sedang kan Arok yang mengamati merasa sangat takjub karena dia bisa belajar dengan cepat sama Ricky. Jarang sekali Ricky melatih seseorang jika itu bukan anak buah nya apalagi dia cewek tapi ini pengecualian untuk orang yang dia suka bahkan mungkin cintai.
"apa Lo capek? kita istirahat saja dulu sebentar". Kata Ricky
Kini mereka sedang beristirahat dan Ricky memberikan minuman yang sudah dia siapkan untuk Yuli tadi.
Tidak di sangka dan di duga oleh mereka Ken dan yang lain nya datang juga ke tempat latihan Arok dan dia terkejut melihat Yuli ada di sana sedangkan Yuli hanya terlihat terkejut sesaat saja lalu dia kembali bersikap biasa saja.
"Lo ada di sini Rick?". Tanya Ipank
"Lo sudah jelas melihat gue di sini masih tanya hal yang gak penting juga". Jawab Ricky
"Ya gak biasanya Lo datang kemari tanpa mengajak kita juga". Kata Ipank
"Lo pura-pura gak tahu ya Pank ya jelas dia bisa kesini tanpa kita karena dia mengajak Yuli jadi dia tidak butuh kita di sini malahan kita bisa saja menjadi pengganggu mereka seperti yang dilakukan oleh Arok". Kata Rere
Yuli tidak perduli dengan perkataan mereka karena dia memang tidak ada hubungan yang spesial dengan Ricky. Sementara ken kini menatap yuli yang terlihat biasa saja dengan kedatangan nya dia pikir Yuli akan salah tingkah atau berperilaku layak nya seperti para wanita yang menyukai nya yang selalu ingin dekat dengan nya dan mengejar nya
"Ken jaga mata Lo ". Kata Ricky
Ken pun langsung tersenyum salah tingkah mendengar ucapan Ricky barusan karena dia seperti pencuri yang sedang ketahuan.
"Yul Lo apa kabar?". Tanya Ken
Yuli yang di panggil pun kini menoleh pada Ken dan dia juga terlihat biasa saja "Gue baik dong kalau sakit ya pasti gue akan berada di rumah sakit bukan di sini". Jawab Yuli
"apa mau kita lanjutkan lagi latihan nya?". Tanya Ricky
"Ayo kalau kita mau lanjut lagi gue juga sudah sangat siap". Jawab Yuli dengan kembali antusias
"Kita juga ikut latihan gak apa-apa kan Rick". Kata Rere
Ricky tidak ingin menjawab dan dia mulai kembali latihan bersama yuli dan juga di ikuti oleh yang lain nya. sesekali mereka melihat interaksi antara Ricky dan Yuli. Mereka juga sangat kagum kepada Yuli karena dia bisa membuat Ricky menjadi se sabar itu saat mengajari seseorang biasanya dia pasti akan marah kalau yang di ajari tidak melakukan gerakan yang sesuai menurut nya.
Latihan kali ini cukup melelahkan sekali bagi Yuli namun dia senang karena dapat banyak ilmu baru dari mereka berlima. Kini mereka sedang bersantai sejenak
"apa Lo lapar? Kalau iya gue belikan makanan sekarang". Kata Ricky
"Gak usah deh Lo juga pasti sekarang lelah karena habis ngelatih gue yang agak oon ini". Kata Yuli
"Meskipun lo oon tapi Ricky tetap cinta sama Lo ". Kata Rere
Ipank jangan di tanya dia hanya menyaksikan interaksi kedua nya dengan ekspresi datar nya. Dia juga sudah berniat untuk menyerah dan tidak ingin mengejar Yuli karena menurut dia dan para sahabat nya memang Yuli sangat cocok untuk Ricky yang arogan dan angkuh itu.
__ADS_1
"Gue getok Lo ya kalau ngomong kayak gitu lagi". Kata Yuli
"Apa sih Yul kurang nya Ricky hingga Lo gak suka sama dia?". Tanya Arok
"Dia sih gak ada kekurangan apapun ya tapi gue yang banyak kurang nya". Kata Yuli
Mereka semua menatap Yuli dengan rasa penasaran nya setelah mendengar jawaban dia
"apa Lo kini sudah ada rasa sama Ricky?". Tanya Rere
"Ya enggak lah dari mana Lo bisa menyimpulkan kalau gue ada rasa sama dia". Kata Yuli
"Ya dengan mendengar jawaban Lo tadi". Kata Rere
"Jawaban seperti itu gak bisa di pakai sebagai acuan untuk mengetahui perasaan seseorang". Kata Yuli
"Kalau gitu apa Lo suka sama Ken?". Tanya Ipank secara tiba-tiba membuat mereka terkejut kecuali Yuli
Dia tidak terkejut sama sekali dengan pertanyaan semacam itu "Kalau gue suka sama dia apa ada masalah?". Tanya Yuli kembali
"Jadi benar Lo suka sama Ken?". Kata Rere kembali mengulang pertanyaan Ipank
"Definisi suka itu berbagai macam kali bukan hanya suka untuk memilih nya apa kalian tahu kalau gue suka sama Ken karena dia yang humoris? Dan itu juga gak bisa di katakan sebagai rasa suka yang seperti ingin memiliki". Kata Yuli
"Lo jangan membuat kita semua bertengkar dengan Ricky karena Lo ". Kata Rere mencoba memancing emosi dan reaksi Yuli
"Gue gak ingin memecah belah kalian semua karena itu gak ada untung nya juga buat gue dan juga gak ada alasan untuk gue melakukan hal tersebut". Kata Yuli
hal seperti ini lah Yang membuat Ricky dan Ipank serta Arok menyukai Yuli bahkan mereka bertiga mungkin juga sudah cinta sama dia.
"Lo itu hebat Yul bisa dekat dengan kita apalagi sama Ricky, Jarang sekali dia dekat dengan perempuan model kayak Lo apalagi Lo sangat merepotkan sekali". Kata Ken
"Jadi gue merepotkan sekali ya ?". Tanya Yuli
"Tidak sama sekali". Jawab mereka berempat kecuali Ken dengan kompak nya
Yuli tertawa mendengar kekompakan mereka yang tidak pernah dia lihat sebelum nya
"Nah gitu dong selalu kompak ya kalian semua dan jujur gue seneng banget bisa kenal dengan kalian para anggota gangster sekaligus anggota mafia". Kata Yuli tanpa takut sama sekali. Hal itu membuat mereka semua tersenyum sambil menatap Yuli
Ricky merasa ada yang aneh dengan perkataan Yuli barusan dan bukan hanya dia saja tapi mereka semua juga heran kenapa dia bicara seperti itu.
"Kita juga senang kalau Lo bisa jadian Sama Ricky". Kata Ipank membuat dia mendapat kan tatapan dari Ricky
"Lo yakin mau melepas gue buat Ricky?Lo gak mau perjuangin gue lagi kan lumayan kalau gue jadi rebutan para cowok kece seperti kalian bisa pamer gue ke seluruh dunia". Kata Yuli bercanda
"Gue yakin sekali karena gue sudah melihat banyak perubahan yang terjadi pada Ricky sekarang". Kata Ipank
"Dia berubah mungkin karena cewek yang suka buatin dia bekal makanan kali dan pasti kalian tidak tahu akan hal itu". Kata Yuli
perkataan itu berhasil membuat mereka langsung menatap Ricky untuk mendengar kan penjelasan nya tentang kaya Yuli tadi
"Kenapa bahas ini lagi kan sudah gue bilang kalau gue sama Keiko tidak ada hubungan sama sekali dan gue hanya menerima itu karena dia tetangga gue dan tidak baik juga jika menolak nya". Kata Ricky
"Tetangga? memang rumah nya di sebelah rumah Lo Rick? perasaan di dekat rumah Lo itu tidak ada orang yang namanya Keiko". Kata Ken
"Rick jangan mempermainkan perasaan Yuli karena gue gak akan membiarkan Lo menyakiti nya". Kata Ipank
"Gue gak pernah mempermainkan nya dan untuk Keiko memang gue gak ada apa-apa sama dia". Kata Ricky
"Gak mungkin gak ada apa-apa jika Lo menerima bekal makanan nya karena kita tahu selama ini Lo gak pernah mau membawa bekal makanan dari siapapun termasuk adik gue Kinara". Kata Arok
Yuli pusing mendengar perdebatkan mereka hanya karena hal sepele menurut nya dan juga kenapa masalah seperti itu jadi besar juga dan membawa nama dia juga lagi
"Kalian stop ya jangan berdebat lagi buat gue pusing saja. Lagian gak ada salah nya juga kalau Ricky punya hubungan sama cewek yang nama nya Keiko itu. Kenapa kalian jadi marah seperti itu". Kata Yuli
"Kita gak setuju karena menurut kita Lo yang cocok sama Ricky". Kata Rere
Yuli menggeleng kan kepala dengan alasan yang menurut nya gak masuk akal itu
"Sudah lah gak usah memaksakan kehendak kalian lagian kalian kan gak tahu si Keiko itu gimana mungkin saja dia orang yang spesial sehingga Ricky tidak mempublikasikan nya". Kata Yuli
"Yang spesial itu hanya Lo saja dan gak ada yang lain". Kata Ricky
"Ya ya ya sudah kalau begitu gue pulang dulu ya karena tadi belum sempat belajar". Kata Yuli
"Gue antar Lo pulang". Kata Ricky lalu ikut berdiri dan melangkahkan kaki nya pergi. Kini dia mengantar kan Yuli ke rumah nya dan lagi-lagi dia melihat orang itu mengintai Yuli lagi. Ricky rasa dia harus melakukan sedikit pergerakan untuk dia agar tidak melakukan hal buruk pada Yuli
Yuli kini turun dari mobil nya dan tak lupa dia juga mengucapkan terima kasih kepada Ricky
"apa Lo mau gue bantu belajar lagi?". Tanya Ricky
"Gak usah deh karena kali ini pelajaran gampang kok. Sudah Lo pulang saja sana dan hati-hati ya di jalan". Kata Yuli sambil melambaikan tangan nya
kini Ricky melewati orang yang mengintai Yuli dan tak lupa dia memberikan tatapan mematikan untuk nya dan terlihat orang tersebut ketakutan mendapatkan tatapan dari sang Leader
__ADS_1