
Setelah Justin selesai melakukan transaksi kini Erick pun langsung pergi meninggalkan mereka semua "Senang Bekerja sama dengan anda tuan". Kata Erick laku pergi meninggalkan Justin bersama dengan anak buah yang dia bawah tadi.
Justin terlihat menatap kepergian Erick, Dia merasa Erick dan bos nya bukan lah orang sembarangan yang dapat di remehkan dengan mudah apalagi anak buah yang dia bawah serta pistol yang dia gunakan itu tadi terlihat sekali sangat bagus dan juga hebat
"Siapa sebenar nya dia". Kata Justin lalu pergi dari tempat itu juga bersama dengan anak buah yang juga di bawah nya.
Setelah menemui Justin kini Erick pergi ke rumah yang terlihat mewah di tempat yang elit juga dan dia pun segera memarkir kan mobil nya lalu masuk ke dalam rumah tersebut
"Selamat datang tuan". Kata penjaga di rumah Erick
Erick hanya mengangguk saja menanggapi apa yang di katakan oleh penjaga di rumah nya itu. Kini dia sudah masuk ke dalam ruang kerja yang ada di rumah nya lalu dia pun membuka laptop nya. Beberapa hari yang lalu Erick menyuruh seseorang untuk mencari informasi tentang Ricky dan juga Sam namun hingga saat ini dia masih belum mendapat kan kabar apapun dan sekarang juga dia menyuruh yang lain nya untuk mencari tahu tentang orang yang di cintai bos nya. Erick tahu melakukan tiga hal tersebut memang sangat sulit bagi dia, Dia tahu dengan pasti jika Sam mungkin yang menutup jalan nya untuk mengakses semua informasi tersebut sebab dia juga tahu bagaimana Sam dan kehebatan nya itu.
"Kau masih sama Sam, lebih unggul dari ku namun aku akan tetap mencari cara agar bisa menggali informasi yang di butuhkan bos ku". Kata Erick
Dia kini mencoba juga mencari cara lain nya agar bisa mendapat kan informasi yang sangat akurat juga.
Sedang kan di rumah Ricky mereka semua terlihat sangat santai sekali bahkan obrolan mereka tidak serius sama sekali meskipun besok adalah hari keberangkatan Yuli mereka semua sudah mempersiapkan segala nya dengan sangat matang sekali.
"Ma'af bos saya baru dapat kabar jika tuan Justin baru saja melakukan transaksi senjata api". Kata Sam
"Dia membeli nya mungkin untuk membunuh mu Rick". Kata Rere
"Di siapa dia membeli nya Sam?". Tanya Ken
"Di tuan Kenzo bahkan tuan Justin pun ingin mengajak tuan Kenzo untuk bekerja sama namun Erick menolak nya sebelum dia berdiskusi dulu dengan tuan Kenzo". Kata Sam
Ricky tampak tidak terkejut sekali Mendengar apa yang di katakan Sam sebab hal itu sudah dia duga beberapa hari yang lalu jadi dia tampak biasa saja mendengar nya
"Apa ada kemungkinan untuk dia bekerja sama kalau iya pasti akan sangat kuat sekali mereka". Kata Ipank
"Sekuat apa mereka kita bisa mengalah kan nya". Kata Ricky dengan santai nya
"Tampak nya Lo sudah tahu akan transaksi itu Rick". Kata Arok
Ricky menyeringai membuat mereka semua tahu jawaban nya sekarang. Selalu saja Ricky maju satu langkah di banding kan yang lain nya tapi mereka tidak masalah akan hal itu toh juga Ricky adalah leader mereka jadi mereka merasa tidak masalah sama sekali jika Ricky bisa selangkah lebih maju dari mereka karena dia memang harus begitu apalagi dia adalah seorang leader.
"Apa ada kemungkinan Rick jika Kenzo membantu Justin?". Tanya Rere
"Segala kemungkinan itu pasti ada bukan begitu Leon". Kata Ricky yang baru saja melihat Leon datang bersama dengan Hiro
Leon tidak menjawab dan dia pun langsung duduk dan bergabung bersama dengan mereka semua.
"Apa Leon berpihak kepada musuh?". Tanya Ken
"Tanya kan saja kepada dia". Kata Ricky
mereka semua menatap Leon begitu juga dengan Hiro dia merasa tidak mungkin juga Leon akan menghianati Ricky apalagi Ricky juga sangat dekat sekali dengan keluarga Galang
"Dunia ini kejam jadi siapa yang kuat maka dia yang akan berkuasa". Kata Leon
"Apa maksud omongan Lo Leon kenapa tidak langsung menjawab saja". Kata Ken
"Sebaik nya kita bahas yang lain nya saja". Kata Ricky
"Jika dia musuh Kenapa kita membahas yang lain nya di depan dia, apa tidak bahaya bagi kita". Kata Ken
mereka tertawa dengan perkataan Ken, Kenapa anggota mereka yang satu ini kadang sangat lambat sekali ya dan Mungkin saja Ricky salah merekrut orang tapi tidak, kemampuan Ken dalam hal medis dan merakit pun sangat bagus jadi mungkin kali ini dia memang gagal fokus saja dengan pembicaraan yang ada
"Jam berapa kita semua akan berangkat Rick ?". Tanya Arok
__ADS_1
"Jam tujuh mereka akan berangkat dan kita pun akan melakukan di penerbangan berikut nya". Kata Ricky
"Apa kita tidak menggunakan jet pribadi saja Rick?". Tanya Ipank
"Ya kita akan menggunakan punya Arok yang baru dia beli dan tidak akan ada yang tahu kalau itu adalah kita karena tidak ada yang tahu jika Arok baru membeli jet pribadi". Kata Ricky
"Termasuk kita Semua juga tidak mengetahui nya dan hanya Lo saja yang tahu". kata Ipank
"Gue tahu juga karena Arok memesan dari orang kepercayaan gue". kata Ricky
"Bisnis Lo memang banyak sekali Rick dan rata-rata berpenghasilan tinggi". Kata Ipank
"Kalian semua juga bisa melakukan bisnis yang besar dan lagi kita kan juga membuat lima bisnis bersama di beberapa negara". Kata Ricky
"Ya dan memang keuntungan yang kita dapat kan sangat jauh berbeda dengan bisnis kita sendiri". Kata Ken
Jika mereka berbisnis dengan mengajak Ricky entah kenapa keuntungan yang mereka dapat kan selalu saja sangat banyak sekali dan di atas rata-rata hal itu membuat mereka semakin kaya dan juga senang apalagi Ken, dia senang jika Ricky mengajak nya berbisnis bersama
Terlihat kini Yuli sedang berjalan ke arah mereka "Kakak ipar dari mana?". Tanya Hiro
"Berkebun. Oh ya Caesar kemana Kenapa gue tidak melihat dia dari tadi?". Tanya Yuli
"Dia ada di kantor untuk mengurus pekerjaan nya". Kata Ricky
"Oh jadi dia sedang bekerja sekarang, bagus lah kalau begitu". Kata Yuli
"Apa aku boleh tanya sesuatu kepada kamu". Kata Ricky
Yuli pun kini memilih duduk di samping kekasih nya itu dan menggeser Arok yang tadi duduk di samping Ricky dengan kasar nya
"Dasar cewek bar-bar". Kata Arok dan yuki hanya tersenyum saja mendengar kekesalan Arok
"Ternyata kamu sudah bisa menebak nya sayang". Kata Ricky
"Tentu saja, kan kamu juga tahu insting aku sangat baik dalam hal apapun". Kata Yuli membanggakan diri nya sendiri
"Baru benar satu saja sudah besar kepala Lo apalagi jika bisa segala nya pasti Lo akan sombong". Kata Arok
"Hey anda tuan Arok yang terhormat apa anda membicarakan diri Anda sendiri tadi". Kata Yuli
"Sudah. Rok gak usah mulai karena ada hal yang harus gue bahas sekarang". Kata Ricky
Mereka pun kini terdiam begitu juga dengan Yuli, mereka menunggu apa yang akan Ricky tanya kan kepada kekasih nya itu
"Bagaimana dulu Kenzo mencintai kamu maksud aku apa saja yang dia lakukan untuk membuktikan cinta nya kepada kamu?". Tanya Ricky
Yuli menatap Ricky dan dia sejenak berpikir kenapa kekasih nya itu menanyakan hal seperti itu apalagi dia juga tahu jika Yuli tidak pernah suka jika di singgung tentang hubungan nya dan Kenzo dulu karena itu adalah goresan luka yang sangat dalam bagi nya meski kini luka itu sudah di tutup oleh kehadiran Ricky tapi jika terus di ungkit pasti akan terbuka kembali
"Apa kamu akan menggunakan hal itu untuk melawan Kenzo karena hal itu bisa saja menjadi kelemahan dia kan". Kata Yuli
mereka yang mendengar apa yang dikatakan Yuli merasa itu ada benar nya, pasti Ricky akan memanfaatkan kelemahan Kenzo yang berkaitan dengan kekasih nya itu Namun heran nya mereka kenapa Yuli bisa menebak hal tersebut dengan mudah nya
"Aku sama sekali tidak berniat buruk kepada kamu hanya saja aku ingin berjaga-jaga nanti dan bisa saja kelemahan Kenzo juga dapat melindungi kamu dari yang lain nya". Kata Ricky
Ricky bisa memanfaatkan Kenzo jika dia benar-benar masih mencintai kekasih nya itu maka dia pasti tidak akan membiarkan siapapun mengusik Yuli sama seperti diri nya dan jika itu memang benar Ricky akan mengadu domba antara para musuh nya dengan Kenzo jadi dia tidak perlu bersusah payah lagi untuk menghadapi mereka
"Kenzo sama seperti kamu dia akan melakukan apapun agar aku bisa tersenyum dan bahagia serta dia tidak akan membuat aku dalam bahaya tapi meskipun terlihat sama tapi jika di amati kamu lebih santai dari pada dia dalam menghadapi segala hal dan Kenzo selalu saja terpancing emosi jika itu menyangkut aku yang akan di sakiti orang". Kata Yuli
"Ricky pun juga akan melakukan hal yang di luar dugaan juga jika Lo kenapa-kenapa namun beda nya Ricky akan lewat jalan belakang melakukan nya". Kata Arok
__ADS_1
Yuli paham akan hal tersebut maka dari itu dia mengatakan jika Ricky lebih santai dari pada Kenzo meski pun awal pertemuan mereka terlihat sekali Kenzo sangat santai itu hanya sesaat saja dan memang belum ada yang memancing emosi nya lebih dalam lagi.
"Lalu apa kamu pernah bertemu dengan orang tuan dia?". Tanya Ricky
"Pernah namun orang tua mereka sangat tidak suka sekali dengan ku sebab aku berbeda dengan mereka yang termasuk golongan papan atas". Kata Yuli
"Cih kenapa masih saja membedakan melalui harta". Kata Ken
"Apa mereka yang di pertemuan Kenzo kepada kamu?". Tanya Ricky sambil menunjuk kan foto yang ada di layar ponsel nya
"Iya mereka adalah orang tua Kenzo". Kata Yuli
Ricky menyeringai bahkan Kenzo memalsukan orang tua nya mungkin saja agar mereka tidak terlibat dan menjadi kelemahan dia.
"Kenapa berekspresi seperti itu?". Tanya Yuli
"Ah aku hanya merasa kalah saja dengan dia sebab aku belum mengajak kamu bertemu keluarga ku". Kata Ricky
"Aku rasa bukan karena hal itu kamu menyeringai". Kata Yuli
"Kalian di sini rupa nya. Bahas apa sih kelihatan serius sekali". Kata Rachel yang baru saja masuk bersama Kinar dan juga Kikan sementara Ayu masih sibuk di taman rumah itu
"Kita di sini membahas kekayaan Arok yang ternyata tidak sebanding dengan ke aroganan nya". Kata Yuli
"Ah kau selalu saja mulai Yul membuat orang kesal saja". Kata Rachel yang melihat ekspresi wajah dingin Arok sekarang
"Aku hanya bercanda Hel kenapa sih gak boleh ya aku bercanda sebentar sebelum meninggal kan kalian semua". Kata Yuli
"Apa tidak cukup Lo selalu saja menghina gue". Kata Arok
"maaf kali Rok selama ini gue hanya bercanda saja jadi jangan di anggap serius ya". Kata Yuli sambil mengedipkan kedua mata nya itu bahkan hal tersebut terlihat sangat menggemaskan sekali bagi mereka semua membuat Ricky Langsung saja menutup mata Yuli dengan tangan nya
"Jangan terlalu genit kamu dengan mereka bahkan kamu juga pasti tidak tahu jika mereka menaruh hati kepada kamu". Kata Ricky
"Jangan cemburu buta itu tidak baik". Kata Yuli
Mereka semua kini bercanda bersama dan momen seperti ini kan ni sering terjadi di rumah itu membuat rumah itu tampak tidak se menyeram kan pertama kali Yuli datang dulu bahkan kini Yuli sudah terlihat sangat nyaman sekali berada di rumah Ricky.
Tidak terasa kini malam pun sudah tiba dan mereka semua juga sedang makan malam bersama dan tampak raut bahagia Yuli dari tadi hingga sekarang ini
"Bunda apa tidak masalah jika meninggal kan Luna di sini?". Tanya Yuli
"Tidak masalah sayang lagi pula dia juga belum sadar jadi tidak bisa ikut bersama dengan kita". Kata Ayu
"Ah tidak terasa ini adalah hari terakhir kita di Jepang Bun dan besok kita sudah terbang ke Italia". Kata Yuli
"Iya dan bunda juga sudah tidak sabar ingin sekali bertemu dengan Irene mama kamu. Dia itu sangat cantik Yuli sama seperti kamu". Kata Ayu
"Ah Yuli tidak cantik Bun jadi stop memuji Yuli seperti itu". Kata Yuli
Ayu hanya tersenyum saja melihat Tingkah laku anak nya yang sedari dulu tidak mau di puji Kalau dia cantik tapi Ayu sangat senang sekali hari ini meskipun kebahagiaan dia tidak bersama dengan suami dan anak nya karena memang takdir Mungkin memisahkan mereka sekarang ini
"Apa kalian akan mengantar ke bandara?". Tanya Ayu
"Kalau kita tidak akan ikut Bun sebab ada banyak pekerjaan yang akan kita lakukan". Kata Rachel mewakili sahabat Yuli yang lain nya
Memang Ricky Sudah memberi tahu mereka jika mereka tidak akan ikut mengantar dan Ricky juga memberikan beberapa pekerjaan kepada mereka agar mereka tidak keluar dari rumah nya dan selama Ricky dan yang lain nya pergi para sahabat Yuli itu akan tinggal di rumah Ricky sampai mereka kembali pulang menjemput
"Jepang aku akan pergi besok selamat tinggal". Kata Yuli membuat mereka semua tersenyum
__ADS_1