
Ricky yang masih menatap Ipank dia menunggu jawaban apa yang akan di berikan pada Kikan
"wah beruntung banget Lo pank bisa langsung pendekatan nih". celetuk Ken
"berapa Kan nomernya?". tanya Rere
"antusias banget semua nya. aku akan kasih tahu dengarkan baik-baik ya nomernya itu tiga puluh tujuh". kata Kikan yang langsung tertawa melihat ekspresi kecewa dari mereka kecuali Arok dan Ricky.
"kirain serius mau kasih nomernya ternya bohong banget". kata Ken kesal
" lah kan tadi aku sudah sebut nomernya". kata Kikan
"mana ada nomer handphone cuma dua digit Kikan". kata Rere
Kikan pun kembali tersenyum melihat wajah mereka.
"aku kan tadi sudah bilang mau kasih nomernya tapi gak ada kata telfonnya kan jadi aku kasih tau nya nomor sandal". jelas Kikan
"resek Lo ya kan." kata Ipank spontan sambil kesalnya
"lagian nih ya kakak-kakak ku kalau aku kasih nomer nya ke kalian bisa marah dia karena dia tidak ingin memberikan nomernya pada sembarang orang jika kalian minta pun aku jamin pasti juga gak akan di kasih". kata Kikan
"sombong juga teman Lo itu Kan nomor saja gak boleh di bagi-bagikan lihat lah Ipank jadi sedih". kata Rere mengejek nya
"Lo pikir gue cowok apaan sedih karena hal gak penting gila kali Lo re". kata Ipank
"ya siapa tahu Lo sedihnya tidak di perlihatkan ke banyak orang dan Lo pendam sendiri makannya gue wakilkan elo Ipank seharusnya Lo berterima kasih pada gue yang baik hati ini". kata Ken
"siapa Yuli itu Kikan?". tanya Ricky yang sedari tadi menyimak obrolan mereka
"dia adalah teman sekolah Kikan dan juga Rachel kak dia itu anaknya baik banget tapi ya gitu kadang suka bercanda Mulu dan susah untuk di ajak serius kalau lagi bicara tapi aku suka sekali sama dia karena kesederhanaan dan sifatnya yang pekerja keras dan pantang menyerahnya itu serta dia juga gak pernah takut sama siapapun ". jawab Kikan
Ricky yang mendengar jawaban Kikan merasa penasaran dengan sosok Yuli ini karena dia sampai bisa membuat Ipank lalai hingga beberapa anak buahnya melakukan penghianatan dengan mudah melakukan aksinya.
"jadi dia sekolah sambil kerja?". tanya nya lagi
"iya kak Ricky dia kerja di restoran kalau gak salah punya salah satu dari kalian deh. aku lupa". kata Kikan
"sebagai apa dia bekerja di sana?" tanya Ricky lagi
"pengantar makanan kak. padahal aku sudah tawarkan untuk dia bisa masuk bekerja separuh waktu di tempat papi aku malah gak mau dan Rachel pun juga meminta nya untuk mengelola bisnisnya juga ditolak sama dia. katanya dia ingin berusaha sendiri tanpa campur tangan siapapun Karena dia ingin tahu bagaimana susahnya berjuang". jelas Kikan
"kenapa kita jadi bicara hal yang tak berguna ". kata Ken
" apa dia tidak punya ayah hingga harus bekerja di saat masih sekolah?". tanya Arok bergantian padanya
"ayah sudah melarang dia bekerja karena ayah takut kalau sampai Yuli kelelahan dan tidak fokus lagi pada sekolah nya namun Yuli menolak dan dia bilang ingin sekali merasakan hal baru yang orang lain bisa lakukan kenapa dia tidak bias." kata Kikan
__ADS_1
"apa dia punya saudara Kan?" tanya Ricky
"punya dan masih berstatus mahasiswa namun saudara nya itu tidak seperti Yuli kak dia tidak mau bekerja dan hanya suka berbelanja Saja tanpa berpikir kalau uang ayah nya itu akan cepat habis kalau setiap hari hanya shopping Mulu di mall." kata Kikan yang memang dia tidak menyukai saudara dari Yuli itu
"kamu gak ada rencana mau jalan-jalan Kikan kalau ada ayo kita jalan sebentar berdua". kata Ricky
mereka berempat merasa khawatir mendengar perkataan Ricky tadi karena mereka tahu betul Sifat sang leader dia gak akan pernah suka untuk pergi jalan-jalan apalagi harus mengantar wanita ke mall itu menurut nya merepotkan sekali karena harus menunggu dan dia juga tidak pernah tertarik untuk membahas tentang seseorang kecuali orang itu penting baginya dan juga penghianat yang berani padanya dan juga penghalang untuk segala urusan yang telah dia lakukan.
"tumben Rick Lo mau jalan-jalan dan nganter Kikan lagi. biasanya elo hanya mau mengantar Kinara adik Arok tapi sekarang......
"apa Lo gak suka re kalau gue ajak Kikan jalan bareng gue?". tanya Ricky memutus ucapan Ipank
"Lo boleh jalan sama dia asal Lo tetap awasi dan lindungi dia Rick dia itu ceroboh banget orangnya". kata Rere
"apa Lo meragukan gue hingga berpesan seperti itu?". tanya Ricky dengan dinginnya
Rere terdiam dia tidak tahu harus menjawab apa pada sahabatnya itu. "kak Ricky beneran mau ajak aku jalan-jalan?". tanya Kikan memastikan
"iya apa kamu tidak mau?". tanya Ricky
"mau banget lah kak sebentar aku mau ganti baju dulu sepuluh menit lagi ya". kata Kikan antusias sambil berlari menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya
" Rick apa Lo merencanakan sesuatu pada Yuli tidak biasanya Lo mengajak Kikan pergi jalan-jalan bareng Lo". tanya Rere
"Lo kenapa curiga sekali sama gue padahal gue hanya ingin menyenangkan hati Kikan karena elo gak pernah ajak dia jalan dan melarang dia keluar dari rumah Lo re". kata Ricky dengan seringai tipis nya
"seberapa tahukah kalian tentang gue?". tanya Ricky dengan aura mengintimidasi nya
"Rick bukan begitu juga kali dan jangan Lo marah karena hal gak penting ini". kata Ipank
"kenapa lo takut pank cewek Lo gue apa-apain? tenang gue gak sejahat itu pada orang yang gak mengganggu kesenangan gue". jelasnya
ditengah perbincangan mereka Kikan yang sudah selesai berdandan segera turun menghampiri Ricky dia takut Sang Leader berubah pikiran untuk mengajak nya jalan bersama.
"Kaka Rere mengizinkan aku pergi gak?". tanya Kikan dia tadi lupa untuk bertanya pada sepupunya itu sangking antusias nya dia ingin pergi.
"tenang Rere sudah bilang ke gue kalau dia mengizinkan. iyakan re?". tanya Ricky dengan tegas
"iya tapi ingat kamu jangan melakukan hal yang aneh-aneh ketika jalan bersama Ricky". kata Rere mengingat kannya
"iya kak Kikan faham. ayo kak Ricky kita berangkat sekarang". kata Kikan
"tunggu Kan apa kamu tidak mau mengajak teman kamu Yuli dan Rachel?". tanya Ricky
membuat wajah yang lain terlihat pucat dan semakin menegang.
"tadi Kikan sudah bilang kalau mereka lagi ada acara sendiri." jawab Kikan
__ADS_1
"oh iya gue lupa Kan . memang ada acara mereka sehingga Lo gak bisa ikut?". tanya Ricky lagi
"kalau Rachel harus melihat butiknya yang memang hari ini ada beberapa Klein penting yang akan datang. sedangkan Yuli mungkin dia sekarang sedang bersama sahabatnya untuk latihan beladiri". jelas Kikan
mereka yang mendengar Yuli latihan beladiri menjadi semakin penasaran dengan cewek satu itu. banyak hal unik yang dia miliki.
"oh jadi dia bisa beladiri juga ternyata". kata Ken
"bukan cuma beladiri saja dia juga pandai menggunakan senjata api dan tajam. dia sering belajar bersama kedua sahabatnya itu secara diam-diam karena takut ketahuan bundanya". kata Kikan
" wah hebat juga dia kan cewek mau belajar menggunakan pistol dan pisau untuk melindungi diri nya. salut gue sama teman Lo itu". kata Ken dengan tulus nya
"di belajar semua itu juga ada sebabnya kak". kata Kikan yang mulai duduk kembali dan ingin menceritakan kisah temannya itu
"dulu dia pernah hampir dilecehkan oleh orang waktu masih sekolah dasar dan juga banyak sekali orang yang tidak suka dengan ayahnya yang memang memiliki usaha kecil namun berkembang dengan pesat. akhirnya para saingan ayahnya itu mencoba untuk mencelakai salah satu dari anggota keluarga tersebut dan sialnya Yuli lah yang menjadi target mereka. dan untung nya ketika dia memasuki sekolah menengah pertama dia bertemu dua sahabatnya yang kata nya baik hati itu dan mau mengajarinya hingga sekarang". kata Kikan
"tapi kalau yang satunya memang jarang mengajarinya karena dia berada di luar negeri". tambahnya lagi
"kalau dia mau gue bisa ajarin Kan ". tawaran Ricky yang sangat mustahil terucap oleh bibirnya itu.
Ricky sangat susah sekali bila diminta bantuan untuk berlatih bersama orang lain selain anggota geng intinya itu dan para tangan kanan mereka masing-masing dan sekarang tanpa di minta dia menawarkan diri itu jadi membuat mereka semakin curiga padanya.
"Rick Lo sebaiknya jangan macam-macam". kata Ipank
"apa Lo mengancam gue pank?". tanya Ricky
"dia gak ada sangkut pautnya dengan masalah kita ini jadi gue harap Lo gak melakukan sesuatu yang membahayakan nyawanya". kata Rere ikut membela nya juga
"kalian bicara apa sih. kok aku jadi gak faham y". tanya Kikan yang mulai tidak mengerti dengan isi pembicaraan mereka
"anak kecil dilarang ikut campur urusan orang dewasa". kata Ken
"kak Ricky kita gak jadi jalan ini ceritanya". tanya Kikan dengan kesalnya
"jadi dong ayo berangkat ke mall kan?". tanya Ricky dan diangguki oleh Kikan
"Kikan jangan pernah membahas tentang Yuli pada Ricky ingat itu". kata Rere dengan tegas dan sorot mata yang menatap Kikan dengan tajamnya seperti sebuah peringatan yang tidak ingin dibantah sama sekali dan setahu Kikan Rere tidak pernah menatap dia seperti itu tadi jadi itu membuat nya menjadi takut
"sudah jangan dengarkan si gila itu ayo kita pergi saja". kata Ricky dan mereka pergi meninggalkan rumah Rere menuju mall untuk jalan-jalan dan berbelanja. awalnya suasana di dalam mobil terasa hening karena tidak ada obrolan sama sekali dari mereka berdua
"Kikan apa gue boleh bertanya tentang Yuli?". kata Ricky tanpa basa basi sama sekali dan masih menatap lurus kedepannya
Kikan yang merasa ragu apa dia harus menjawab pertanyaan Ricky nanti tapi dia tadi sudah di larang Rere untuk bercerita tentang temannya itu pada Ricky. mungkin Rere punya maksud yang baik pada temannya itu agar Ricky tidak melakukan hal yang di luar dugaan namun Kikan juga takut pada Ricky karena dia terkenal sadis dan tanpa ampun juga dalam menghadapi orang bahkan dia juga pernah mendengar Ricky melakukan hal yang di luar dugaan orang terhadap keluarga nya sendiri jadi Kikan semakin takut mengingat hal tersebut dan tanpa dia sadari mukanya menjadi pucat dan Ricky menyadari hal tersebut lalu tersenyum tipis
"jangan takut dengan Rere gue hanya tanya sesuatu yang biasa saja dan gue gak akan melakukan apapun pada teman Lo karena memang kita tidak pernah bertemu kecuali kalau dia pernah cari masalah sama gue barulah gue bakal melakukan sesuatu terhadapnya". kata Ricky yang semakin membuat Kikan merasa takut
dia merutuki kebodohan nya yang dengan gampangnya menerima ajakan Ricky untuk pergi bersama jalan ke mall. padahal dia juga tahu bahwa hanya Kinara yang bisa membuat Ricky mau jalan bersama dia ke mall dan sekarang Ricky mengajak nya pergi dengan tanpa curiga pula Kikan menyetujui nya. sungguh dia sekarang merasa bingung dan takut akan situasi yang di hadapi nya.
__ADS_1